
"Kenapa wanita secantik kau memilih untuk ikut dalam perjodohan ini?" Ucap Lauro dengan senyumnya seperti biasa.
Lalu pria itu mengigit burger dan memakan kentang yang sudah tersedia di atas meja. Mungkin Lauro adalah satu satunya pria di muka bumi ini yang paling suka tersenyum.
"Karena aku menyukaimu" ucap gadis itu dengan senyum malu malu di bibirnya.
Lauro tau, gadis itu awalnya dongkol karena Lauro membatalkan pertemuan di restoran elit dan mengajak wanita itu untuk makan di restoran cepat saji ini.
Namun, perlakuan Lauro mungkin lambat laun menghilangkan keenganan gadis itu. Apa lagi ia di suguhi senyuman yang semanis ini.
Tentu ada alasan Lauro melakukan itu. Sebenarnya lauro membenci perjodohan. Bukan munafik, Lauro hanya mencoba menghargai seorang wanita. Ini mungkin sudah ratusan kalinya sella-ibunya menjodohkannya dengan seorang gadis.
"Makanlah" Lauro menyuruh gadis itu untuk memakan makanan yang tadi telah ia pesan.
"Apakah pernikahan kita akan di lakukan dua bulan lagi?" Tanya gadis itu antusias
Dan pertanyaan itu membuat Lauro tersedak. Gadis itu mendekat untuk membantu Lauro dengan memberikan botol air mineral.
"Duduklah! Aku baik baik saja" Lauro masih bersikap sopan karena gadis itu dengan lancang menyentuh pundaknya. Walaupun niat gadis itu hanya membantu. Tetap saja Lauro merasa risih,
Lauro memang tipe ****. Ia playboy bukan ladykiller. Ia hanya memangsa wanita yang seharusnya. Dan ini tempat umum, bagaimana pun brengseknya dia. Dia tetap harus memikirkan citranya sebagai seorang Dokter.
Setelah sekian menit, keheningan tercipta di antara mereka. Lauro diam karena ia sedang memilih kata yang tepat untuk menolak gadis ini. Karena ia tahu bukankah wanita adalah satu satunya makhluk tuhan yang berhati lembut?
"Aku minta pernikahan kita di percepat saja" kalimat sarkas yang terlontar membuat Lauro menatap gadis itu tak percaya. Ya Lauro menganggap gadis ini adalah tipe gadis yang tak biasa berbasa basi.
Oke baiklah
"Tenang nona" Lauro mengangkat tanganya ke udara seolah meminta jeda untuk ia memulai beberapa kalimat. Yang ia yakini bisa merobek hati gadis itu.
"Ini pertemuan pertama kita"
"Dan aku tidak pernah mengatakan kita menjalin sebuah hubungan. Apa lagi pernikahan" kalimat yang membuat hati gadis itu tertohok keras.
Tapi ekspresi wajah yang di tampilkan pria itu saat ini membuat siapa saja memaafkan kalimat yang baru pria itu ucapkan.
"Tapi mommy sudah merencanakan pernikahan kita L" sanggah gadis itu
"Dan aku tak mengatakan iya. Bagaimana bisa kau mengatakan pernikahan di pertemuan pertama kita?"
"Apa kau jenis gadis yang tak mengenal apa itu rasa 'malu'?"
Gadis itu meremas gelas minuman itu. Jelas sekali gadis itu tersinggung dengan segala perbincangan ini.
"Jadilah pintar! Karena melemparku dengan air itu takan akan mengubah keputusanku" Lauro tahu apa yang terjadi selanjutnya. Makanya pria itu buru buru berdiri dan mengenakan jaket hitam kulit miliknya.
"Aku pergi... ku harap kita tak pernah bertemu lagi" ekspresi wajah itu sangat tak cocok dengan kalimat yang baru pria itu ucapkan.
Ia tersenyum manis lalu meninggalkan gadis yang menahan emosi yang kini sudah meledak ledak.
Lauro mengeluarkan ponsel dari dalam kantongnya lalu pria itu mulai mengetik beberapa pesan untuk ibunya dan Evan sebelum memasukanya kembali. Lalu mempercepat langkahnya untuk menuju lantai dasar dimana motor sport miliknya terparkir.
Tapi, perjalannya terhenti saat melihat seorang pria paruh baya terjatuh kelantai. Terlihat disana beberapa orang telah siap siaga membantu.
Tanpa pikir panjang Lauro berlari kearah pria itu. Wajah itu sangat familiar buatnya.
Mr.romanov?
Lauro menghentikan gerakan beberapa pria yang hendak mengangkat pria itu itu.
"Tunggu!"
"Baringkan dia!"
Banyak mata yang menatap Lauro. Mereka heran atas dasar apa Preman ini melarang mereka mengevakuasi pria tua itu. Penampilan Lauro saat ini sangat jauh dari kesan dokter muda yang handal.
"Apa kau dokter?"
Lauro tak menghiraukan ucapan pria yang ada di sampingnya. Ia sibuk membuka dasi dan kemeja Mr.Romanov. lalu beralih pada sepatu pria tua itu. Sepertinya pria tua itu habis bertemu klien atau orang penting di mall besar ini.
Lauro menemukan sesuatu yang mempermudah ia mendiagnonis kondisi Mr.Romanove saat ini. Kaki pria tua itu bengkak, Lalu lauro beralih ke dada pria itu untuk mendengar detak jantungnya.
saat menyadari pria tua itu hampir kehilangan kesadarnya.
"Hubungi 112 sekarang!!!" teriak Lauro dengan terus mencoba membuka jas yang di kenakan pria tua itu
Lalu ia menarik tas kulit yang lumayan besar milik seorang wanita. Awalnya wanita itu hendak berteriak tapi melihat apa yang sedang di lakukan Lauro wanita itu memilih bungkam.
Tanpa pikir panjang lauro membuka jaketnya untuk menambah ganjalan di kepala Mr.romanov. ini ia lakukan untuk mempermudah pria itu bernafas.
sontak kegiatan pria tampan itu membuat tato yang ada di lengan kanannya terlihat karena jaketnya yang terbuka dan baju pria itu sedikit tersingkap.
Jangan lupakan kalung yang melingkar di leher pria tampan itu.
"Apa kau seorang dokter?"
Seorang pria menghentikan pergerakan Lauro untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien ini?
itu cukup menganggu dan membangkit amarah Lauro.
Lauro menatap tajam pria yang menghentikan pergerakannya. Wajah yang biasa menampilkan senyum manis itu kini menampilkan aura dingin.
Tampilan lauro saat ini memang tak menujukan bahwa pria itu seorang dokter. Kaos, celana yang sobek di bagian lutut, kalung di tambah adanya tato. Itu bukanlah penampilan seoang dokter bukan?
"Apa kau seorang dokter?"
"Iya" jawab Lauro singkat lalu kembali memeriksa keadaan Mr.Romanov.
Shit!
Lauro mengumpat pelan saat menyadari Mr.romanove tak sadarkan diri.
"Bisahkan kau membantuku untuk menyangah kepala paman ini, nona?" Tanya Lauro pada gadis disana
Awalnya gadis itu bingung lalu ia duduk dan menaruh kepala Mr. Romanov ke pahanya sebelum di alasi jaket Lauro.
"Dongakan kepalanya nona" perintah Lauro gadis itu hanya menurut.
Lauro memberikan pijatan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau yang kita kenal dengan resusitasi jantung paru. CPR adalah teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti.
Melihat Lauro menekan nekan dada pria itu sangat kuat dan membuat pria itu mengehentikan Lauro lagi.
Lagi!
Lauro mendorong pria itu hingga tersungkur dan kembali memompa dada Mr.romanove.
"Ini pasien gagal jantung jika dia meninggal kau yang akan ku tuntut karena mengganggu kinerja medis!!!" Bentak Lauro
Sontak membuat orang yang berdiri disana terkejut. Memang jika di perhatikan Lauro bukanlah seorang dokter. tapi apa yang di lakukan pria itu dari tadi cukup membuktikan bahwa pria itu adalah orang terlatih di bidang ini.
Saat bantuan medis datang membawa bangkar. Lauro meminta para petugas itu untuk memberikan intubasi.
"Apa yang terjadi dok" kalimat yang terlontar dari pria petugas rumah sakit itu memberi shock terapi untuk semua orang yang ada di sana terlebih pria yang sedari tadi menghalangi kinerja Lauro.
Mustahil bukan petugas kesehatan tak mengenal dokter ternama di negara itu. Apa lagi dokter spesialis.
Lauro beralih ke bagian kepala Mr.romanve dan menerima tas medis itu. Ia mempersilahkan gadis yang membantunya tadi untuk berdiri. Lalu ia bersiap melakukan intubasi
"Ini gagal jantung"
"Pijat"
"A..apa dokter?" Walaupun ia mengenal Lauro tapi ia tak pernah melihat Lauro berpenampilan sperti ini. Dan lagi tato membuat perhatian petugas medis itu buyar.
"Apa kau orang medis? Mulai CPR!!!" bentak Lauro sementara ia mencoba melakukan intubasi pada mr. Romanove.
Ini bukan waktunya untuk terkejut!
Setelah siap melakukan intubasi mereka kembali bertukar tempat. Lauro kembali memgambil alih untuk melakukan CPR.
Lauro mengecek detak jantung Mr.romanov dengan mendekatkan telinganya ke arah dada pria itu. Ia menghela nafas lega saat detak jantung pria tua itu kembali.
"Segera siapkan ruang operasi, kita masih harus menangani MI (miokrad infrak atau serang jantung) dan gagal jantungnya"
"Baik dokter" kata petugas itu sebelum mengangkat tubuh Mr.romanove ke atas bankar dan bergegas kerumah sakit.
TBC
Masalah dokter dan tato anggap aja itu tato coretan pena wkwk ato ga permanen y syg.. hanya buat readrs kritis 😂 karena ay harus siap senjata lengkap mnghadapi kritikan 😂
abis ini Lauro ay kasi ketemu ama Nathalia 😂 bapake Nathlia ay bikin dekem di RS kalo di indo kayanya judul novelnya jadi "cintaku bersemi di Rs" 😂😂😂😂😂 ngakak sue 😂
jan lupa like komen and bagiin ke tmn2nya 😂😘
ga boleh jadi silent readrs ya centah 😘