Sky Love Me

Sky Love Me
episode 6



Ruangan yang banyak orang, kini jadi berhawa dingin dan mencekam. Maura yang di katai badut oleh anak bau kencur itu sangatlah marah. Wajahnya yang putih kini terlihat merah padam. Karena dia tak ingin imejnya hancur, maka Maura berusaha tersenyum. Akan tetapi, tersenyum paksa.


"Kau bilang apa?" Maura menyelipkan rambut di belakang telinganya.


"Tante badut," jawab Skylova polos.


Mereka semua yang mendengar itu menahan tawa. Karena tak tahan, Baitu pun ikut tertawa.


Ha Ha Ha


Tawa Baitu menggema di seluruh ruangan.


Skylova hanya diam mematung. Dirinya bingung. Apa yang di tertawakan?


Baru kali ini aku melihat tuan tertawa keras selain untuk nona Angel. Tuan memang sudah berubah, batin Sandra.


Maura yang mendengar Baitu tertawa membuat dirinya malu. Dia berpikir ini semua karena gadis ingusan itu.


"Sayang... apa yang kau tertawakan?" Maura datang menghampiri Baitu.


Dengan sigap, Skylova menghadangnya.


"Tidak boleh." Skylova merentangkan tangannya.


"Kau menghalangiku. Minggir!" Maura menerobos tapi tidak bisa.


Akhirnya, Skylova mendorong Maura sampai tersungkur.


"Au... sakit. Kau keterlaluan. Sayang...dia mendorongku." Muura menunjuk Skylova dan menatap Baitu.


Baitu menghela nafas kasar. Sejujurnya, dia sangat lelah menghadapi Maura.


"Pergilah Maura. Aku tak mau melihatmu."


"Apa kau bilang? Pergi...! Tidak akan. Sebelum kau menikahiku," ucap Mura sambil berdiri.


Jeder


Menikah.


Tante badut mau meminta paman tampan untuk menikahinya. Tidak bisa. Sebisa mungkin, dirinya harus mengganggalkan rencana itu untuk selamanya.


"Enak saja menikah. Langkahi dulu Sky," tantang Skylova.


"Ha Ha Ha. Gadis ingusan seperti mu menantangku. Kau punya apa?"


"Hai, tante badut, lihat!" Skylova memperlihat kan gambar dan video di laptopnya.


"Bagaimana mungkin?"


Maura melihat berbagai foto bersama beberapa pria dan juga mengenai video dewasa dirinya. Padahal, dia sudah menyewa hacker handal untuk menghapus semua jejak buruknya sebelum kenal Baitu.


"Sky akan sebarin ini ke internet. Kalau tante badut nggak klarifikasi kebenarannya." Skylova meletakkan dan menaruh laptop diatas meja.


"Tidak akan. Kau tak mungkin melakukannya."


"Sky tak mengerti. Kenapa Ray bisa melakukan ini? Pasti, tante badut bayar mahal kan...."


"Bagaimana bisa kau tahu?"


"Mudah saja. Tinggal klik dan klik. Boom, meletus lah sudah." Skylova mendekati Maura yang masih diam mematung


Maura gemetar. Dirinya kalah telak dengan gadis di depannya.


"Setelah ini, tante badut punya waktu tiga puluh menit untuk membersihkan nama paman tampan. Jika tidak, karir hancur berkeping-keping tak tersisa."


"Kau.... aku akan mengingat wajahmu." Skylova pergi bersama para pengawalnya.


"Ingat saja. Hus, sana pergi jauh-jauh. Good Bye, tante badut." Skylova melambaikan tangannya.


"Akhirnya, wanita itu pergi juga," gumam Sandra.


"Paman, Sky lelah..." ucap Skylova sambil duduk kembali.


"Kalian semua keluarlah," perintah Baitu.


Skylova ikut berdiri. Dia menundukkan kepalanya dan berjalan kearah pintu. Padahal, hari ini dirinya sudah berusaha keras membantu sang pujaan hati. Eh malah tetap di usir dan tak ada rasa terimakasih pula.


"Kenapa kau juga mau keluar?" tanya Baitu pada Skylova.


Skalova mendongak dan menoleh pada Baitu. Bukannya tadi semua di suruh keluar. Makanya dia ikut keluar.


"Kau duduklah kembali." Baitu menunjuk dan membuang muka.


Sontak Skylova berbalik arah dan langsung duduk kembali. Dia sangat bahagia. Matanya yang berwarna bening memancarkan kebahagiaan yang dapat menarik semua orang agar ikut merasa bahagia. Baitu pun tersenyum melihat Skylova duduk kembali.


"Wah... paman tersenyum. Paman sangat tampan. Sky suka senyum paman," ujar Skylova.


"Aku tidak tersenyum." Buru-buru Baitu mengubah mimik wajahnya.


"Astaga paman... lihat, betapa Sky terpesona oleh paman." Skylova mengedipkan mata sebelah kanannya.


"Kau menggodaku? Aku memintamu kembali kesini untuk membuktikan bahwa, tiga puluh menit lagi perjanjianmu dengan Maura membuahkan hasil atau tidak."


"Tentu saja. Ini menyangkut karirnya," jawab Skylova lantang.


Baitu pun menyalakan TV. Dia ingin membuktikan kalau perkataan setan pengganggu itu benar. Tidak berapa lama kemudian, Maura mengklarifikasi semua skandal mengenai dirinya dangan Baitu. Baitu merasa lega. Dirinya selamat kali ini berkat bantuan setan pengganggu itu.


"Lihat, terbuktikan. Jadi paman tampan, Sky harap paman tak mengingkari janji buat kencan dengan Sky."


Astaga, dirinya lupa bahwa dia akan kencan dengan setan pengganggu itu. Dia harus menggagalkan nya.


"Tapi aku tak bisa. Karena kau tahu sendirikan. Aku sangat sibuk," jawab Baitu enteng.


Raut wajah Skylova menjadi murung. Dirinya akan gagal berkencan dengan paman tampannya. Lalu, untuk apa masih disini lagi. Bukannya lebih baik pergi dan bertemu Ray. Dia harus membuat perhitungan dengan Ray.


"Paman, Sky pergi dulu. Terimakasih," ucap Skylova dingin dan segera pergi meninggalkan Baitu di ruangannya sendiri.


Baitu pun kaget. Apa dirinya salah? Kenapa Skylova tampak murung dan pergi begitu saja? Ingin rasanya Baitu mengejar Skylova dan menarik kata-katanya. Namun, dia urungkan.


"Nanti, aku aku berterimakasih padanya," gumam Baitu lirih.


Sandra masuk ke ruangan Baitu. Dia tiba-tiba berdiri di belakang Baitu.


"Tuan, semua nya sudah kembali seperti semula."


"Astaga, kau mengagetkanku."


"Saya sudah mengetuk pintu, tuan," Jawab Sandra.


"San, apa kau pikir aku sangat keterlaluan padanya? Jika aku mengingkari janjiku dengannya."


Ada apa dengan tuan, kenapa tanya hal itu, aku jadi bingung sendiri. Akhir-akhir ini tuan sangat berubah, batin Sandra.


"Maksud tuan dengan siapa?" tanya Sandra.


"Skylova. Tadikan kau sudah dengar kalau dia mengajakku berkencan."


Astaga... Nona Skylova lagi toh. Ku kira ada apa. Tinggal jawab mau aja susah. Pakai jual mahal segala. Tuan benar-benar bikin pusing, gerutu Sandra dalam hati.


"Kalau tuan berjanji pada Nona Skylova. Berarti, tuan harus menepatinya," terang Sandra.


"Kenapa harus aku yang menepatinya? Lagi pula, kencan bukan hal yang berguna," jawab Baitu.


Oh ya tuhan... aku harus jawab apa? Mana kaki sudah kesemutan berdiri terus. Ini fiks, tuan sebenarnya mau berkencan dengan Nona Skylova. Cuma gengsi untuk mengakuinya. Dasar tuan, gitu saja di persulit, omel Sandra dalam hati.


"Kenapa kau hanya diam, San? tanya Baitu.


"Maaf tuan. Saya sarankan tuan menepati janji. Karena sebagai seorang pria, menepati janji mencerminkan diri pria tersebut."


"Kalau dipikir-pikir benar juga," ucap Baitu memegang dagu.


Tuan sungguh aneh, tak biasanya dia banyak bicara. Bisanya cuma memerinta saja.


"Kau boleh pergi. Dan siapkan hadiah untuknya. Aku akan datang ke Vila Mahendra dan berterimakasih padanya nanti sepulang kerja." Baitu mengibaskan tangan mengusir Sandra.


Sandra pun pergi dengan menggelengkan kepalanya. Ini sudah di luar akalnya. Pasti, tuannya sudah jatuh cinta pada Nona Skylova. Bahkan, tuannya akan berterimakasih pada Nona Skylova. Wow! Sungguh sebuah jackpot buat Nona Skolova.


---------


Skylova, kini sudah berada di sebuah rumah kecil. Dia tadi sempat mencari Keberadaan Ray lewat laptop paman tampannya.


Brak.


Skylova membuka pintu dengan sangat kasar. Sehingga orang yang sedang duduk di ruang tengah berjingkat kaget.


"Ray, kau benar-benar membuatku marah." Skylova menghampiri Raymon


Plak


Plak


Plak


"Aduh... Sakit! Kepalaku bisa gagar otak, Sky."


"Salah sendiri. Kau mau menghancurkan paman kesayangan Sky." Skylova berhenti memukul Raymon


"Aku tak tahu jika dia pamanmu. Kalau aku tahu dari awal, aku tak mau melakukannya," jawab Raymon lantang.


"Dengar Ray, emang di bayar berapa sih sama tante badut? Sampai kau mau melakukannya. Kau kekurangan uang." Skylova duduk di sofa dan melipat kedua tangan."


"Aku hanya iseng. Soalnya bosan karena kau pergi ke Bali. Sky, ayo kembali ke Jerman. Lagi pula, mamamu kan di sana," ajak Raymon.


"Ogah. Sky betah disini. Sky mau kejar cinta paman tampan.


Raymon sangat kaget mendengar hal itu. Padahal, dirinya sudah menyimpan rasa begitu lama kepada Skylova. Mengingat kebersamaan mereka yang tak pernah putus. Kini, harus putus karena satu orang. Dia adalah Baitu Maheswari.