
Hari ini lebih tepatnya Nathalia sedang di culik oleh mertuanya sendiri-sella.
Di sinilah dia sekarang. Aqua lucero Mall. Salah satu mall terbaik milik keluarga lucero (zayn dan kenzo)
Dia sedang di peralat sella untuk menghabiskan uangnya. Setelah berbelanja banyak sekarang mereka duduk di sky lounge and resto VVIP di puncak gedung ini.
Helaan nafas terdengar dari bibir sensual Nathalia ketika wanita itu mendudukan bokongnya di kursi, bayangkan bagai mana lelahnya setelah ia menyelesaikan kelas konsep desain visual. Nathalia langsung di seret menziarahi toko-toko di sini.
Melelahkan! Ya sangat melelahkan.
Jika Sella bukan ibu dari Lauro sudah pasti Nathalia akan memberontak sekarang. Tapi yang bisa ia tampilkan hanya senyum manis menutupi tegangnya otot otot kakinya
"Apakah Lauro baik padamu" ini adalah percakapan pertama mereka ketika mereka berada di resto ini.
"Baik"
"Apakah sudah ada hasil?" Tanya sella pelan
"Maksd--"
"Maafkan mommy" secepatnya ia memotong ucapan Nathalia merasa tak nyaman "tak seharusnya mommy menanyakan itu padamu"
Nathalia tahu arah pembicaraan ini "belum mom" ucap Nathalia karena memang sampai saat ini ia belum hamil.
"Tak masalah sayang, yang jelas kalian bahagia mommy sudah senang" ucapan tulus sella.
"Tapi bolehkah mommy bertanya?"
"Hmm" nathalia mengangguk.
"Apa kalian sudah--" sella menghentikan ucapannya Lalu menautkan kedua tanganya.
"Apa?" Tanya Nathalia karena benar benar tak mengerti.
"Itu?" Sella menunjuk Nathalia, seperti apa yang ia tanyakan adalah hal yang tabu.
"Apa?" Nathalia berfikir keras untuk sampai ke fikiran sella, ibu mertua super ajaib yang pernah ia temui.
"Malam pertama" ucap sella pada akhirnyaΒ dengan Raut malu malu.
Oh shit... apa apaan ini? Malam pertama? Bahkan ini sudah hari ke 150 pernikahan mereka. harusnya yang ia tanyakan malam ke seratus lima puluh satu bukan malam pertama.
"Ya seperti roman picisan, pernikahan karena perjodohan pasti enggan melakukan itu, seperti marriage contract apa kalian melakukan itu juga?" Tanya sella dengan polosnya dan tertawa.
Oh god... inilah repotnya memiliki mertua yang selalu menonton telenovela.
Coba fikirkan bukankah seharusnya itu tak pernah terjadi dunia nyata? Bagaimana mungkin ada orang yang menikah tak melakukan apa apa?
Ayolah mom ini dunia nyata bukan story dongeng.
Itu membuat Nathalia menarik nafas gusar "kami menjalani hubungan suami istri yang selayaknya, jika aku belum hamil berarti tuhan belum mempercayainya" jelas Nathalia
"Mommy percaya padamu, maaf telah menanyakan itu. Kau gadis yang baik dan tuhan mempertemukan kalian untuk menjaga satu sama lain"
"Maaf jika Lauro bnyak kekurangan, jika kau belum mencintainya. Belajarlah untuk mencintainya. Dia adalah pria baik, paling baik yang pernah aku temui"
Well.. seperti biasa seorang ibu akan memuji anaknya, seperti anaknya adalah duplikat malaikat yang hadir di bumi ini. Tapi tak apa, Nathalia setuju jika Lauro memang manusia mendekati sempurna.
"Aku bukan ibu kandung L"
Oke... ini adalah hal yang paling Nathalia tunggu. Ia terdiam mempersilahkan sella untuk memulai kisahnya.
"L adalah anak Neiva istri kedua johan"
Wanita berambut blonde itu mulai menampilkan raut wajah sendu. Sepertinya benar ada kisah kelam di masa lalu.
"Aku pernah meninggalkan johan, kita sama-sama sibuk untuk mengapai karir. Hinga Neiva hadir dan mengatakan bahwa ia hamil anak johan"
Drama macam apa ini? Nathalia terkejut.
"Neiva alemannus kau tahu?"
"Namanya seperti tak asing" sambar Nathalia
"Model bikini, namanya sudah mengusai panggung international. Ia jaya pada masanya,tapi... jangan berfikir johan selingkuh. Ini semua salahku" sella membuang tatapanya menatap awan yang bergerak malu malu menutupi matahari.
Mau tak mau Nathalia mengeser kursinya untuk menyentuh tangan sella, mungkin kita menganggap kisah seseorang itu biasa mungkin baginya itu terlalu berat.
Sama seperti Nathalia yang kehikangan Axelin dulu.
"Karena seorang model, dan pada saat itu johan juga pada ambang kebangkrutan apa lagi ia di tuduh melakukan malperaktek"
"Mimpi neiva untuk menjadi nyonya morales sirna karena masalah rumah sakitΒ johan, setelah beberapa bulan ia melahirkan Lauro" menyebut nama Lauro setetes kristal bening jatuh di pipinya.
"Neiva menujukan sikap buruknya, dengan membawa pria kerumah dan bersenang senang. Menelantarkan Lauro. Padahal johan sedang berjuang membersikan namanya dan juga menahan rumah sakit agar tak jatuh pada siapa pun"
Nathalia begitu kesal dengan wanita bernama Neiva itu.
"Karena takut piskis Lauro terganggu johan mengirim Lauro dengan dua pengasuh ke luar kota, kerumah kecil"
Nathalia ingat, rumah dimana mereka melakukan perjalanan bulan madu. Begini sakitkah kehidupan kecil pria itu? Dia benar benar pintar menutupi semua perih dengan senyumanya.
Kehidupan yang Nathalia fikir sangat bahagia. Ternyata salah.
Flasback
Lauro kecil memberi lambaian pada gurunya, saat mobil pengasuhnya telah tiba di depan sekolah.
Tapi senyumnya sirna saat melihat siapa yang turun dari mobil, bukan pengasuhnya melainkan sella.
Sella dengan setelan hitam, celana bahan dan kaos putih yang di tutupi jas hitam pas body membiarkan rambut bergelombang tergerai. berjalan melangkah dengan sorot sendu menatap Lauro
"Kau siapa?" Tanya Lauro kecil dengan tatapan polosnya.
Sella menarik Lauro kecil ke dalam pelukanya. Kenapa dunia begitu kejam, Bagaimana anak sekecil ini di abaikan oleh ibu kandungnya sendiri?
"Aku... mommy sella teman mommy Neiva" jelas sella
"Kau berbohong mommy tak memiliki teman wanita" bantah Lauro kecil berhati hati, karena johan mengatakan untuk tak pernah mengikuti siapa pun jika tak mengenalnya.
Sella menatap Lauro dengan tatapan sedih, ia sengaja terbang ke spain hanya untuk anak ini. Atas Permintaan johan untuk menjaga anaknya dengan menceritakan semua masalah yang menimpanya
Sekarang Sella juga berperan menjadi donature terbesar atas rumah sakit itu. Dan ia juga menghandel kasus malpraktek yang di tujukan pada Johan.
Sella memperlihatkan ponselnya, menampilkan fotonya dan Neiva yang telah di edit sebelumnya, karena inilah repotnya menghadapi Lauro, anak ini terlalu pintar untuk di bohongi.
Sella tak kuasa menahan tangisnya, ia menutup matanya dengan pergelangan tanganya. Lalu sebuah pelukan hangat memeluk tubuhnya.
Lauro kecil memeluknya.
"Kenapa menangis?" Lauro melihat sella dengan senyum terbaiknya, bagaimana ia bisa seceria ini? Berada jauh dari ibu dan ayahnya padahal mereka masi ada di dunia ini.
"Kenapa kau bisa tersenyum semanis ini?" Tanya sella begitu penasaran, oh ya diakan anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Lalu apa bisa senak mereka membuang anak ini di kota terpencil ini?
"Karena aku tampan, kata daddy aku harus kuat untuk bisa melindungi mommy" ucapan polos Lauro kecil membuat hati sella nyeri, setelah semua ini. Lauro masih menyayangi Neiva?
"Kau menyayangi mommy?"
"Ya... mmm... Bukan kau, aku menyanyangi mommy Neiva" Lauro kecil menghentikan ucapannya, seperti berfikir sejenak "hmm.. tapi jangan menangis lagi ya...aku juga menyayangimu"
Sella tak kuasa menahan tangisnya, bahkan saat ini Lauro terlihat kabur karna air matanya.
Anak sebaik dan selucu ini bisa bisanya kau sia siakan dasar Neiva laknat.
Semoga tuhan mnguburmu di neraka!
"Kau merindukan mommy Neiva?"
"Tidak" Lauro mengeleng mantab dan tersenyum seolah dia baik baik saja, lalu sedetik kemudian kedua tangan kecilnya menutup wajahnya dan berpaling. Dia menangis itu bukti bertapa pria kecil ini merindukan ibunya.
Mulut bisa berbohong tapi tidak dengan hatinya. Susah di ucapkan, sesak tak di ucapkan. Terlalu sakit untuk tak mengatakan bahwa dia merindukan sosok Neiva.
siapa bilang ia tak paham dengan masalah ini. hanya saja Lauro terlalu pintar menutup luka yang ia bawa dengam senyuman itu. lihatlah bertapa sedihnya ia menangis karena merindukan ibunya
Flasback off.
Natahlia merasa dunianya goyah, ia ingin memeluk Lauro sekarang terbukti ribuan panggil tak terjawab masuk ke dalam ponsel Lauro yang tergeletak di atas meja kerja.
Pria itu tengah berjuang melakukan operasi sejak empat jam lalu. Keringat yang di tepis oleh seorang perawat menjadi bukti bertapa lelahnya ia saat ini.
Sedangkan Nathalia menangis dalam mobil ini. Tersedu menyampaikan bahwa hatinya benar benar terluka mendengar perjalanan hidup Lauro.
"Dimana L?"
"Maaf Mrs. Dokter Lauro sedang melakukan operasi bypass" ucap perawat di sambungan telfon.
Nathalia menutup telfon secara sepihak lalu manaikan kecepatan mobil untuk sampai kerumah keluarga romanove.
Ia begitu merindukan Maria. Bersyukur ia memiliki ibu yang sangat memperhatikanya. Ya walaupun terkadang begitu sibuk. Setidaknya Maria tak pernah menelantarkanya.
Sesampainya Nathalia di rumah, sayup sayup pendengaranya menangkap pertengkaran. Itu suara Rich dan Ray.
"Ku kira hanya sampai wajahnya yang terganti, jika bukan karena keserakanmu mungkin Nathalia tak akan di siram air keras oleh keluarga johson" amarah Ray menggelegar.
Benar Nathalia memperbaiki wajahnya karena itu. Tapi bukankah ini karena teman sekolahnya yang sakit hati karena ucapan Nathalia?
"Ray, kau akan mengerti nanti bahwa kita takan bisa hidup hanya mengandalkan kebaikan. Di dunia bisnis siapa yang kuat dia yang bertahan" jelas Rich
"Ohya... apa kau berani melaporkan keluarga johson saat itu? Tidakkan?" Ray tersenyum sinis "Malah kau membuat semuanya seperti kesalahan Nathalia. Merebut kehidupanya denga mengurungnya untuk home schooling. Dan Sekarang kau menjualnya pada keluarga Morales!"
Nathalia terbelalak mendapati apa yang sedang ia dengar. Jadi semua itu karena rich?
"Kau bisa berbicara seperti ini karena perusahaan kita sudah stabil. Bukankah kau dulu juga setuju Nathalia menikah?" Suara Rich mulai terdengar karena intonasinya yang sudah naik satu oktaf.
"Ya... karena ku fikir Lauro, si dokter sialan itu benar-benar akan menjaganya, tapi apa? Adikku terlihat begitu kurus sekarang... dari awal dia datang dan memujuk untuk mengadakan perjodohan aku respect... tapi melihat Nathalia yang masih ia biarkan ke club membuatku tak rela pa" suara Ray begitu kuat di kuasai Emosi.
Jadi perjodohan ini rencana Lauro?
"Tenanglah, Nathalia bahagia. Aku selalu menanyakan kabarnya." Rich berusaha bersikap tenang
"memang apa yang bisa kalian lakukan jika dia tak bahagia? Menariknya kembali? Mustahil! Karena sampai detik ini keluarga morales selalu memberi kucuran dana!"
Apakah aku di jual?
"Kalian memang tipe orang tua tega! menjual adik ku untuk kebahagian kalian. Nathalia memang bukan adik kandungku. Tapi bukan berarti kalian bisa membuatnya seperti itu. Harusnya kalian biarkan dia mati kedinginan di taman waktu itu"
Bak di sambar petir di siang bolong, Nathalia tak sanggup mendengar kenyataan ini.
Taman? Apa ini? Argh, Nathalia menyentuh kepalanya yang terasa sakit
Apa ini? Aku bukan anak kandung romanve?
"Ray tenanglah" maria berusaha menengahi
"Bagaimana aku bisa tenang ma? Jika sampai detik ini Nathalia selalu menjadi ladang uang untung kita. Adikku yang malang. Bahkan aku tak mengerti wanita keparat mana yang tega meninggalkanya hingga masuk kekeluarga kita yang menjijikan ini" Ray begitu histeris.
Inilah salah satu alasan dulu, Ray lebih memilih untuk bekerja di perusahaan asing. Tapi anak tetaplah anak dia harus menjadi benteng Rich yang sedang sakit waku itu.
Nathalia tak bisa menahan lagi tubuhnya terasa bergetar hebat.
apa semua ini?
Perlahan langkahnya mundur bahkan fisiknya tak bisa menahan semua kenyataan yang terbongkar hari ini.
Tasnya jatuh membuat semua mata tertuju padanya.
"Atha?"
Mengabaikan suara Ray, maria dan Rich yang memanggilanya. Nathalia memutar tubuhnya berlari keluar rumah lalu memasuki mobilnya.
Cerita hidup macam apa ini?!
Ini lebih mengerikan di bandingan sebuah novel horor.
Nathalia menginjak pedal gas dengan terus menangis. Dadanya terasa sesak.
Dari dulu ia menjadi boneka hidup orang lain. Orang orang mempermainkan hidupnya
Hidupnya tak lebih baik dari seonggok sampah.
TBC
hay... dri pada bengong sini masuk ke grup chat ay ππππ terimakasih udh mau jadi bagian dari L ya π
poin ke 4 πππππ ay banget wkwkw.. slamat anda memasuki masa MC akan di siksa ama ay ππππ