
Dentuman keras musik di club itu cukup memekan telinga. Lantai dansa terlihat di penuhi muda mudi yang kini tengah larut mengerakan tubuhnya mengikuti alunan music reggatón lento by cnco ft littel mix yang sudah di mix oleh disk joke Remos.
Beberapa wanita nyaris naked sedang sibuk meliukan tubuhnya di strip club. Dan pria pria hidup belang menyaksikan itu dengan nafsu yang mengebu. Jangan lupakan pasangan yang sedang bercumbu tanpa rasa malu.
"Dia benar benar menyebalkan!!!" Pekik Nathalia ketika baru saja meneguk margarita dengan tangan masih menggengam Erat coktail glass.
Terjawab sudah pertanyaan yang ada di kepala Ami saat ini. Gadis bermata biru itu sejak tadi merengut tak suka, apa lagi sheath dress berwarna hitam menunjukan hatinya sedang berkabung.
Tak salah bukan? Jika dulu hati dan hidupnya telah mati dan sekarang di tambah dengan kebebasanya sebentar lagi yang akan menghadap Ilahi.
"Brandy?" Tawar Ami, menggeser gelas goblet dengan cairan brandy dan es batu di dalamnya. Ami tak tahu apa masalah yang sedang di hadapi Nathalia tapi sepertinya itu sangat berat.
"Terimakasih, tapi tidak... itu terlalu berat"
Ami tersenyum, "masalah yang kau hadapi ini belum melewati batas berat minuman ini, nikmati saja. Bagaimana kita turun ke lantai dansa?" Ucap Ami yang sudah turun dari bar stoole dengan kepala mulai mengikuti rentak music yang di mainkan disk joke.
"Permisi"
Suara bariton ini! Benar suara bariton ini pasti selalu di dampingi oleh senyum khas itu.
Ami menyentuh lengan Nathalia untuk berbalik melihat siapa yang datang. Dia penghuni tetap Room VVIV Ramzzmatazz salah satu club malam terbaik di dunia, dengan 6 ruangan berbeda dan memainkan musik yang berbeda. Tak tanggung tanggung club malam ini adalah club malam terbesar dengan luas hampir tiga belas ribu kaki. Fantastis
Semua yang disana tahu siapa dia, Dokter muda tampan dan Ahli waris rumah sakit ternama. Tapi ada hal yang berbeda, biasanya pria ini tidak akan mau turun hanya untuk mencari wanita.
Nathalia menggeser tangannya dari sentuhan Ami dan merasakan jika Lauro sedang menatapnya.
"*****, lihat siapa yang datang"
Nathalia yakin, sekarang Ami pasti berbunga bunga karena dari dulu ia selalu mengidamkan bermain dengan salah satu penghuni ruangan itu. 'Ons' pun tak menjadi masalah baginya.
Sinting!
"Bisakah kita pulang sayang?"
Kalimat sederhana yang tak terlalu romantis membuat siapa saja yang mendengar membelalakan mata? Bagaimana bisa Ratu dan Raja pemain ini menjalani suatu hubungan?
Jika ini serius, mereka tak sabar siapa yang akan tersakiti dalam hubungan ini, karena skill Lauro adalah di 'memakai' dan Nathalia ada di skill mematahkan hati pria.
Nathalia bahkan tak bisa mencakar wajah pria ini sekarang, karena banyaknya tatapan mata, bisa jadi ini akan menjadi topik hangat di Granada jika itu benar terjadi.
"Jangan keterlaluan" kata Nathalia pada Lauro, turun dari bar stoole menyentuh lengan Ami sebagai ucapan perpisahan lalu berlalu meninggalkan Lauro di belakang.
"Sampai jumpa cantik" Lauro mengedipkan matanya sebelum menjauh dan mengikuti langkah Nathalia.
Suasana besment sepi dan dingin menyambut sepasang anak manusia ini. Nathalia berhenti menunggu Lauro untuk menunjukan dimana mobil pria itu berada.
Beberapa saat Lauro tak kunjung muncul, Nathalia hampir berbalik, tapi saat itu juga sebuah jaket kulit hangat menyelimuti kulitnya. Menuntun tangan Nathalia untuk berhenti tepat di depan sebuah motor sport.
Kau bercanda L? Motor?
"Aku tidak memiliki mobil seperti yang ada di kepala cantikmu itu"
'r u kidding me?
rumah sakit dengan pusat kendali yang berada di Granada spain dan memiliki 40 cabang rumah sakit di belahan dunia. Sepertinya cukup untuk lauro morales menyetarai kedudukan para sahabatnya. Yang notebene adalah bilionaire kelas dunia. Dan dia tidak memiliki mobil? Apa pria ini sedang merendah atau sebenarnya dia ingin menyiksa Nathalia.
Oke, spertinya pilihan kedua Adalah yang paling realistis.
"Aku yakin kau menyetujui perjodohan ini hanya untuk menyiksaku! Buktinya saja sekarang kau sudah melancarkan serangan mu! Sebenarnya apa salahku? Apa mengangguku setiap hari tak cukup bagimu?!" Pekik Nathalia frustasi
Lauro yang hampir saja menaiki motor sport itu menghentikan pergerakannya, lalu menarik Nathalia mengunci tubuh ramping itu di samping motor sportnya.
Tangan Lauro meraih kedua tangan Nathalia lalu menciumnya, tentu tindakan Lauro ini membuat Nathalia tekekejut dan jantungnya mengambil peran berlebihan.
Tenang tha, pria brengsek ini adalah player mematikan. Tetap fokus jangan menjadi salah satu korbanya.
"Aku tidak pernah berniat untuk menyakiti hati wanita manapun"
"Menurutku mereka terlalu berharga untuk menjalani rasa sakit"
"Bagaimana bisa aku tega menyakiti gadis yang mampu memberikan kehidupan baru padaku?" Ucapannya sambil terus menatap mata Nathalia. Nathalia akui pria ini adalah ladykiller terbaik.
"Aku tidak mengaturmu, bahkan kau bebas melakukan apa pun yang kau mau. Hanya kau yang tau apa yang terbaik buatmu"
"Ini hari liburku, apakah salah jika aku hanya ingin bersamamu?"
"Jika bisa jujur aku tak ingin kau di lihat siapa pun. Tapi aku sadar bahwa bidadari tak bisa di miliki siapa pun, aku hanya beruntung berada di posisi calon suamimu" wajah Lauro memangkas jarak di antara mereka
Nathalia bungkam, bahkan tak ada sepatah kata pun yang bisa ia kluarkan untuk menghentikan situasi ini.
"Aku Rasa kau tak terlalu bodoh untuk menyadari pesonamu sendirikan? Lanjutnya, sekarang kedua kening mereka bersentuhan, bahkan Nathalia merasakan deru nafas Lauro menyentuh wajahnya.
"Bahkan mata ini mampu membuat pria mana pun bertekuk lutut, termasuk aku" Lauro menarik wajahnya dan mecium mata kiri Nathalia.
"Aku takkan pernah mengurungmu, tapi bisakah yang menyentuhmu hanya aku?" Kali ini ciuman itu mendarat mulus di mata kanan nathalia.
"Dan hanya aku yang boleh meciummu" Lauro mencium bibir ranum Nathalia dan kemudian menyesap secara perlahan, seperti ia menyesap sampanye mahal bahkan ia tak bersedia kehilangan sedikitpun.
Lauro mengigit bibir bawah Nathalia sehingga bibir itu terbuka dan secepat mungkin memasukan lidahnya menyentuh lidah Nathalia. Menikmati segala rasa tang ada di dalamnya. Sekarang Nathalia akui bahwa Lauro Adalah pencium yang handal.
Nathalia mengerang, ia tak menyangka hanya dalam beberapa detik ia bisa jatuh tanpa bisa berkutik. Bahkan sudah beberapa pria yang berkencan denganya tak pernah mendapatkan lebih. Hanya axelin yang pernah membuatnya jatuh seperti ini.
Dengan mengingat Axelin, membuat Nathalia mempunyai kekuatan untuk mengakhiri rasa nikmat ini. Nafas mereka beradu saat bibir itu terlepas.
Jika pria lain akan marah, berbeda dengan dokter ini. Dia tersenyum mengelus pipi Nathalia dan mencium bibir itu sekilas.
"Aku tak suka mengendarai mobil, kurasa karena aku tak ingin kehilangan dekapanmu. Dengan motor kau akan terus memelukku sepanjang jalan"
Lauro menaiki motor sportnya. Menarik tangan kiri nathalia dengan tatapan sayang. Sehingga wanita itu hanya menurut.
"Good girl"
"Mama minta kita kerumah" kata lauro yang mulai menstater motor, mendengar Lauro menyebut maria dengan sebutan mama membuat Nathalia memutar matanya.
"Terserah"
"Peluk"
"No"
"Kau akan menyesal"
"Tida--"
Ternyata Lauro masuk katagori tak terdekteksi, saat ia sudah mengucapkan kalimat ancaman itu Lauro langsung menaikan kecepatanya untuk melaju. Itu membuat Nathalia mau tak mau memeluk pria di depanya ini.
Mendunduk melihat dekapn tangan Nathalia yang terbungkus jaketnya, lalu Lauro tersyum samar meninggalkan bangunan besar itu untuk masuk ke jalan raya.
TBC
banyak yg nnya ay ini jurusan apa? Ay ini jurusan Teknik informatika 😂 krjaan beberapa tahun jadi admin dan beberapa bulan ini resmi jadi pengangguran centah 😂 jadi ibu rumah datar karena sumpah demi ikan yang berenang rumah ay g ad tangganya 😂😂😂
Eak2... baper 😂 makan dlu centah ntar kena magh loh 😂 😂
lagi mikirin uang hantaran bg? 😂😂😂