Take My Life

Take My Life
chapter 48



Setelah melihat Lauro menyetir perahu motor atau lebih di kenal dengan speed boat.  Sekarang Nathalia bersikeras ingin mengendarai perahu.


Lauro membiarkan, mengamati dalam diam setelah ia rasa Nathalia bisa. Rasa bangga muncul lalu buru-buru ia mereka video yang mebuat Nathalia tersipu malu.


Lauro menyuruh Nathalia berhenti, Lalu menyuruh seorang pria mengendarai speed boat. lauro beralih kebelakang mengambil papan seluncur wakeboarding. Memasang sepatur di papan seluncur dan turun ke air.


"Kau bisa?"


"Kita coba"


"Mau ku bantu" tawar Nathalia.


Lauro mengeleng "tersenyumlah itu sudah bantuan yang luar biasa buatku"


Lauro menunjukan tangan oke pada pengemudi, lalu speed boat berjalan dengan kecepatan tinggi.


Lauro bertahan memegang kendali di atas papan seluncur dengan bantuan kabel yang tersambung dengan sisi boat.


Nathalia sumringah melihat kekuatan Lauro bertahan di atas papan dengan melakukan beberapa trik kecil.




Namun akhirnya Nathalia kesal karena Lauro selalu bersikap sok keren di setiap waktunya. Hingga membuatnya merona dan jantung berdebar tak beraturan.


Belum lagi wanita wanita disana yang secara gratis melihat ketampanan suaminya.


Nathalia tidak rela!!!


.....


Lauro menemani Nathalia bermain ombak di tepi pantai lagi. Ini sudah hari keenam mereka di sini dan sepertinya Nathalia tak tahu apa itu kata bosan saat bermain ombak.


Meski sudah berusia dua puluh satu tahun tetapi tetap saja tingkah Nathalia saat ini seperti gadis berusia lima tahun.


Lauro hanya memperhatikan gadis itu dari jauh seraya tersenyum dan terkadang mengeleng heran.


Nathalia berlari mengejar ombak lalu berlari mnjauh lagi saat ombak yang kembali mengejarnya, benar-benar seperti wanita yang kurang kerjaan.


Lauro berdiri dari duduknya saat Nathalia berjalan menjauh, itu membuatnya berfikir jika sekarang Nathalia pasti memikirkan hal lain yang membuatnya dalam bahaya.


Melihat ada pria yang melompat dari atas tebing dan jatuh ke dalam air, membuat Lauro mempercepat langkahnya.


"Tha..." ucap Lauro saat berhasil menarik tangan Nathalia sehingga membuat wanita itu menoleh kearahnya.



"L... itu..." ucap Nathalia menunjuk ke arah tebing.


Benar dugaan Lauro


"No..." tegas Lauro.


"Aku ingin cliff jumping di sana..." ucap Nathalia menjelaskan


"Tak ada hal lain yang kau inginkan Nathalia?" Ucap Lauro gemas dan langsung di tanggapi gelengan cepat oleh Nathalia.


"Kau bisa berenang" tanya Lauro begitu penasaran.


"Hmm... bisa"


"Kau pernah berenang di pantai?" Tanya Lauro lagi memastikan dan cengiran Nathalia membuat mengerasnya rahang Lauro.


"No..." bantah Lauro cepat


"Memangnya apa bedanya berenang di kolam dan di pantai?"


"Jelas beda" Bagaimana istrinya tak tahu letak beda keduanya?


"L" Nathalia memohon dengan wajah poppy eyesnya


"No" tegas Lauro untuk tak terpengaruh.


"Kumohon" Nathalia kembali merengek


"Sayang, apa pun permintaanmu pasti aku turuti, tapi tidak dengan yang membahayakan nyawamu" ucap Lauro dengan wajah memelas. Ia tak ingin berdebat apa lagi dengan wanita yang baru memasuki masa matang.


Iya, memang salah Lauro yang memilih istri jauh di bawah umurnya.


"L aku hanya terjatuh di air lalu aku harus berenang untuk sampai ke dataran" jelas Nathalia yang mengambarkan semua dengan simpel. Memang semuanya sesimpel itu belum campur tangan tekanan air dan adrenalin setelah jatuh ke air.


Lauro menghela nafas pelan berusaha mengontrol Emosi, bagaimana pun egonya sebagai seorang pria. Lauro tetap harus bersikap lembut pada seorang wanita. Terlebih itu adalah istrinya "Itu tak sesimpel yang kau fikirkan sayang, aku hanya tak ingin kehilangan wanita yang aku cintai sekali lagi"


"Bisakah kau mengerti?" Bujuk Lauro.


Nathalia menghela nafas kasar, lalu berjalan menjauh dengan wajah lesu. "Kita kemuseum?"


Nathalia terpekik saat tubuhnya melayang keudara saat lauro dengan entengnya mengendongnya "takan ada hal yang membosankan jika kau bersamaku sayang"


"Kau terlalu percaya diri, tuan"


"Aku hanya mengasah bakat luar biasa dari diriku sayang"


"Apa"


"Tampan" ucap Lauro sekenannya. Jika dulu Nathalia ingin mencakar wajah Lauro saat kalimat narsis itu muncul. Berbeda dengan saat ini. sekarang, Wanita itu malah setuju atas semua kenarsisan suaminya.


Yang membuat mereka berjalan dengan senyuman karena berhasil keluar dari kubangan duka bersama.


Hari berjalan terus, Nathalia tahu ini pasti akan terjadi saat mereka berada di museum. Ia tetap akan bosan walaupun bersama suaminya yang katanya super tampan.


Nathalia berjalan lambat dengan bekali kali membetulkan tasnya. Berharap rasa bosan menghilang dengan suka rela.


Tapi usahanya nihil, rasa bosan bagai patung patung itu jatuh menimpanya, terlalu berat hingga mungkin ia ingin berlari menjauh dari tempat super membosankan ini.


Berbeda dengan Nathalia. Lauro begitu menikmati pekerjaan seni indah yang tersaji di depan mata. Mulai dari karya abstrak hingga karya paling sulit menurutnya membuat Lauro tenang.


Sampai ia tak sadar jika Nathalia telah jauh tertinggal di belakang. Lauro baru menyadari mereka benar memiliki hobby yang berbeda.


Lauro berbalik. Mungkin untuk orang awam seperti Nathalia ini memang hal yang membosankan, Berbeda dengannya dan lauro cukup paham akan hal itu.


Lauro menyusul Nathalia dan mengandeng wanita itu. Berjalan sembari menjelaskan beberapa orname patung yang ia tahu.


Tapi tak berhasil. Nathalia kembali menguap karena hal membosan itu sepertinya sudah menyebar hingga ke DNAnya.


Lauro melepaskan dekapan Nathalia mengeluarkan ponselnya pada Nathalia.


Wanita itu sempat heran lalu aktifitas lauro membuatnya paham dan tertawa.


Lauro mendekati satu patung yang menunduk kebawah lalu belagak seperti menciumnya.



Mendengar gelak tawa dari istrinya membuat Lauro senang, lalu kembali mangambil pose lain dengan Nathalia terus aktif memotret Lauro.



Lalu Lauro berpindah tempat pada patung lain. Ia berdiri di sebelah patung mantan presiden meksiko.



Jika di bandingkan dengan tingginya, ia bagai krucaci di samping patung di sebelahnya walaupun Lauro sudah termasuk katagori tinggi. Pria yang aslinya sudah 192 belum lagi di tambah penyanggah patung.


Jika tadi Nathalia lesu berbeda dengan sekarang. Benar jika ada Lauro pasti semua tak terasa membosankan.


Mereka mengitari museum dan memperagakan setiap bantuk dari patung.


Sekarang giliran Nathalia. Wanita ini melihat sekeliling terlihat begitu sungkan


"Ayolah sayang" seru Lauro


"Aku malu" ucap Nathalia tanpa suara dengan hanya mengerakan bibirnya.



Nathalia melihat kiri kanan dengan berdiri tegap layaknya patung. Dan Lauro cepat mengambil foto wanita ini.


Lalu berpindah lagi ke patung yang lain. Lauro mengajarkan. Cueklah pada sekitar. mereka takan peduli padamu tentang apa pun yang kau lakukan.


Lauro menyuruh Nathalia berdiri di depan sebuah patung. Lalu memperaktekan bagaimana patung itu agar Nathalia menirunya


Nathalia awalnya masi sedikit sungkan namun, melihat ada gadis yang tersenyum pada suaminya. Membuat jiwa macan dalam dirinya tumbuh.



Ia melihat patung lalu memperaktekan gaya patung dengan senyuman cantik.


"Istriku selalu cantik" ucap Lauro pada akhirnya.


Tbc


Ih banyak x ay update 😩😩😩😩😂


makasih buat kk ririn yang udh nemuin plagiat atas story Elroy.


buat cheria atau namanya putry_ayra... kamu taukan sulitnya ngetik padahal ngetik ulanv trus beresin typo dll... apa lagi ay yg nyusun alur ...jdi stop deh buat copy story ay...


mungkin kamu kira di wp g ada story itu.. smpe kamu bikin judul yang sama...


moon maap juleha ay udh nulis di wp dari tahun 2018 😒 tolong deh hrgai diri kamu