Take My Life

Take My Life
chapter 06



"EVAN AWAS DEPAN" ucap Lauro yang terkejut dan dengan cepat menarik stir mobil agar berbelok, Evan juga spontan menginjak rem. Sampai terdengar suara decitan ban mobil. Beruntung mereka belum memasuki jalan yang menurun. Jadi jalan licin itu juga tak berakibat buruk.


Evan hanya bisa menghela nafas lega saat ini. Hampir saja ia menabrak mobil di depan sana. Namun sesaat kemudian terdengar umpan dari bibir  bilionaire asal italia ini. Ia meruntuki kenapa banyak mobil yang berhenti mendadak di depan sana. Bukan Evan namanya jika diam. mengeluarkan kata kata kasar seolah menjadi ciri khas pria tampan itu.


"Tenanglah tuan atau kau akan cepat tua!" ucap Lauro santai dengan melepaskan safty beltnya.


"Damn! Kenapa mereka harus berhenti sembarangan dengan keadaan cuaca seperti ini. Argh " Evan frustasi dengan *** rambutnya hingga mencuat keluar.


"Apa mereka memintaku untuk membakar mobil ronsok mereka itu?" tambah Evan lagi.


'Kesal' evan serius dengan kata itu. Jika tak ada Lauro ia pasti sudah membantai para manusia yang tak tau aturan itu.


'Marah' dan bersyukur dua kata itu yang menghiasi benak Evan saat ini. Bersyukur karena dia masih selamat dan marah karena mobil itu berhenti sembarangan.


Jantungnya saja tak bisa berhenti bedetak cepat karena beberapa saat lalu ia hampir mati mengingat di depan sana adalah jalan menurun dan di sampingnya juga menunggu jurang.


Dia bilionaire bukan tentara atau sejenisnya jadi itu hal yang wajar bukan? Ck! Sungguh tak lucu jika besok media memberitakan seorang dokter dan bilionaire muda tewas mengenaskan akibat kecelakan.


"Kau berlebihan jerk, kita masi baik baik sajakan" ucap Lauro yang tersenyum geli melihat kepanikan evan.


Lauro bukanya tak takut hanya saja ia selalu pasrah untuk hidupnya. Karena penyemangat hidupnya telah pergi sejak 10 tahun yang lalu. Mungkin juga tak ada alasan lagi untuknya menjalani hidup kotor ini. Dia tak peduli bila harus mati sekarang atau nanti, Baginya sama saja.


Jadi ia berusaha menjadi seseorang yang bermanfaat agar tak ada lagi yang kehilangan cintanya atau kebahagianya, Cukup dia dan hanya dia yang merasakan hal mengerikan ini.


Bahkan tak jarang Lauro merutuki dirinya karena tak berhasil menyelamatkan pasiennya. Dan kembali menyaksikan isak tangis kecewa keluarga pasien. Seolah kembali menyeretnya dalam duka lama. Luka yang sampai detik ini pun ia tak tahu apa obatnya.


"Sepertinya terjadi kecelakaan di depan sana" Lauro berkata dengan sesekali melihat kedepan.


"Ayo turun!" Lauro kini turun dengan sebelumnya mengambil payung dan sebuah tas  yang berada di belakang.


"Biarkan saja!" Ucap Evan yang mencekal tangan lauro. Dengan jelas menghentikan Lauro untuk tidak turun.


"Apa kau sedang menyuruhku untuk melanggar sumpahku jerk" Lauro menatap Evan lalu matanya menelusuri tangan Evan yang mencekal tangannya. Seolah itu adalah perintah tak kasat mata untuk melepaskan tanganya.


"Bahkan bila musuh terluka aku harus menyelamatkannya" Lauro melepaskan cekalan Evan dengan satu sentakan dan tatapan tak suka.


Evan hanya menghela nafas kasar dan mengusap wajahnya dengan kasar. Lagi lagi ia mengumpat tak suka kenapa sahabatnya itu menjadi dokter.


Sejak Lauro menempuh pendidikan yang berbeda denganya serta mengubah cara pandang Lauro. Evan yang cuek bahkan jika ada orang mati di depanya.


Tapi Lauro membuatnya harus mengabaikan sifat cueknya itu. Mau tak mau dia menyusul Lauro dan berlindung di payung yang sama dengan Lauro. Kata maaf juga menghiasi bibir sensual Evan. Lauro memang baik sejak ia menjadi dokter hanya saja ia terlahir sebagai seorang pria bukan? Tempramental tinggi yang di miliki Lauro cukup di akui Evan.


Lauro dan Evan berjalan kedepan walaupun hujan tak sederas tadi, tapi rintik rintik hujan itu cukup bisa membuat tubuhnya basah dan kilat masih dengan berani menampilkan wajahnya.


Ada dua leret mobil yang berhenti di depan mobil mereka. Mereka berjalan sedikit hati hati karena jalan sedikit menuru. Benar perkiraan Lauro bahwa ada kecelakan yang terjadi.


Hanya ada cahaya kuning mobil yang berhenti yang menerangi jalan saat ini dengan sesekali kilat menampakan wajahnya. Lauro dan evan sempat tercekat melihat penampakan yang ada didepan.


hening


Keheningan yang janggal dan mengerikan.Lauro bergegas dan berlari menghampiri mobil ringsek parah itu. Dengan kaca mobil depan yang pecah secara sekeluruhan. Lauro yakin mobil trak trailer itu penyebapnya.


Ada tiga mobil  yang berhenti tapi nyatanya tak ada yang berani mengevakuasi korban. Terlihat beberapa orang tekejut dan ada yang menangis dengan sesekali menelfon bantuan. Dengan mobil serusak itu bisa di pastikan bahwa tidak mungkin korban itu selamat.


Tapi Lauro masih mencari kemungkinan sekecil apa pun itu. Dengan gerakan cepat Lauro menerbangkan payungnya dan menarik tangan Evan untuk membantu mengevakuasi korban.


Dingin yang menusuk dan jaketnya yang  mulai basah tak lagi di pedulikan oleh lauro. Yang ada di kepalanya adalah ia ingin orang yang berada di dalam mobil itu baik baik saja.


Kaca yang pecah membuat Lauro dengan mudah membuka pintu mobil. Lauro mengeluarkan seorang wanita yang terlihat sangat shock dari dalam mobil itu. Ia menarik gadis itu keluar. Sementara Evan berusaha keras untuk mengevakuasi korban laki laki itu kemudian berteriak pada pria yang ada disana untuk membantu.


Lauro sempat tercekat dengan apa yang ia lihat. Sosok yang kini duduk tepat di depannya sedikit membuatnya tak bisa berkata apa apa. Bukan karena kecantikan melainkan wajah gadis itu wajah yang selama ini ia rindukan.


Lauro menepis semua kegusaran hatinya. Karena ini bukanlah waktu untuk bernostagia mengingat ada nyawa yang sedang di ujung tanduk tengah menunggunya. Lauro mengecek kondisi gadis itu dengan peralatan seadanya.


Bersyukurlah tak ada luka berat. gadis itu ia hanya sedang mengalami shock berat. Sepertinya wanita ini memang di selamatkan dengan perhitungkan yang matang oleh pria yang berada di dalam mobil. Lantas Lauro melepaskan jaketnya untuk menutupi tubuh gadis itu. Lauro meninggalkan wanita itu yang masih dengan tatapan kosong.


Tak ada waktu lagi karena seseorang di dalam mobil juga sedang menunggu pertolonganya. Melihat evan yang kesulitan walaupun sudah di bantu beberapa pria yang ada di sana untuk mengeluarkan  pria itu. Karena kaki pria itu terjepit.


Lauro memerintakan Evan untuk sesekali melihat gadis itu. Dan Lauro mulai mengecek kondisi pria itu lagi lagi dengan peralatan seadanya. Pria itu masih tersadar walaupun nyaris tak bisa mengenali orang lain. Dengan sesekali bibirnya bergumam tak jelas. dan jelas dia sedang menahan sakit yang teramat hebat.


"Gadis anda baik baik saja. Anda harus tetap sadar tuan karena dia sedang menunggu anda" ucap Lauro yang telah  merobek baju pria itu untuk menutup luka Axelin dengan perlengkapan seadanya.


Bersyukurlah saat mengira terjadi kecelakaan. selain membawa payung ia juga membawa tas kecil isinya adalah alat medis untuk pertolongan pertama pada kecelakaan.


Ternyata pendarahan pada dadanya tak dapat di hentikan belum lagi kaki axelin yang masih terjepit. Saat beberapa menit kemudian orang yang tadi membantu membuka bagian mobil tempat kaki axelin terjepit. Dan saat itulah axelin menarik nafas dalam dalam dan menghembuskanya.


Kemudian di susul kepala yang terkulai dengan mata terutup rapat. Lauro yang menyadari lagi lagi mengeceknya dan Lauro menghela nafas pelan


"Waktu kematian, jam sepuluh lewat empat puluh lima menit" ucap Lauro seolah memberi pernyataan sebelumnya ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya.


Lalu lauro berdiri tegap dan menunduk seolah memberi penghormatan terakhir pada pria itu. Dan semua orang yang menyaksikan juga melakukan hal yang sama. Sampai polisi dan ambulance datang dan mengevakusi axelin terlebih dahulu.


TBC


baik aykan up 2 😂 kapanlah ay bisa bikin story konflik luar ya.. selama ini pasti konflik batin 😂


jan jadi silent readers profesional bebe.. komen lanjot ae ay udh seneng bebe... 😘😘😘😘😘😘😘😘😘


kmren di story Elroy ad yg komen Alana kok bsa ngerti pas Elroy dkk ngegibahin michel-bapake Elroy (chapter 19 di novel its a sweet trap) jawabanya emang in story settingnya banyak g cma spain 😂 ay pecinta flm luar jdi semua negara masok 😂 noh jawabnya Evan stevano pengusaha asal italia 😂


(percayalah ini sekalian promo 😂 bagi yang belum baca kisah elroy bisa langsung cari ya )