Take My Life

Take My Life
chapter 15



MR.Romanve Terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan Maria di sisinya. Ray duduk di sofa singel dengan tab di tanganya, bisa di katakan Ray cukup sibuk karena ia baru saja bekerja di perusahaan Rich.


Dan Nathalia, duduk dengan middle dress berwarna plum di sofa panjang yang tak jauh dari Ray. Tak ada sepatah kata pun yang terlontar.


Setidaknya karena Nathalia selalu menenteng kata 'Hanya untuk kali ini' setelah perjodohan ini, dia akan melakukan semuanya dengan caranya sendiri. Yang jelas dia telah menurut permintaan Maria dan Rich.


Lalu bagian penolakan akan di lakukan oleh pria yang di jodohkan padanya. Haha.. sempurna bukan? Bisa di katakan lelaki mana yang sanggup menolak wajah sepertinya. Tapi takan akan ada mertua yang akan menerima wanita sepertinya, kita lihat saja nanti. Setidaknya itu rencana manis yang di fikirkan Nathalia.


Pintu kamar terbuka, menampilkan pria dan wanita paruh baya dengan keelokan wajah yang abadi. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Nathalia. Melainkan


Dokter ini?


Apa ia harus mengecek kondisi ayahnya sekarang? Saat akan ada pertemuan keluarga?


"Selamat malam MR.Romanove" sapa pria baru baya itu yang menghampiri Rich yang tegeletak di ranjang rumah sakit.


"Selamat malam MR.morales"


Johan menahan supaya Rich tetap berbaring, karena pria tua itu hendak memaksakan diri untuk bangun.


Ray telah meletakan Tabnya diatas meja dan menyusul Mr. dan Mrs. Morales yang berdiri di sisi ranjang Mr. Romanov.


"Bagaimana keadaan anda?"


"Lumayan membaik berkat perawatan dokter handal ini"


"Anda terlalu memuji tuan"


"Papa" bantah Mr. Romanove "karena sebentar lagi kau akan menjadi menantukku"


Demi apapun Nathalia merasa hari yang cerah ini, petir menghantam kepalanya.


Menantu?


Dokter stranger ini?


Bisakah Nathalia sekarang menengelamkan dirinya kerawa rawa? Pria yang sangat sulit untuk di hindari bahkan dengan ucapan kasar?!


"Tha sini sayang" panggilan maria ketika melihat Nathalia yang sudah melemparkan tatapan padanya.


"Wah cantik sekali, keputusanmu benar" ucap sella pada Lauro yang ada di sebelahnya.


"She's like an angel" ucap Lauro membuat semua yang ada di sana tertawa selain Nathalia.


WAIT!!!


Ray?! Sejak kapan pria ini ikut komplotan Rich dan Maria? bukankah Ray selalu anti dengan pria yang mendekatinya?


Bahkan X, Harus dua tahun menyakinkan Ray untuk menjadi kekasih Nathalia. Tapi apa yang terjadi sekarang. Alih alih Ray menghajar pria itu, dia malah terlihat sangat akrab pada pria yang sedangan mengenakan kemeja Denim chambray dengan kedua lengan yang di lipat hingga siku.


Kau penghianat ray!


Nathalia merasa kehilangan prianya sekali lagi karena Ray tak lagi berada di pihaknya.


Selanjutnya yang terjadi adalah, para orang tua membicarakan apa yang mereka anggap penting untuk rencana perjodohan, putra putri mereka. Sedangkan Nathalia, Ray dan Lauro yang duduk di sofa hanya saling bertatapan dengan tatapan yang sangat kontras. Ralat! Maksdunya hanya Nathalia dan Lauro.


Sedangkan Ray sudah beranjak lima menit yang lalu karena sebuah telfon. Pria itu harus kerja Extra untuk mengamblikan perusahaan Ayahnya yang hampir bangkrut.


Buang jauh jauh fikiran tentang tatapan dambaaan penuh cinta, karena dia, Nathalia. Nathalia menatap Lauro dengan tatapan membunuh. Sedangkan Lauro menatap dengan tatapan geli menahan tawa.


"Wah sepertinya kita sudah terlalu jauh" ucapan johan menghentikan tatapan Nathalia, karena kalimat setelah itu adalah namanya.


"Nathalia, Bagaimana pendapatmu tentang Lauro?"


"Atha gadis yang baik, dia akan menurut pada pejodohan ini" karangan bebas Maria menambah satu lagi kekesalan Nathalia. Tak ada yang bisa ia lakukan selain tersenyum pada orang tua dokter stranger ini, yang di ketahui bernama johan morales dan sella morales


"Bagaimana pendapatmu dokter?"


Lauro berdehem, mungkin jika di lihat dari kaca mata orang normal. Lauro adalah sosok yang paling sempurna lihat saja cara ia berbicara tapi tidak berlaku untuk Nathalia.


"Lauro!, mama bisa memanggilku dengan sebutan Lauro"


Tunggu, mama? What the hell.. aku tau kau brengsek tapi apakah kau harus memaikan peran sebagus ini?!


Mendengar jawaban Lauro maria hanya tersenyum, bisa di katakan bahwa pilihan ini takan pernah di sesali Nathalia.


"Lauro tak akan menolak, karena dia ---"


"Bagaimana bisa aku menolak jika mommy menjodohkan ku dengan bidadari secantik Nathalia?" Ucapan Lauro diikuti gelak tawa dari kedua orang tua mereka.


Percaya atau tidak Lauro menyukai apa yang baru saja ia lontarkan saat ini. Tatapan membunuh Nathalia mampu membuatnya menahan kekehan yang teramat dahsyat untuk menjaga wibawanya di depan calon mertuanya.


Mertua?


Yeah, Let's call it that.


"Kapan waktu yang cocok untuk pertungan?"


"Bagaimana jika awal bulan? Jadi aku bisa menikahinya di akhir tahun, Mr.ro hmm maksudku papa juga sudah lumayan mendingan pada saat itu" jawaban Lauro menghasilkan jerit tawa dari kedua ibu mereka. Jangan tanyakan Nathalia karena jika bisa bola mata itu keluar dari tempatnya.


Lauro harus mati matian mengigit bibirnya untuk tak tertawa lebar saat ini, tapi usahanya nihil! Bibir itu telah di desain oleh tuhan untuk menampilkan senyum indah.


Nathalia merasa sepertinya sesuatu tak kasat mata mencekik lehernya, mengambil air di atas meja lalu meneguknya, tapi yang terjadi setelahnya adalah ia tersedak,


Dan membuat Lauro bangkit dari tempatnya berpindah pada Nathalia di seberang meja.


"Kau tak apa apa sayang?"


Sa.. sayang? Nathalia membulatkan matanya lalu menatap Lauro - I want to kill you!!!


Lauro mengabaikan aura mengerikan yang di tampilakn Nathalia, ia memilih menepuk pelan punggung Nathalia dan mengelus punggung naked Nathalia. Lauro merasa ada serangan listrik saat ia menyentuh 'itu', wajar bukan L adalah pria normal.


Bukankah tipe pria hanya ada dua? Homo dan ****, dan Lauro dengan senang hati memilih ****. Karena jika homo, bahkan tuhan juga melarang hal itu.


"Kau serius L?" Tanya sella dengan senyuman sumrigah.


"Tentu saja mom. Lebih cepat lebih baik karena aku tak mau mengambil resiko Nathalia akan berubah fikiran dan memilih yang lain"


Nathalia berfikir mungkin Lauro sering memberikan bibir itu Lotion, karena ucapanya mulus dan lembut, tapi sangat memuakkan!!!


"Bagaimana denganmu Tha?" Itu Ray ternyata pria itu telah masuk ke dalam ruangan sejak beberapa saat yang lalu.


Pertanyaan itu membuat Lauro berfikir, sepertinya pria ini belum rela melepaskan adiknya, mengingat bagaimana Lauro dan bukankah perempuan dalam keluarga akan menjadi gadis kecil, meskipun telah tumbuh dewasa?


Nathalia melarikan tatapanya pada Maria dan Rich, lalu berakhir pada sella yang tersenyum padanya.


"Baiklah" jawab Nathalia malas, ia yakin saat ini jika ia menolak dia akan yang akan di salahkan. Dan yang terjadi akan sama saja. Jadi ia sudah menyiapkan rencana untuk menggagalkannya nanti.


TBC


hiya hiya kemaren ada yang komen jangan story tentang perjodohan karena dia udh terlalu sering baca story perjodohan 😂😂 maap kk.. malah atas larangan itu ay bikin. keknya ay harus punya 1 novel tentanh itu wkwkw... seperti biasa larangan itu tercipta untuk di langgar 😂


komen yang banya ya syg.. sebelum ay sentil ginjalnya 😂