Take My Life

Take My Life
chapter 22



Nathalia melangkahkan kakinya menuruni anak tangga yang menuntunnya menuju ballrom rumahnya. Ruangan biasa yang telah di sulap menjadi ruangan pesta yang cantik, mengusung tema Gold and white.


Ray berjalan di sampingnya dengan mengandeng tangan Nathalia, Gadis itu terlihat mengumbar senyum manis pada setiap tamu undangan, tak ada satu pun yang tahu bahwa sebenarnya Nathalia sangat ingin menangis saat ini.


Bola mata cantik di bawah bulu mata lentik itu menjelajah setiap ruangan dan menemukan Lauro yang terpaku melihatnya menuruni Anak tangga.


Bisa di katakan saat ini, siapa yang sanggup mengalihkan padanganya dari Nathalia, gadis dalam balutan gaun mini berwarna gold, rambut yang di tata rapi layaknya peri, sepasang Hell berwarna senada dengan gaun, membuatnya terlihat begitu sempurna. Hingga semua yang ada di sana seperti terhipnotis menatapnya.


"Kau cantik!" ucap Lauro saat Nathalia telah berada di hadapanya.


Tak bisa munafik, Nathalia memang selalu mendengar rayuan dari bibir sensual itu, tapi setiap kata dari bibir Lauro yang terdengar tulus mampu Membuat pipi Nathalia di penuhi semburat merah,


Tolong jelaskan bagian mana dari pria ini yang bisa membuatnya berpaling? Senyum yang manis, wajah yang tampan, status yang mapan dan sikap yang lembut mampu membuat siapa pun wanita di dunia bertekuk lutut padanya.


Tapi sepertinya Nathalia tak bisa sesenang itu menjalani khidupan baru karena kepergian seseorang. Pasti selalu akan ada yang tersakiti dengan sebuah perpisahan apa lagi takdir yang buruk, dan Nathalia berada di posisi itu sekarang.


Lauro memasangkan cincin pertunanganya pada gadis itu, dan pas. Sebuah cicin dengan permata merah delima sangat cocok dengan jari lentik Nathalia. Jelas sekali ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi Nathalia. Setahun yang lalu jari ini sempat melingkar cincin manis bermata biru safir yang terpaksa Nathalia simpan.


Kecupan manis bibir Lauro mendarat lama di tangan Nathalia sesaat setelah pria itu memasangkan cincin. Itu memancing semua godaan dari para tamu.


"Jangan pernah melepaskanya, hanya aku yang bisa melepaskan ini" ucap Lauro sembari memberikan senyum penuh pesona pada Nathalia. Nathalia berdebar dan itu membuat kalutan batin yang tak menentu pada gadis ini.


Sekarang giliran Nathalia yang memasangkan cincin itu pada jari Lauro,


"Kau wanita yang luar biasa" ucap Lauro pelan tapi mampu di dengar oleh Nathalia. Entah kenapa dada Nathalia menghangat sepertinya pria di depanya ini menyadari kegugupan dan kegundahan hati Nathalia


Lalu tangan kokoh Lauro menarik belakang leher Nathalia ke arahnya dan mengecup kening Nathalia penuh sayang.


"Terimakasih karena mampu bertahan sampai saat ini" dan saat itu pertahanan Nathalia hancur, dari tadi ia hanya ingin menangis. Tapi kelembutan Lauro membuat seolah menemukan senderan baru untuk dirinya yang rapuh.


Tangan kiri Lauro maju kedepan membingkai wajah kecil Nathalia menghapus tetesan kristal bening yang tak sanggup lagi ia tahan.


"Kau bisa keluar dari belenggu masa lalumu"


Nathalia sadar betul bahwa Lauro seperti selalu memberikan dukungan padanya, melindungi dirinya, tapi untuk apa? Jika pria ini bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari Nathalia.


Dan yang lebih penting!


Setiap Rayuan manis itu, Lauro tak pernah mengatakan bahwa dia mencintai dirinya.


Sebenarnya untuk apa perjodohan ini untuk lauro?


Sepanjang pesta Lauro mengaitkan tangan Nathalia pada lenganya, seolah olah ia tak ingin berpisah dari gadis itu walaupun sedetik. Ia membawa Nathalia bertemu kerabatnya lalu berakhir pada sahabatnya, Evan, Xavier, Matthew, dan Elroy.


"Wah sepertinya akan pensiun dude!" Sindir Evan


Dari pada mengeluarkan kata, Lauro lebih memilih mengedipkan matanya pada Evan, seolah memberi kode untuk menghentikan basa basi murahan itu.


"Selamat" ucap Elroy yang sedang menggendong putranya yang Lauro yakini adalah Vianno karena tatapannya sama persis seperti ayahnya, tajam!


"Terimakasih" ucap Nathalia, Nathalia mengetatkan pegangan tanganya pada Lauro karena merasa terintimidasi oleh tatapan Matthew pria dengan bola mata hijau itu menatapnya tanpa berkedip.


"Bola matamu bisa jatuh jerk!" Senggol Xavier pada tangan Matthew yang hampir membuat wine di tangan pria itu hampir terjatuh.


"Oh sorry, selamat" ucap Matthew datar lalu berlalu pergi, sekilas dari yang Natahalia tangkap matthew berjalan dengan mengosok tengkuknya, seolah benar benar ada yang benar benar mengganggunya.


Lauro menatap kepergian Matthew, Lauro tahu matthew pasti terkejut melihat Nathalia, lalu pandanganya beralih ke arah Nathalia "Karena kau terlalu cantik" bisik Lauro sedikit merunduk.


Dan jawaban singkat itu membuat Nathalia jengah, ingin sekali ia cepat menyelesaikan acara pertunangan ini.


Sekarang Lauro dan Nathalia berjalan lagi menyapa para tamu dan sekarang mereka berdua berdiri di tengah ruangan, sembari menampilkan senyum manis. Seolah mereka berdua benar benar bahagia. Ralat! Mungkin hanya Lauro yang bahagia, karena sepertinya pria itu memang tak pernah menampilkan apa itu raut yang lain selain senyum indah menawan.


"Wah temanmu banyak sekali ya" ucap Lauro sesaat setelah ia menyapa Ami dan pasanganya.


Jelas itu sindiran telak, di saat kerabat penting dan sahabat Lauro hampir memenuhi rumah besar Nathalia. Sedangkan kenalan Nathalia hanya Ami dan kluarga besar Nathalia, dari penglihatan Lauro, Nathalia tak begitu dekat dengan keluarga Romanove.


"Ku rasa bukan urusanmu tuan" Ucapan Nathalia yang membuat Lauro tergelak, mungkin bisa di katakan hanya Nathalia yang selalu membangun benteng padanya. Padahal berkali kali Lauro yakini wanita itu hampir jatuh padanya.


"Jelas itu urusanku, karena sebentar lagi nama belakang mu akan berganti dengan Nama morales nona manis" ucap Lauro mantab karena lebel morales pasti akan si sandang Nathalia tak lama lagi.


"Kau tidak punya teman kuliah atau sejenisnya?"


"Aku home schooling"


"Karena?"


"Aku pernah menjalani perawatan waj .... tunggu kenapa aku harus menceritakan semua padamu" protes Nathalia saat tersadar dengan apa yang ia katakan.


"Karena sebagian dari dirimu telah menerimaku baby" ucap Lauro lancar penuh percaya diri,


Heh.. memangnya siapa wanita yang pernah menolaknya?!


"Ck! Kau terlalu percaya diri!"


"Bukan percaya diri baby... sebagai manusia kita harus menyadari kelemahan dan kekuatan dalam diri kita baby" Nathalia membuang mukanya ke arah lain tapi tetap menampilkan senyum manis.


Nathalia sadari Lauro memang bukan tandingannya dalam beradu argumen, sebagai dokter bedah Terkenal dan ahli waris tunggal Rumah sakit besar, Lauro pasti sudah terlatih untuk menghadapi lawan bicaranya, tentu saja Lauro akan dengan mudah membalas semua serangannya.


"Apa kekuatanmu?"


"Tampan"


Ucapan Lauro membuat Nathalia memberikan senyum meremeh, karena jawaban itu yang pasti di berikan Lauro, merasa tak puas Nathalia bertanya lagi.


"Lalu apa kelemahanmu?"


"Aku tak bisa terlihat jelek" ucapan Lauro tersenyum dan mengangguk saat sepasang tamu menyapa mereka.


See.. Nathalia berani bertaruh bahkan di muka bumi ini, manusia dengan tingkat Kepercayaan paling tinggi hanyalah Lauro bahkan tak ada satu manusia pun yang mampu menandinginya. Never!


Mungkin selain di desain menjadi pria dengan senyum yang tak lekang oleh waktu, pria ini juga di desain menjadi pengagum diri sendiri.


TBC


cie libur lagi 😂 selamat rebahan bebe 😂