Take My Life

Take My Life
chapter 28



Mentari muncul malu malu di balik awan, lalu sinarnya juga sempat di tahan oleh dedaunan dari pepohonan yang tumbuh subur di halaman mansion besar johan morales.


Seolah matahari hari ini ingin mengatakan pada semua makhluk bumi, tersenyumlah karena masi ada aku yang menemanimu, tapi nyatanya pesan itu tak tersampaikan pada hati yang kini tengah gundah.


Lauro melangkah pelan saat manik mata hitamnya menangkap seorang gadis cantik layak bidadari berdiri di depan pagar balkon, tempat santai outdoor keluarga morales. Bukan cuma Nathalia yang menjadi satu satunya fokus Lauro saat ini. Bahkan Lauro sempat heran karna biasanya balkon ini dulu belum seluas itu.


Itu karena Lauro terlalu berbakti, ia hanya akan pulang saat Sella murka dan mengancam akan mencoret namanya dari daftar ahli waris.


Lauro mempercepat langkahnya menemui Nathalia, sayup sayup isak tangis juga menderu pendengaran Lauro dan menciptkan senyum samar di bibir pria itu.


"Tha..." Lauro berjalan mendekat, pria itu menoleh ke Nathalia. Diam diam menatap gadis itu lekat.


Nathalia masi diam tak langsung menyahut, ia menyiapkan hati dan mental terlebih dahulu.


Lauro melihat jelas wajah Nathalia saat ini yang di penuhi air mata yang sudah mengalir membasahi pipi, hening tercipta cukup lama sampai...


"Menangis?" Tanya Lauro pelan.


"Seperti yang kau liat" dengus Nathalia, ia tak ingin berdebat! Sungguh


Angin berhembus menerpa wajah Nathalia, memainkan helaian rambut Nathalia yang terlepas dari sanggulnya.


Lauro berbalik sekarang posisinya membelakangi pagar, lalu tangan kanannya menghampus butiran air mata di pipi Nathalia "aku tahu kau sanggup" ucap Lauro setelahnya.


Nathalia menoleh meneliti wajah Lauro, Lauro membalas senyumanya.


"Jangan ukir cinta di hatimu, ukirlah cinta di otakmu. Karena jika ia terukir abadi hati, kau takan pernah bisa hidup, itu sangat menyakitkan"


Nathalia sempat berfikir jika Lauro mendekatinya karena alasan yang jahat, tapi sampai detik ini sikap Lauro pasti mematahkan hal buruk itu.


Dia orang baik, hidupku, L bisa saja melepaskan pegangannya. Tapi dia malah meraih berulang kali walaupun aku menepis kasar. Benarkah dia bersungguh sungguh ingin menjaga hidupku?


"L bisakah kau jujur padaku? Kenapa kau melakukan ini semua?"


"Yang mana?" Tanya Lauro pura pura bingung.


"Kenapa kau masuk dalam hidupku?"


"Karena aku ingin menjagamu"


"Sejak kapan?"


"Sejak dulu"


"Aku serius L"


"Aku lebih serius baby" ucap Lauro bersungguh sungguh bahkan tak ada keraguan dari mata dan suara pria itu.


"Tapi untuk apa? Kau bisa mendapatkan cinta di luar sana. Bahkan tak sedikit wanita yang ingin masuk dalam pelukanmu. Aku tahu kau di cintai banyak wanita"


"Aku tidak butuh wanita yang mencintaiku. yang aku butuhkan hanya wanita yang mncintai dirinya sndiri. jika dia sudah bahagia dia baru bisa membahagiakn orang lain. Karena dia yang mencintai orang lain, terkadang lupa mencintai dirinya sendiri. Aku tidak ingin menikahi wanita yang mempunyai bintik hitam di hatinya"


"Dan aku tak mencintai diriku"


"Kau mencintai dirimu"


"Bagaimana kau bisa mengenalku bahkan aku saja tak mengenal diriku sendiri?"


"Melakukan apa pun sesukamu itu sudah masuk mencintai diri sendiri"


"Tapi sekarang aku tak melakukan apa pun sesuai mau ku, contohnya dengan menikah denganmu" Lauro sempat di buat terkejut dengan perkataan polos gadis di depanya.


Ia tak tahu jika Nathalia memang masi sepolos ini atau memang dia seperti itu. Karena beberapa kali saat dia mengamati gadis itu dulu. Lauro tetap tak bisa mengenalinya karena Nathalia masih di miliki pria lain.


"Percayalah, hampir seluruh dari tubuhmu sudah menerimaku, hanya hati" Lauro mengelus pipi mulus Nathalia dengan buku jarinya "hanya hati yang masi tengelam dalam masa lalu itu yang berulang kali menolak kedatanganku"


Nathalia melepaskan sentuhan Lauro di pipinya. Ia tak bisaa jika harus hidup seperti ini. Lauro terlalu manis dalam setiap sikapnya.


Bahkan tak jarang Nathalia ingin sekali melihat wajah itu di hiasi rona amarah yang mengebu.


"Ti.. tidak" Nathalia mundur perlahan, berniat menjauhi Lauro yang selalu menampilkan senjata mematikan. Senyuman dan sikanya.


"Lalu?" Nathalia bisa bertaruh sepuluh menit keatas ia pasti akan jatuh dalam pelukan Lauro jika nada suara itu masi seperti ini.


"L... a.. aku" tangan Nathalia menghadang dada Lauro, bahkan gadis itu berani bertaruh jika tak ada satu pun gadis yang mampu menolak untuk tak tidur di dada kokoh ini, dan itu bisa Nathalia rasakan dari telapak tanganya.


"Kau menginginkan ku?" Goda Lauro, melihat mata gadis di depanya berhenti tepat di dadanya. Bisa Lauro lihat bertapa cantik gadis ini ketika gugup.


Lauro bertanya dalam diam. Bisakah Lauro bertahan? Memegang janjinya?


Lauro menyentuh pagar balkon untuk mengunci tubuh Nathalia, gadis itu tak bisa begerak bebas mengingat bagaimana super ribetnya gaun yang ia pakai saat ini.


Nathalia merasa jantungnya bedatak cukup kencang, ia bisa saja menolak pria di depanya ini tapi entah kenapa. Tubuh Nathalia tak mengizinkan apa pun penolakan atas semua ini.


"Tha... tatap aku" bisik Lauro tepat di depan Nathalia dengan jarak yang sangat dekat karena perlahan tapi pasti pria iu terus memangkas jarak di antara mereka.


Nathalia mendongkak menatap kilat mata hitam yang menatapnya dengan senyuman terbaik, Lauro menunduk untuk mencium bibir Nathalia. Sentuhan bibir itu terjalin lembut tapi terus menanjak seperti meminta sesuatu yang lebih. Lauro mengigit bibir bawah Nathalia untuk menjalin lidahnya. Pria itu memperdalam ciumannya sehingga membuat Nathalia mengerang.


Hingga tanpa Nathalia sadari tangannya mengalungi leher Lauro seakan kakinya lemas hanyan untuk berdiri saat ini. Sedangkan Lauro makin menarik pinggang Nathalia untuk makin menempel padanya.


.


.


.


.


.


.


.


"YA TUHAN!!! LAURO! ATHA! APA KALIAN TAK BISA BERSABAR SEDIKIT LEBIH LAMA?! HANYA HITUNGAN JAM SAJA KALIAN SUDAH BISA MELAKUKAN APA PUN!" Teriak sella morales di ambang pintu menyaksikan ciuman panas putranya dan calon menantunya. Demi tuhan Sella benar kehabisan akal melihat dua sejoli yang di mabuk asmara ini.


Lauro menunduk hingga kepalanya menyentuh Nathalia dengan posisi masi seperti tadi. Bisa Nathalia rasakan jika pria itu sedang tertawa geli menerima segala amukan dari sella.


"L kenapa kau membawa anakku kesini, tak bisakah kau bersabar?!" Omel sella


What?!!! Siapa yang anaknya di sini? Lauro berpaling menatap sella dengan wajah masamnya, persis seperti anak kecil yang sedang marah.


"Lekas masuk! Semua sudah menunggu!!!" Ucap sella gemas sebelum ia kembali.


Masi dengan posisi yang sama. Lauro menatap Nathalia yang menunduk menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Lauro terkekeh ternyata gadis ini masi memiliki sisi yang manis dan membuat Lauro semakin gemas akan hal itu.


"Cantik" puji Lauro sebelum mencium puncak kepala Nathalia.


"Berhenti memikirkan apa pun, kau tak bisa mengubah masa lalu, percayakan hidupmu padaku setelah ini. Karena setelah semua ini aku takan. Pernah melepaskanmu. Apa pun yang terjadi" ucap Lauro tegas.


"Ayo... ku rasa kau harus memperbaiki riasan" ucap Lauro enteng sembari menurunkan tangan Nathalia untuk ia tuntun masuk ke dalam.


Nathalia tak bisa berkata apa apa, Dengan reaksi Lauro barusan. Ia bisa sesantai itu setelah semua ini? Oh... Nathalia sempat lupa jika pria di depanya ini adalah pemain wanita kelas berat.


"Wuhuuu... kalian luar biasa dude!" Teriak beberapa pria di seberang, di depan jendela kamar Lauro. Ternyata dari awal dan akhir mereka menjadi tontonan Erotis buat semua pria tampan itu. Dan itu membuat Nathalia bertambah malu. Bagaimana bisa ciuman mereka menjadi tontonan banyak orang.


Lauro melambaikam tangan kearah teman temanya merasa bangga dengan pencapaianya, Lalu setelahnya ia membantu Nathalia karena Gaun indah ini sangat menyulitkan. Bahkan Lauro heran kenapa gaun harus tercipta seperti ini.


Rumit! Lebih rumit dari susunan saraf manusia menurutny.


TBc


kunci varokah dari ay jan ngarepin story bagus dari ay... yang boleh di harepin itu chpter brikutnya aja 🤣


hay pembaca baru 😘 maap ya ay bakal balas semua komen tenang aja.. cma beberapa hari ini ay g baca komen karena takut berasa g enak krna lama g up.. karena ay sadar kok nunggu itu g enak makanya ay g prnah nunggi siapapun dlm idup 🤣 eh nunggu gajian deng 🤣


sabar ya ay balas kalo ad wktu luang... soalnya walaupun sekrg ay udh jadi pengangguran percayalah ay lagi punya bayi gede 😒 my laki 🤣 sabar ya 😘