Take My Life

Take My Life
Extra part spesial



Gerbang tinggi tegap yang terlihat sangat kokoh dengan lambang MORALES di tengahnya menjadi  penyambut kedatangan mobil Sprot hitam metalic. Lantas Maxim hanya menekan Klakson mobil untuk meminta penjaga membuka gerbang otomatis itu. Max menoleh melirik si biang masalah terduduk diam sembari memeluk dirinya sendiri, dengan mata yang terus menatap luar kaca jendela.


Ketika pintu Gerbang terbuka, segera Pria bermata biru itu menginjak pedal gas. sekarang mereka melewati halaman luas dengan pepohonan yang tumbuh rapi di sisi jalan menuju Mansion mewah di depan sana. 


Mobil berhenti tepat di depan pintu utama Mansion, sekarang pintu mobil di bagian Aurora sudah dibukakan oleh Bestri yang Max ketahui sudah menjadi pengasuh Aurora dari ia kecil.


"Tunggu apa lagi" ucap Max sembari membuka safety Belt, lalu pria itu berjalan untuk memasuki Mansion. Tapi, langkah Pria tampan itu terhenti saat rengekan Aurora yang masih setia duduk di kursi mobil membuatnya muak.


"Apa lagi?" Tanya Max gerah dengan menggeserkan dasi untuk menciptakan ruang di lehernya. Dia putra sulung keluarga Orlando yang akan menjadi pewaris Kenzo Real Estate a.k.a perusahaan nomor satu di dunia. bukan pengasuh bayi biang masalah seperti Aurora.


"Matilah aku" Aurora menarik pintu mobil berharap siapa pun bisa membawa ia pergi dari cengkraman Nathalia. wanita paruh baya itu pasti akan mengomelinya abis-abisan kali ini. dia berharap ketiga neneknya  ada bersamanyaa saat ini.


Pintu mobil terbuka lantas sesudah itu lengannya di tarik paksa oleh Pria tinggi di luar mobil. "kau wanita penakut? ku lihat semalam kau begitu percaya diri di atas Jalan Raya " sindir Max lalu memapah gadis ini. ini hanyalah hal gila yang Max lakukan berharap Aunty Nathalia tak menghabisi si pembikin onar hari ini.


"Ini beda cerita Max, aku hanya menikmati masa mudaku apakah salah?"


"kau kira balapan liar itu masuk salah satu hal baik yang bisa kau lakukan ketika kau menyandang gelar Morales?"


"Bagaimana jika kita mengganti nama belakang ku jadi Orlando saja, ayo kita menikah sayang"


Ucapan  gadis berambut pirang ini mendapatkan toyoran kepala cukup keras dari Max "Aku tak mengizinkan gadis biang masalah seperti kau merusak nama baik keluargaku"


"Ayolah Max" Aurora berjalan dengan menumpukan seluruh tubuhnya pada pria di sampingnya ini, mungkin hanya ini Drama yang bisa menyelamatkannya saat ini.


"Cukup" ancam Max yang akan melepaskan cekalannya, memang seharusnya sekarang dia berada di kantor bukannya mengikuti pikiran gila gadis ini. dan sikap Max membuat Aurora memeluk tubuh besar pria itu dengan tersenyum getir.


"Selamat datang Nona, Tuan Besar dan Nyonya sudah menunggu anda di ruang keluarga" ucap Berto di depan pintu utama ketika Max dan Aurora berjalan kearahnya.


"Apakah Mom masih terlihat cantik?" Tanya Aurora pada Berto yang sudah menjadi tangan kanan Daddynya di mansion mewah ini sejak ia kecil. Bukan tanpa sebab Aurora bertanya hal itu sebab jika ibunya tak cantik lagi, itu berarti kematiannya akan menjemutnya kali ini.


Berto tersenyum simpul melirik Max sekilas lalu mengangguk, Bagaimana bisa Nathalia tidak cantik lagi saat ia rutin melakukan perawatan extra. Karena memiliki suami super tampan dan bibir penuh gombalan itu adalah ancaman besar buatnya.


Max hanya menggeleng terus berjalan dengan memapah bayi besar ini, memasuki mansion. Kedatangan mereka di sambut tiang raksasa yang berdampingan dan chandelier mewah tergantung di tengah ruangan. Terkadang Max heran kenapa keluarga Morales tak memiliki Mansion yang biasa-biasa saja, apakah mereka berencana menampung satu negara Spain ini di dalam Mansion mereka?



Mungkin Pria itu lupa Jika Mansion Daddy Kenzo tak kalah jauh lebih besar dari bangunan mewah di mana ia berpijak sekarang.


"Aurora, dasar anak ini!" 


See... bahkan mereka belum keluar dari dalam lift tapi omelan dari bibir sensual mommynya tak terelakan lagi, wanita paruh bayah itu berjalan dengan tatapan kesal. Tapi, sedetik kemudian raut cemas berganti diwajahnya melihat kaki Aurora yang terperban.


"kau ingin membohongi mommy?" Nathalia bersidekap saat melihat putri cerobohnya ini malah menggunakan kaki yang terperban untuk berdiri dan mengangkat kaki yang lain, seolah yang terluka adalah kaki yang sedang di angkatnya.


"Sepertinya begitu Aunty" Max berkata seraya melepaskan cekalan tangannya di tubuh Aurora dengan seenaknya. Karena kebodohan Aurora membuatnya tak perlu berakting lagi.


Is sialan, kau berkhianat Max. itu membuat Aurora bergegas memikirikan pembelaan yang terbaik. lalu beralih pada Lauro yang tersenyum di sofa sana seraya menggeleng. sebab ia juga tak punya kuasa jika sudah berhadapan dengan Nathalia yang mendidik putrinya.


"Siapa yang mengajakmu balapan lagi? ayo katakan!" 


Aurora mengigit kuku jempolnya lalu melirik Max dan Lauro bergantian hingga Nathalia bergeser untuk memutus tatapan ayah dan anak itu. Max tergelak melihat Aurora jika sudah seperti ini, itu membuatnya merindukan Jade yang berada dia Manhattan.


"Aurora... kau mau jadi apa?!"


"istri Max" Jawab Aurora dengan cengir kudanya, hingga jawaban Aurora membuat Nathalia mengernyit. Lalu menatap Max yang terduduk tak jauh dari Lauro.


"Kau ingin memperistrikan gadis seperti ini, Max?" Tanya Nathalia yang membuat Aurora sekarang merasa menjadi Anak tiri.


"Daddy sebenarnya aku ini anak kandung atau anak pungut?" Aurora berjalan dengan menghentakan kedua kakinya karena terlalu sebal.


"perhatikan aktingmu" sindir Nathalia yang sudah tergelak karena reaksi putrinya, membuat Aurora menarik perban itu dan menurunkan celana jeansnya lalu membuang perban tadi secara asal.


"seharusnya kau tadi memakai kursi roda saja"


"L jangan mengajari anaku yang bukan-bukan!"


"Yang penting dia tak terluka, Toh, saat ini dia baik-baik saja sayang"


"itu benar mommy"


Lauro tergelak seraya berdiri dan berjalan mendekati istrinya, Ia tahu Nathalia takan berhenti jika kekesalannya belum hilang. Lauro tahu apa yang di lakukan Aurora di luar sana, Dia sudah terlalu besar untuk di urusi seperti anak-anak.


Tapi, sepertinya Nathalia berharap Aurora menjadi gadis manis seperti kebanyakan gadis seusianya. Yang senang bersantai di salon dan menikmati serangkaian treatment bukan malah berpacu kuda besi di jalan raya.


"kalian ini benar-benar ya"


"Astaga sayang!" Sela Lauro berhenti tepat di depan Nathalia, menilik serius pada wajah istrinya. hingga suara Lauro membuat Max menoleh melihat pasangan ajaib itu, karena ya, pasutri terbaik yang ia lihat hanyalah Kenzo dan Keyra Orlando.


"kurasa ini garis kerut yang mulai terlihat sayang" ucap Lauro membuat Nathalia buru-buru menaikan ponselnya untuk melihat kerutan disana


"Mana L" Nathalia membuka kamera depan untuk melihat wajahnya. itu membuat Lauro matian menahan tawanya, menutup bibir sensual itu dengan tangan kanannya dan mata terus fokus menatap wajah istrinya dengan tatapan cemas.


"itu Benar mommy, bahkan dari jarak yang sejauh ini, itu terlihat sangat jelas. usahakan jangan berfikir banyak ya" sambar Aurora ketika mengerti Akting Daddynya, Ia sangat mengerti jika ibunya sangat menolak kata 'Tua'.


"Kau fikir siapa yang membuatku harus berfikir banyak?!" ketus Nathalia masih melihat ponselnya dan berjalan ke arah lift. mungkin masalah Keriput itu harus di hentikan secepatnya, karena masih ada hari esok untuk memarahi putrinya.


"hati-hati sayang" 


"Mommy belum selesai ya, Aurora?!" ucap Nathalia sebelum pintu lift itu tertutup


"aku masih menunggu season part duanya mom" ucap Nathalia setengah berteriak. lalu setelah Nathalia pergi Aurora dan Lauro tertawa lepas yang membuat Max hanya menggeleng, heran. 


Tak heran jika Aurora menjadi si biang masalah jika ayahnya saja seusil itu, bahkan Max tak yakin dengan Gelar Dokter Bedah Toraks kardiovaskular terbaik di dunia yang sedang di sandang Lauro, jika melihat sikap yang di tunjukan pria itu sekarang.


Benar-benar tidak masuk akal.


TBC


yeee utang lunas wkwkwkw


ini karena terjebak pada Bg aga, bg Jo dan bg Zayn jdi yah hancur gtu cinta ay ke bg L


kuylah ikutin ay beb ke story anak2 moedah Ragaku dan Jonathan.


terima kasih buat kalian yang mengikuti story ini dengan penuh cinta..


tenang kita selesàin Zayn maka kalian akan bertemu dengan Aurora si biang masalah nantinya di Story setelah Zayn.😘😘😘