Sky Love Me

Sky Love Me
episode 15



Baitu masih berkutat dengan berkas-berkasnya. Dia meminta Skylova untuk membantu menyusun berkas-berkas yang sudah di tanda tanganinya. Skylova sangat jenuh. Dia ingin pulang. Mengingat ayahnya telah menyuruhnya pulang. Dia berpikir akan pergi ke kantor ayahnya.


"Paman... apa masih lama?"


"Kenapa? Kau mau kabur." Baitu melirik Skylova.


"Bukan begitu, Sky ingin ke kantor Ayah."


Baitu menatap Skylova penuh selidik. Mencari kebohongan yang ada pada dirinya. Tapi nihil. Akhirnya, dia mengizinkan Skylova untuk pergi menemui Mahendra.


"Pergilah! Tapi kau harus kembali. Lukaku belum sembuh."


"Terimakasih, Paman." Skylova mengambil tas dan melenggang pergi begitu saja.


Baitu menatap heran Skylova. Apa segitu tidak betahnya Skylova bersama dengannya? Sehingga memilih cepat pergi.


"Apa mungkin aku begitu membosankan?Kenapa setan pengganggu itu pergi dengan tergesa-gesa?" gumam Baitu.


Tiba-tiba saja, ponsel Baitu berbunyi. Dia melihat siapa yang menghubunginya. Senyum tercetak jelas di sudut bibir Baitu. Dia pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo Om."


"Halo sayang. Kau lupa padaku. Sampai kau tak menghubungiku."


"Ayolah om. Aku sedang berbulan madu."


"Hais, pasti Beltran sialan itu kan yang melarangmu menghubungi ku."


"Om... Jangan seperti itu. Dia sekarang jadi suamiku. Panggil namanya dengan benar."


"Oke... Kau menang. Jadi apa kau berusaha membuat cucu untukku?" Baitu sambil tersenyum.


"Pertanyaanmu terlalu vulgar, Om. Kau membuatku malu."


"Hei, Vulgar dari mana nya?"


"Om... aku dan Kaylo akan langsung ke Jakarta. Mengingat pekerjaan Kaylo yang banyak tertunda. Jadi, aku memutuskan untuk langsung mendarat kesana."


"Cih, pasti suamimu yang menyuruhmu."


"Bukan Om. Ini murni keputusanku. Maafkan aku Om."


"Baiklah, hati-hati. Kau harus selalu mengabariku kalau ada apa-apa. Ingat itu, Angel!"


"Iya Om. Aku tutup dulu panggilannya."


Tut


Tut


Baitu menghela nafasnya kasar. Sekarang, Angel sudah sepenuhnya milik Beltran. Statusnya bukan lagi Maheswari. Dia tidak berhak untuk memaksa Angel tinggal bersama nya.


Tok


Tok


"Masuk!"


"Permisi Tuan. Ada sedikit masalah di pasar gelap. Sebaiknya kita kesana."


"Hais, Kenapa bukan kau saja yang urus?"


"Tuan, ini penting. Banyak orang yang menyelundupkan senjata di pasar itu tanpa ijin operasional dari Anda."


"Sialan. Menambah pekerjaan saja," gerutu Baitu


Pekerjaan ku juga bertambah tuan, apa lagi kalau tuan berubah-ubah sifat nya. Bikin kepalaku tambah pusing.


Baitu dan Sandra pun bergegas menuju pasar gelap. Baitu sangatlah kesal. Baru saja Angel memberikan berita yang kurang baik padanya. Kini di tambah lagi persoalan di pasar gelap. Sungguh hari yang menyebalkan.


-------


Skylova sekarang sudah berada di perusahaan Mahendra. Dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu.


"Ayah....!" Skylova berlari dan menghampiri Julio.


"Astaga Lova, kau mengaggetkan Ayah saja." Julio memegang dadanya.


"Maaf Yah...." Skylova tersenyum manis menatap Julio


"Duduklah kemari!" perintah Julio.


Skylova langsung duduk di depan meja kerja Julio


"Jadi, Mama tadi menghubungi Ayah. Katanya kau membuat ulah lagi."


"Ulah apa lagi? Sky nggak buat ulah tuh..." elak Skylova.


"Jangan bohong. Lova! Tadi pagi, Ayah lihat berita mengenai Liza Dwoni. Itu semua perbuatanmu kan...."


Sialan... Tante Rombeng pengadu, batin Skylova.


"Iya. Karena dia menghina Ayah dan Mama. Dia pantas mendapatkannya."


"Lova, Dengarkan Ayah. Kau harus menghapus berita itu," bujuk Julio


"Maaf, Sky tak biasa."


Julio bingung. Dia harus membujuk Skylova dengan cara apa lagi. Akhirnya, dia memutuskan untuk melakukan cara itu.


"Ayah akan mengembalikan semua fasilitasmu yang Ayah sita," bujuk Julio lagi.


Skylova mengernyitkan dahi. Dia berpikir keras. Apa yang di lakukan tante rombeng itu kepada mamanya sehingga dia lebih percaya dengan orang lain dari pada anaknya.


"Sky tidak mau, Ayah," Tolak Sky.


"Ini permintaan mamamu, Lova. Kenapa kau keras kepala sekali?"


Julio menghela napas kasar. Pasti kesalahan Liza sangat fatal. Sehingga Skylova bersikeras untuk tidak menghapus berita itu.


"Ayah Akan bilang ini pada Mamamu," jawab Julio lesu.


Skylova hanya mengangguk saja. Lagi pula ini sudah keputusannya. Entah mama lnya setuju atau tidak. Dia akan tetap memperjuangkan keputusannya. Karena menurut dirinya, Wanita seperti Liza Dwoni harus di beri pelajaran. Agar mulutnya tidak sembarangan dalam menghina orang lain.


Skylova memutuskan untuk pulang ke Vila Mahendra. Dia belum ingin kembali ke Vila Maheswari. Dia pamit kepada ayahnya. Lagi pula, dia juga rindu dengan Starlo.


Sementara itu di Vila Mahendra, Liza duduk di ruang tamu. Dia di temani oleh Starlo. Starlo hanya acuh tidak menganggap Liza ada. Berbeda dengan Liza, dia terus memuja muja ketampanan Starlo dalam hatinya. Bahkan, dia dengan sengaja mempertontonkan Payu*dar* nya untuk menggoda Starlo.


Cih... pantas saja Skylova menyebarkan berita tentang dirinya. Dasar jalan*. Dengan terang-terangan dia menggodaku. Dasar tak punya harga diri! batin Starlo.


Starlo mengambil koran untuk menutupi wajahnya. Dia sangat jengah melihat perilaku Liza. Liza hanya mendengus kesal.


Sayang sekali. Wajahnya di tutupi koran. Padahal sangat tampan. Semua gerakannya sangat seksi. Membuatku mengarah ke hal intim. Sial...aku butuh pelepasan, batin Liza


Tidak lama kemudian, ada seseorang yang yang berteriak dari pintu depan.


"Bang Arlo!" teriak Skylova.


Kedua orang itu pun menoleh. Liza tersenyum menatap kedatangan Skylova. Dia memasang wajah manis. Sedangkan Skylova hanya cemberut.


"Dek...sini!" Starlo melambaikan tangan ke arah Skylova.


"Males, Bang."


"Ayolah...! Abang kangen."


Skylova pun berjalan gontai ke arah kakak nya. Sebenarnya dia juga rindu. Tapi karena ada orang yang tidak di undang berada di depan Starlo, mendadak rasa kangen itu hilang. Akhirnya, dengan berat hati Skylova duduk disamping Starlo.


"Dek, kangen...." Starlo memeluk Skylova dari samping dan bergelayut manja.


Sial... Kenapa gadis itu selalu saja menjadi benalu? Dan semua orang menyukainya, batin Liza


Liza hanya tersenyum canggung. Dia menatap Skylova.


"Maaf. Saya merusak momen Anda, Nona. Langsung saja. Kedatangan saya kemari untuk minta maaf secara langsung perihal tadi pagi."


"Setelah semuanya kau baru minta maaf. Dengar Tante Rombeng. Sebanyak apa pun kau bersujud, Sky tetap tak akan menghapus berita itu. Kau bisa mencari seluruh hacker ternama untuk membantumu menghapus nya. Tapi mereka tak akan bisa," ucap Skylova


Starlo hanya diam. Ingin rasanya di tertawa tapi dia tahan. Sungguh unik memang adiknya. Dia memberi julukan kepada Liza Dwoni dengan sebutan tante rombeng.


Liza hanya mengepalkan tangannya. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk seseorang.


Lihat saja, kau pasti akan menghapus berita itu, batin Liza.


Skylova hanya menatap semua aktivitas Liza. Dia tahu bahwa Liza akan mengadu pada Monica. Tidak lama kemudian, ponsel Starlo berbunyi.


"Halo, Ma," jawab Starlo


Starlo menyerahkan ponsel itu kepada Skylova. Skylova pun menerimanya. Dia sedikit menjauh dari Liza dan Starlo.


"Halo, Ma."


"Halo, slSayang."


"Mama apa kabar?"


"Baik, Kenapa kau melakukan itu, Lova?"


"Karena dia pantas mendapatkannya, Ma."


"Kita tak boleh menghakimi kesalahan orang lain, Lova. Kau harus minta maaf padanya dan mengembalikan namanya."


"Mama lebih percaya dia dari pada Sky."


"Bukan begitu, Sayang. Ini demi kebaikanmu. Menurutlah! Jangan keras kepala."


Skylova menahan emosi. Dia mengepalkan tangan nya.


"Tapi Ma."


"Dengar Lova! Jangan membantah!" teriak Monica.


"Mama bentak Lova. Lova tak menyangka. Mama membelanya seperti ini. Mama bisa jujur dengan Lova kalau mama sudah tak sayang Lova. Asal Mama tahu, kelakuan Liza Dwoni menghina Ayah dan Mama. Sky benci Mama."


"Bukan maksud Mama...."


Tut


Skylova menutup ponselnya kasar. Ponsel itu pun berbunyi berulang kali. Skylova pun membanting ponsel milik Starlo


Starlo menatap Skylova dengan penuh khawatir. Sedangkan Liza tersenyum penuh kemenangan. Skylova menghampiri Liza dan Starlo.


"Kau pasti tertawa diatas penderitaan Sky kan...," ucap Skylova.


"Anda salah sangka, Nona Skylova." Liza memasang senyum palsu.


"Keluar kau dari sini! Atau kau tak bisa keluar dengan utuh." teriak Skylova.


"Sepertinya kau harus pergi, Liza."


"Tapi Tuan Starlo, Saya hanya ingin memperbaiki kesalahan saya."


"Kau tak tulus," jawab Starlo.


"Keluar." teriak Skylova lagi.


Para pengawal langsung berhamburan menuju ruang tengah. Sudah dua kali mereka mendengar teriakan Nonanya.


"Bawa dia keluar dari Vila ini!" perintah Skylova.


Dengan sigap, para pengawal membawa paksa Liza. Liza meronta-ronta dan mengumpat tidak jelas.


"Sialan kau gadis tak tahu diri. Aku akan balas dendam karena perlakuanmu padaku!" teriak Liza menggema di seluruh ruangan