
WARNING! BANYAK FOTO GAK SOPAN DI BAWAH WKWKWKWKWKW
Setelah mengelar pemberkatan tadi pagi, dan berbagi kebahagian siang ini. Malam ini Lauro morales dan Nathalia morales mengelar repsesi pernikahanya.
Salah satu ruangan di mansion johan morales telah di sulap dengan dekorasi dan interior luxury layaknya surga. Lihat saja seluruh ruangan itu di dominasi warna putih.
Area penerimaan tamu dan sourvernir di dominasi warna putih dan hijau layaknya sebuah taman yang di hiasi bunga berserta dedaunan.
Bukan red carpet jalan menuju masuk ke bagian pesta tampak menawan dengan sebuah lorong yang di ciptakan seperti taman penuh dengan ribuan bunga. Sungguh tenang, damai dan suci.
Sesuci cinta seseorang.
Lauro memang tak gila akan kemewahan, pria itu mengelar pesta pernikahan secara private yang di hadiri hanya 300 undangan saja. yang terdiri dari kerabat beberapa rekan bilionaire dan dokter ternama.
Lupakan tentang menyebunyikan status pernikahan sperti yang Kenzo lakukan dulu, karena Lauro bukan pria pengecut yang menyembunyikan keputusanya.
Ia hanya ingin momen berharga ini terasa lebih sakral dan mengingat bagaimana ide gilanya membawa Nathalia berkeliling salah satu gedung rumah sakit terbesar di dunia tadi siang. Ia hanya tak ingin membuat gadis itu terlalu lelah.
Saat memasuki bagian pesta. Matamu akan di manjakan dengan sentuhan bunga melayang. Pulahan meja bundar raksasa yang di isi dengan dua puluh lima kursi di setiap satu meja. Terlihat begitu glamor dan elegant dengan dominasi warna alabaster and glod.
Ruangan mewah dan luas itu telah di isi oleh beberapa tamu yang saling melempar canda tawa atau sekedar menikmati alunan music clasic yang di suguhkan.
Satu meja sudah di kuasai oleh para bilionaire muda dan istrinya siapa lagi jika bukan Elroy dan teman temannya.
"Hmm... mommy tidak mengizinkanmu" Alana menatap Viandry putranya yang duduk di sebelah kursinya untuk tetap diam.
"Mom... aku hanya ingin ketoilet" rengek vianndry yang membuat Alana tetap menggeleng. Ia tahu Vianndry berbohong. Ia ingin turun melihat segala sesuatu dan yang terpenting ia ingin mencari Vianno, kakak kembarnya
"No... kita baru sampai sayang, dan kau---" ucapan Alana terhenti saat suara Elroy memangilnya. Lalu Alana mendongak, seperti biasa dengan tatapan tajamnya. Karena perbedaan didikan keduanya selalu menjadi cekcok kecil di rumah tangga mereka.
"Al... biarkan dia" ucap Elroy yang berdiri tak jauh dari tempat Alana.
Elroy yang selalu membiarkan apa pun yang di lakukan anaknya, berbeda dengan Alana ia selalu membatasi gerak putranya. Bukan mengekang hanya saja ia pernah membebaskan Vianno dan membuatnya hampir gila karena anak itu hampir saja hilang.
Menjadi putra bilionaire ternama membuat kedua anaknya menjadi sasaran manusia dengki. Dan Alana tak ingin hal itu terjadi lagi. Apa lagi kedua putranya sangat tak kenal rasa takut, dia berjanji akan tempat A dan yang terjadi adalah mereka pergi ke tempat Z. Bahkan ia tak tahu jika banyak bahaya yang mengintai mereka.
Vianndry turun dari kursi dan berlari kearah Elroy, seperti seorang korban yang meminta pertolongan pada seorang super hero dari cengkraman monster menakutkan.
Elroy merunduk melihat Viandry yang merengek di kakinya. Lalu pria itu berjongkok di depan vianndy untuk menyetarakan posisi keduanya.
"Dad aku bosan. Aku ingin pulang. hmm... Dimana anno?" Rengek Viandry kecil membuat bibir Elroy meciptakan senyum. Bisa di kata Elroy terlalu mencintai kedua anaknya. Ia terlalu bahagia memiliki keluarga kecil dan putra menggemaskan ini.
"Anno bersama baby ci--"
"Daddy itu anno and baby cia!" Seru Viandry.
Sepasang balita dengan dandan layaknya orang dewasa memasuki ruangan. Di dampingin dengan Xavier dan Sofia di belakangnya. Siapa lagi jika bukan Vianno dan Delicia Seranno putri dari Xavier dan Sofia Seranno.
Seperti namanya Delicia, balita itu begitu menawan dengan dandan centilnya. Bahkan bocah berumur empat tahun itu sudah di nobatkan menjadi model cilik dengan segudang prestasi.
Dari siang Vianno memang sudah berada di mansion Xavier dan sofia karena anak centil mereka seperti susah untuk bertahan hidup jika tak bertemu vianno sehari saja. Begitu pun dengan Vianno, mungkin hanya Delicia, kerusuhan hidup yang selalu ia maklumi. Ia tak keberatan jika setiap hari supir Xavier datang kerumah hanya untuk menjemput dirinya.
"Aku heran sebenarnya anno anak siapa" sindir Alana dengan alis naik yang menciptakan gelak tawa semua yang ada di sana.
"Ih.. mommy Alana, i miss u so much" Delicia berlari masuk ke dalam pelukan Alana. Alana mencium bocah centil yang selalu membuatnya merasa cukup. Karena baginya Delicia sudah cukup membuatnya merasa mempunyai bayi perempuan.
"Lipstikmu terlalu merah sayang"
"Aku hanya ingin terlihat lebih cantik dari pada semua wanita di sini" jelas Delicia dengan ekspresi centilnya.
Dan itu membuat Alana tertawa, Alana menangkup kedua pipi gembul Delicia dan menyatukan idung mereka sebagai ekspersi gemas Alana "Kau anakku paling cantik sayang"
Vianno sudah duduk di tempat Viandry tadi, ia jenis balita yang tak banyak bicara, kepalanya mengedar seperti mencari sesuatu.
"Mom, dimana Max?"
Mendengar pertanyaan Vianno, Mathhew meletakan tangannya di atas meja untuk menumpu pipinya, dan menatap bocah kecil itu "Dia di newyork" sambar matthew berusaha menggoda Vianno.
Benar saja.
Vianno terdiam, terbesit rasa kecewa. Karna perbedaan negara ia terlalu sulit bertemu sepupunya itu. Dan jika saat ini Max masih di New york itu berarti dia tidak akan datang. Mengingat jarak Granada dan New york sangat jauh.
"Anooooooo andryyyyyy, vine muy guapo!!!" (anno Andry, aku yang tampan datang!!!) suara bocah itu melengking di ruangan mewah ini. Seorang bocah berusia tiga tahun dalam gendongan Kenzo melambai ke arah vianno dan viandry.
"tienes demasiada confianza" (kau terlalu percaya diri) vianno mengalihkan pandanganya kearah area dansa, ia terlalu malas berurusan dengan bocah ajaib duplikat vianddry yang selalu menganggap diri mereka adalah dewa super tampan.
Tapi, ia mengurungkan niatnya. Karena jika ada Raiya Liron Orlando sudah pasti ada Maxim Altha orlando.
Dan benar saja, Maxim kecil datang bersama Keyra di belakang Kenzo dan Raiya. Maxim terlihat menyisir rambut pirangnya kebelakang dan berjalan layaknya model.
"Kau datang?"
"Seperti yang kau lihat" ucap Maxim duduk di sebelah vianno.
"Aku merindukanmu!" Seru keyra
"Me too" balas Alana lalu mereka tertawa. Saling berselfie ria sehingga banyak pria menatap kedua wanita cantik itu. Meski sudah memiliki dua putra tak melunturkan kecantikan yang mereka miliki.
Dan di ujung kursi, Kenzo duduk menatap tak suka pada pria-pria disana yang terang-terangan menantap istrinya yang tersenyum.
"Mata mu bisa kluar dude!" Sindir Evan yang sedari tadi memperhatiakan Kenzo.
"Bukan urusanmu!" Ketus Kenzo. Siapa yang tak kenal dengan Bilionaire satu ini, pria denga tingkat cemburu paling tinggi di dunia.
"Daddy, aku ingin pipis" ucap Raiya pada Kenzo. Lalu tak lama keyra datang, mungkin ia mendengar ucapan putranya, saat ia ingin membawa Ray kecil,Tapi pergerakanya di tahan oleh kenzo.
"Biar aku saja, bukankah kau merindukan Alana dan Sofi. Tapi Ku mohon bisakah kurangi sedikit saja kadar cantikmu?" ucap Kenzo sebelum berlalu membawa putranya.
Dan itu membuat Keyra tertawa kecil seraya mengeleng. Bahkan mereka sudah di beri dua putra Kenzo masi bersikap posesif.
"Masi seperti dulu?" Suara bariton itu merengut perhatian Keyra. Wanita itu cukup terkejut karena pria ini terlihat berbeda dengan terkahir kali mereka bertemu, saat Raiya berulang tahun yang ke dua. Jangan tanyakan mengapa karna seperti kata2 Elroy, Perusahan kecil Lucero itu yang membuat pria ini sperti tak punya cukup waktu.
Kecil? Bahkan Lucero international Grup masuk jajaran perusahan properti yang paling sukses di dunia.
Keyra meyambut kedatangan "Zayn, i miss u" ucap keyra lalu Zayn memeluk keyra
"Me too"
"Kenzo selalu posesif padamu Key?"
Keyra tersenyum "aku mencintai kenzo, biarkan dia dengan sikapnya... aku sama sekali tak keberatan. Karena kehadiranya sudah cukup bagiku" jelas Keyra atas pernyataan zayn.
"Hmm... Dimana Jessica?" Tanya Keyra yang tak menemukan keberadaan pasangan Zayn.
"Bisakah kita tidak membahasnya?" Ucap Zayn menuntun Keyra untuk duduk di dekat Max. Keyra cukup paham dengan semua perjalan hidup orang lain, dan itu membuatnya tak bertanya lebih lanjut. Karena raut wajah Zayn saat ini mampu menjelaskan bahwa ada sesuatu yang sulit di jelaskan.
"Hay Max!" Sapa Zayn mengangkat tangan di depan Maxim, untuk mengajak tosh high five.
"Wow.. kau datang daddy?" Max terlihat riang dengan kedatangan Zayn. Max hanya akan seperti itu dengan keluarganya.
Hanya keluarganya!
"Tentu, demimu son"
Max mencibir "demi aku? Bahkan Kau tak pernah lagi mengunjungiku"
Zayn tergelak benar hampir satu tahun ini ia tak lagi mengunjungi putra kesayangannya ini, Zayn mengelus puncak kepala Max.
"No daddy" tolak Max, menjauhkan kepalanya dari tangan Zayn "kau membuat rambutku berantakan" lalu Max kecil menyisir rambut pirangnya dengan tangan kanannya. Dan tingkahnya itu membuat Zayn gemas.
"Daddy Zayn.....!!!" suara melengking milik Raiya kembali mengema membuat semua mata tertuju padanya.
Bocah laki laki dengan mata biru itu merentangkan tangan lalu berlari kearah zayn yang sudah bertekuk lutut bersiap menangkap kedatangan anak keduanya.
Maksudnya anak Kenzo!
"I miss u daddy" ucap Raiya yang kini sudah berada di dalam dekapan zayn, Zayn mencium rambut pirang keponakanya. Karena sekarang wajah Raiya sudah tenggelam di dalam pundak Zayn.
"Me too son" Raiya enggan melepaskan pelukannya dan itu membuktikan bahwa bocah itu terlalu merindukan Zayn. Hingga pria itu hanya bisa menepuk nepuk pelan punggung Raiya.
"Hmm.. sepertinya ada yang melupakan ku dan anno" sekarang Viandry juga sudah berada di dekat Zayn.
Zayn tersenyum lalu merentangkan tangan untuk memeluk Anndry. "Kau bertambah tampan sayang" Zayn pria yang hangat dan itu membuat semua keponaanya sayang padanya.
Vianno dari tadi melemparkan tatapnya pada arah berlainan dan itu membuat Zayn cukup paham jika bocah laki laki itu butuh perhatian lebih. "Anno..." Vianno tetap bergeming ia terlalu marah kenapa tak di sapa padahal ia tepat berada di sebelah Max.
Zayn bukan tak ingin menyapa Vianno putra Elroy, ia baru menyapa Maxim lalu beberapa detik kemudian kedatangan Raiya mengalihkan tatapanya.
"Wah... ada yang marah ya" Zayn mengendong bocah laki laki berusia empat tahun itu. Sehingga membuat vianno berteriak.
"Uncel Zayn lepaskan aku!!, kau membuatku terlihat seperti anak kecil" teriakan Vianno di sela tawanya, karena Zayn membuat bocah kecil itu melayang.
TBC
maaf...
karena ay sibuk plus g sehat maklum ya 😭
minta doanya...
ponaan mas potong titid eh maksudnya sunat 🤣 jadi ya bikin acara gtu... mau g mau ay stay disana...
ay datang bawa 5 chapter...
semoga kangennya keobatin ya 🤣 halu deh halu...
taukan ay kalo ini ay ubah karena g suka story yang datar 🤣 ay mls bgt nulis yg simpel maunya ribet tapi gampang gimana critanya nurlela 🤣
komen ad yng komen " kamu g suka di panggil thor" alesanya bukan karena g suka sih. ay cma mau di anggap temen 🤣 biar pd gak nuntut story yang sempurna karena ay bukan penulis. ay ini cuma manusia yang hobby nafas dan beruntungnya bisa menulis apa yang ay fikirkan...
selamat membaca 5 chapter syg love u 😘
makasih udh nungguin Lauro dan atha update.
ay masi mikirin Zayn 🤣 ya udhalah ay bikin jadi suami ay aja 🤣🤣🤣🤣🤣 jesica bye 🤣