
Hebusan angin malam membuat asap rokok yang terselip di tangan pria ini menari-nari. Lauro menghela nafas pelan menatap kedepan, kedalam gelapnya dunia tanpa cahaya bulan.
Bisa di bilang seperti hatinya saat ini, terlalu gelap dan pengap, tak ada satu cahaya pun yang bisa menuntunya keluar dari semerawut konflik batin yang tercipta.
Lauro menikmati angin malam di atas balkon kamar, memikirkan segala beban yang menyapa tanpa henti. Sama seperti dua belas tahun lalu, masalah terberat Lauro datang tanpa permisi, bahkan tak peduli walaupun saat itu Lauro sedang berduka.
Mengoyangkan rokok di tangan lalu menyesap pelan, Lauro bukan perokok aktif. Pria ini akan berlari pada sebatang benda mematikan ini jika masalahnya melebihi batas kemampuanya.
Lauro cukup paham bahwa rokok bukan hal yang baik, katanlah ia butuh senyawa dopamin dalam rokok untuk membuatnya tenang.
Nathalia sedang tertidur pulas di ranjang setelah Lauro memberikan obat penenang, wanitanya terlalu shock karena pelecehan yang terjadi belum lama ini.
Semua ini membuat Lauro hampir gila, masalah tentang jati diri Nathalia belum ia jelaskan tapi sekarang! Wanita itu harus berhadapan dalam bahaya.
Selagi masi bernafas dan jantung masih berdetak mungkin sebuah masalah adalah hal yang wajar, tapi Lauro tak menyangka semua datang bertumpuk seperti ini.
Oh sialan.... Lauro tak bisa memikirkan bagaimana reaksi gadis itu setelah tahu semuanya, dan bisa jadi dia akan pergi jauh dari pengawasan Lauro.
Karena Lauro tak berani berharap banyak Nathalia akan memaafkanya.
Bahkan membayangkan semuanya terbongkar membuat dadanya sesak. Ia tak siap kehilangan Nathalia.
Tapi kebenaran pasti akan terungkap... cepat atau lambat.
Itu pasti dan sebentar lagi akan terjadi.
Belum lagi seseorang yang sudah lama ia nantikan sekarang mulai memberi kabar ia akan datang, dengan pergerakan kecil, rokok itu jatuh dari tanganya karena Lauro menunduk dan mencengkram rambutnya sangat kuat.
Ia terlihat begitu frustasi, tak ada lagi senyuman seperti biasa. Yang ada hanyalah wajah asli penuh duka tanpa kepura puraan.
Seharusnya Lauro menyelesaikan semua ini sejak lama. Kesalahan terbesar dalam mengapai Nathalia adalah menyeret wanita itu masuk kedalam hidupnya.
"Kejujuran akan bersanding dengan salah satu kepergian" ucap Lauro lirih dan jelas sekali ada nada lelah disana.
Suara dari dalam kamar merengut perhatian Lauro, Ternyata wanitanya telah bangun. Langsung saja, itu membuat Lauro bergegas masuk ke dalam kamar.
Oh god... pemandangan di dalam kamar membuat hati Lauro mencelos. Nathalia sedang meringkuk dengan posisi duduk di atas ranjang. Wajahnya ia benamkan di lekukan kaki, dia benar benar ketakutan.
Lantas membuat Lauro buru-buru menghampiri dan memeluknya.
"Semua akan baik baik saja sayang, aku di sini" bisik Lauro tepat di kepala Nathalia, wanita cantik itu terlihat menurut dan masuk kedalam pelukan Lauro. Itu membuat pria itu menyadari bahwa tubuh Nathalia masih mengigil. Wanitanya masih tak melupakan hal yang menakutkan itu.
Joseph ********!!!. Rutuk Lauro.
Lauro mengeretakan giginya tanpa sadar karena ******** itu wanitanya seperti ini, seharusnya Lauro benar - benar membunuhnya tadi.
Lauro yakin jika brengsek itu sudah melakukan hal buruk pada istrinya dengan melihat kondisi istrinya sekarang.
"L..." suara Nathalia bergetar. Ini adalah kata pertama wanita itu setibanya mereka di penthouse ini
Joseph keparat, \*\*\*\*\*\*\*\* Laknat
Lauro sudah tak tahan ingin pergi ketempat joseph di sekap sekarang dan memberikan penyiksaan sampai pria itu memohon untuk mati dengan sendirinya. Tapi Lauro sadar, ia harus tetap tenang untuk wanitanya, Nathalia membutuhkannya.
"Aku takut" ucap Nathalia terbata.
"Aku ada di sini sayang, lupakan semuanya, aku berjanji mulai saat ini takkan ada seorangpun yang bisa menyakitimu, tidak akan pernah" janji Lauro, lalu kemudian ia tersenyum miris menertawakan dirinya sendiri.
Melindungi? Shit!... Bukankah dirinya sendiri yang menjadi penyebab luka terbesar untuk Nathalia? Masih pantaskah ia mengatakan tak membiarkan seorang pun menyakiti wanita ini.
Kau terlalu berengsek L
"Dia menciumku..." suara Nathalia membuyarkan fikiran Lauro.
Lauro mencium dahi nathalia pelan, menyalurkan ketenangan.
"Lupakan tentang dia sayang, karena aku ada di sini untukmu" ucap Lauro mengelus rambut Nathalia pelan.
"ini adalah alasan utama aku menikahimu. Aku tidak ingin siapa pun menyakiti wanitaku" Lauro kembali mencium pucak kepala Nathalia.
Nathalia menangis, ia benar benar butuh Lauro. Dan mengingat bagaimana Joseph mencumbunya membuat Nathalia jijik.
Nathalia ingin melepaskan pelukan Lauro dengan mendorong tapi tak bisa, karena Lauro makin mengetatkan pelukanya.
"Aku kotor L, dia... dia.. mencumbuku, kau harus pergi, kau harus membenciku--"
"Stt... kau tak pernah kotor sayang, kenapa aku harus pergi kalau kau adalah rumahku? Kenapa aku harus membencimu, kau istriku sayang" Lauro berbicara selembut itu untuk menenangkan Nathalia.
Lauro memejakan matanya untuk mengusir emosi yang menyerebak dalam dada. Ia tak pernah mau membayangkan wanita manapun ketakutan seperti ini. Tapi ia sekarang berhadapan pada kenyataan bahwa wanita yang menangis ini adalah istrinya. jangan di tanya bagaimana tingginya amarah Lauro saat ini
Setelah beberapa saat mereka termenung dalam diam
"L... aku lelah..."
"Tidurlah"
"Aku tak pernah kuat" isak Nathalia kembali mengudara.
"Aku tak sekuat apa yang ada di fikiranmu, aku tak pernah kuat"
Aku juga, bahkan aku tak pernah kuat menjalani ini sendiri tha, bahwa kau harus seperti ini karena aku... Jika saja aku tidak menabraknya... mungkin kau takan pernah menjadi putri Romanove, mungkin kau akan tersenyum dengan wajah aslimu, mungkin kau tak akan pernah sakit karena di tinggal Axelin. dan malam ini tak terjadi. Ini semua salahku tha. Bagaimana aku harus mengatakan semua ini tha.
Air mata Lauro mengalir, ia tak cukup berani mengatakan hal yang sesungguhnya, bibirnya terkunci ia hanya bisa menangis dalam diam.
Bukan tak pernah Lauro ingin mengatakan kebenaranya. Membawa Nathalia bertemu ibunya, Tapi ia tak mengerti harus memulai dari mana. Disaat Rich dan maria mengunci akses tentang Nathalia.
Membuat data palsu kematian anak darsha- ibu kandung Nathalia, bukan hal sulit bagi Lauro mencari identitas putri Darsha meski sudah di kuci rapat oleh Rich, melihat Nathalia saat itu juga sudah bahagia dengan kehidupan barunya. Membuat Lauro diam dan menikmati menjadi penjaga Darsha
Tapi keadaan terbalik membuat Lauro juga tak pernah berfikir semuanya akan serunyam ini, saat hatinya mulai memainkan panggungnya sendiri tapi semua terbongkar, itu bagai ribuan pisau menancap seluruh tubuh Lauro di saat bersamaan, dan berakhir akan mengenai Nathalia.
Ia tak sanggup melihat Nathalia kembali kecewa.
Tapi bagaimana? Jika benteng yang Lauro bikin untuk melindungi wanitanya harus hancur dan berakhir menimpa wanita ini?
"Tidurlah..." Lauro tak ingin membahas ini sekarang, ia akan mempersilahkan tangan tuhan menulis takdirnya besok, yang terpenting sekarang Nathalia harus tenang. menghapus air matanya Lalu membaringkan tubuh Nathalia dan mengikutinya,
Mendekap tubuh itu erat, seolah ini adalah bentuk perlindungan ia tak mengizinkan siapa pun menyakiti wanitanya lagi.
Nathalia harus bahagia.
Meski harus di bayar dengan nyawanya. Ia rela...
TbC
Maukah kau menikah dengaku?
kan udh woy