
Baru saja Nathalia turun dari motor, Lauro juga sudah hilang dari tempatnya, ya... baru saja mereka sampai di depan pelantaran gendung tinggi menjulang ini, Lauro langsung beranjak ketika melihat seorang nenek dan seorang anak kecil menangis di tepi jalan.
"Kau disini saja" ucap Lauro langsung pergi meninggalkan Nathalia.
Baru saja Nathalia ingin melangkah tapi kaki kananya tak bisa di gerakan, ternyata ujung high hellnya tersangkut di sela sela konblok segilima hingga hampir saja ia terjatuh.
Hingga akhirnya dengan segenap jiwa dan raga Nathalia menarik kakinya untuk keluar. tapi, sayanganya ujung high heelnya malah patah.
Tak ada yang bisa Nathalia lakukan selain melepaskan sepatu ini dan ia harus secepatnya mendapatkan ganti.
Oh lord, thanks to Lauro yang selalu mementingkan orang lain dari pada istrinya sendiri.
Dan sekarang sepertinya harga diri Nathalia juga masih tinggal di konblok itu. Benar benar menjengkelkan.
"Nathalia"
Suara bernada lembut itu berhasil menarik perhatian Nathalia, wanita cantik ini memutar kepalanya kebelakang untuk menangkap suara siapa yang barusan mengudara.
Dia, amarilis jonshon dan putrinya barbara jonshon. Rival keluarga morales, ya Nathalia ingat bahwa suruhan merekalah yang membuat Nathalia harus merasakan sakitnya perbaikan wajah.
Nathalia memutar bola matanya, jengah. Apa lagi melihat barabara dengan perutnya seperti orang hamil... Ntahlah, bertemu dengan keluarga jonshon saja membuat Nathalia malas, apa lagi dengan orang hamil.
Bisa jadi ini kesialan berkali lipat dalam hidupnya. Bahkan bisa di bilang sekarang adalah kekesalan terparah dalam hidupnya.
"Ku dengar kau sudah menikah, tapi begitu tertutup ya" kalimat yang terucap dari bibir amarilis masih terdengar lembut tapi siapa pun tahu jika kalimat itu tersirat sindiran.
Nathalia ingin berlalu tapi hak sepatunya yang goyang membuat wanita cantik itu menghela nafas kasar. Menujukan bahwa ia terlalu benci di posisi ini.
Dia harus berada di depan wanita ini hingga Lauro datang.
"Sepertinya naluri fans fanatik masih menggebu di benak Anda, Mrs. Johnson," Nathalia memaksakan senyum terbaiknya. "Dari dulu hingga sekarang, Anda terus memantau hidupku ya."
"Masih sombong seperti biasa," sarkas Barbara Johnson yang tak suka mendapati ucapan Nathalia.
"Jelas aku sombong karena aku bisa," ucap Nathalia santai sambil memperhatikan kukunya. Baginya, kuku cantik itu lebih menarik daripada kedua wanita sampah ini.
Barbara terlihat geram. Hal itu berhasil membuat Nathalia menyunggingkan senyum kemenangan. Kapan lagi bisa membuat dua wanita ini kesal.
"Tidakkah kalian lelah mengamati aku terus? Yah, kecuali kalau kalian menganggapku sebagai seorang selebriti," lanjut Nathalia.
Barbara sudah ingin maju menampar wajah Nathalia tapi tangan Amarilis menahan wanita hamil itu, Nathalia memang mengesalkan bahkan sejak dulu.
Mereka harus tahan, karena sekarang mereka baru saja menjalani kerja sama dengan keluarga morales. Dan sialnya wanita menyebalkan ini adalah menantu keluarga morales.
Ini sama seperti menaklukkan seekor rubah.
Sial!
"Kudengar kau menikah dengan seorang dokter" tanya amarilis sekedar berbasa basi. Siapa yang tak tahu bahwa morales memiliki pewaris yang di sebut sebut terlalu tampan
Nathalia tersenyum, mungkin tak ada salahnya dia bertemu dengan orang yang paling tidak ingin ia temui, bahkan Nathalia tak sabar ingin melihat wajah mereka setelah melihat Lauro.
Nathalia menunjukan seorang pria yang sedang menaiki tas di atas sebuah mobil, sepertinya nenek tadi mendapatkan masalah dan Lauro menelfon orangnya untuk membantu nenek dan cucunya tersebut.
"Itu suamiku, putra tunggal keluarga MORALES" ucap Nathalia penuh penekanan di kata morales.
Dan ucapan itu membuat barbara menyentuh tangan Amarilis dan membisikan sesuatu.
"Benarkah?" Tanya Amaliris tak percaya.
Nathalia tesenyum puas dan menganggukan kepalanya.
"Itu suamimu?" Tanya Amarilis lagi, memastikan apa yang tertangkap oleh kornea matanya.
Lalu sedetik kemudian mereka tertawa lepas, menertawakan kesombongan Nathalia. Ini adalah mereka yang asli. Manusia tanpa attitude yang baik dan selalu menghina.
"Keluarga morales?" Barbara tertawa paling nyaring seraya menyentuh perutnya yang membesar.
"Kau bodoh atau telah tertipu huh?" Tanya Amrilis dengan nadanya kasarnya.
Nathalia heran, apa yang terjadi pada kewarasan dua wanita ini?
"Morales? Kau mengatakan moto-city itu keturunan keluarga morales?" Barbara kembali menyela.
"Kau gila! Apa karena di tinggal mati oleh Mr.leonidas kau menjadi sesakit ini Nathalia?" Amarilis berjalan memutari tubuh Nathalia dan menilik tubuh Nathalia, dan tegak posisi wanita cantik itu tak seimbang karena memakai high hell yang patah.
"Kalian kenapa?" Tanya Nathalia pada akhirnya
"Kurasa kau bermimpi terlalu tinggi sayang" ucap barbara.
Hell.. sepatu ini, benar benar pembawa sial! Tapi yang menganggu adalah, dua wanita ini menganggap suaminya moto-city?
What what?? Tukang ojek?
"Atas dasar apa kau mengatakan Lauro moto-city?"
"Pria itu berprofesi sebagai moto-city sayang, di depan outlet bocadillo dia pernah menolong seorang pria buta! Tak kusangka sandiwaramu benar benar buruk! Dan dia mengakuinya!" Ucap barbara puas. Ia benar benar puas melihat Nathalia yang terkejut.
Tapi sedetik kemudian Nathalia tertawa, karena mengingat apa yang terjadi beberapa waktu silam. Momen itu adalah hal yang tak bisa Nathalia lupakan karena setelah itu adalah hari mendebarkan dalam hidupnya. Bisa jadi kedua wanita inilah yang menolak pria tuna netra saat itu
"Kau pernah melihat moto-city menaiki motor ini?" Tunjuk Lauro kearah kirinya, tak jauh darinya terparkir sebuah motor mahal.
"Dan kau fikir artikel bisnis akan memuat berita keluarga morales dan romanove menikah secara sukarela?" Nathalia tergelak, suaminya memang terkenal di kalangan medis, tapi wajahnya sama sekali tak pernah masuk di artikel bisnis, Atau layar kaca. Dia tenaga medis bukan selebritis.
"Ku fikir setelah lama tak bertemu, kau akan menjadi lebih pintar, tapi ternyata aku salah" Nathalia tergelak puas "kau bahkan lebih bodoh dari yang ada di fikiran--" ucapan Nathalia terhenti saat amarilis ingin menaparnya. Tapi sayang Nathalia tak pernah di ciptakan tuhan untuk menjadi wanita lemah.
Nathalia menangkap tangan Mrs. Johson. Dan menangkap nyalang pada wanita paruh baya itu "jangan pernah kalian menyentuh wajahku lagi! Bahkan wajahku lebih mahal dari hidup kalian!" Nathalia menolak tangan itu hingga Mrs. Joshon bergerak mundur.
Nathalia benar benar marah, ia melepaskan sepatunya dan melemparkanya secara asal. Belum ia beranjak kata kata barbara kembali mengudara
"Hampir dua tahun menikah dan tak memiliki keturunan" ucap barbara dengan mengusap perutnya. Seolah memarekan pencapainya, ya... wanita itu sudah hamil tua.
Perkataan itu membuat Nathalia bertambah kesal. Ingin sekali ia mendorong wanita berbaju merah ini hingga mati. Tapi bayi dalam perutnya tak pernah salah apa apa. Lalu berbagai perkataan Lauro muncul seolah membantunya untuk tetap kuat.
Nathalia memaksakan tawanya "aku akan mempunyai anak saat wakutnya tiba, dan kau tak perlu repot repot menghawatikanku" ucap Nathalia, jika di dengar secara seksama maka akan terdengar nada bergetar. Ia terlalu tersakiti saat mebahas ini.
"Sekarang masih bisa berkata seperti itu," ucap Mrs. Joshon menertawai Nathalia "bagaimana jika lima tahun lagi?, ingat! Bukan kah kaliat berada di kluarga kaya? Mereka butuh penerus sayang" ucap Amarilis lagi hingga dengan nada penuh ejekan.
Nathalia makin lemas, ia menahan air matanya untuk tak jatuh "anak? Aku bahkan bisa membeli anak dalam perutmu" tegas Nathalia dengan arogantnya.
"Apakah tak sebaikanya barbara mengantikan posisimu?"
Hell... bahkan mereka menganggap pernikahan bisa di permainkan seperti ini? Novel yang Nathalia baca.
"Aku tak butuh wanita sepertimu" tak ada yang sadar saat pria dengan senyum paling indah ini sudah ada di samping Nathalia.
Nathalia langsung terdiam kaku, apakah benar Lauro benar tak membutuhkanya lagi?
.
.
.
.
.
.
"Aku tak membutuhkan manusia yang tak bisa memanusiakan manusia lainya, mereka tak lebih hina dari setumpuk sampah" Lauro menggenggam tangan Nathalia menariknya untuk mencium buku jari istrinya.
"Aku lebih mencintai dia, dari pada ..." Lauro menjeda kalimatnya "entahlah aku harus menyebutmu apa"
"Kau fikir kau lebih sempurna dari Nathalia hanya karena berhasil memberikan keturunan untuk keluargamu?
"Kau harus mendengarkan pendapatku! Nathalia jauh lebih sempurna darimu,
Barbara dan amarilis geram, tapi dia tak bisa meluapkanya karena sepertinya benar. Pria dengan jambang tipis ini benar benar putra johan morales, Terbukti dari wajah pria itu. Amarilis dan barbara harus sabar. Bisa di katakan sepasang kekasih ini adalah sumber uang bagi mereka.
"Ayo sayang" ucap Lauro dan ternyata dia kaget saat istrinya tak memakai sepatunya.
Nathalia mejelaskan semuanya dengan wajah cemberut dan jelas terlihat dua sejoli itu tertawa karena Lauro mengoda Nathalia. Dengan mengatakan bahwa Nathalia adalah cinderella masa kini karena sudah beberapa kali kehilangan sepatunya, mereka Terlihat begitu bahagia.
"Kita liat bagaimana reaksimu nanti saat tak juga di berikan keturunan oleh nathalia" ucap barbara ketus. Ia tak bisa lagi menahan kekesalanya.
"Kita lihat juga sampai kapan kau bisa hidup dengan mulut seperti itu" Lauro sangat ingat wajah wanita ini, dialah wanita yang berprilaku kasar pada pria tuna netra saat itu "dan aku juga kasian pada anakmu,kenapa harus di lahirkan dengan wanita sepertimu" balas Lauro.
Jodoh memang kualitas diri. Bagaimana Nathalia mengahadapi dua wanita ini. Mungkin Lauro adalah
versi Ekstrimnya.
TBC
Intinya jan terlalu ganggu manusia deh.. baik baik kucing akan murka kalo di ganggu 😂😂😂