
Setelah sampai di resto dan mendapatkan kursi, Nathalia hampir saja terjatuh oleh sanggahan kaki Emily beruntung tangan Nathalia cepat mengapai meja sebagai tumpuan.
"Hati-hati" ucap Lauro membantu keseimbangan Nathalia.
Jika tak melihat situasi sudah di pastikan Nathalia akan menampar gadis ini. Tapi ia urungkan karena mungkin membalas dengan cara cantik lebih baik, saat bokongnya mulai menyentuh kursi, kaki Nathalia yang di balut sepatu kets menendang keras kaki Emily lalu menyilang kaki itu di bawah meja.
"Oops.. sorry" ucap Nathalia tersenyum lebar, sudah jelas dengan tampilan senyuman mengejek.
Jangan tanyakan seberapa sakitnya, karena lihat saja suara keras dibawah meja tadi menarik perhatian beberapa pengujung dan Lauro
"Kenapa sayang?" Tanya L menyentuh tangan Nathalia karena sekarang posisi duduknya berdampingan di meja budar ini.
"L dia..." ucapan Emily terhenti saat Nathalia menoleh kehadapanya dengan nada naik satu oktaf.
"Ada apa denganmu? Hah!"
Mendengar ucapan dan tatapn Nathalia, membuat Emily ketakutan. Seolah sekarang sosok Nathalia menjadi sosok iblis dengan segudang wajah manis.
Dia benar benar jahat!
Sedangkan Evan hanya menyenderkan tubuhnya ke kursi memperhatikan Nathalia hingga tersenyum samar.
Drama para wanita memang mengerikan buatnya. Dan ia suka wanita yang selalu mengandalkan kekuatanya tanpa mengeluh pada seorang pria.
Keadaan kembali normal saat makanan datang, semuanya tenang kecuali Lauro dan Nathalia. Dua sejoli itu seperti kurang paham nasib jomblo yang ada di antara mereka.
Bukan Lauro tapi Nathalia, Nathalia memang mengalami masalah mengontrol diri. Tapi sepertinya gadis ini tak sepenuhnya sakit, dia masih bisa memberi pelajaran manis pada Emily dengan sikapnya sekarang, terlalu manja dan Lauro hanya mengikutinya.
Lalu tiba-tiba tanpa sengaja kemeja biru Lauro terkena makanan karena ulah Emily yang juga ingin menyuapinya, lalu di tepis telak oleh Nathalia.
"Jangan pernah menganggu miliku!" Ucap Nathalia datar tapi tersirat seribu bahaya disana,
"Its oke sayang" Lauro menyentuh tangan Nathalia untuk menenangkan, tak lucu bukan hanya karena ini ia akan melihat dua wanita ini baku hantam.
Apa lagi Emily sudah di pastikan gadis itu yang akan kalah, karena dia hanya menang di tahta karena terlahir sebagai putri miliarder dan semua orang akan menyanjungnya.
Tapi berurusan dengan manusia biasa ia selalu mengandalkan kuasa ayahnya, pertanyaan itu akankah berhasil untuk wanitanya Lauro?
Memangnya pihak mana yang berani menyentuh menantu keluarga Morales?
Bersamaan dengan itu Evan pamit mengangkat Telfon sepertinya penting karena sejak tadi pria dengan tinggi tak sopan itu merejectnya, ia tak cukup waktu untuk melayani drama murahan wanita yang sedang cemburu.
"Aku bersihkan ini dulu" ucap Lauro pamit sembari menyentuh pipi Nathalia dengan lembut, karena merasa tisu itu tak bisa mengcover noda yang ada di kemejanya
"Kau tahu?" Ucapan Nathalia memecahkan kesunyian yang cukup lama terjalin sembari mengaduk makanan.
"Jika dulu budak memiliki kasta terendah, tentunya saat ini penggoda suami orang lebih pantas menyandang posisi itu, bukan?" Nada itu terlihat datar dan mengerikan belum lagi tatapan Nathalia setelahnya, mungkin bisa melubangi kepala Emily saat ini.
Perkataan Nathalia membuat Emily mengeram, terbukti dengan ia meremas kedua sendok itu untuk tak segera menikam wajah Nathalia.
Ia cukup muak, pada gadis penipu tak tau malu ini!
Emily telah menganggumi Lauro dari dulu. Bahkan saat Evgania masih ada, setelah Evgania pergi dan dua belas tahun berlalu Emily selalu ada untuk Lauro, jadi tak perlu di jelaskan bukan siapa yang menjadi perebut di sini?
Tapi kejengkelan Emily enyah berubah menjadi gindik ngeri saat Nathalia bergerak cepat seolah ingin mendorongnya, ternyata wanita itu mendorong seorang gadis yang terjatuh tepat di arah Emily, dan hampir saja jatuh mengenai Emily.
Nathalia menyelamatkanya? Apakah ia harus berterima kasih atau?
Lalu keributan mulai terjadi lagi.
Sontak Emily kaget dan berdiri melihat adegan ngeri di depanya. Seorang wanita menghajar wanita lainya yang sudah terjatuh di lantai.
"Murahan!!!. Jangan merebut suamiku jika kau tak ingin mati di tanganku... sialan!" Tegas wanita itu lagi sembari menampar wajah gadis yang terjatuh di lantai.
Kejadian itu terjadi secepat kilasan cahaya beberapa orang disana terkejut dan pria yang di duga suami malah menarik wanita bertubuh gempal itu dengan kasar hanya saja tertepis karena di doronh dan kembali mendaprat wanita yang di duga perebut suaminya itu.
"Mati saja kau!!! Wanita tanpa harga diri seperti mu tak layak hidup!"
"Lepaskan aku! Wanita jelek! Suami mu yang mengodaku"
"Lalu apa kau suka hah?! Dasar pelacur sialan!!!"
"Mati saja kau!"
"Kau saja yang mati dasar gendut!"
Tubuh Emily bergetar hebat, kaki dengan balutan high heel 12 centi itu mundur kebelakang karena ketakutan.
Berbeda dengan Nathalia, wanita dengan balutan kaus oblong itu terlihat tersenyum memperhatikan drama seru di depan matanya.
Lalu tangannya meraih kursi yang di duduki Lauro tadi dan mengangkatnya ingin memukul pria yang sedang berusaha melerai gadis itu.
Dengan wajah bahagia, seolah saat ini ia sedang berlari di antara ribuan bunga mekar dan harum dengan selendang di tangan, bukan sedang melihat perebut suami orang di hajar oleh istri sah.
Dia benar benar gila!
Nathalia merasa kesal kenapa adegan bagus ini di hentikan? Harusnya di rekam dan di bagikan untuk pelajaran umat manusia di seluruh dunia.
Tapi layangan kursi itu terhenti saat tangan kokoh merebut kursi itu dan meletaknya. Lalu tubuh Nathalia terkunci dalam pelukan Lauro. Siapa lagi? Jika bukan dokter ini.
Jika Lauro terlambat sedikit saja sudah pasti Nathalia terjerat masalah.
Sedangkan Emily menatap takjub kepada Nathalia. Seperti melihat ratu iblis dengan segala kekuatanya.
Emily mengetatkan pelukanya di tubuh Evan yang kini sudah memeluknya. saat gadis ini mundur kebelakang tadi, Evan secepatnya menangkap tubuh Emily setelah keributan mulai terjadi, belum lagi melihat Emily hampir terjatuh karena ini bukan hal yang biasa di lihat gadis itu.
Mata Emily terkunci pada sosok Nathalia, yang ia tahu wanita itu tak beres, bagaimana bisa manusia normal tertawa melihat seorang wanita yang nyaris mati di hajar wanita bertubuh sedikit gempal itu.
Emily tak tahu pasti, tapi yang harus ia tahu, Nathalia bukan orang biasa yang bisa ia lawan dari berbagai sisi. belum lagi perlindungan Lauro dan tahtahnya sebagai keluarga morales.
Kau sungguh mengesalkan tha!
Bisa di bilang sekarang situasi kembali normal, hanya beberapa bekas berantakan usai adegan tadi berceceran di lantai karena ketiga orang biang masalah tadi sudah di amankan petugas.
Nathalia menatap Emily yang terdiam karena shock hebat, mendapati dirinya tertatap membuat Emily mengalihkan tatapnya pada langit biru mempersona.
"Kau harus paham, bahwa kau cukup berharga untuk tak menyakiti hati wanita lain" ucap Nathalia penuh makna sebelum mengiyakan ajakan Lauro. Dan Evan tersenyum mendengar ucapan Nathalia lalu menuntun Emily mengikuti pasangan itu.
TBC
jan lupa jejak ya...
ada yang mau di bonceng???
nathalia saying : are u sure?!!! 🤬
🤣🤣🤣🤣 klo story plakor di lapak ay berakhir tragis maaf 🤣🤣🤣