
Nathalia tak tahu harus breaksi seperti apa sekarang, ia cukup lelah untuk menumpahkan segala emosinya setelah Maria membeberkan semuanya. beberapa foto di tangan menjadi bukti perjalanan seorang Nathalia memang bukan terlahir dari rahim keluarga Romanove.
"Ini adalah foto pagi pertama kali kau di rumah, karena sesaat setelah kami temukan, kau mengalami hipotermia" ujar Maria kembali mengingat peristiwa tempo hari
"Maafkan mama semua ini memang salah mama, sejak malam itu mama memang tak berniat untuk mengembalikanmu pada orang tua kandungmu" jelas Mari lagi.
"Jadi kami tak membawamu kerumah sakit dan Dokter Dave datang untuk merawatmu"
"Ini" ujar Maria menarik salah satu foto itu dan menunjuknya "saat kau telah siap dan ingin menyusul kami di meja makan, mama ingat kau sedikit tak nyaman dan tak bisa berkata banyak pada kami"
Nathali melihat foto Seorang gadis kecil dengan rambut pirang bergelombang yang tertata rapi sedang menyentuh meja kecil di bawah cermin,
"Ini Ray yang mamotretmu, dia paling senang karena kehadiranmu"
Mendengar perkataan Maria membuat dada Nathalia hangat, bahkan Ray sudah menyayanginya saat ia baru datang. Matanya mengarah pada sofa panjang, Nathalia terus menatap Ray yang tertidur di atas sofa dengan posisi terlungkup, sebenarnya pria ini kesini buat apa?
Numpang tidur?
Ingin Rasanya Nathalia berdiri dan menendang bokong kakaknya. Tapi sepertinya tak bisa lagi. Bisa saja Ray sekarang sudah melihatnya sebagai orang asing. Dan itu membuatnya sedih.
"Tapi bagaimana aku tak mengingat masa kecilku?" Nathalia menoleh ke kearah Rich meminta penjelasan.
"Sudah seminggu kau bersama kami, papa tak mendengar ada berita anak hilang, Lalu aku membawamu ke New york. Dan kau mulai menjalani kehidupan baru disana" jelas Rich
Maria memberikan amplop putih.
"Ini adalah resume medismu"
Nathalia mengambil dan membuka kertas itu. Ia tak terlalu paham tapi ia membaca di dalamnya tertulis diagnosa amnesia infantile.
Ini semua terjadi secara sepontan dan terlalu tiba tiba hingga Nathalia tak mengerti harus memulai dari mana. Ia menatap maria dan Rich berharap penjelasan lebih lanjut "Aku?--"
"Kau lupa dengan peristiwa masa kecilmu, sehingga ingatan baru mengunci kami adalah identitas aslimu" jelas Rich yang melihat putrinya kebingungan.
"Dokter dave memaparkan itu, karena papa bertanya bagaimana dirimu, mama memang tidak ingin kehilanganmu. Tapi papa juga tak bisa merampas kehidupan keluarga kandungmu, jadi papa membawamu chek up waktu itu"
"Amnesia itu terjadi bisa saja secara tiba tiba, papa tak terlalu paham, hanya saja ingatan itu masih ada cuma tersimpan jauh di dalam fikiranmu.
"Ini masih bisa di sembuhkan" jelas Rich sedikit sedih, bisa di katakan ia egois karena tak ingin Nathalia tahu kebenaranya. Tapi sudahlah ini sudah terlanjut basah dengan Nathalia mengetahui semua ini "mungkin penyebab ini terjadi ketika kau merasa sedih yang terlalu besar saat itu. Jadi otakmu melindungi dengan cara ini, melupakan masa kecilmu"
"Lalu apakah papa tahu tentang keluarga kandungku" sebenarnya Nathalia tak ingin menanyakan ini, tapi sebagian dirinya sungguh ingin mengetahuinya dan ia berharap tak ada jawaban atas pertanyaanya barusan.
"Entahlah, setelah kau di nyatakan seperti itu. Papa menutup semua akses tentang dirimu"
"Papa jadi tak bersedia memberikanmu pada siapa pun seolah saat itu tuhan memang berpihak pada kami untuk menjagamu, kau keluarga kami, Nathalia anak papa" tegas Rich tak peduli atas sebuah ikatan darah.
Nathalia terdiam seribu bahasa.
Maria memeluk Nathalia erat mempertegas bahwa Nathalia adalah anaknya dan akan selalu begitu.
"Pa..." Nathalia menghentikan ucapan Rich. Entah benar itu karena Rich atau bukan Nathalia tak peduli, ia tak ingin membiarkan pisau itu tertancap lebih dalam kedalam hatinya. Mungkin benar mencari tahu kebenaran atas diri bisa membunuhmu secara perlahan.
Yang jelas ia tahu, maksud Rich menyeretnya untuk home schooling waktu itu pasti untuk kebaikanya.
"Aku mau kita bahagia sekarang" ujar Nathalia, menatap Rich dan maria.
"Papa cuma mau menjelaskan, agar tak ada lagi yang ditutup tutupi, papa ingin kita memulai semuanya dari awal"
"Aku ingin semua seperti dulu saja, papa yang tak membiarkan aku terluka lagi" ucap Nathalia dengan mata berkaca
"Terima kasih kau telah memaafkan mama dan papa sayang" Rich kini bisa bernafas lega. Karena 1 beban di hatinya perlahan hancur.
"Masalah pernikahnmu" ucap Rich seolah memberi kode bahwa ia ingin bercerita dan melihat reaksi keengganan dari putrinya.
Ternyata tak munafik, Nathalia ingin melihat pandangan orang tuanya terhadap Lauro "jujur papa mengalami kebangkrutan saat itu, papa yang sakit dan banyak investor yang menarik sahamnya.
"Demi tuhan papa tak berniat memanfaatkanmu, apa lagi menjualmu" jelas Rich dengan kalimat penuh penekanan. Tak perlu di jelaskan bukan bagaimana Rich menyayangi putri angkatnya ini.
"bahkan papa sudah membeli rumah kecil yang layak untuk kita tempati asal kau tak merasa kesusahan saat kita jatuh miskin nanti" Rich menahan emosi dengan mengigit bibir bawahnya.
"Tapi hari itu Lauro dan temannya datang kekantor papa"
"Temanya menawarkan kesepakatan kerja dan Lauro berniat memberikan invetasi dengan jumlah yang besar. Asalkan papa mau menjodohkanmu padanya.
"Awalnya papa menolak, papa tak percaya padanya begitu saja, Apa lagi ketikap Lauro yang meminta untuk menutupi ini semua dari mu"
"Setelah beberapa hari Lauro makin gencar menguhubungi papa. Anak itu benar benar keras kepala" ujar Rich terkekeh mengingat bagaimana Lauro yang berusaha mendapatkan putrinya di balik layar
"Tapi akhirnya saat papa masuk rumah sakit dan di tangani oleh Lauro, membuat papa paham, jika ia benar benar menyayangimu"
"Dari tatapanya, dan perlakuanya papa bisa mengerti, bahwa yang tersulit bagi seorang laki laki adalah menikah, seorang pria takan siap terikat jika bukan karena benar benar suka.
"Seperti yang kita tahu, kasta keluarga morales jauh di atas kita. Jadi tak mungkin bukan Lauro hanya sekedar ingin main main padamu? Ia membuat rencana perjodohan agar kau mau"
"Papa sempat tak setuju tapi setelah melihat kau yang berubah karena kau baru saja kehilangan X, papa mengerti, ini hanya caranya untuk kau tak bisa menolak. sebenarnya papa tak tega padamu saat itu. Tapi sepertinya menitipkanmu pada L adalah hal yang baik bukan?" Goda Rich pada akhirnya
Nathalia menunduk membenarkan semua perkataan ayahnya
"Apakah Lauro baik padamu?" Kini giliran Maria yang mulai mengoda dengan menyenggol lenganya.
Nathalia kelagapan, ia menjadi salah tingkah denga godaan kedua orang tuanya hingga menangkap Ray dengan matanya dan "Ray... bangun!!!" ucap Nathalia yang malu dan segera ingin menganti topik...
TBC
Mo beli lontong di mana ya?