
Skylova menuruni tangga dengan perasaan senang. Tadi malam adalah kebahagian Skylova yang tiada tara. Dia melihat Vino yang sedang duduk manis di sofa.
"Hai pria cantik. Apa paman sudah berangkat kerja? Kenapa dia tak membangunkan Sky?"
Vino mendengus kesal. Dia bukan pria cantik. Gadis di depannya ini pasti tuli atas peringatan Vino.
"Woho... Kau marah karena Sky panggil pria cantik."
Ha..Ha..Ha
Tawa Skylova menggema di seluruh ruangan. Vino tambah kesal di buatnya.
"Ya sudah kalau tak mau jawab. Sky pergi dulu. Bye."
Skylova berjalan keluar. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi bersenang-senang dengan Raymon tentunya. Tadi pagi setelah bangun Skylova langsung menghubungi Raymon untuk mengajaknya main game di pusat permainan game.
Vino menatap kepergian Skylova. Dia menepuk jidatnya kasar. Karena sebelum pergi Baitu berpesan agar Skylova jangan di biarkan keluar terlebih dahulu.
"Sial.. Aku lupa lagi." Vino mengejar Skylova. Namun Skylova sudah tak ada.
"Kalau Baitu sampai tahu. Bisa-bisa aku di kirim ke Afrika. No....!" Vino mengacak rambutnya frustasi.
Vino langsung masuk mobil dan pergi mencari Skylova. Sedangkan Skylova berada di Vila Mahendra. Dia menunggu Raymon di ruang tamu. Tak lama kemudian Raymon datang.
"Kenapa lama sekali? Sky jamuran tau."
"Cuma telat 10 menit."
Skylova langsung berdiri dan pergi masuk mobil Raymon. Raymon pun ikut masuk. Mereka pergi untuk main game.
Sampai di tempat permainan. Skylova langsung menuju pistol gun. Dia ingin bermain itu dan melawan Raymon. Raymon pun tertawa saat Skylova kalah babak pertama. Di sesi selanjutnya Skylova menang. Dia berjoget kesana kemari dan tertawa. Raymon pun juga ikut tertawa. Keduanya tertawa bersama-sama.
Namun dari kejahuan mereka di ikuti seseorang. Seseorang mengirim video kepada Baitu.
Tring
Baitu melihat ponselnya. Dia mendapat pesan dari Sandra. Darah Baitu mendidih seketika. Setelah Vino tak menemukan Skylova. Dia memutuskan untuk menemui Baitu dan memberitahunya. Baitu langsung mengerahkan semua anak buahnya ke seluruh kota untuk mencari Skylova.
"Bai... Kau tak apa-apa?" tanya Vino khawatir.
Baitu hanya diam. Dia masih melihat video itu. Rasa cemburu mengusai hatinya. Otaknya yang jenius lumpuh seketika. Dia berusaha berpikir positif. Tapi malah keluar pikiran negatif. Dia mengira Skylova sedang kencan dengan Raymon.
Vino menghampiri Baitu dengan perasaan takut. Dia melirik ponsel Baitu.
Ternyata ini sumbernya. Gadis ini cari gara-gara.
"Jangan terbawa emosi. Bicaralah dengannya baik-baik."
Baitu mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia langsung pergi keluar ruangannya. Dia harus menemui Skylova dan Raymon.
Skylova dan Raymon kelelahan. Merek sedang duduk di taman dekat pusat permainan.
"Sepertinya kita harus pulang Ray. Sky tak mau paman tampan marah nanti."
"Tunggulah sebentar. Sky, ada yang ingin aku katakan kepadamu. Apa kau menyukainya?"
Skylova menatap Raymon. Dia tahu arah pembicaraan Raymon.
"Tentu saja. Paman tampan adalah segalanya. Sky jatuh cinta sejak pertama bertemu. Kau kan tau itu. Sky berharap Paman tampan jadi suami Sky," ucap skylova sambil menatap langit.
Baitu mendengar perkataan Skylova dari jauh. Emosinya yang tadi memuncak hilang seketika. Gadis itu ternyata juga mencintainya.
Raymon berdiri dan melihat Baitu yang sedang berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk. Raymon yakin kalau Baitu mendengar percakapan mereka.
"Aku harus pergi. Kau sudah di jemput."
Skylova menatap Raymon dan menoleh ke samping kanan. Di sana sudah ada Baitu yang tersenyum manis kepadanya. Skylova langsung lari menghampirinya. Baitu merentangkan kedua tangannya agar Skylova memeluknya.
"Paman!" teriak Skylova sambil berlari memeluk Baitu.
"Kau membuatku khawatir, Sayang." Baitu menghirup aroma rambut Skylova.
Raymon hanya bisa melihat kemesraan mereka dari jauh. Hatinya begitu sakit. Tapi melihat Skylova bahagia membuat dia berusaha untuk menepis rasa sakit hati itu.
"Sepertinya tak ada celah lagi. Semoga kau bahagia, Sky," gumam Raymon pergi meninggalkan mereka.
Skylova melepaskan pelukannya dam menatap Baitu dengan lembut.
"Paman, Ayo pulang!"
"Pulang."
"Iya, bukannya paman sudah pulang kerja."
"Kita kembali ke kantor, Sayang," ucap Baitu memegang tangan Skylova lalu bergegas pergi.
--------
Vino masih setia menunggu Baitu. Dia sangat cemas. Seharusnya dia tak memberi tahu Baitu.
Cklik
Baitu dan Skylova masuk ke ruangan itu. Vino menatap keduanya penuh selidik
"Hai, pria cantik. Ketemu lagi," sapa Skylova.
"Sudahku bilang, jangan panggil aku pria cantik. Aku ini pria tulen. Suka wanita," bela Vino.
Baitu hanya acuh mendengar perdebatan mereka. Dia langsung menuju kursi kebesarannya.
Skylova langsung duduk dan membuka bungkusan plastik. Sebelum mereka sampai kantor. Dia minta berhenti di mini market untuk membeli beberapa snack.
"Kau mau makan itu semua."
"Iya, Sky laper banget soalnya." Skylova menyalakan televisi untuk menonton kartun kesukaannya.
Vino menatap Skylova dan menggelengkan kepala. Gadis ini seperti anak kecil.
"Kau seperti bocah kecil saja."
Skylova menoleh dan berdiri dan menatap Vino.
"Bagian mana yang masih kecil? Depan belakang oke tuh... fiks, kau buta."
Baitu menatap tajam Skylova yang sedang memamerkan tubuhnya. Sedangkan Vino menelan salivanya kasar. Tubuh dan body Skylova memang sangat bagus. Dia seperti model papan atas yang mempunyai lekuk tubuh sempurna.
Tiba-tiba Baitu melempar bolpoin ke arah Vino.
Tuk
Vino kaget dan mengelus kepalanya yang terkena bolpoin.
"Sekali lagi kau menatapnya. Maka kedua matamu ku congkel."
Ha Ha Ha
Skylova tertawa keras dan langsung duduk kembali menonton acara kesukaanya.
"Bilang saja kalau Sky sudah jadi seorang gadis. Bukan lagi bocah kecil," ucap Skylova sambil melirik Vino.
Vino gelagapan dan tak bisa menjawab pernyataan Skylova. Tiba-tiba, Sandra datang sambil berlari kearah Baitu.
"Maaf tuan, bukan maksud saya mengganggu."
Baitu menatap Sandra yang sedang di landa cemas. Sedangkan Skylova dan Vino hanya acuh saja.
"Ada apa?"
"Tuan Brivan sedang berada di luar bersama putrinya."
Baitu langsung berdiri. Padahal dia sudah menolak mentah-mentah putrinya. Tapi Jony Brivan bersikeras menjodohkan Tiara Brivan dengan Baitu.
Jony Brivan adalah salah satu rekan bisnis Baitu di bidang properti. Jony mempunyai putri bernama Tiara Brivan. Tiara Brivan adalah seorang guru tari. Dia tak kalah cantik dari model papan atas. Namun tubuhnya tidak terlalu tinggi. Dia keturunan India.
Pada saat Baitu terpuruk, Jony berusaha menjodohkan putrinya dengan baitu. Namun Baitu hanya diam dn menolaknya. Sekarang mereka datang lagi untuk melakukan perjodohan yang sudah di tolak oleh Baitu.
"Sayang, kau mau ikut denganku," ajak Baitu sambil menghampiri Skylova.
Skylova melirik Baitu dan nemudian kembali fokus ke acara yang dia tonton.
"Ayolah, Sayang. Aku tak mau mereka menggangguku. Apa lagi putri Brivan itu?"
Skylova langsung berdiri ketika mendengar kata Brivan. Dia seperti mengenal keluarga Brivan.
"San...Kau siapkan baju yang bagus. Sky akan ikut dengan Paman."
Sandra mengangguk dan langsung bergegas mengambil dres yang ada di kamar pribadi milik Baitu yang ada di kantor.
"Ini Nona." Sandra memberikan paper bag berwarna merah.
"Sepertinya, Paman sudah menyiapkan ini semua. Oke, Sky ganti dulu."
Skylova langsung masuk kamar dan memakai dres berwarna merah maron selurut. Di bagian bahunya ada bunga mawar. Rambutnya di biarkan terurai. Dia memakai make up tipis yang tersedia di kamar itu.
"Sempurna," gumam Skylova.