
Mendapati namanya terpanggil dan tanganya tersentuh oleh gadis itu, Lauro menarik kepalanya kesamping untuk melihat siapa yang memanggil namanya.
Lauro mengeryit mencoba mengingat siapa wanita ini,lalu...
"Anita?" Ucap lauro, sontak membuat semua yang ada di sana terkejut. Bahkan wanita yang memanggilnya tadi juga memberikan reaksi yang sama.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
Wanita itu menatap Nathlia begitu juga sebaliknya. Apa yang sedang terjadi ini! Bahkan wanita itu sendiri bingung.
"Ka.. kau miliku kenapa kau bersama dia" mungkin hanya ini yang bisa wanita itu katakan, karena ini jauh di luar Ekspetasi mereka.
"Kita sudah usai ta, sebentar lagi kau juga akan menikahkan? Masa lalu memang milik kita, tapi masa depanmu sudah bersama denganya, dan aku juga sudah memilih dia" Lauro menarik Nathalia yang sedari tadi memang sudah berdiri di belakangnya. Berniat untuk memperkenalkan.
Wanita itu kehabisan kata-kata. Jika biasanya pekerjaan ini terlihat mudah, hanya mengaku menjadi pasangan pria itu dan sedetik kemudian kalimat bantahan keluar dari sang pria yang membuatnya semakin dicap sebagai pria brengsek, tapi sekarang pria gila ini malah mengarang bebas sampai tak ada celah untuk wanita itu melanjutkan kalimatnya.
"Siapa dia L?" Kini Nathalia mengambil peranya.
"Dia masa laluku, yang tak mungkin bisa bersama" Nathalia cukup untuk jeli memahami kata kata Lauro barusan,
itu karangan bebas!
Jangan tanyakan berapa besar kekesalan Nathalia, karena apa yang ia rencanakan gagal. mungkin ini cara terakhir yang akan ia gunakan, Nathalia mengambil tas hitam di sampingnya lalu serangan beruntun menimpa Lauro.
"Kau menikahiku lalu mencampakan wanita lain? Apa benar kau tak punya hati?!" Nathalia sangat yakin setelah ini sella dan johan sendiri yang akan membatalkan Perjodohan sialan ini. Orang tua mana yang akan rela anaknya menikah dengan gadis kasar! Never!
Tak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian Lauro mengambil alih tubuh Nathalia,
Lauro menarik Nathalia untuk masuk dalam dekapanya. Membuktikan bahwa hanya Nathalialah orang yang benar benar ia cintai saat ini. Jangan lupakan tatapan tajam sella yang menghunus wanita itu hingga wanita itu pergi.
"Tenang sayang, justru dia yang meninggalkanku karena pria lain, aku tak punya pilihan saat itu, kesalahan terbesarku adalah terlalu lama menemukanmu"
"Lepaskan aku L!" Ucapnya jengah. Lelaki ini terlalu pintar untuk di bodohi, tapi yang membuat Nathalia benar benar ingin mati saat ini adalah reaksi sella morales, wanita paruh baya yang berdiri di seberang meja di samping suaminya itu memberikan Jempol atas tindakan Nathalia barusan, dan itu sangat terlihat dari samping tangan Lauro yang kini tengah mendekapnya.
Je..jempol? Oh tuhan keluarga apa yang tengah Nathalia temukan saat ini?!
Flashback off
"Baby..." ucap Lauro tepat di depan wajah Nathalia, dengan tanganya yang kokoh membingkai wajah Nathalia.
Mata ini kenapa bisa membuat fikiranku stuck seperti ini!.
Nathalia terkesima dan membuat Lauro seperti biasa menampilkan senyum, dan Nathalia yakin jika seluruh wanita di bumi ini melihat wajah Lauro yang sekarang, pasti akan breaksi yang sama denganya.
Apa pria ini tak bisa tidak bersikap serakah? Mengambil tampan dan imut secara bersamaan? Sial! Sedetik kemudian Nathalia mengeleng untuk menghapus apa pun yang terbesit di kepalanya dan menepis kedua tangan Lauro yang menyentuh wajahnya.
Nathalia hampir melupakan jika yang berada di depanya saat ini adalah salah satu dari sekian banyaknya playboy di luar sana. Bahkan Nathalia cukup yakin jika Lauro lebih bahaya dari banyaknya pria yang pernah ia temui.
Bayangkan hanya dengan tatapan matanya saja bisa membuat Nathalia melupakan bahwa Lauro adalah playboy menahun! Lauro selalu bermain lembut dan itu adalah kekuatanya.
Nathalia berbalik untuk mnghindari lucifer sialan yang ada di depannya ini, Entah bagaimana kehidupan Nathalia jika ia memang di takdirkan tuhan untuk menikah dengan playboy sialan ini!
Tetapi sialnya Lauro malah menahan dan menarik Nathalia untuk duduk di sofa dengan mengunci pergerakan Nathalia, memeluk pinggannya.
"Lauro lepaskan aku!"
"Shhh.. biarkan seperti ini, aku merindukanmu baby" ucap Lauro sembari menengelamkan kepalanya di ceruk leher Nathalia. Mencium lembut disana.
"Kau pemaksa!" Nathalia benar benar jengkel akan perlakuan Lauro padanya,
"Jangan membuatku melakukan hal yang sangat aku inginkan, baby"
"Maksudmu?"
"Menutup bibirmu dengan bibirku" mungkin bahasanya masih saja lembut.
"Kenapa kau mempercepat pertunangan kita?"
"Supaya kau tak menemukan cara yang bagus untuk membatalkanya" Lauro melepaskan dekapanya lalu berjalan kearah jendela yang tak jauh dari sofa.
"Ikuti saja perjodohan ini baby... aku jamin kau tak akan rugi apa pun"
Lauro berbalik menatap Nathalia menyenderkan tubuhnya pada dinding kaca "aku tidak akan melakukan yang lebih dari itu, jika tidak kau yang memintanya"
"Really?" Nathalia mencibir... yang benar saja, hidup dengan playboy ini satu atap, kau sedang mencoba membodohi siapa L?
"Heh.. sayangnya aku tak percaya ucapanmu"
"Kita akan tinggal terpisah, kau bisa tinggal di penthouse dan aku di rumah"
"Ide bagus" Nathalia mengangguk
"Maka hentikan cara ajaibmu untuk membatalkan pernikahan ini baby, siapa? Anita? Ck!" Lauro tegelek seperti menyindir mencoba mengingatkan Nathalia tentang wanita yang dia bayar tempo hari.
Nathalia membuang muka karena ia merasa saat ini ia sedang di hantam oleh senjatanya sendiri.
"Mulai minggu depan penthouse akan ada pelayan, kau butuh berapa orang baby?"
"Terserah kau... itukan apartemenmu"
"Hmm.. benar...Karena biasanya aku tak punya banyak waktu untuk membuatnya berantakan, jadi aku tak pernah butuh itu" Lauro berjalan dan duduk di sofa singel di depan Nathalia.
"Lalu dimana rumahmu?"
Lauro menujuk dengan dagu pintu berwarna coklat yang ada tepat berada di belakang Nathalia.
"Kau tinggal di rumah sakit?"
"Bisa di katakan begitu untuk menabung hari liburku"
"Jadi berapa?"
"Apanya?"
"Pelayan"
"Bulan depan saja setelah pernikahan, bahkan ini terlalu cepat untukmu membayar seseorang untuk sesuatu yang tak di tempati"
"Karena minggu depan kau sudah mulai tinggal disana"
WHAT!
Ucapan lauro barusan membuat Nathalia benar benar ingin mencongkel mata indah itu, karena mata itu salah tempat. Benar saja!... mata itu salah tempat kenapa ia harus berada pada tubuh orang yang tak penah memikirkan orang lain ini.
"Kau gila!"
Lauro tersenyum "karena aku tergila gila padamu"
"L bisakah ku jujur padamu?"
Lauro mengangguk kepalanya samar.
"Manusia yang paling ku benci saat ini.... di muka bumi ini hanyalah dirimu!" Nathalia langsung membuang mukanya, bahkan untuk melihat wajah Lauro saat ini bisa membuat tekanan darahnya naik.
"Atha...." panggil Lauro yang membuat Nathalia menatapnya, Mata hitam Lauro terlihat menatap Nathalia dengan tatapan yang tak bisa dia artikan.
"Kau cantik" ucapan yang entah mengapa bisa membuat pipi Nathalia memerah saat ini, kekesalanya berubah menjadi senyuman yang mati matian ia tahan.
Nathalia bertanya dalam benaknya, bisakah kenangan Axelin terjaga???
TBC
di Noveltoon kita pynya banyak Author kece.. jdi kalo story ini lama up karena review dari sistem harap maklum ya syg 😘
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ keknya berat banget nulis cowo baik plus playboy secara bersamaan 🙊 serius demi apa pun lebih gampang nulis Story Maxim 😂😂😂... ini liburan doi g kerja jadi ay juga jarang megang hp or laptop... maap ya syg...