Take My Life

Take My Life
chapter 26



Nathalia baru saja turun dari motor Lauro, teriknya matahari menambah satu lagi penyesalanya, karena mengabaikan perkataan Lauro tentang mengganti pakaian.


Ia tetap keras memakai stelan dimgray yang meperlihatkan kaki jenjangnya, bersyukurlah tadi Lauro bersikeras memakaikan gadis ini jaket jeansnya. Hingga bisa menyelamatkan tubuh gadis ini dari jilatan ganas matahari.



Nathalia terpaksa mengulung lengan jaket itu hingga siku karena besarnya jaket itu hampir melahap seluruh lekuk tubuhnya.


Natahlia berjalan mengikuti kemana kaki besar milik Lauro itu menjauh.


Nathalia duduk di sofa hijau di stand pakaian ternama ini. Moodnya benar benar buruk, lalu dia di paksa berbelanja dengan dokter sinting mesum ini?


Bayangkan bagaimana ia bisa berbelanja dengan mood seburuk ini, setelah sebelumnya Lauro mengancamnya dengan acaman manis yang mengerikan.


"Ini cocok untukmu" ucap Lauro dengan menyodorkan A-line dress bermotif bunga. Dan itu membuat Nathalia yang dari tadi menompang kepalanya dengan tangan kiri, harus memijit kepalanya.


"Ini terlalu kekanakan L" protes Nathalia. Dress itu memang bagus tapi itu bukan gaya Nathalia lagi. Dress itu cocok di pakai oleh para remaja.


"Benarkah?" Tanya Lauro sambil mengamati dress itu. Ia menyentuh bibirnya dengan tangan kiri seolah mangut mangut mengiyakan perkataan Nathalia.


"Sepertinya tidak" Lauro menyodorkan pakaian itu pada Nathalia. Atau lebih tepatnya ia memaksa gadis itu untuk mencobanya.


"L!" Nathalia sempat protes dan yang di berikan Lauro adalah pengabaian karena mungkin Lauro tak ingin penolakan.


Dengan langkah kaki berat Nathalia berjalan memasukin fitting room. Baiklah sepertinya Nathalia harus mengikuti permainan Lauro. Toh ia tak rugi apa pun saat ini, karena lihat saja sekarang Dress yang ada di tangan Nathalia bisa membuat mu menganga dengan tag pricenya. Karena mungkin uang itu bisa memberi makan satu negara miskin.


Nathalia keluar dengan dress pilihan Lauro dan itu membuat senyum puas kebanggan Lauro merekah.


"Kau akan lebih cantik jika masih mengenakan pakaian seperti ini"


Kau hanya membuatku terlihat seperti gadis naif dan bodoh L!. Rutuk Nathalia dalam hati.


Lalu kekesalan Nathalia bertambah saat dua pelayan mendorong stand hanger singel rak baju protebale ke arahnya. Yang Nathalia yakini pakaian seperti gadis bodoh adalah isinya.


Nathalia menatap Lauro dengan tatapan tajam seolah mengatakan -apa yang kau lakukan brengsek **** sialan?!!!


Dan tatapan Nathalia membuat Lauro harus mati matian mengigit bibir bawahnya untuk tak tertawa saat ini. Gadis ini cantik saat sedang marah. Pria itu berdiri tak jauh dari Nathalia dengan dua tangan masuk kedalam saku jaket kulit, dan memberikan Ekspresi wajah tanpa dosa.


"Cobalah, kau akan lebih cantik dengan semua pakaian itu" Lauro memberikan jalan pada dua pelayan itu untuk melewatinya, karena mereka sempat terhenti karena tatapan menakutkan dari Nathalia.


Nathalia berjalan ke arah Lauro mengabaikan dua pelayan itu, ingin rasanya ia memukul kepala pria sialan ini dengan sepatunya.


"Ada apa baby?"


"Kau ingin mengubahku?!" Nathalia menatap Lauro dengan tatapan penuh selidik.


"Tentu!" Ucap Lauro enteng.


See.. Nathalia sudah menduga, sepertinya dia di peralat. Lauro tak benar benar menginginkannya. Pria itu hanya ingin dia menjadi seseorang yang bahkan Nathalia tak tahu siapa itu.


Apa pria ini masi di hantui bayang masa lalu? Tapi siapa? Mengingat tak ada satupun wanita yang berhasil dalam dekapan di hadapan publik.


"L" panggil suara merdu nan lembut yang membuat Lauro dan Nathalia menoleh kearahnya. Netra mata indah itu menangkap sosok gadis cantik dan pria tinggi super tampan di belakangnya.


"Hey Emily" Sapa Lauro mendekati dan mendekap tubuh kecil milik Emily, seperti pergerakan seorang kakak laki laki terhadap adiknya. Tapi seolah mengabaikan Lauro karena gadis itu hanya tersenyum sekilas lalu tetap menatap Nathalia dengan tatapan tak percaya.


Ini adalah versi cantik dari Evgania Elsa Mclan, Jika Evgania memilik kulit eksotis gadis spain dan mata hazel, gadis ini memiliki mata biru indah dan kulit putih menjadi nilai plusnya.


Bahkan seorang Emily Barack model cantik itu, mengakui keelokan rupa wajah yang Nathalia miliki. Namun sedetik kemudian Emily mengelengakan kepalanya untuk menghalau pembenaran atas cantik palsu ini. Gadis ini penipu setidaknya itu yang selalu bertengger di kepala cantiknya.


"L dia--"


Emily benar benar tidak ingin mendengar kalimat yang baru saja Lauro ucapakan, apa lagi senyuman manis Nathalia, bisa di katakan emosi gadis itu sudah sampai di ubun ubun.


Lauro tak bodoh, ia bisa melihat raut terkejut kesal dari Emily yang tak bisa di tutupi gadis itu. Lauro menatap Evan untuk mencari solusi agar gadis biang masalah ini tak membuat keributan.


Dan ia yakin jika dua gadis keras kepala ini bisa menghancurkan mall megah ini. Jika sampai percikan api itu mengobar. Lihat saja tatapan tajam Emily terhadap Nathalia.


Awalnya Nathalia sempat tersenyum menyambut kedatangan mereka, dan itu membuat hati Lauro sedikit tertohok. Karena gadis ini ternyata masi memilik sisi manis terhadap orang lain. Tapi lihat sekarang sambutan tajam dari Emily membuat Nathalia memberikanya Ekspresi seolah ia siap menelan Emily bulat bulat.


"kalian datang bersama, Evan?!" Evan cukup pintar untuk mengetahui kode dari pertanyaan Lauro barusan.


"Huh" Evan tersadar dari drama tatapan kedua gadis ini, jika saja tatapan itu berbentuk benda sudah di pastikan toko ini akan penuh dengan darah "iya.. aku bersamanya"


"Baiklah... kami pergi dulu! Aku yakin kalian sedang sibuk, lanjutkan" ucap Evan menarik lengan Emily hingga gadis itu mau tak mau mengikuti langkahnya, karena sebelumnya Lauro memberi isyarat pada Evan untuk segera membawa gadis ini pergi dari sini.


Setelah keluar dari toko itu membuat emily sedikit mengerutu dan itu membuat Evan bosan. "Tutup mulutmu atau aku akan memperkosamu di sini" Ancam Evan berusaha menakuti gadis itu. Tapi ia tak bisa menahan keterkejutanya saat tanganya di dekap oleh tubuh gadis ini.


Senyum manis yang selalu Evan elakan selama ini tepat berhenti di depanya, "benarkah?" Dan perkataan Emily membuatnya harus memutar bola Matanya.


Ia salah mengancam seorang gadis.


Gadis ini sinting!


Segera Evan melepaskan cekalan tangan Emily di lenganya dan melangkah lebar berjalan meninggalkan gadis itu.


"Evan!"


"Evan" Emily terkekeh geli seraya mempercepat langkahnya guna mengejar Evan yang telah berjalan jauh didepanya. Emily akhirnya bisa sampai di samping Evan dan menatap pria itu dengan senyumannya.


"Benarkah?"


"Kapan?"


"Aku mau!"


Evan melihat gadis itu dengan tatapan malas. Ia benar benar malas jika harus berhadapan dengan gadis yang sinting ini sekarang. Bagaimana bisa seorang gadis dengan sesenang itu saat di ancam akan di perkosa.


Evan yakin gadis ini adalah gadis paling gila yang pernah tuhan ciptakan. Jika tak mengingat dia adalah adik Mathew sudah di pastikan ia akan 'memakai' gadis ini saat ini juga.


Jangan lupakan jika Evan adalah pria normal dengan segala kebutuhan biologisnya.


TBC


semua readrs di undang untuk datang ke nikahan Lauro besok jam 10 malam 😂😂😂😂😂 dress kode piyama!


what! piyama?


iya karena ciwi2 cantik harus tidur jam 10 malam. biar g mata panda sayang 😘 masuk ke alam mimpi di kondangan abang Lauro 😂😂😂😂



emang udah g bisa ketolong lagi imutnya si abang in loh 😒



ini lambat karena Review y syg... selamat berlibur 😘 besok ay mungkin lambat up ya.. maaf banget karena ay bsk mesti balik ke pekanbaru..


kalo udh disana udah pasti kelayapan mulu 🤣 ga bakal bisa stay di rmh 😭 maap ya.. love u all jan kapok buat stay di sini 😘