Take My Life

Take My Life
chapter 11



Udara di dalam ruang pengap ini di hiasi oleh asap rokok dan gelak tawa semua orang yang berkumpul di dalamnya, Baik itu lucu atau pun tidak.



Lantai dansa yang memantulkan kelap kelip cahaya lampu serta penerangan minim di sana membuat suasana semakin pekat dengan dentuman music.


Ami dan Nathalia seperti biasa. Duduk di depan bartender, sebelum akhirnya turun ke lantai dansa untuk menyegarkan malam yang panjang ini.


"Gila! Ku kira kau benar benar di larang" kata Ami dengan mendekatkan wajahnya di sebelah telinga nathalia. Untuk memperjelas ucapanya. Mustahil bisa berbicara normal dengan suara musik yang sekeras ini.


"Ya begitulah" balas nathalia malas gadis itu memainkan pingir bibir gelas minumanya dengan jari telunjuk. Gadis itu sebenarnya risih dengan situasi ini.


Hanya anak balita yang pergi main di temani orang dewasa, bukan?


Ya sekarang, di club malam ini kehadiran Nathalia tak hanya di temani oleh Ami. Karena kali ini Ray yang duduk di sofa di lantai dua itu datang untuk menemaninya.


Club malam memang bukan dunia baru bagi Ray. Malah laki laki itu di sebut sebut salah satu pria ladykiller disana. Jika biasanya ia datang untuk menghabiskan malam dengan para gadis.


Kali ini dia datang untuk menjaga para gadis. Mungkin kata lelah dan bosan sudah sering di rasakan pria berahang kokoh dan berkulit putih itu.


Lelah terus menasehati, bosan untuk terus memarahi adiknya yang kini telah berubah. Jika tak ada cara lain untuk menghentikan kepribadian baru adiknya.


Ray memilih untuk mengikuti kepribadian baru adiknya. Seperti saat ini, Mata tajam itu tak pernah lepas untuk memperhatikan gerak gerik Nathalia di temani sebotol minuman di tanganya.


"Come on *****" kini Ami mulai menyeret Nathalia ke lantai dansa. Dengan sesekali mata lentiknya memperhatikan ketampanan dari kakak sahabatnya ini.


Mereka menari. Mengangkat tangan seolah ia benar benar terbuai oleh rentak dan alunan musik keras itu. Dengan mata terpejam Nathalia membiarkan tubuhnya menari seolah melepaskan semua beban yang menumpuk di hati dan fikiranya.


Nathalia mengenakan dress hitam tali spageti yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Ami dan nathalia terlihat tak sungkan menari dengan siapa pun pria yang berada di sana.


Melihat adiknya yang sudah turun ke lantai dansa. Membuat Ray yang berada di lantai dua ruangan ini menjadi waspada. Pria itu telihat bangkit dari duduknya dan berdiri di depan pagar lantai dua, Untuk memperluas penglihatanya.


Sedari tadi ada beberapa gadis yang mengodanya untuk di temani. Ternyata niat Ray kesini kali ini benar benar berubah. Tidak lagi memenuhi kebutuhan biologisnya.


Flashback on


Gadis berambut panjang itu telah siap dengan gaun hitam yang memamerkan lekuk tubuhnya. Saat ia sedang mengoles lipstik merah menyala ke bibirnya.


Tok tok tok !


Pintu kamarnya di ketuk. Lalu tanpa menunggu jawaban dari Nathalia, pintu kamar itu terbuka menampilkan sosok tampan yang beberapa jam yang lalu membuatnya menangis.


Melihat kakanya telah rapi dengan pakaian casulanya. Sepertinya pria dengan potongan rambut undercut itu akan keluar.


"Kau mau kemana?" Tanya Nathalia yang melihat kakanya dari dalam cermin.


"Tentu saja memasuki dunia barumu"


Nathalia menoleh "Kau bercanda Ray?!"


"Hanya ini atha. Hanya ini cara satu satunya aku mengerti jalan fikiranmu"


"Kau gila!" Bentak Nathalia


"Apa kau ingin papa dan mama kembali menangis kare--"


"Oke.. Ray oke" sangah Nathalia tak ingin memperpanjang perdebatan yang menurutnya hanya menghabiskan waktu. Sementara di luar sana seperti biasa Ami telah menunggunya.


"Hanya memperhatikanku!"


"Jangan menggangguku. Anggap kita tak kenal di sana atau aku aka---"


"Oke" potong Ray tak ingin mendengar ancaman adiknya. Mengingatnya saja membuat Ray harus menahan sesak di dada. Hampir empat kali ia kehilangan bayi yang kini telah beranjak dewasa ini.


Kedua saat kecelakaan nathalia bersama axelin sahabatnya.


ketiga dan kempat saat depresi gadis itu melanda. Seharusnya Ray bersyukur tak lagi menemukan adiknya menangis dalam diam. Atau mengurung diri seharian di kamar.


Tapi perubahan ini juga tak di harapkan oleh Ray. Jika dulu Nathalia tak suka memakai baju yang kekurangan bahan. Kini seluru pakaiannya hampir memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Semuanya berubah menjadi buruk.


"Jika ada yang melecehkanmu apa aku harus diam?"


"Hanya melecehkan ray! Tidak lebih!"


Flashback off


Peringatan terakhir Nathalia dan ancaman adiknya menjadi modal utama untuk Ray bersusah payah menahan geraknya. untuk tak menarik Nathalia yang kini tengah menari bersama beberapa lelaki di bawa sana.


Well.. seburuk apa pun pria. Pasti tak ia tak akan rela bila gadis yang ia sayang menjadi santapan pria hidung belang. Terlebih lagi gadis itu adalah adik kesayanganya.


"Tidak ada yang menyentuhnya Ray" gumam Ray pada diri sendiri untuk menyakinkan bahwa adiknya baik baik saja.


Sementara di lantai dansa Nathalia dan Ami masih terus menari dengan beberapa muda mudi lainya. Mereka seperti larut dalam setiap gerakan mereka.


"Aku lelah tha! Aku minum dulu"  ujar Ami yang kini berjalan meninggalkan Nathalia untuk kembali ke meja mereka.


Nathalia masih menikmati kesenanganya. Mengerakan tubuhnya mengikuti musik sexy dengan rentak cepat.


"Sendirian?" Suara seorang pria menganggu kesenangan Nathalia.


Sontak gadis itu membuka matanya dan mendongak untuk melihat wajah orang yang menganggunya.


Tatapan mata tajam Nathalia di sambut senyuman manis pria itu. Nathalia berbalik tak menghiraukannya. Dan terus menikmati irama music yang menenangkan menurutnya saat ini.


"Aku merindukanmu" ucap pria itu begitu dekat di belakang telinga Nathalia.


Jika dalam kondisi normal Nathalia akan mendamprat pria itu menjauh.


Namun kali ini Nathalia hanya diam dan mengabaikan pria itu . Nathalia tetap diam Walaupun tangan pria itu mengelus lembut tanganya.


Nathalia hanya tak ingin menghancurkan malam ini dengan kekesalan yang bertubi tubi. Jika tadi ia kesal akan kehadiran Ray. Kini ia kesal dengan kehadiran kharel


Kharel adalah Salah satu pria yang ia kencani tapi ia lupa kapan ia memutuskan pria ini. Kahrel telah di putuskan oleh Nathalia dengan cara yang menyakitkan. Bagaimana tidak saat kharel tak terima di putuskan, Nathalia justru berteriak seolah ia adalah korban pelecehan.


Dan inilah yang membuat Nathalia semakin gencar untuk berubah. Mencintai dunia malam. Karena bagianya tak ada pria yang pantas bahagia karena pria sebaik Axelin saja harus mati mengenaskan seperti itu.


Apa lagi pria seperti kharel yang isi kepalanya hanya dada dan selangkaangan. Pria itu berkali kali mematahkan hati wanita. Lalu Nathalia bertekat membuat pria sperti itu merasakan sakitnya di patah hati dan di permalukan.


Saat tangan Kahrel dengan lancang merengkuh pinggang langsing atha dan tanganya yang lain hampir menyentuh tubuh sensitif gadis itu itu.


Tiba tiba saja tubuhnya tertarik dan


Bug!!!


Sebuah tinjuan maut menerpa wajahnya tampan karel. Hingga membuat pria itu tersungkur ke lantai dan membuat para muda mudi itu menjauh sehingga menciptakan jarak antara ke tiga manusia itu.


Siapa lagi jika bukan Kharel, Nathalia dan


Ray!


"Kau!" Bentak kharel yang mencoba berdiri dan mengelap darah yang mengalir di hidungnya.


Tatapan ray datar seolah saat ini ia sedang menonton film di tv. Sementara Nathalia sudah berada di depan Ray untuk menahan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Siapa kau ikut campur urusanku!" Kharel murka tak terima dengan perlakuan Ray padanya.


"Aku?" Seringai aneh terpancar dari bibir ray.


"Aku suaminya!" Kata Ray mengarang indah dengan mendekap erat tubuh adiknya. Sedangkan Nathalia hanya memutar bola matanya tak terima dengan ucapan kakaknya barusan.


Sementara itu di atas sana di lantai dua terlihat seorang pria terkekeh geli melihat adegan itu. Pria yang selama ini juga mengawasi Nathalia dari jauh.


TBC


hiya2 sapa??


ini gimana ya cara nyatuin Lauro ama Nathalia?? tulungin wkwkw mereka sama sama kebenam ama cinta masa lalu 😂 kapok lu ay sp suruh mulai story dengan konflik.


emang paling enak nulis pakek Plot twist yak 😂😂😂 kek gini pusing sndiri MAMPOS 😂😂😂😂


ini konfliknya dan mungkin 😂 di depan g akan ada konflik lagi.. masi mungkin ya 😂😂😂😂😂😂