
Nathalia tak bisa duduk berdiam diri menangis sepanjang malam. Belum lagi Lauro yang entah kemana saat Nathalia mengatakan ingin sendiri dulu.
Aku mengenalmu jauh sebelum kau memperbaiki wajahmu
Ucapan terakhir Lauro berputar bagai kaset rusak di kepalanya.
Sebenarnya ada apa?
Nathalia tak sanggup bertanya saat rintik hujan turun menimbulkan kepanikan, bersamaan dengan itu orang-orang suruhan Lauro sudah membawa mereka dari sana.
Sekarang Nathalia telah duduk manis di depan bartender, menunggu kedatangan Ami, Nathalia baru saja menyesap brandy, salah satu minuman berat di atas kemampuanya, sehingga terasa membakar lidahnya sesaat.
Karena masalahnya saat ini memang jauh di atas kemampuanya, memangnya siapa yang bisa betahan? Kehilangan calon suami, kenyataan bahwa dia bukan anak Rich dan Maria. belum lagi dengan kata ia dijual.
Oh...Astaga... tha... mungkin tuhan memang punya dendam pribadi padamu sehingga menuliskan list konflik yang sangat berat secara bersamaan dan saling tindih dalam hidupmu.
Sangat lengkap! Karena kau juga di permainkan atas perjodohan yang sudah di atur oleh dokter stranger itu.
Atau kau yang sangat bodoh tak pernah menyadari ini semua?
Nathalia tak bisa berfikir lebih jernih ia memilih menggerakan kepalanya mengikuti rentak music yang di mainkan Disk jokey remos. Tak ada yang lebih baik dari tempat ini.
Karena tempat ini menjanjikan bahwa malam ini ia harus melupakan tangisnya. Sampai akhirnya tubuhnya turun ke lantai dansa.
Persetan dengan Ami yang akan datang!.
Nathalia masuk ke lautan manusia yang sedang menari mengikuti rentak music cepat, wanita itu mulai larut dalam tarianya. Mengangkat tangan ke atas seolah melepaskan bebanya.
Tapi itu tak berlangsung lama saat tubuhnya terasa aneh. Perutnya mungkin tak bisa mentoleri dengan kadar alkohol yang masuk ketubuhnya hingga ingin secepatnnya membuang.
Nathalia berjalan terburu buru menuju kamar mandi. Wanita itu membuang semua isi perutnya dan Menekan keran air untuk mencuci bibirnya.
Nathalia menatap dirinya di dalam kaca, melihat bagaimana boneka ini di permainkan banyak orang bertahun tahun lamanya.
Apa Axelin akan merimaku setelah tahu bahwa aku bukan berasal dari keluarga romanove? Atau apakah Lauro sudah tahu bahwa bisa saja ia telah menikahi gadis miskin?
Bahkan Nathalia tak tahu bagaimana kehidupanya sebelum bertemu dengan keluarga Romanove.
"Lama tak jumpa"
Nathalia melirik siapa yang baru masuk ke dalam kamar mandi. Seorang pria dengan senyum devilnya menutup pintu kamar mandi, Wajahnya seperti tak asing bagi Nathalia. Tapi sayangnya Nathalia tak ingin memakai otaknya untuk mengingat siapa pria ini.
Sungguh, Nathalia tak ingin bermain pada siapa pun hari ini. Apa lagi dengan kondisi hatinya saat ini.
Nathalia mengabaikan pria itu lalu mencuci tanganya dan merapikan rambutnya. Seolah yang mengajaknya bicara saat ini adalah sosok tak kasat mata.
"Setelah menikah dengan pangeran sepertinya kadar sombongmu makin meningkat ya"
Nathalia berjalan berharap keluar dari kamar mandi ini secepatnya, karena ia terlalu malas untuk meladeni manusia tidak tahu aturan ini.
"Jawab aku jika aku mengajakmu berbicara!" Pria itu kesal menutup jalan Nathalia dengan tanganya yang sudah menyentuh tembok tepat di depan Nathalia.
"Siapa kau?" Ucap Nathalia menatap mata pria itu, bahkan tak ada rasa gentar sedikitpun dalam dirinya.
"Aku?" Pria itu tersenyum miris "bagiamana kau bisa melupakan pacarmu huh?"
"Minggir!" Suara Nathalia begitu tegas, Nathalia bukan tak menyadari hawa saat ini begitu berbahaya, hanya ada mereka berdua di ruangan ini. Terlebih matanya telah melihat pintu yang terkunci dari dalam.
"Nyalimu masih saja besar! Biarku peringatkan aku yang kau permalukan di depan toko perhiasanku!" Ucap joshep menarik lalu mendorong tubuh Nathalia menghantam dinding dan Mengurung dengan kedua tanganya.
"Dasar kau brengsek! Lepaskan!!!" Bentak Nathalia
"Hmm seharusnya kau katakan itu pada dirimu, kau yang membuat cintaku berubah menjadi ingin menyakitimu!" Bentah joseph tak kalah kuat.
Nathalia mendorong tubuh joseph lalu...
Plak...
Nathalia tak bisa menahan tangannya untuk tak menampar joseph, berusaha tenang dengan emosi yang mulai tercipta. Wanita cantik itu takut, terbukti dari tubuhnya yang mulai bergetar.
Joseph mendorong Nathalia, menguci kedua tanganya lalu mengendus leher Nathalia. Nathalia menjerit mencari pertolongan tapi bibirnya langsung di tutup oleh salah satu tangan joseph.
"Lepaskan aku..." Nathalia benar benar takut, berharap Lauro akan datang menolongnya. Tapi mungkin itu hanya hayalan saja, Lauro tak mungkin berada di sini.
Nathalia sudah menggunakan kekuatanya, dengan mendorong joseph. Tapi sayangnya tenaga pria itu kebih kuat. Joseph tanpa kasian mencium leher Nathalia meninggalkan bekas basah disana.
Oh tuhan... bahkan Lauro tak pernah melakukan ini. Di perlakukan dengan begitu kasar. Nathalia benar benar jijik pada dirinya saat ini.
Nathalia merasa jika bukan karena tubuh joseph mungkin ia sudah terjatuh karena kakinya tak lagi terasa. Tubuhnya lemas, sungguh Nathalia lebih memilih mati dari pada harus di lecehkan seperti ini.
"Lepaskan aku sialan!..." bentak Nathalia dengan seluruh kekuatanya namun terdengar bagai cicitan ****** kecil di telinga joseph.
"Aku mohon lepaskan aku" Nathalia memohon dengan sungguh sunguh berbarengan dengan jatuhnya air matanya.
"Kau tidak dengar dia meminta di lepaskan"
Suara bariton yang datar terdengar mengudara di ruang ini. Itu membuat joseph melepaskan cumbuanya. Lalu berbalik melihat siapa yang menganggu kesenanganya.
Nathalia melihat Lauro yang mengenakan kemeja biru, pria itu terlalu tenang untuk ukuran seorang suami yang menemukan istrinya di lecehkan. Itu membuat hati Nathalia mencelos.
Lauro benar benar tak pernah mencintainya, tangan Nathalia terangkat menutup dada dan lehernya
Lauro menatap Nathalia yang berusaha menutup tubuh bagian atasnya, lalu matanya terpaku pada atasan istrinya.
Itu membuat kaki panjang Lauro reflex menendang rusuk joseph. Membuat joseph tersungkur di lantai. Tak sampai di sana. Lauro bergerak maju meninju menendang menginjak tubuh joseph tanpa ampun. Tanpa memperdulikan jika perbuatanya ini membuat joseph akan mendekam di rumah sakit.
Atau malah liang lahat!
Lauro tak peduli jika saja setelah ini ia harus berurusan dengan polisi, yang ada di fikiranya adalah menghabisi ******** ini yang berani melecehkan kesayanganya. Toh, bukan hal sulit buat Lauro untuk mengikuti jejak Elroy.
Lauro menarik kerah joseph, wajah pria itu telah di hiasi darah "sepertinya tangan ini tak layak untuk berada di tubuhmu" lauro hampir memutar tangan itu.
Tapi
"Hentikan L..." Nathalia memeluk Lauro untuk menghentikan aksi brutal pria tampan itu, sebelum pria laknat itu mati dan Lauro akan terjerat kasus pembunuhan.
"Dia menyakitmu..." ucap Lauro dengan nada bergetar menahan amarah.
Nathalia tak pernah membayangkan bahwa hari ini akan datang, Lauro menampilkan amarahnya yang menggebu dan bersiap mendaftar menjadi malaikat pecabut nyawa.
"Hentikan..." mohon Nathalia yang telah menangis.
"Bagaimana aku bisa berhenti sebelum ******** ini mati..." Lauro hampir maju menghajar joseph yang sudah tak berdaya karena Lauro benar benar seperti malaikat pencabut nyawa, tapi sebuah tangan kokoh menghentikan pergerakam Lauro.
"Tenang dude" sambar Evan yang mendorong tubuh Lauro. Pria itu datang bersama Matthew yang sekarang berada di sampingnya menatap Joseph dalam diam.
"Dari pada kau mengotori tanganmu dengan darah sialan itu, lebih baik kau menenangkan istrimu yang terlihat ketakutan" jelas Evan berikutnya.
Oh shit.. karena amarah Lauro melupakan ketakutan Nathalia.. ia berbalik dan memeluk istrinya mencium dalam puncak kepala istrinya.
"Maafkan aku sayang..." ucap Lauro sangat lembut.
Matthew yang sedari tadi melihat joseph yang terbatuk batuk menahan sakit.
"Kau ingin aku membunuhnya?" ucap Matthew terlalu datar layaknya seorang piskopat dan itu membuat Evan memutar bola matanya, malas.
Ia bahkan tak berniat Matthew menyiksa seseorang lagi. Apakah hidup sebercanda itu kawan.
"Pergi..." perintah Evan dengan menyerahkan jaketnya untuk menutupi tubuh Nathalia "aku akan mengurus sampah ini"
Matthew telah berjongkok di depan satu kaki tertekuk di atas lantai "sepertinya kematian terlalu bagus untukmu" kata kata matthew membuat Lauro menutup telinga Nathalia sebelum wanita itu mendengar kejamnya matthew
"Aku akan membuatmu menjalani mimpi buruk di kehidupanya nyata setelah ini" siapa pun akan mengerti arti mengerikan dari kata - kata itu. Tapi Mathew mengatakan dengan senyuman seolah ia sedang duduk di tepi pantai menikmati keindahan alam
See... Matthew tetaplah matthew, Lauro tersenyum miris Lalu mengangkat tubuh Nathalia untuk keluar dari sana.
Tak ada yang bisa Nathalia lakukan selain berseder pada dada bidang Lauro.
"Terimakasi" ucap Nathalia lirih.
TBC
Aku beri satu permintaan
Apa liat2 🙈
Matthew peluk adek dong 😂