
Nathalia benar-benar frustasi, bahkan Nathalia lupa entah kapan terakhir kali ia memikirkan tentang Axelin, karena fikiranya saat ini sudah di penuhi oleh Lauro.
Bukan mencintai tapi Nathalia merasa ada sesuatu yang besar, yang sedang terjadi dan dia tidak mengerti apa pun saat ini. Apa lagi sekarang Nathalia harus menahan emosinya lebih kuat, saat ia di paksa tinggal oleh Rich dan Maria di tempat ini.
Penthouse Lauro!
Mereka baru saja bertunangan bahkan proses pembahasan pernikahan sampai mana Nathalia juga belum mempunyai titik terangnya, semua di atur oleh keluarga besar Lauro. Dan dia sudah boleh angkat kaki dari rumahnya sendiri? Lalu masuk dalam penjara sunyi Penthouse mewah ini.
Entah apa pengaruh besar Lauro sehingga orang tuanya yang termasuk katagori otoriter menyetujui dengan mudah permintaan gila Lauro.
Nathalia duduk di lantai balkon dengan menikmati semilir angin. Menikmati kesunyian pekat yang membalut hati, apa lagi tempat itu Terlihat temaram yang hanya di temani cahaya bulan karena Nathalia sengaja mematikan lampu balkon ini untuk Melihat keindahan kota pada malam hari ini.
Kehening semakin mengunci kekalutan yang terjadi pada fikiran Nathalia, merasa bosan ia memilih untuk berdiri namun sedetik kemudian...
"Ah... kaget aku!" Nathalia spontan menjauhkan tubuhnya untuk menghindari sosok pria yang ternyata sudah duduk dari tadi di smpingnya.
Hampir terjatuh sebelum tangan kokoh itu melesat maju dan meraihnya, hingga Nathalia masuk kedalam pelukan Hangatnya, bukan lagi lantai keras dan dingin. Bisa Nathalia rasakan hembusan nafas pria itu tepat di wajahnya.
Saat dekapan itu terurai, pipinya di rangkum telapak tangan yang besar, menyebarkan kehangatan seketika.
"Benafas" tuntun suara itu rendah
Nathalia mengikuti, perlahan. Nafasnya mulai teratur walaupun cengkraman tanganya pada kemeja pria itu masih mengetat.
"Kau ingin membunuhku!" Sedetik kemudian seolah Nathalia telah mendapatkan kewarasanya.
Pletak!
Lauro menyetil kening Nathalia untuk mengalihkan keterkejutanya, saat keduanya tadi berdiam diri dalam remang tanpa bergerak dan hanya di temani tarikan nafas Nathalia, tiba tiba suara Nathalia mengacaukan semuanya.
"Hati hati" ucap Lauro sekenannya berjalan maju menyentuh pagar balkon.
"Aku hampir terkena serangan jatung karenamu!" Nathalia seperti tak terima semua usai dengan aman karena ia ingin Lauro kesal padanya.
Lauro menoleh menatap Nathalia lalu menaikan satu alisnya, pertanda ia tak mengerti dengan apa yang baru terlontar dari bibir Nathalia.
"Karena terkejut tadi?" Tanya Lauro bingung
"Jelas!"
"Kurang-kurangin nonton drama ya"
"Bisa-bisanya seorang dokter berbicara seperti itu"
Lauro berbalik dan meletakan kedua tangan di pagar balkon untuk menyanggah tubunya yang sekarang menatap Nathalia.
Lauro Menghela nafas pelan "serang jantung terjadi tidak semudah yang kau fikirkan, memang tubuh punya kendali untuk melindungi diri karena otak bisa membaca suatu ancaman. Yang sring kita dengar terkejut itu bisa menyebabkan kematian mungkin terjadi di zaman primitif karena manusia harus melawan atau melarikan diri dari serangan binatang buas. tapi, di zaman modern seperti sekarang ini, reaksi ini tentu jadi berlebihan. "
"Untuk melindungi diri tubuh mengaktifkan mode perlindungan saat kaget, otak akan memproduksi berbagai zat kimia seperti hormon adrenalin dan senyawa neurotransmiter. Reaksi kimia dari zat-zat tersebut sangat beracun bagi tubuh. Maka, jika langsung dilepaskan dalam jumlah banyak sekaligus, zat beracun ini akan merusak organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati, dan ginjal"
"Dan yang kau alami tadi bukan suatu keterkejutan yang berlebihan"
Nathalia terdiam, terlebih ia tahu apa yang di katakan adalah benar, ia tak bisa main main soal kesehatan dengan pakarnya, liat saja saat ia mengunakan beberapa kalimat untuk memojokan Lauro, pria itu malah menjelaskan dengan paragraf penuh yang Nathalia yakini jika di tulis, akan penuh satu buku! Dan yang lebih penting dari keseluruhan penjelasan Lauro, yang ia tangkap dengan otaknya hanya kata jatung, paru paru, hati, dan ginjal.
Memang apa urusanya harus mengetahui semua itu?
"What ever!, sejak kapan kau berada di sini?!" Bantah Nathalia,lalu secepatnya ia menganti topik. jangan lupakan jika Nathalia adalah salah satu wanita yang memiliki gengsi setinggi gunung.
"Sedang mikirin apa? Sampai kau tak sadar dengan kedatanganku?"
Nathalia berjalan menatap langit malam tepat di sebelah Lauro.
Lauro tergelak pelan, lalu tanganya mengusap gemas kepala Nathalia.
"Sepertinya kau harus berusaha keras untuk itu baby"
Nathalia mendegus tak suka saat rambutnya berantakan akibat tangan kokoh Lauro dan, ia benar benar benci saat memancing kemarahan Lauro, pria itu selalu bersikap Enteng! Bahkan Nathalia sempat berfikir apa Lauro tak pernah mengenal apa itu kata 'marah'?
Atau Lauro memang tak punya cita cita untuk marah?
"Beberapa hari ini kau kemana?"
"Rumah mama"
"Really?"
Nathalia mendegus, karena ingat beberapa hari yang lalu Pria ini selalu menelfon, mencarinya hingga Nathalia menganggap ada suatu hal yang besar yang akan terjadi dan sedang di tutupi rapat-rapat oleh Lauro. Karena jika Lauro takut kehilangan dirinya itu adalah alasan yang paling tak masuk akal yang pernah Nathalia fikirkan.
"Memangnya apa urusanmu?"
"Urusanku adalah tentang rindu" Lauro tergelak, Bahkan ia benar benar menyukai apa yang selalu terlontar dari bibirnya. sepertinya Nathalia memang benar benar telah masuk dalam salah satu obsesinya.
Tolong!, ini masi terlalu cepat untuk kau menumpahkan Racun manismu. L!!!
"Berhentilah menghindariku, aku mencarimu hanya untuk memastikan keadaanmu"
Nathalia mendelik ke arah Lauro, meneliti penuh selidik hingga Lauro melihat tubuhnya untuk mencari apa yang salah
"Memang apa yang sedang kau rencanakan?"
Lauro tergelak, menyadari apa yang selalu Nathalia fikirikan. Selalu hal dari padangan sisi negatif.
"Tidak ada"
"Really?"
"Aku hanya takut kau menghilang" Lauro kembali tergelak.
"Omong kosong!"
"Kau percaya takdir?" Lauro berdiri di depan Nathalia, menyelipkan rambut lurus Nathalia ke belakang telinga. Karena sebelumnya rambut itu menari dengan perintah lancang Angin malam.
"Di antara milyaran manusia tuhan pasti punya banyak alasan mengapa kita di pertemukan" setelah mengucapkan kata itu Lauro mecium puncak kepala Nathalia lalu pergi meninggalkan Nathaliaa yang tak mengerti dengan apa yang ada dalam dirinya saat ini.
Rasa aneh itu muncul bahkan Nathalia sangat yakin, Rasa ini pernah ia rasakan dulu Saat ia bersama...
Axelin Leonidas!
Bagimana bisa semudah ini? Ia jatuh dalam pelukan Lauro? Bahkan Nathalia tak punya sedikitpun kuasa untuk melawan segala serangan manis Lauro dari berbagai sisi?
Nathalia mengalihkan padanganya pada kemerlap malam kota, mencoba menelaah sesuatu. begitu banyak hal yang berputar di kepalanua saat ini. Saling membentur dan juga saling berkaitan.
TBC
maaf lama ๐ญ karena ay kurang puas ama alur yang sebelumnya, seharusnya bukan ini yang ada di part 23 tapi ay rasa terlalu datar itu g enak ๐ jdi ay bikin sesuatu yang ehem ehem wkwkw ๐ ay tau ay g bisa ngasi story yang bagus kaya author kece lainya. tapi mohon bersabar beri ay kesempatan buat belajar dan ngasi dunia terbaik untuk L & Atha.
mohon pengertianya ya ๐ ay up 2 hari ini tapi g tau akan di update kapan ama noveltoon๐ tapi mohon komen di sini yang banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak