Take My Life

Take My Life
chapter 67



"Lihat, Sel telurnya kecil kecil dok" jelas dokter Via pada Lauro, menujukan hasil USG Nathalia setelah tadi wanita cantik itu menjalani serangkaian pemeriksaan di ruang Obgyn ini.


Lauro yang sedari tadi duduk di sebelah Nathalia, mata indah di balik kaca mata bening itu terlihat fokus memperhatikan monitor. Dari ujung mata Nathalia, ia bisa merasakan pasti ada sesuatu tak beres, jika Lauro terdiam seperti ini.


"Apa mungkin PCOS (Sindrom polikistik ovarium)?" Tanya Lauro kemudian dengan tatapan yang sulit artikan.


"Saya rasa tidak, Mrs. Morales tidak mengalami gangguan menstruasi" jelas Dr.Via menatap Nathalia yang membisu.


Bukan membisu, bahkan Nathalia saat ini sangat ingin menanyakan tapi ia tak tahu harus memulai dari mana. Ekspresi Lauro yang terdiam menatap monitor sudah menjelaskan ketakutan pria itu.


Oh lord! Sungguh! Nathalia ingin berlari dari ruangan ini, ia takut! Sangat takut jika harus menghadapi jika kebenaran tentang dirinya yang tak bisa memberikan keturunan.


Tapi...


Biasakan membaca hingga akhir agar tak mudah terjebak pada fikiranmu yang sempit. Ingatan tentang ucapan Lauro membuat perlahan nyali Nathalia tumbuh.


"Apakah saya tak bisa punya anak dok?" Tanya Nathalia gusar, tapi rasa itu hilang saat tangan hangat Lauro menyentuh kedua tanganya.


Dokter Via melirik Lauro sebentar lalu "bisa" ujarnya "bahkan wanita yang mengalami PCOS sekali pun bisa hamil, Mrs. Morales hanya mengalami penyempitan rahim, bisa jadi itu karena perawatan yang anda lakukan sekarang"


Oh... syukurlah, perkataan Dr.Via seolah mencabut satu persatu duri sesak di dadanya.


"Apa itu PCOS? Apa itu Sejenis kemandulan?" Tanya Nathalia lagi


Dr.Via tersenyum "Tidak, PCOS atau Sindrom polikistik ovarium adalah penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidak seimbangan hormon yang membuat silkus menstruasi tidak teratur hingga lambat laun menyebapkan penebalan dinding rahim" jelas dokter Via dengan ramahnya.


"Ada beberapa pasien saya yang mengalami PCOS dan berhasil hamil, tapi di kondisi ini tingkat keguguran sangatlah tinggi karena sel telurnya berkualitas jelek"


"Dan, Mrs.Morales mengalami menstruasi yang teratur, saya rasa itu bukan PCOS" jelas Dr.Via panjang lebar.


Meski Dr.Via menjelaskan sedetail itu Nathalia tetap tak terlalu mengerti, karena posisi Lauro yang melihat dengan tatapan memuja membuat fikirannya buyar, lihat saja posisi L saat ini. Siku tangan kanannya di atas meja menjadi tumpuan kepala dengan wajah mengarah pada Nathalia. Belum lagi ibu jari tangan kirinya yang mengusap tangan Nathalia.


Apa pria ini tak bisa menurunkan kadar tampannya sedikit pun?


Ini bukan saatnya terpesona, Nathalia memukul tangan Lauro pelan agar pria itu memperbaiki posisi duduknya, ia harus fokus, Nathalia benar benar ingin tahu kapan ia bisa hamil, bukankah dokter berkata bahwa masalahnya saat ini adalah hypnotrapi?


"Lalu apakah saya harus menghentikanย terapi itu?"


"Sebaikanya tidak, anda harus fokus pada perawatan itu dulu"


"Saya harus mengecek rekam medis dari Dr. Lancaster terlebih dahulu, apakah saya bisa meresepkan obat untuk merangsang sel telur anda untuk membesar dan bisa segera di buahi"


"Apakah tak masalah menjalani dua perawatan sekaligus?" Tanya Lauro yang kembali serius menatap Dr.via. sebagai pria yang berprofesi sebagai dokter tentu ia mengerti.


"Seharusnya bisa jika perawatan yang Mrs. Morales jalani tidak terlalu berat, Dr.Moralles tahukan jika wanita yang mengalami PCOS rentan depresi?, biasanya Dr. Lanscaster juga membantu saya menanganinya"


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Come on baby, kau dengarkan apa kata dokter Via? Kau baik baik saja" pegangan di tangan Nathalia seolah memberi ketenangan. Sedari tadi hingga mereka sudah sampai di peralatan rumah sakit pria itu terus mengatakan semua baik baik saja.


"Tapi sel telurnya kecil, akan semakin lama aku memiliki anak" Ucap Nathalia pada akhirnya, mengeluarkan segala kegelisahan di benaknya.


"Sayang, keturunan itu urusan tuhan... biarkan tuhan menentukan kapan waktu terbaik untuk kita"


Seperti biasa, Mr.Moralles akan terus mengatakan hal seperti itu. Apakah ia tak tahu jika di awal pernikahan mereka ibunya sudah menanyakan keturunan?


Belum lagi orang orang yang sudah menanyakan Nathalia selama ini.


"Berapa lama?" Sungut Nathalia, lalu berjalan meninggalkan Lauro.


"Hmm... sampai tuhan memberkati kita" tangan Nathalia tertarik saat Lauro menuntunya sampai di depan kuda besi miliknya. Dokter tampan ini sedang cuti hari ini.


"Jika sampai sepuluh tahun lagi aku tak bisa memiliki anak?" Tanya Nathalia, tapi Lauro hanya tersenyum dan langsung memasang helm merah muda di kepala istrinya. Berharap Nathalia akan bisa lebih santai menjalani hidup.


"Berarti aku akan semakin giat untuk ber--" dan bertepatan dengan ucapan itu Nathalia memukul tubuh Lauro yang sudah menaiki motornya hingga pria itu mengaduh "Augh sakit sayang"


"Kau mesum"


Lauro terkekeh geli "Hey.." pria tampan itu menuntun wajah istrinya untuk menatapnya "tak ada kata mesum untuk suami dan istri sayang, Ayo naik"


"Sepertinya kita harus jalan jalan, ku lihat moodmu begitu mengerikan" ujar Lauro yang di barengi gelak tawa karena bercanda di mood Nathalia seperti ini tentu bukan hal yang baik, syukurlah taring istrinya tak keluar saat ini, membantu Nathalia untuk Naik ke motornya.


Lauro mulai menjalankan motornya, membelah kota dengan kecepatan sedang. Menikmati keindah kota hingga ia membelokan stang motor, mulai berjalan pelan saat masuk kekawasan Ramai.


"L hentikan motornya" ucapan dan tepukan tangan Nathalia dipundaknya membuat Lauro mau tak mau mengerem motornya dan berhenti di pinggir jalan. Lauro membuka helmnya dan menoleh ke belakang


"Ada apa?"


Alih-alih menjawab, Nathalia malah turun dari motor dan melepaskan helmnya. Meletakan secara asal di atas motor.


"Sayang..." Lauro memanggil Nathalia begitu kaki wanita cantik ini melangkah meninggalkannya.


"Atha..." Nathalia seperti menulikan telinganya, wanita itu terus berjalan menerobos keramaian


Hal itu membuat Lauro geleng kepala "Oh lord!" secepatnya pria itu turun dan melepaskan helmnya. Tak lupa bukan jika Nathalia adalah wanita paling keras kepala di muka bumi ini?


Lauro tak punya pilihan lain, ia harus mengikuti keinginan Nathalia.


"Mau kemana?" Kini Lauro sudah berjalan berdampingan dengan istrinya


"Bukankah kau ingin kita jalan jalan?"


"Tapi bukan jalan kaki seperti ini sayang dan disini begitu ramai. Kau mengertikan maksudku?" Keramaiam itu gudangnya penyakit, sebisa mungkin menghidarlah.


"Itu yang ku inginkan, aku ingin kita berkencan" ucapa Nathalia membuat Lauro melongo.


"Kencan?"


"Ya... berkencan denganku, suami macam apa yang tak pernah mengajak istrinya berkencan?" Sungut Nathalia, membuat Lauro mengapai tangan wanita itu hingga mereka berhenti.


"Oke, kau mau kemana? Ayo kembali kita bisa--"


"Dinner di restoran mewah? Perjalanan dengan kapal pesiar atau jet pribadi? Menyewa seluruh bioskop?" Tanya Nathalia sakartis


Damn it. Bagaimana wanita kecil ini bisa tahu apa yang ada di atas kepala Lauro?


"Benarkan?" Nathalia tergelak "sudah terlihat jelas dari senyumanmu, aku ingin bebas aku ingin hidup seperti manusia normal"


"Wait, apa yang tak normal dari semua itu sayang?"


Ucapan Lauro membuat Nathalia memutar bola matanya jengah, oke itu memang hal yang normal untuk kalangan bilionaire seperti mereka. Ayollah... Nathalia memimpikan kehidupan yang biasa. Mengingat ia bukan keluarga kandung Romanove dan ia hanya berasal dari keluarga miskin!


Seharusnya itu yang akan Nathalia jelaskan pada Lauro,


"Sudahlah... aku ingin hidup seperti Nathalia tiga belas tahun silam,bisakan?"


Lauro bersidekap seolah berfikir tapi tak berlangsung lama karena kakinya reflek melangkah mengikuti Nathalia yang sudah berjalan meninggalkanya.


Oh... Nathalia kau benar benar membuatku kewalahan!


"L... lihat!" Nathalia menujuk mesin pecapit di depan sebuah toko "aku ingin main itu"


"N--" belum Lauro menjawab Nathalia telah melepaskan gandenganya dan berlari menuju mesin pencapit.


"Jika kau selalu melakukan semuanya semaumu, kenapa kau meminta izinku tha" Lauro menghela nafas pelan.


TBC


Wanita selalu benar dan tak terkalahkan ya ๐Ÿ˜‚ sudah bahagia hari ini????



ayooo komen yang banyak haha ๐Ÿ˜˜ pen fokus ama nulis lagi ini biar bisa balasin komentar lucu kalian lagi ๐Ÿ˜˜


percayalah ay g bisa idup tanpa kalian eh gak deng becanda ๐Ÿ˜‚ ay g bisa idup klo g napaslh ๐Ÿ˜‚