
Skylova uring-uringan di dalam kamar. Pasalnya sang pujaan hati menutup telponnya sepihak. Tiba-tiba saja alaram tanda bahaya berbunyi.
Bib
Bib
Bib
"Astaga, tidak! Skylova berteriak sambil lari menuju komputernya.
Skylova mencari akar permasalahannya dengan buru - buru.
"Cih, pengganggu. Masih amatir mau cari gara-gara," ucap Skylova sambil terus menggerakkan kesepuluh jarinya.
"Masih mau melawan. Awas saja, Sky kasih hadiah nih..." ucap Skylova mengirim virus buatan.
"Cari lokasi, cari lokasi. Aha, ketemu. Vila Maheswari. Oh, paman tampan. Oke, Sky ladeni. Kesana aja ah. Sambil lihat keseluruhan Vila itu."
Skylova bergegas keluar dari ruangan itu. Dia bersiap-siap untuk ke Vila Maheswari.
Sementara itu di ruangan kerja Baitu, hacker yang di sewa untuk mencari keberadaan seseorang yang meretes akun pribadinya telah gagal.
"Maaf tuan, saya gagal. Dia sangat jenius. Bahkan mengirim virus pada laptop saya."
"Kau memang tak becus kerja."
"Tapi saya punya sedikit informasi. Siapa tahu berguna."
"Katakan."
"Hacker yang saya lawan inisialnya adalah K. Dia Hacker yang terkenal. Selama ini, tak ada yang tahu identitasnya. Hacker ini sangat jenius tuan."
"Dari mana kau tahu?"
"Baru saja saya tahu. Dia mengirim pesan untuk anda tuan." ucapnya sambil menunjukkan laptopnya
Aku kirim hadiah untukmu. Sampaikan kepada orang yang ada di sampingmu.
Kau tak boleh melihatnya, berikan padanya.
Salam dari K
Klik
Hai Paman
Laptop langsung mati dalam sekejap. Kemudian menyala lagi. Baitu memijat kepalanya yang berdenyut nyeri. Kenapa dia tak berpikir kalau gadis itu yang melakukannya? Gadis itu juga dapat nomer ponsel pribadinya. Padahal hanya orang tertentu yang mempunyai nomernya.
"Kau boleh keluar."
"Baik tuan."
Hacker itu pergi dari ruangan Baitu.
---------
Vila Mahendra
Skylova menuruni tangga dengan bersiul. Pasti pamannya tercinta sudah dapat pesan darinya. Dia sudah tak sabar lagi.
"Dek, mau kemana?"
"Abang ngganggu aja."
"Dek, di tanya baik-baik jawabnya kok gitu."
"Biarin, Sky mau ke Vila paman tampan."
"What, jangan kesana dek."
"Abang larang Sky."
"Adek mau masuk kandang singa."
"Kandang cinta, bang."
"Pokoknya, nggak boleh."
"Terserah...!" ucap Skylova sambil meninggalkan Starlo
Starlo mengejar Skylova namun tidak keburu. Skylova sudah sampai di pintu gerbang Vila Maheswari. Starlo tak cukup nyali untuk kesana.
"Dek, semoga pulang utuh, karena abang tahu adek bisa bela diri," gumam Starlo.
Skylova celingak - celinguk tidak jelas di depan pintu gerbang. Tak ada penjaga. Mau masuk bingung. Kalau sampai dia ketumu ama Beltran bisa amsyong dia.
"Masuk, enggak, masuk, enggak, masuk. Masuk aja." Skylova membuka pintu gerbang perlahan.
Skylova mengamati setiap sudut Vila ini. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai meretas semua CCTV yang ada di sekitar lokasi.
"Astaga, tempat apa ini? Sungguh mengerikan," ucap Skyliva sambil bergidik ngeri.
-------
Baitu mengamati CCTV di ruangannya. Dia melihat jelas bahwa gadis itu sedang menuju kemari. Baitu tersenyum penuh misteri.
"Rupannya dia tak takut sama sekali," gumam Baitu.
"Sandra, ikut aku ke ruang tamu."
"Baik tuan."
Baitu dan Sandra keluar ruangan menuju ruang tamu.
Skylova mencoba membuka pintu tapi tak bisa.
"Sial, pintu kode suara."
Tiba-tiba, pintu terbuka. Skylova terkejut. Banyak para pengawal di sana. Dan yang paling menonjol, ada paman tampannya.
Oh Astaga, sungguh indah memang ciptaan tuhan. Tanpa sadar Skylova menghampiri Baitu yang sedang duduk menyilangkan kaki jenjangnya.
"Kau tak kenal takut rupanya."
"Enggak, kan mau ketemu pujaan hati."
Nyawa Skylova masih hilang separuh. Dia belum konek sama sekali.
Baru kali ini Baitu melihat gadis aneh yang tak takut padanya. Malah bicara santai dan juga tatapannya seperti bayi tanpa dosa.
Tunggu, sejak kapan wajah gadis ini jadi bayi tanpa dosa. Ayolah! Netral kan pikiranmu Baitu.
"Apa kau tahu kesalahanmu?"
"Tentu saja. Sky tidak salah paman."
"Kau tidak salah hah..." ucap Baitu sambil menggebrak meja.
Semua orang yang ada di sana sudah pucat pasi. Skylova yang mendengar meja di gebrak langsung konek lagi.
"Ah, paman. Sky hanya ingin dekat dengan paman. He He He."
Doeng
Gadis ini sungguh berani. Dia malah malah bercanda di depan singa yang telah memgeluarkan taringnya. Para pengawal mununduk takut. Pasti gadis di depannya tak selamat. Mengingat dia sangat berani melawan tuan mereka.
"Kau..." ucap Baitu sambil menunjuk Skylova dengan geram.
"Paman, dengar Sky suka paman, Sky mau jadi pacar paman," ucap Skylova sambil menatap Baitu
Para pengawal yang ada di sana sangat kaget, Gadis ini menyatakan cinta pada tuannya. Banyak jajaran para wanita karir dan artis yang mengejarnya saja di tolak. Apa lagi gadis ini?
"Shit, gadis tak tahu malu."
"Kalian semua, KELUAR..!" teriak Baitu.
Para pengawal langsung bergegas keluar.
"Sky tak mau."
"Dengar gadis ingusan, kau belum dewasa. Dan juga bagian dadamu masih dalam pertumbuhan, yang artinya masih rata."
"Oh ya., coba paman lihat. Apa benar ini masih rata?" ucap Skylova sambil membuka jaketnya.
Sial. Tidak hanya cantik. Bentuk tubuh serta body gadis ini sangat bagus. Mereka tumbuh secara sempurna.
"Kau pulanglah, aku berbaik hati padamu. Mengingat aku bekerja sama dengan ayahmu sudah cukup lama."
"Tak akan, sebelum Sky dapat jawaban dari paman."
"Kau masih kecil Lova."
"Oh ya...! ucap Skylova sambil mendekat kearah Baitu dan melepas jaketnya.
Tak hanya itu, Skylova membuang wiknya sembarang tempat. Rambut panjang tergerai indah. Menambah kecantikan Skylova. Sejenak Baitu terpesona. Gadis di depannya sungguh menggoda.
Baitu sangat jarang tergoda. Dia bahkan seperti tak tergoda sama sekali bila ada wanita telanjang. Tapi, kenapa dengan gadis itu dia tergoda? Bahkan bagian bawah tubuhnya mengeras. Padahal tak ada sentuhan fisik sama sekali. Namun, tiba-tiba ada seseorang perusak suasana.
"Tak ku sangka kau sekarang suka gadis belia."
Doeng
Skylova menoleh. Dia langsung duduk kembali ke sofa.
"Beltran," gumam Skylova lirih tapi masih di dengar Baitu.
Baitu mengamati perubahan wajah Skylova. Skylova terlihat gelisah.
"Penganggu," jawab sinis Baitu.
"Aku hanya mengatakan sebenarnya." Kaylo duduk di sofa.
"Oh astaga, Sky bisa mati duduk nih..." gumam Sky lirih.
Kaylo yang mendengar itu, mengangkat sebelah alisnya. Dia mengamati gadis itu. Kaylo bisa menilai bahwa gadis itu sangat berbeda. Melihat Kaylo menatap Skylova timbul rasa tak senang pada Kaylo.
"Lova, jujurlah," perintah Baitu
"Jujur apa paman?" Skylova masih tetap menunduk."
"Angkat kepalamu, jangan menunduk."
"Sky tak mau, takut Beltran," ucap Skylova cepat.
Kaylo yang mendengar itu cukup kaget juga. Kenapa gadis itu takut padanya?
"Kau tak takut padaku, tapi takut pada Beltran."
"Iya, karena Sky cinta paman, dan karena Beltran aneh."
"Apa?" teriak Kaylo
"Ups, salah ngomong," ucap Skylova sambil menutup mulutnya.
"Ha Ha Ha. Dengar Beltran, katanya kau aneh. Baru kali ini ada seorang gadis bilang kau aneh . Padahal belum pernah bertemu."
"Jangan bangga dulu."
"Maafkan Sky ya, tuan Beltran," ucap Skylova sambil menatap Kaylo takut.
Kaylo yang di tatap pun tersenyum. Gadis itu harus jadi sekutunya. Mengingat Baitu kerap sekali menjahilinya. Dia harus balas dendam besar-besaran.
"Keluarlah Beltran. Aku tak ingin melihat wajahmu itu."
"Aku dan Angel akan berangkat sekarang. Dia sedang tidur jadi aku akan tetap membawanya, sesuai jadwal."
"Terserah kau saja."
Kaylo beranjak pergi sambil melirik gadis itu.
"Gadis unik," batin Kaylo.
Skylova meras lega ketika Kaylo pergi. Sungguh dia sangat sulit bernapas bila ada Kaylo di sini. Rasana seperti tercekik.
"Kau memakai rambut palsu?"
"Ah iya, jangan di bocorin," ucap Skylova sambil memakai rambut palsunya.
"Kenapa kau meretas dataku?"
"Karena, Sky suka paman."
"Berhentilah mengucapkan hal bodoh itu, kau buat aku pusing." Baitu memijat keningnya.
"Sky tak akan berhenti, paman."
"Kau mau masuk ruang bawah tanah ku hah."
"Oh astaga, ruang yang menjijik kan itu?"
"Aku yakin. Kau pasti sudah tahu."
"Sky memang sudah tahu, Sky akan mengakses pintunya agar tak bisa di buka."
"Kau mau main-main denganku," geram Baitu
"Rupanya kau perlu di masukkan penjara anak-anak. Mengingat kau sudah meretas data pemerintahan."
"Coba saja. Lagi pula Sky sangat berharga di mata pemerintah."
Ding dong ding dong
Baitu tak memiliki celah sama sekali. Dia benar-benar mati kutu.
"Kau, KELUAR!"
"Tak akan, Sky akan tetap disini."
"Dasar keras kepala. Sandra!" teriak Baitu
Sandra yang di panggil langsung menuju ruangan.
"Bawa dia keluar."
"Enggak mau."
"Maaf nona, tolong kerja samanya. Saya tak mau bertindak kasar."
"Persetan, Sky mau di sini."
" Maaf nona. Nona harus menurut."
Karena tak mau terjadilah perkelahian antara mereka.
Bug
Bug
Bug
Para pengawal yang mendengar perkelahian langsung menuju lokasi kejadian.
Sandra kalah telak. Dia sempoyongan. Sandra tak mengira, kalau gadis itu jago berkelahi.
"Sky berbaik hati tidak mematikan saluran chi mu. Kau masih bisa menjaga tuanmu. Karena tentunya Sky tak mau melihat tuan mu terluka."
Baitu yang melihat itu terheran. Sandra adalah pengawalnya yang handal bisa kalah oleh gadis kecil ini.
Tiba-tiba, datanglah Julio Mahendra dan Starlo Mahendra bersama para pengawalnya. Tanpa basa basi, Julio langsung berteriak.
"DASAR BOCAH NAKAL!" teriak Julio menggema di seluruh ruangan.