Take My Life

Take My Life
chapter 69



Tempat ini tak terlalu jauh dari tempat tadi tapi terbilang cukup sepi. Sebuah lorong buntu yang diapit oleh beberapa bagunan tua sudah tak layak pakai.


"Heei" teriak Lauro hingga beberapa preman itu menoleh kearahnya, tak selang beberapa detik dengan Gerakan reflek Lauro melempar helm dalam gengamanya ke salah satu wajah pria di depan sana hingga si pria tersungkur.


Wadau itu pasti sakit sekali!


Bersama dengan itu Lauro telah menendang salah satu pria lain di sebelah Nathalia hingga tanganya bisa menggapai tangan wanitanya, dan menarik istrinya untuk berlari.


Bukan pengecut!


Lauro cukup mengerti orang buangan seperti itu tak akan mudah menyerah, bahkan tak sedikit dari mereka yang akan memakai cara menjijikan sekalipun untuk menang. jumhlah mereka yang lumayan banyak membuat Lauro memilih berlari adalah jalan terbaik.


"Shit... tangkap mereka!!!" seru si preman tinggi sembari menyentuh pelipisnya yang berdarah karena helm Lauro.


"Wait L sepatuku..." sungut Nathalia saat ini, wanita itu lebih memikirkan sepatunya dari padanya nyawanya. Wanita yang sangat super sekali.


Come on L dimana kau menemukan wanita ini?!


Tapi Nathalia tetap berlari mengikuti Lauro, karena definisi berlari adalah melangkah cepat. Jika Nathalia tak melakukan hal yang sama maka ia akan terseret mesra di aspal.


Dan Nathalia sangat tidak mau untuk itu.


Apa lagi langkah kaki Lauro,tolong apa pria ini tak bisa mengkondisikan langkah kakinya?, karna satu langkah kaki Lauro sama saja dengan dua langkah kaki milik Nathalia. Ini bahkan tak selucu film action!


Dan kesialan hari ini bertambah saat, Nathalia tergelincir di sepatu hak miliknya, hak sepatu itu patah hingga membuat Nathalia hampir terjatuh, jika bukan tangan kokoh Lauro yang menahan tubuhnya.


Tempat ini makin sepi!


Sial ternyata Lauro salah mengambil jalan dan ini makin jauh dari keramaian. Di sebuah jalan sunyi dengan sebuah tembok tinggi bersanding dengan hamparan pepohonan yang tak tertata.


"Kau baik baik saja?" Nada itu terdengar lembut, seharusnya pria ini marah, di saat seperti ini sepatu Nathalia malah berulah.


Lauro berjongkok dan membantu membukakan sepatu Nathalia.


"Apa sakit?"


Sayup sayup teriakan pereman itu mulai mendekat. Ini bukan waktunya menanyakan keadaan L tolong waraslah!


"L premanya --" Nathalia cemas, tentu saja karena pelarian ini bukan sebuah ide yang baik, mungkin malah sebaliknya, mengingat apa yang telah Lauro lakukan!


Nathalia tak sanggup membayangkan apa yang terjadi pada mereka selanjutnya.


Oke! Sepertinya tak perlu repot repot membayangkan karena pria yang mengejar mereka telah menyusul dan sekarang berseringai bahagia menatap mangsa di depanya.


Menyadari keberadaan beberapa preman membuat Lauro berdiri dan mencoba menyembunyikan Nathalia di balik tubuh tegapnya.


"Apa yang kalian inginkan?"


Seluruh preman tergelak, menyaksikan Nathalia yang terlihat sedikit ketakutan di punggung Lauro.


"Kalian mau uang?" Lauro mengeluarkan sebuah dompet dari saku celanaya dan menunjukan depan wajahnya.


"Berapa banyak?" Tanya salah satu preman


"Berapa pun yang kalian inginkan" jawab Lauro malas.


"Satu juta euro" ucap preman itu sekenanya dengan melirik temanya yang lain


"Aku akan berikan tiga kali lipat jika kau bisa mendapatkan dompet ini" tawar Lauro yang membuat mata Nathalia membulat.


Oh god... cerita macam apa ini? Ku fikir setelah cerita tragis dalam hidupku kau akan membiarkan aku hidup dengan percintaan yang romantis. Tapi kenapa malah jadi action!. Rutuk batin Nathalia.


"Mundurlah" ucap Lauro memberi arahan pada Nathalia. Agar wanita itu menjauh darinya.


"L... berikan saja dompetnya" sungut Nathalia.


"Mereka takan membiarkan kita hidup jika pun aku memberikan uang ini"


"Tapi L"


"Mundurlah aku berjanji akan melindungimu" balas Lauro dengan nada yang sangat lembut.


Lauro tergelak "Owh sebenarnya belum, bisakah aku pulang dan melanjukan adegan romantis dengan istri--"


Perkataan Lauro berhenti saat dua pria menyerangkanya dari berbagai sisi, bersyukurlah karna dua pria itu tergeletak di aspal karena mendapat ciuman bogem mentah dan tendangan mesra kaki Lauro pada perut pria yang lain.


"Wah... tolong jangan pukul wajahku!" Sungut Lauro, karena hampir saja tadi pria bertubuh pendek dan bertato di waJah itu memukul wajahnya.


"Ini aset berhargaku tuan"


Dan dua pria lagi maju lalu mendapatkan nasib yang sama, Lauro terlalu mudah memberikan mereka saapan mesra yang meyakitkan.


Hingga preman bertumbuh tinggi, yang Lauro yakini tadi terkena lemparan helmnya, Terbukti dari darah yang memghiasi pelipisnya. Pria itu mulai mengeluarkan sebuah benda tajam.


"Wah... pisau?, kalian main sudah berani bawa pisau?" Tanya Lauro santai, seperti sedang menanyakan jam pada kenalan barunya.


"Jangan banyak cerita kau brengsek!" Sergah pria itu menodong Lauro.


beruntung pria tampan itu cepat menangkap tangan preman itu. memelintir melewati kepalanya. Sehingga pria itu kesakitan dan melepasakan piasunya "ku pringatkan, aku ahlinya memakai pisau? Kau ingin aku membedamu dengan konvensional atau Laparaskopi? Mengeluarkan


seluruh organ tubuhmu pun aku ikhlas"


See... Lauro mungkin masih memiliki sifat devil sahabatnya, atau mungkin lebih parah.


Nathalia merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat belum lagi sebuah kilat di langit mulai menampkan wajahnya.


Saat seorang preman yang lain ingin menghajar Lauro karena sekarang temanya berada di dalam pelukan Lauro dengan raut kesakitan.


Lauro hampir mematahkan lengan preman itu di belakang tubuhnya sendiri.


Nathalia panik, ia tak tahu harus melakukan apa, rasa traumanya mugkin besar tapi rasa takut kehilangan Lauro kini lebih mendominasi dirinya.


Sebuah kayu balok tepat di seberang jalan seperti memanggilnya, Nathalia perlahan mengendap ingin mengambil kayu itu. Tapi sayangnya sebuah tangan dari preman yang di tendang Lauro memgambil ujungnya.


Nathalia mengambil kayu secara paksa hingga membuat kukunya patah lalu memukul preman yang budiman itu dengan sekuat hati.


Lalu beralih pada preman yang lain, sebelum preman itu menghentikan keberanian Nathalia.


Well... mungkin jodoh memang kualitas diri, lihat saja sekarang sepasang pasutri gaje ini, mereka sama sama gila!


Lauro tergelak melihat Nathalia yang melihat balok lalu melemparnya secara asal setelah membabi buta memghantam para preman itu.


"Terima kasih sayang kau telah menyelamatkanku" ucap Lauro mendorong preman yang tadi ia tahan.


Melemparkan dua lembar cek dengan nominal fantastis "anggap saja biaya berobatmu" ucap Lauro akhirnya, melangkah tubuh preman yang tergeletak lalu berjalan lurus membawa Nathalia pergi dari sana.


Lauro menarik tangan Nathalia untuk pergi dari sana, sekali lagi istrinya nakalnya ini berulah. Tapi tak sedikit pun Lauro memarahinya. Malah saat ini yang kesal saat ini adalah Nathalia.


Lalu apa yang di lakukan Lauro membuat Nathalia terkejut, saat pria itu berjongkok di depanya.


"Naik"


Setelah naik dalam gendongan Lauro, akhirnya Nathalia meminta maaf. Memang dari awal semuanya adalah salahnya. Jika saja ia tak bejalan terlalu  jauh ia takn mendengar suara orang kesakitan, karena tadi korban preman itu bukanlah dirinya tapi perempuan lainya.


Lauro benar pria memang bukan tandingan seorang wanita, dan sedikit lebih egois lebih penting. Karena wanita yang ia tolong telah lari tanpa memikirkan kesalamatnya.


"Terima kasih" ucap Lauro yang terus berjalan dengan mengendong Nathalia di punggungnya.


"Huh" Nathalia terlihat kebingungan


"Telah menjadi wanita yang hebat, berkatmu wanita yang tadi tak menjadi korban" Nathalia lalu menunduk dan menyembunyikan wajahnya dalam ceruk leher Lauro.


Ingatlah, wanita tak perlu di kasari. Cukup sentuh hatinya maka ia akan tunduk dalam pesonamu.


TBC


Cewek ga perlu di kasarin! Asli benaran deh đŸ˜‚ ajakin ae shopping udh aman tuh dunia pergibahan đŸ˜‚