
Baitu keluar dari mobil bersama sandra. Skylova hanya diam karena masih kesal. Starlo meliriknya dan tersenyum penuh kemenangan. Ini kesempatan Starlo untuk mengusir Maheswari dari rumahnya.
Baitu menghampiri Skylova dan tersenyum manis. Dia tahu kalau Skylova marah padanya. Untuk itu, dia membawa sesuatu yang di sukai oleh gadis itu.
"Kau tidak menyambut kedatanganku, Lova." ucap Baitu.
"Kau bukan raja. Kenapa harus disambut? Pergilah!" sela Starlo sambil mengibaskan tangan.
Baitu memberikan paper bag kepada Skylova yang menatap Baitu.
"Ambillah... aku yakin kau menyukainya," ucap Baitu.
"Mau menyogok Adekku," ucap sinis Starlo.
"Abang diem dulu deh...." Skylova membuka isi paper bag tersebut. "Astaga... laptop mini Pengeluaran terbaru. Paman, apakah ini untuk Sky?" Skylova tersenyum manis menatap Baitu.
Skylova melihat laptop mini tersebut. Tiba-tiba, kepalanya berdenyut nyeri. Ada potongan memori yang muncul di otaknya. Dia merasa pernah memakai laptop mini milik Raymon di dalam mobil.
Skylova meringis memegang kepalanya yang sakit. Starlo dan Baitu Khawatir melihat itu. Mereka secara bersamaan mengeluarkan suara kekhawatirannya.
"Adek nggak papa?" Starlo menatap kearah Skylova.
"Lova, kau tak apa-apa?" Baitu menatap kearah Skylova.
"Udah, gggak papa. Cuman Sky ingat sesuatu. Sepertinya, Sky pernah memakai laptop mini ini bersama Ray di mobil," jawab Skylova.
Starlo dan Baitu bernapas lega. Itu tanda ingatan Skylova mulai kembali.
"Abang panggil Dokter Stevano ya..., biar adek di periksa."
"Nggak usah, Bang. Sky baik-baik saja." Skylova tersenyum. "Paman tampan, makasih ya hadiahnya. Sky suka. Paman memang yang terbaik." Skylova mengacungkan jempol nya.
Hati Baitu meleleh melihat ekspresi imut Skylova. Jika dapat dilihat, di sekitar wajahnya muncul bunga-bunga bermekaran.
Melihat ekspresi wajah Baitu, Starlo menatap tajam dengan penuh emosi.
"Ehem, kalau laptop gini aja, Abang bisa beliin, Dek," ucap Starlo sambil merebut laptop mini itu.
"Beda, Bang! Ini laptop dari Paman tampan." Skylova merebut kembali laptop mini itu "Paman, masuk yuk!" Skylova menggandeng mesra Baitu.
Skylova tipe orang yang mudah sekali di bujuk. Maka dari itu, Baitu tidak perlu susah-susah untuk membujuknya apabila sedang merajuk.
Starlo menatap kepergian mereka. Dia menggeret tangan Sandra ketika akan masuk kedalam rumah. Sehingga Sandra tanpa sengaja duduk dipangkuan Starlo. Starlo melingkarkan tangan nyakuat di perut Sandra.
"Apa yang kau lakukan? Lepaskan." Sandra meronta ingin lepas dari Starlo.
Tidak ada jawaban dari Starlo Karena mencium bau wangi lavender dari tubuh Sandra. Jujur saja, dia tak pernah dekat dengan wanita mana pun. Setiap wanita yang akan mendekatinya dihadiahi tatapan tajam yang menusuk dan menembus kulit sang penatap. Seperti mau melahap mangsa. Dia tak mau berurusan dengan hal menyusahkan Sikapnya hampir sama dengan Kaylo Beltran. hanya bedanya, Kaylo Beltran akan jijik jika bersentuhan dengan wanita selain Angel dan Jenifer. Sedangkan Starlo dia akan langsung menampar wanita yang sengaja merayu dan mendekatinya.
Dulu ada seorang wanita yang sengaja menghampiri dan bergelayut manja. Tanpa suara, Starlo langsung menampar wanita itu sampai berdarah. Bahkan ada juga yang di siram dengan air. Yang lebih parahnya lagi adalah dilempari tepung dan telur.
Bagaimana dia bisa mendapat telur dan tepung? Starlo memerintahkan sekretaris nya untuk membawa barang-barang tersebut.
(Buset...! Kasar amat)
"Lepas! Kau sungguh tak sopan." Sandra menginjak kaki Starlo dengan kuat.
Pegangan Starlo melonggar. Kesempatan itu Sandra untuk berdiri dan lepas dari Starlo.
"Kenapa kau menginjak kakiku?" Starlo meringis kesakitan memegang kakinya.
Sandra hanya membuang muka dan tidak mau menjawab Starlo.
"Dengar! Suruh tuan mu untuk tidak mendekati adek ku." Titah Starlo.
"Maaf! Itu bukan urusan ku." Jawab Sandra sinis.
"Kenapa kau tak menuruti perintah ku?"
"Kau bukan tuan ku. Lagi pula kenapa aku harus mengikuti orang sepertimu?" Ucap Sandra.
"Jangan menjawab pertanyaanku."
"Kau bertanya, tentu aku menjawabnya." Sandra menatap Starlo sambil berkacak pinggang
Wig, batin Starlo.
Rambut panjang sampai ke pinggul berhamburan.
"Apa yang kau lakukan?" Sandra membenahi rambut dan menatap tajam Starlo.
"Kenapa kau memakai wig?" tanya Starlo.
"Bukan urusanmu." Sandra merebut wig yang di pegang Starlo, namun dia ambil kembali
"Kembalikan, itu milikku." Sandra meraih wig yang berada di tangan Starlo tapi tak berhasil. Karena tangan Starlo diangkat keatas.
Sandra melompat-lompat meraih wig tersebut. Posisi mereka sangat dekat. Rambut wangi milik Sandra tercium oleh hidung milik Starlo.
Wangi, batin Starlo.
Starlo sedikit lengah sehingga Sandra mendorongnya hingga mereka jatuh bersama.
Cantik, batin Starlo berteriak.
Sandra langsung saja mengambil wig itu dan berdiri. Dia tidak sadar jika di tatap oleh Starlo. Tiba-tiba, Baitu dan Skylova sudah berada di teras. Mereka melihat semua kejadian itu dari awal sampai akhir.
"Cie... kayaknya, hati Abang berlabuh nih...!" ucap Skylova.
Starlo langsung berdiri dan tersenyum canggung ke arah Skylova
"Udah... gas terus, Bang. Lanjutin aja," goda Skylova.
"Apa yang di lanjutin, Dek?" tanya Starlo pura-pura tidak tahu.
Starlo memicingkan mata melihat Skylova memakai baju rapi.
"Adek mau kemana?" tanya Starlo.
"Mau pergi sama Paman tampan. Kan Sky ada acara reoni SMA, harus bawa pasangan. Pasangan Sky kan Paman. Jadi, Sky bawa Paman tampan," jawab Skylova.
"Kalau cuma reoni, Abang bisa jadi pasangan Adek."
"Harus bawa pacar, Bang. Bang Arlo kan bukan pacar Sky. Lagian, kalau Bang Arlo dateng. Temen Sky pada tahu kalau Abang kakak Sky," Sambung Skylova.
"Kenapa juga harus dia yang adek ajak? Kaya nggak ada orang lain aja." Starlo menatap tajam Baitu.
"Emang nggak ada, Bang. udah ah..., Sky mau berangkat. Sana lanjutin aja. kalian berdua cocok."
Baitu tersenyum mendengar perkataan Skylova. Sandra dan Starlo harus di beri waktu berdua agar tumbuh benih cinta. Sedangkan Sandra tersenyum canggung kepada Baitu dan Skylova karena sangat malu.
Astaga...! Aku sungguh sangat malu, ini gara-gara Starlo menyebalkan. Aku harus menjauh darinya, batin Sandra berteriak.
"Ngomong-ngomong, Sandra kau cantik dengan rambut panjan mu itu. Pasti Abang Arlo memujimu." Skylova menggeret tangan Baitu. "Bang, Sky udah ijin Mama. Jangan rusak acara Sky lagi. Kalau tidak, tahu sendirilah," ancam Skylova kepada Starlo.
Starlo sangat kesal melihat kedekatan Baitu dan Skylova. Dia hanya bisa mengalah pasrah karena gagal mengusir Maheswari. Lagi pula dia tak mau rahasianya terbongkar. Dengan berat hati dia, meninggalkan mereka dan masuk ke dalam rumah.
Sandra membenahi wignya. Dia mengikuti Baitu dan Skylova dari belakang.
"Sandra, kau di sini saja. Jangan kemana-mana. Aku akan pergi berdua dengan Skylova." Baitu membuka pintu mobil untuk Skylova.
"Tapi Tuan, saya ingin...."
"Ini perintah, Sandra," sela Baitu.
Skylova membuka kaca mobil Baitu.
"Paman, ayok! Kenapa lama sih?"
Baitu menoleh ke arah Skylova dan bergegas masuk mobil
Brum
Mobil Baitu pergi meninggalkan kediaman Mahendra.
"Apa yang harus aku lakukan disini? Sungguh aku sangat merindukan Brama," gumam Sandra.