Take My Life

Take My Life
chapter 66



Dari berbagai ukuran dan model, bingkai - bingkai foto itu terpanjang menutupi dinding di atas, kiri dan kanan pintu.


"Dia..." Nathalia tak sanggup menahan keterkejutanya. Menatap Lauro tak percaya, dan di balas senyuman manis oleh pria tampan itu.


"Aku sudah mengatakan bahwa aku sudah mengenalmu jauh sebelum kau merubah wajahmu, bukan?"


Nathalia melihat ratusan bingkai foto yang tergantung, itu adalah foto dirinya dari ia kecil hingga dewasa dan beberapa setelah memperbaiki wajahnya.


"Bisakah kau menceritakanya?" Tanya Nathalia hati hati. Seperti yang kita tahu bahwa perjalan waktu adalah luka terbaik bagi seorang Lauro.


"Hal itu kami lakukan lagi" Lauro berjalan menghadap dinding kaca besar dan duduk di bangku baca di ruangan ini.


"Memanifulasi takdir seseorang... " Lauro tersenyum miris dengan mengalihkan tatapnya ke luar dinding kaca menikmati aktifitas pada kota di bawah sana "Evgania adalah seseorang yang mampu membuatku jujur dengan perasaanku, saat itu aku hanya bisa menangis didepan gadis itu, karena kami di tuntut untuk tak menjadi lemah"


"Aku adalah anak yang tak di inginkan ibuku, hmm... mungkin perjalanan Takdir yang menuntutnya seperti itu" Lauro menangkap kedatangan Nathalia, lalu gadis itu duduk di seberang meja.


"Kau masih ingat Evgania? Aku pernah mengajakmu kemakamnya..." ujar Lauro seperti mengingatkan hal itu pada Nathalia "Dia adik Elroy dan putri tunggal aunty angel?" Jelas Lauro lirih dengan suara yang sedikit bergetar, dan membuat Nathalia cukup paham situasi ini.


"Dan satu kejadian membuatnya harus memilih jalan yang salah, gadis cantik itu bunuh diri karena sahabatku sendiri" Lauro mengigit bibirnya untuk menahan Emosi yang baru menyerbak.


Nathalia speechles, lidahnya terasa sekeras batu, jika dia selalu memikirkan bahwa dia adalah manusia paling terpuruk ternyata, Lauro adalah yang pantas mengatakan hal itu. Karena rasa sakit yang pria ini hadapi bukan sesuatu yang sepele.


"Malam itu... mungkin sudah sebulan kepergian Ev dan aku bertemu ******** itu di club. Padahal seharunya pria itu berada di penjara, ternyata aku tak bisa memakai jasa orang lain dalam menghukum manusia ber-uang.


"Jadi saat itu aku dan El hampir membunuhnya" ucap Lauro lirih seperti begitu berat menceritakan hal itu.


"Tapi sayangnya teman temanku selalu menjaga imagenya di hadapan publik, memang seharusnya seperti" Lauro mengambil ponsel di atas meja, mengeser layar ponselnya dan memperlihatkan sebuah artikel.


'Pewaris tunggal toko perhiasan ternama yang di kabarkan menghilang dan kini temukan tewas setelah menabrak pembatas jalan hingga berakhir di dasar jurang'


Nathalia reflek menutup mulutnya yang menganga akibat artikel itu, tak perlu panjang lebar. ia tahu siapa yang di maksud artikel itu.


Itu josep mantan Nathalia yang hampir melecehkanya tempo hari


"Kau tahu siapa. Tak perlu ku jelaskan ulah siapakan?"


Lauro menjelaskan bahwa kematian Roy- mantan sahabat mereka adalah ulah Matthew dan kembali pria itu memanifulasi kejadianya yang seharusnya, pria itu bahkan mertas CCTV kota untuk memasuka bukti palsu, dimana sekelompok preman memang menghajar seseorang yang di ubah layakanya Roy.


Tapi sayangnya ada satu orang yang tak percaya atas bukti itu, Michel. Dan yang di tuduhkan atas tindakan Matthew adalah Elroy dan membuat pria tampan duplikat Es batu itu hampir mati di tangan ayahnya sendiri.


Lauro mengatakan hal yang mengerikan itu sangat lancar seperti sekarang ia sedang mencerita dongeng inspiratif.


"Mungkin tuhan membalas tuntas perbuatanku malam itu, saat perjalanan pulang aku tak sengaja... menabrak seorang wanita" Lauro melirik Nathalia gusar "aku tak tahu dia siapa yang ku tahu saat itu adalah dia mungkin seorang ibu dari seorang gadis dalam foto yang ia pegang" lauro menunjuk foto paling pojok di sebelah rak buku "foto yang sama seperti yang kau lihat di rumah sakit" jelas Lauro


"Bagaimana cara kau menemukanku?" Nathalia mengingat bahwa dia di bawa Rich ke Newyork


"Kau lupa siapa ayahku?"


Oh... Nathalia lupa. Maaf tha apa kau tak bisa melihat siapa pria yang duduk di depanmu ini?


"Aku mengetahui bahwa kau telah di jaga oleh Keluarga Romanove, aku sempat ingin melaporkan Rich pada pihak berwajib karena secara tak langsung dia sudah menculikmu, dengan mengunci akses tentang dirimu"


"Tapi daddy menyarankan untuk membiarkanya dulu karena kondisi ibumu yang terlihat makin memburuk saat itu, dan aku juga melihat bagaimana kau begitu bahagia menerima kehidupan barumu"


"Yang ada di fikiranku saat itu hanyalah kebahagiamu, aku tak ingin ada lagi orang yang menjalani hidup dengan rasa sakit"


"Karena itulah aku mengikuti hidupmu dalam diam" Lauro mengatakan semua foto itu di dapatkan dari kegiatanya memperhatikan Nathalia


"Hingga aku bertemu kembali denganmu setelah kau memperbaiki wajahmu"


"Aku sempat tertengun, karena ku fikir kau adalah..." Lauro menghentikan kalimatnya, well... Lauro sadar hati istrinya harus di jaga "untung dokter javiar mengatakan wajahmu adalah karyanya"


"Karena kau masih menjalani hubungan dengan X. Aku kembali mengatur jarak, dan jujur aku sempat tak suka dengan wajah barumu" karena wajah itu mengingatkanya dengan Evgania.


"Kau yakin aku harus melanjutkan ceritaku?" Tanya Lauro memastikan. Karena cerita berikutnya adalah mimpi buruk di kehidupan nyata wanita itu.


"Apa selama itu kau mengenalku, tak sekalipun kau menaruh hati untukku?" Tanya Nathalia begitu penasaran. Entah kenapa Nathalia sangat ingin memiliki Lauro bahkan dengan masa lalu pria itu.


"Apa kau jatuh cinta pada setiap pria yang kau temui?"


Nathalia mengeleng pertanda itu tidaklah mungkin.


"Begitu juga aku"


"Lalu kapan kau mulai menyukaiku?"


"Mungkin sehari sebelum aku menikahimu haha " Lauro tergelak saat mengucapkan itu. Ia tahu kata kata itu pasti sama seperti memaksa taring Nathalia muncul secara tiba tiba.


Lauro menyentuh tangan Nathalia, mengusap pelan "jujur aku tak tahu kapan itu, yang ku tahu saat ini aku tak ingin kehilanganmu"


"Tempat ini sudah menjadi favoritku tiga tahun terakhir, bisa di bilang karena perasaan bersalahku padamu. Aku mulai giat menggapain gelar speaslisku, bukan lagi karena keterpakasaan"


"Semua yang terjadi pada diriku saat ini adalah karenamu, semua foto itu" Lauro menunjuka dingin yang bertabur foto Nathalia "bisa di bilang penyemangatku"


"Mungkin dari awal aku sudah mengharapkanmu, tapi dulu aku tak berani berjuang. Jika saja aku tak tak mengenalmu dari dulu pasti aku akan kalah"


"Maksudmu?" Nathalia mengernyit tak paham


"Anita" goda Lauro


"What" Nathalia menarik tanganya, ia ingat bagaimana giatnya ia dulu menghindari pria tampan ini.


Satu hal yang paling kita hindari bisa jadi adalah hal yang paling kita harapkan nanti, dan Nathalia percaya akan kata itu.


Lauro beranjak mendekati Nathalia yang menahan malu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan "Jika kita sudah di takdirkan bersama, bukankah percuma untuk kau menghindar" gelak Lauro yang kini sudah memeluk Nathalia yang masih terduduk di kursi dan mencuri ciuman di pipi wanitanya.


TBC


Holla apa kabar semuanya?


Maap ay baru nonggol lagi. Kali ini ay up ampe tamat yee


Doooor...




contoh foto kecil Nathalia