Sky Love Me

Sky Love Me
episode 52



Skylova masih menikmati tidurnya yang nyenyak. Baitu memandangi gadis yang masih tertidur pulas itu. Dia kemudian mencium dahi Skylova.


Baitu melirik jam yang ada di tangannya yang sudah menunjukkan jm sebelas malam. Dia menguap kemudian tidur di samping Skylova sambil memeluk erat tubuh itu.


"Selamat tidur, Sayang."


Baitu berucap sambil mencari kenyamanan. Sedangkan Skylova tersenyum dalam mimpinya.


Sementara itu, di ruangan yang sangat megah. Damian memandangi foto seseorang sambil tersenyum melihatnya.


"Dia sangat cantik, Pantas Baitu menyukainya," ucap Damian sambil meraba wajah yang ada di foto.


Banyak foto yang berserakan di atas meja Damian. Dia mengamati satu persatu foto itu. Semua aktivitas orang yang ada di foto dia abadikan.


"Skylova Mahendra."


Damian bergumam lirih. Kemudian dia meletakkan foto itu dan beralih ke berkas. Banyak tanda tanya mengenai kehidupan pribadi Skylova. Tapi tak menyurutkan Damian untuk memilikinya.


"Siapa pun kau. Kau harus menjadi milikku."


Damian berjalan menelusuri lorong. Dia menghampiri Tommy yang sedang di kurung di penjara bawah tanah miliknya.


Tommy menatap Damian penuh rasa penasaran. Kenapa Damian menangkap dirinya? Apa salahnya? Selama ini dia tak pernah mengusik Damian. Meski mereka bekerja sama sekalipun.


"Kau sudah bangun rupanya."


"Kenapa kau melakukan ini? Bukankah aku tak punya salah padamu?"


"Kau lupa, Tom. Tujuanmu ke Bali adalah membuat Baitu sedikit menderita."


Tommy bukannya lupa, tapi dia terpedaya oleh seorang gadis yang bernama Skylova.


Damian memberikan berkas yang dia bawa kepada Tommy. Tommy melihat berkas itu dan melotot kaget.


"Aku tak mengerti. Kenapa kalian menyukai orang yang sama lagi?"


"Jangan menyentuhnya. Dia tak bersalah," ucap Tommy penuh emosi.


Ha Ha Ha


Damian tertawa keras dan menatap Tommy yang sedang melihat berkas itu.


"Skylova Mahendra. Seperti apa dia? Sungguh aku tak mengira. Dia adalah adik dari orang yang selalu membeli barang IT kepadaku. Dunia memang sempit."


Tommy menatap tajam Damian karena tidak paham dengan perkataannya.


"Dengar, Tom. Karena kau gagal. Maka aku yang akan turun tangan langsung untuk menghadapi Baitu. Lagi pula aku sangat pemasaran dengan adik Starlo Mahendra."


Jeder


Deg


Jantung Tommy seketika seperti berhenti sejenak. Matanya melotot mendengar perkataan Damian.


"Damian, kau boleh menyakiti Baitu. Tapi jangan sakiti Skylova. Aku tak mengerti jalan pikiranmu? Bukankah kalian dulu adalah teman baik?"


"Tommy... ini sudah menjadi keputusanku. Jangan bersikeras menghalangiku. Sepertinya aku harus bertindak lebih cepat." ucap Damian sambil meninggalkan Tommy.


Tommy berteriak-teriak memanggil nama Damian. Tapi dia hanya acuh saja dan terus berjalan sampai ke ruangan kebesarannya. Dia berhenti sampai pada foto besar yang ada di dinding.


"Aku masih mengingat wajahmu yang tersenyum padaku, Linda Sasendri."


Linda Sasendri adalah saudara kembar Loka Sasendri (Ibu Angel). Linda Sasendri sangat mencintai Baitu. Tapi Baitu lebih memilih Diana Beltran. Linda selalu bercerita kepada Damian mengenai perasaannya. Damian yang jatuh cinta dengan Linda Sasendri mulai membenci Baitu karena telah menyakiti perasaan Linda. Persahabatan antara keduanya pun retak sampai sekarang.


Damian memutuskan untuk menikah dengan Linda. Walaupun Linda tak mencintainya, dia tetap berusaha membuat Linda bahagia. Setelah beberapa bulan menikah dengannya. Linda mengalami sakit parah dan kemudian meninggal. Setelah kematian Linda, kebencian Damian semakin meraja rela.


"Haiden, kita kembali ke Bali sekarang."


Damian meninggalkan ruangan kebesaran miliknya. Dia akan mulai bermain dengan Baitu Maheswari.


"Tunggu aku Baitu. Aku akan membuatmu merasakan apa yang aku rasakan."


Pagi sudah tiba, Skylova masih betah dengan selimutnya. Dia membuka mata dengan perlahan. Skylova menatap atap langit yang berbeda dari kamar Baitu. Dia langsung duduk dan mengedarkan seluruh pandangannya ke penjuru ruangan.


Cklik


Baitu membuka pintu kamar. Skylova menoleh ke arah pintu.


"Sayang, Kau sudah bangun. Aku membawakan sarapan untukmu."


"Paman, kita berada di mana?"


"Di resort milikku. Mulai hari ini kita akan menggali semua ingatanmu," ucap Baitu sambil menaruh nampan yang berisi makanan di meja.


Skylova mengangguk. Dia langsung pergi ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas mandi Sedangkan Baitu duduk di sofa yang ada di dalam kamar.


Baitu menatap foto dua orang gadis yang ada di ponselnya. Tadi malam, dia bermimpi bertemu dengan salah satu gadis yang ada di foto itu. Gadis itu adalah Linda Sasendri. Di dalam mimpinya, Linda memberitahu bahwa dirinya harus berhati-hati. Karena Damian akan datang merebut sesuatu yang berharga miliknya.


Baitu berpikir keras setelah bangun dari tidurnya. Dia kemudian tahu, apa yang di maksud sesuatu yang berharga itu. Dia memerintahkan Brama dan juga Sandra untuk menyelidiki Damian.


"Linda, Maafkan aku. Terimakasih sudah datang memperingatkanku. Aku akan berusaha menjaganya. Bantu aku menjaganya, Linda."


Tidak lama kemudian Skylova selesai mandi. Dia terlihat sangat segar. Skylova duduk di depan cermin untuk menyisir rambut. Baitu hanya menatap segala kegiatannya dari awal sampai akhir.


Skylova menoleh ke arah Baitu dan tersenyum manis


"Paman..., bisa bantu Sky menyisir rambut Sky."


Baitu langsung berdiri. Dia tak akan membuang waktu kalau berhubungan dengan kedekatan mereka.


Baitu menyisir rambut Skylova yang sangat harum sekali. Skylova tersenyum menikmati sisiran Baitu.


"Sayang, apa pun yang terjadi nanti, aku berharap kau tetap mencintaiku," ucap Baitu dengan nada sendu.


Baitu takut kehilangan Skylova untuk kedua kalinya. Dia tak mau terpuruk lagi. Sungguh sangat egois memang. Tapi inilah dirinya yang sesungguhnya. Baitu yang kejam dan keras sudah mati. Sekarang yang ada adalah Baitu yang lembut dan hangat. Ini semua berkat gadis di depannya yang mampu membuat Baitu bertekuk lutut dan menyerahkan segala yang dia miliki untuk sang gadis yang di cintainya.


"Paman tenang saja. Sky akan tetap mencintai Paman. Lagi pula sudah terbukti. Meski ingatan Sky hilang. Tapi cinta Sky tetap abadi."


Baitu sedikit lega mendengar perkataan Skylova. Dia kemudian menghentikan aktivitasnya.


"Makanlah, aku akan menunggumu di bawah. Ada sesuatu yang harus aku urus sebentar."


Skylova mengangguk tanda setuju. Baitu langsung keluar kamar tersebut dan berjalan menuju ruang kerjanya.


Baitu masuk ke ruangan itu. Dia melihat Brama dan sandra yang sudah duduk disana.


"Apakah kalian sudah menyelidikinya?"


"Sudah, Tuan." jawab Sandra.


"Apa yang kalian dapat?"


"Tuan Corner saat ini ada di Belanda. Kemarin dia berada di Bali. Tapi cuma sebentar, Tuan. Sepertinya, dia sedang mencari seseorang," sambung Brama.


Sandra menyerahkan beberapa foto yang telah dia dapat dari penyelidikannya. Baitu kaget melihat foto tersebut.


"Bagaimana mungkin Tommy bisa kenal dengan Damian?"


"Saya masih mencari tahu, Tuan. Semoga saja apa yang saya pikirkan tidak terjadi."


Baitu menatap Sandra. Sandra adalah penganalisis yang hebat karena selalu benar.


"Katakan, apa pendapatmu?"


"Tuan Corner mengajak kerja sama Tuan Kyle untuk menyakiti anda, Tuan. Karena Tuan Kyle dulu sangat mencintai Nona Diana. Sedangkan Tuan Corner sangat mencintai Nona Linda. Kemungkinan mereka berdua sedang balas dendam melalui Nona Skylova."


Pemikiran Baitu sama dengan pemikiran Sandra. Dia harus berhati-hati mulai saat ini.


"Kalian awasi terus pergerakkan Damian. Apapun yang terjadi? laporkan padaku," ucap Baitu sambil pergi meninggalkan mereka bertiga.