
Hidup adalah drama. masalah pasti datang silih berganti, bagai sang malam dan siang yang selalu menemani. Tapi itu bukanlah alasan untuk kita terus mengeluh, terkadang masalah itu tercipta sebagai bentuk perhatian Tuhan, saat kita mulai jauh dari-Nya, atau bahkan Ia hanya sekedar merindukan rintihan doa hambaNya.
Jadi berhentilah mengeluh. jangan pernah menyalahkan takdir yang sudah Tuhan kehendaki. karena kisah terbaik biasanya berasal dari mereka yang berhasil melewati rintangan perhatian Tuhan.
Entah itu dalam bentuk ujian Atau nikmat. jadilah pribadi yang baik dan bermanfaat di segala situasi.
Lauro selalu menilai hidupnya dari sisi terbaik, karena sekeras apa pun ia mengeluh. mencela takdir kejam yang Tuhan berikan, ia sadar bahwa itu takkan pernah mengubah apa pun. terkecuali menjadikanya pribadi yang lemah dan memperburuk kehidupan yang akan datang.
Lauro menatap kedepan dengan tangan kiri menompang pipinya, saat ia sedang memperhatikan Nathalia yang terus menyuapi makanan untuk lenyap kedalam mulutnya.
Terhitung sudah tujuh bulan usia kehamilan Nathalia, mereka melewati masa kehamilan dengan penuh suka cita.
Nathalia termasuk wanita yang susah hamil, perlu waktu dua tahun ia menunggu saat ini. Dan syukurlah karena ia juga tak mengalami apa itu morning sickness atau mual muntah saat awal kehamilan. yang terjadi sekarang malah wanita dengan rambut lurus ini selalu lapar.
Maka sebisa mungkin Lauro mengatur jam makan istrinya, karena makan terlalu banyak saat hamil bukanlah hal yang baik.
"kau mau?" tanya Nathalia dengan menjulurkan tangan untuk menyuapi Lauro. dan langsung di balas elakan dan gelengan dari Lauro.
"makanlah" ujar Lauro lirih dengan terus menahan rasa kantuk yang menderu.
ayolah, ini jam tiga dini hari dari pada makan Lauro lebih memilih mendekap tubuh Nathalia di bawah selimut tebal.
Tapi mungkin karena rasa kantuk Lauro sampai lupa dengan perubahan sikap Nathalia akhir-akhir ini. mood duplikat vampir betina ini begitu terupgred dengan baik menjadi terlalu sensitif.
Lauro menghela nafas pelan "bukankah tadi kau sangat lapar?" ucap Lauro mencoba mengingatkan istrinya tentang drama satu jam lalu.
Dimana Nathalia menangis karena merasa terlalu lapar? oh... sampai membayangkan saja membuat Lauro merasa menjadi suami paling brengsek di muka bumi ini.
Bagaimana mungkin ada suami yang tega tak memberi makan istrinya? Terlebih istrinya sedang mengandung buah cinta mereka.
Ya, sebelum tidur Nathalia sudah menghabisi omlette brokoli keju dan segeles susu cokelat khusus ibu hamil. Dan jam dua dini hari dia sudah terduduk menangis karena Merasa terlalu lapar lalu mengatakan bahwa ia terlalu menginginkan spagetti Carbonara.
Dan disinilah mereka sekarang tempat favorit Nathalia saat hamil, meja makan!. Lauro menarik tangan Nathalia yang tergeletak lemah di atas meja, dengan tangan masih terus memegang garpu dengan gulungan mie spagetti, dan melahap spagetti itu.
Dan benar, wajah Nathalia yang tadinya meredup kini berubah sumringah, wanita itu tersenyum lepas. dan membuat Lauro juga tersenyum, lalu ia menyentuh tangan kanan Nathalia, mengusap sekilas.
"bahagia selalu sayang"
"selama kau bersamaku, aku pasti bahagia" ucap Nathalia menarik tangan Lauro untuk ia kecup, sebagian tanda ia benar-benar mencintai pria dengan jambang halus ini.
Semoga Tuhan masih berbaik hati pada kita, dengan terus mengizinkan kita bersama, ucap Lauro dalam senyumnya.
Karena masa lalu mengajarkannya bahwa terlalu berharap untuk masa yang akan datang sama saja dengan menyiapkan hatinya untuk terluka lebih dalam.
Tak ada yang bisa menebak hari esok bahkan satu detik dari sekarang, semuanya itu hak Tuhan, maka cobalah terus berdoa.
"Sudah?" Tanya Lauro yang melihat piring makanan Nathalia yang telah habis.
"Sayang" Nathalia meletakan sendok garpu di atas piring lalu tatapanya beralih menatap wajah Lauro.
"Hmm..."
"Kau masih mencintaku?" Tanya Nathalia.
Dan pertanyaan itu membuat dahi Lauro berkerut. Kenapa wanitanya menanyakan hal itu. Okelah, Lauro cukup paham atas hormon kehamilan seorang wanita. Hormon Estrogen dan progesteron di tubuhnya akan mengalami peningkatan secara signifikan dan itu sangat berpengaruh pada suasana hatinya.
"Kenapa kau menanyakan itu?"
"Iya atau tidak?"
"Aku tak punya alasan untuk mengatakan tidak sayang"
"Ada" jawab Nathalia dengan raut wajah sedih dan seketika ia menunduk.
"Hey, ada apa?" Lauro menarik kursinya untuk lebih dekat dengan Nathalia dan tangan kirinya menggengam tangan Nathalia lalu tangan kananya menarik pelan dagu Nathalia, mencari dimana mata indah itu bersembunyi.
"Aku gendut" ucap Nathalia dengan air mata yang sebentar lagi akan merembes.
Hal itu membuat Lauro berusaha sekuat tenaga untuk mengigit kedua bibirnya bermaksud untuk menyimpan tawa. Wanita hamil adalah makhluk Tuhan yang paling ajaib menurutnya.
"Kau tidak gendut sayang, ini wajar. Sekarang kau tak sendiri lagikan, ada dia" Lauro mengusap perut Nathalia yang sudah membesar.
"Bukankah kau menantikanya dia?" Pertanyaan Lauro yang di balas anggukan mantab oleh Nathalia.
"Tapi bagaimana jika kau malu karena aku ini gendut L?"
Lauro menarik kedua tangan Nathalia "Dengar, tak ada alasanku untuk malu. Aku malah bersyukur memiliki seorang wanita yang berhati besar sepertimu. Kau bisa saja menolak untuk memelihara buah cinta kita. Tapi luar biasanya dirimu kau memilih untuk menjadi hebat seperti ini" Lauro menarik kedua tangan Nathalia dan mengecupnya
"Terimakasih untuk segalanya"
Nathalia tersenyum, jika Lauro dulu bisa menyerahkan hidupnya hanya untuk menjaga dan membahagiakan Nathalia, jadi tak ada alasan untuk Nathalia untuk tak melakukan hal yang sama.
"Sudah?" Tanya Lauro untuk memastikan karena sedari tadi makanan Nathalia sudah habis dan mereka masih di sini, come on ini harusnya jam yang tepat untuk terlelap bukan waktu yang tepat untuk membicarkan masa depan.
"Sudah"
"Jadi bisakah kita istirahat? Bukankan besok kita harus mengunjungi ibumu?"
Langkah mereka terhenti saat Nathalia melepaskan tautan tangan Lauro, Lauro berbalik melihat Nathalia. Pria tampan itu paham bahwa semua ini bukanlah hal yang mudah untuk Nathalia hadapi.
"Kenapa?"
"Haruskah?"
Lauro menghela nafas pelan "sayang, bukankah kita sudah sepakat untuk menemuinya? Ini sudah dua minggu pasca ibumu bangun dari koma setelah sekian lama dan kau masih ragu untuk melihatnya?"
"Tapi L--"
"Semua orang punya kesalahan, semua orang punya takdir"
"L ini tak mudah untukku"
"Aku sangat tahu sayang, ini juga tak mudah untukku dulu. Jika kita berbicara siapa yang salah? akulah yang paling bersalah dalam hal ini, sayang"
"Bukan begitu maksudku"
"Aku yakin saat itu ibumu pasti menyesal karena kehilanganmu, dia mencarimu dan sialnya aku menabraknya"
"Jika saja dia tak membuangku, mungkin kau takkan menabraknya dan kau takkan menjalani hidup yang mengerikan itu, itu salahnya"
"Tidak, Tuhan punya rahasianya sendiri. Apa untungnya kau menghindarinya? Apakah semuanya akan berubah?"
Nathalia tertunduk, ia tak akan mungkin bisa menang melawan Lauro. Tapi hatinya tetap tak bisa menerima bahwa ibunya harus mudah melewati semua dengan mudah.
"Dia butuh dirimu Tha, dia terjebak di ingatan dimana kau masih kecil"
"Dia butuh kita untuk melanjutkan hidupnya"
"Aku tak siap L"
"Kau bisa"
"Tapi"
"Aku tahu bahwa istriku adalah wanita terbaik yang pernahku temui"
"L"
"Aku bersamamu"
Nathalia tersenyum lalu mengangguk dan timbulah raut senyum dari Lauro, terkadang semua itu memang berawal dari sebuah keterpaksaan lalu berfikirlah sebab hidupmu Tuhan melengkapi hati dan akal untuk saling menunjang.
Memaafkan adalah kunci untuk kita membuka lembaran baru di hidup kita, berjalanlah dan hadapi karena hidup itu sebuah perjalanan bukan pelarian.
```
bersambung ke Extrapart 02
maaf banget jika ini sudah terlalu lama untuk mengeluarkan extra part. mungkin juga udh banyak yang lupa sama siapa itu Lauro, siapa itu Nathalia dan siapa itu Ayra ekwkw
tapi berkat kakak cantik yang main Ke GC ayra bilang kalau dia masi nunggu extra part ini jdi ay Up skrg
```