
Nathalia mengeliat, mulai terjaga dalam tidurnya. Nathalia merasa memimpikan sesuatu yang Erotis saat tanganya mulai meraba ranjang di sebelahnya.
Kosong!
Syukurlah, semua yang terjadi semalam hanya mimpi.
"Aku lelah sekali" ucap Nathalia dengan masih enggan membuka matanya. Tangan kurus itu makin menarik selimut tebal untuk bergelung kembali mencari kehangatan. Tapi sedetik kemudian mata itu terbuka saat tubuhnya terasa langsung bersentuhan dengan selimut dan merasa ada yang sedikit perih di bagian intinya.
Nathalia mengintip di balik selimut,Damn... benar saja dia tak mengenakan apa pun, sontak ia terkejut dan mencoba mendudukan dirinya sendiri.
Ternyata setiap sentuhan tadi malam bukan mimpi.
Itu nyata!
Lalu matanya menyapu seluruh ruangan untuk mencari si pelaku, sembari otaknya terus berkerja reaksi apa yang harus ia berikan karena jika di ingat bukankah dia yang memancing Lauro untuk melakukan 'itu'?
Nihil!
Tak ada siapapun disana.
Nathalia menghela nafas lega. Setidaknya dia bisa mengenakan sesuatu untuk menutup tubuhnya sebelum ia bertemu dengan Lauro.
Nathalia mengunci erat selimut tebal itu di lehernya agar tak melorot, satu satunya tameng pelindung tubuhnya saat ini hanya selimut putih dan tebal ini.
"Aduh" kepala Nathalia yang pusing dan tubuhnya yang terasa retak seribu membuatnya berjalan perlahan menuju walk in closet.
"Kau sudah bangun sayang?"
Suara bariton itu memenuhi pendengaran Nathalia, tentu saja membuat langkah Nathalia terhenti dan menoleh kebelakang untuk mencari sumber suara. Tapi saat objek itu di tangkap oleh kornea matanya.
Nathalia melongo dan matanya terbelalak sembari mengumpat dalam hati. Seorang pria baru saja keluar dari kamar mandi dengan selembar handuk putih yang melilit di pinggang bawahnya.
Oh my god L!!! Kau sangat sexy!!!
No No No, Nathalia menggelengkan kepalanya, bersusah payah mengusir fikiran devil dalam dirinya. Mungkin di dalam tubuh Nathalia tersimpan iblis jalang betina yang akan beraksi saat di depan Lauro.
L!!! Dimana sopan santunmu! Apa kau tak punya rasa malu terhadapku sediikit pun!
Sebenarnya itu kalimat yang akan Nathalia keluarkan untuk mendidik suami tidak sopannya ini. Tapi senyuman Lauro membuatnya lidahnya kelu, matanya yang lancang melihat seluruh tubuh kekar Lauro.
Hanya itu kemungkinan yang masuk akal, iblis jalan betina dalam diri Nathalia akan bereaksi saat bertemu Lauro si duplikat iblis jantan.
Nathalia tak terima saat membayangkan jika tubuh kekar di depanya ini pernah di jamah beberapa wanita. Itu bagai belati tak kasat mata menusuk hatinya,
Dia tak terima!
Setelah sadar Nathalia melihat Lauro berjalan mendekat dan itu membuat Nathalia semakin mengeratkan rengkuhan selimut di lehernya.
"Jangan mendekat!" Ucap Nathalia akhirnya dengan mengeluarkan tangan di balik selimut.
Lauro tertawa melihat ekspresi istri kecilnya, semenjak Lauro yakin telah mendapatkan hati Nathalia. Ia merasa perlahan topeng batu yang Nathalia kenakan telah hancur. Lihat saja sekarang ia begitu gugup menghadapi Lauro, bukankah semalam mereka telah bercinta?
"Ada apa sayang" Lauro berjalan pelan dan mulai mengoda lagi.
"Berhenti di sana atau aku akan teriak!"
Lauro menghentikan langkahnya, meneliti Nathalia secara seksama. Ini bagai adegan film seorang pria brengsek ingin memperkosa gadis kecil nan lugu.
Come on dude! She is my wife!!!
"Mau coba?" Tawar Lauro
"Eh.." Nathalia terlihat bingung "apa?"
"Bukankah kau ingin berteriak?" Goda lauro yang membuat Nathalia memutar bola matanya jengah.
"Memang kamar mana yang tak memiliki pengedap suara sayang?" Ejek Lauro.
"Sial" lauro seperti melupakan sesuatu " seharusnya semalam pintu dan jendela tak terkunci agar mereka bisa mendengar desah--"
"Tutup mulutmu L!" Bentak Nathalia yang juga membayangkan adegan tadi malam. Bukan erotis tapi bagaimana jalangnya dia, dan sekarang posisinya telah sama. Sama hina dengan jalang yang selalu di pakai L dan itu membuat dadanya terasa sesak.
Lauro terkekeh geli mendapatkan kelabilan Emosi istrinya pagi ini. terlebih penasaran apa yang saat ini yang sedang menganggu fikiran Nathalia,
"Apa yang sedang menganggumu?" Tanya Lauro penasaran. Masi dengan posisinya yang sekarang, mungkin sekitar enam meter jarak keduanya. Mereka seperti sedang melakukan kegiatan di atas trotoar menunggu lampu hijau menyala lalu keduanya akan bertemu.
"Bukan urusanmu!"
"Aku suami mu sayang"
"Suami? Ck! Sudah berapa wanita yang telah kau tiduri seperti semalam? Kau terlihat begitu mahir untuk aku yang amatir"
Lauro tergelak, hingga air matanya berair karena ini adalah hal yang paling lucu yang pernah ia alami. Seorang wanita cemburu atas dirinya. Karena selama ini belum ada yang melakukan itu atas dirinya.
Mendapati reaksi Lauro, Nathalia mendegus tak suka lalu berbalik untuk melakukan niat awalnya. Tapi beberapa detik kemudian tiba tiba tubuhnya melayang di atas kedua tangan kokoh seseorang, siapa lagi jika bukan Lauro.
Lauro mengangkat tubuh wanitanya untuk naik ke atas ranjang dan mengurungnya dalam pelukan.
Nathalia menjaga pandanganya untuk tidak bergerak karena ia sudah sangat yakin posisi ini pasti membuat handuk putih Lauro terlepas.
"L Lepaskan!..." Nathalia berteriak menggucangkan tubuhnya untuk memberi isyarat bahwa ia ingin keluae dari kukuhan itu dengan tangan masi setia mengunci erat selimut untuk menutup tubuhny.
"Bagaimana cara aku melepaskanya jika kau mencengkramnya sekuat ini?"
Oh shit... Nathalia meminta melepaskan dirinya bukan selimutnya. Astaga Nathalia merasa ini adalah emosi terparah dalam hidupnya.
Nathalia terkadang akan kesulitan mengontrol emosinya, terkadang ia bisa tertawa melihat sebuah pemakaman, karena baginya mereka terlalu berlebihan menangisi mereka yang telah pergi.
"Kendalikan emosimu" ucap Lauro sangat lembut.
"Ceritakan apa pun yang kau rasakan, karena membiarkan fikiran negatif menguasaimu akan mempengaruhi kesehatanmu" ucap Lauro sangat lembut untuk membangun emosi positif pada diri Nathalia. Kasih Sayang adalah obat paling ampuh untuk penyakit apa pun.
"Omong kosong!"
Lauro tergelak "ini bukan mitos belaka sayang, fikiranmu akan menimbulkan Neuropetida lalu ia akan menjalar kedalam sel-sel--"
Nathalia lupa jika di depanya adalah tenaga medis, dari pada ia tertidur karena kuliah singkat yang di berikan Lauro Nathalia mendorong tubuh Lauro hingga pria itu terjatuh tepat di sebelah Nathalia. Lauro tergelak dan menatap langit langit kamar yang di hiasi chandelier.
"Sudah berapa banyak wanita yang becinta denganmu?"
Lauro menoleh menaikan sebelah alisnya pada Nathalia, wanitanya benar benar cemburu?
Lauro kembali tergelak mengusap wajahnya dengan telapak tangan. Karena Pertanyaan ini bagai bom waktu, dia lebih parah dari pada bom nuklir yang pernah ada karena bisa menghancurkan rumah tangga yang baru ia bangun satu hari dalam satu kalimat jujur dan polos dari Lauro. Tidak lucu bukan bila tersebar dokter muda di ceraikan istrinya padahal baru satu hari menikah?
Oh astaga... bahkan membayangkanya saja Lauro geli.
"Hanya kau" ucap Lauro santai bahkan ini persoalan terlalu sulit di banding harus menjalani proses kuliah hingga dia mencapai gelar spesialis.
"Ck! See... playboy akan selamanya menjadi playboykan?" sindir Nathalia.
"Istri manisku sedang cemburu" ucap Lauro sekenannya.
"Tidak!" Bantah Nathalia.
"Memang siapa istriku!" Lauro menoleh untuk melihat wajah istrinya.
"Memang ada berapa istrimu?!" Nathalia juga menoleh hingga matanya bertemu mata Lauro sehingga terjadilah adegan tatap tatapan, jangan hayalkan laser biru seperti komik Naruto karena ini kisah mereka yang romantis katanya.
"Satu"
"Siapa?" Tanya Nathalia dengan emosi sudah mendidih di ubun ubun.
"Menurutmu?" Lalu pria ini juga terlalu santai menanggapi Emosi Nathalia yang sudah berada di pucak maksimal
"Manaku tau!!!" Ketus Nathalia sembari berbaring meringkuk membelakangi Lauro.
"Yah handuku terbuka" ucap Lauro entah ide ajaib dari mana, padahal jika handuk itu terlepas aset berharganya masih terlindungi oleh boxer.
"Makanya pakai pakaian mu yang benar sana, aku gak akan mengintip" bela Nathalia cepat.
"Oh ya mengintip" Lauro bersusah payah menyembunyikan tawa geli di wajahnya
"Aku tidak akan melihatmu L aku bejanji" jelas Nathalia agar pria itu tenang.
Tenang?
Bahkan sekarang Nathalia tak tahu jika Lauro sedang mengodanya.
Lauro beringsut mendekati Nathalia untuk menyeret masuk dalam pelukanya. Walaupun sempat di warnai drama penolakan oleh Nathalia tapi tetap berhasil karena tenaga wanita itu bukanlah masalah buatnya.
"Aku lebih suka kau melihatku sayang, karena mulai sekarang dan selamanya aku di ciptakan tuhan hanya untuk wanita super lucu dan manis sepertimu"
Oke, sekeras apa pun Nathalia mencoba berfikir dewasa ternyata rayunan Lauro benar menerbangkanya terlalu tinggi. Sehingga sekarang wanita itu berusaha mengigit bibir bawahnya untuk tak memberikan respon apa pun di wajahnys
Lauro mecium puncak kepala Nathalia dengan tangan mengusap pelan pipi Nathalia "Dengar sayang, aku memang pria brengsek tapi aku tidak bercinta dengan mereka, mereka hanya sekedar patner" nyatanya Lauro harus jujur karena ia memang ingin memulai semuanya dari awal tanpa kebohongan lagi.
"Aku tidak memperlakukan mereka seperti aku memperlakukanmu"
"Mereka masa laluku, bahkan aku dulu tak pernah fikir untuk menikah. Karena ku rasa aku harus terus menjagamu dari jauh"
"Aku memang bukan pria yang baik, tapi aku akan berusaha menjadi suami dan daddy yang baik" jelas Lauro panjang lebar yang membuat jantung Nathalia berdegup keras
"L berapa usiamu?" Nathalia begitu penasaran karena L seperti boy belasan tahun yang hobby mengumbar cinta.
"21" ucap Lauro berbohong karena ia terlalu malas untuk membahas umurnya yang sudah tua.
"Mustahil mengingat pekerjaanmu"
"Memangnya apa pekerjaanku?"
"Dokter"
"Tidak lagi"
"Karena sekarang aku hanya ingin menjadi pria yang 24 jam mencintaimu"
Tolong, Natahlia tak bisa menahan semburat merah di wajahnya. Sehingga tanganya reflek menutup wajah itu.
Lauro menarik kepala Nathalia untuk masuk kedalam dekapannya tepat di depan dadanya "Peluk aku jika kau malu, apa pun yang kau rasakan jangan pernah pergi dari pelukanku karena dermaga terakhirmu hanya aku"
"Te amo, mi Atha"
Tbc
Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa maap kalo manis lagi ya...
Biar pada g ngomel ni... ntr di blg ih bru aja bahagia udh ada bawang aja 🤣🤭 percayalah sesungguhnya ay g suka liat mereka bahagia 🤣 L suami sah ay setelah mas sekarang!
Kalo bosan ama manis manis bilang ya ntr ay ganti deh 🤣 ama yg pait pedas
disini aja ya 🤣 jangan kesebelah lagi 🤣 21+ udh abis anak2kuh...
💜 bisa minta tolong gak?? tolong dong yang lupa like di like lagi 🤣 beneran ini ay ngarep.. kalo g keberatan 🤣 krn 1 part ke part yg lain slisih likenya jauh maap ya kalo terkesan maksa tpi ay beneran maksa ini 🤣🤭 dsr ayra songong (ga ush muji ih jadi enak nih🤣)