Sky Love Me

Sky Love Me
episode 45



Tommy mengacak rambutnya frustasi. Dia sangat merindukan Skylova. Pelukan Skylova kemarin membuat Tommy tak bisa melupakannya. Raymon menatap jengah kakaknya. Raymon mendengus kesal. Dia lebih baik pergi meninggalkan sang kakak.


"Mau pergi kemana kau?" Tommy melirik Raymon.


"Aku rindu dengan Sky. Jadi aku akan ke sana untuk bertemu dengannya." Raymon pergi begitu saja meninggalkan sang kakak.


Mendengar perkataan Raymon, Tommy ingin sekali ikut pergi ke Vila Maheswari. Akan tetapi dia juga tak mau melihat Maheswari yang sedang senang karena Skylova memilih tinggal dengannya.


"Sial...! Aku sangat rindu padanya. Aku harus kesana." Tommy berdiri dan setengah berlari menuju garasi mobil.


Raymon kaget melihat kakaknya keluar dengan sedikit berlari. Tiba-tiba saja sang kakak masuk ke dalam mobilnya.


"Apa yang kakak lakukan? Keluar!" Raymon mengusir dan mendorong Tommy.


"Jangan mendorongku! Aku ikut denganmu untuk bertemu Skylova."


"Wah..! Sejak kapan kakak memikirkan Skylova. Kakak jatuh cinta dengannya."


Tommy hanya diam. Dia melipat tangannya tak mau menjawab pertanyaan Raymon. Raymon menghembuskan napas perlahan. Dia tahu Tommy mulai berubah semenjak kenal dengan Skylova.


------


Starlo menghampiri dua sejoli yang sedang di mabuk asmara. Dia langsung duduk diantara keduanya.


"Sial...! Kau merusak suasana, Arlo." Baitu sedikit menggeser tubuhnya ke samping.


Starlo mengacuhkan perkataan Baitu. Dia lebih fokus pada Skylova.


"Dek... kita Boxing yuk!" Starlo mengajak Skylova.


"Males, Bang. Sky mau bersantai aja."


"Gimana kalau kita jalan-jalan? Abang rindu jalan-jalan dengan adek. Kita ke pantai. Siapa tahu adek ingat kalau kesana!" ucap Starlo.


Baitu berpikir keras. Apa yang dikatakan Starlo ada benarnya juga. Lagi pula dia di beri waktu dua bulan untuk membuat Skylova ingat masa lalunya. Dan untuk syarat kedua masih dalam proses.


"Apa yang di katakan Arlo benar sayang? Kita kesana!" Baitu berdiri pindah ke sisi kiri Skylova.


"Aku ingin muntah mendengarnya. Kau merayu adikku dengan sebutan sayang. Dasar perjaka tua," ucap Starlo.


"Aku ingin tertawa rasanya. Otakku akut sepertimu mengolokku. Berkacalah Arlo! Dasar otakku." Baitu menatap tajam Starlo dan melipat kedua tangannya.


Starlo sangat kesal kepada Baitu, karena dia membicarakan kelemahannya. Memang kenapa kalau otakku. Toh dia tidak mencuri.


Skylova risih mendengar pertengkaran mereka. Dia langsung berdiri dan meninggalkan keduanya. Skylova kaget melihat Sandra.


"Sandra!" teriak Skylova.


Starlo langsung berdiri dan menoleh kebelakang. Sedangkan Baitu tersenyum penuh kemenangan. Baitu yakin kalau Sandta mendengarkan percakapan mereka.


"Nikmati harimu, Arlo." Baitu menepuk pundak Arlo. "Sayang...! Tunggu aku," Baitu menghampiri Skylova.


Baitu menggeret paksa lengan Skylova. Dia ingin berduaan dengan Skylova. Urusan rahasia Starlo yang terdengar oleh Sandra biar di tanggung oleh Starlo.


"Mereka butuh waktu berdua. Kita harus memberi ruang." Baitu berbisik ke telinga Skylova.


Skylova mengangguk tanda setuju. Lagi pula ada benih-benih cinta diantara mereka.


Setelah Baitu dan Skylova pergi. Starlo menghampiri Sandra yang masih berdiri.


"Aku yakin kau mendengarnya."


Sandra hanya diam karena shock mendengar kalau starlo adalah otakku akut. Starlo sangat tampan. Dia juga jenius. Banyak para wanita memujanya. Tapi kenapa orang jenius di depannya ini tidak sempurna?


Otakku, Sandra membatin dan menggelengkan kepala.


Starlo heran melihat tingkah Sandra. Dia menepis jarak antara Sandra dengan dirinya.


"Aku memang otakku. Dan itu adalah kelemahanku. Karena kau sudah tahu. Maka aku semakin tidak bisa melepaskanmu." Starlo berbisik di dekat telinga Sandra.


Sandra membeku mendengar perkataan Starlo. Apa selamanya dia akan terjerat dengan Devil ini? Sepertinya dia harus menjauh dari Starlo. Karena Sandra takut dengan perkataan intimidasinya.


Sandra mendorong Starlo. Namun, Starlo memegang kedua tangan Sandra dan menggeretnya. Sehingga tangan Sandra bertumpu di dada bidang Starlo. Wajah Sandra merah merona karena tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria. Apalagi pria itu adalah Starlo Mahendra.


Starlo tersenyum penuh kemenangan. Sepertinya, Sandra harus di dekati secara intim. Supaya nanti dia mau mengakui perasaannya kepada dirinya.


Sedikit langkah untuk mencapai mu Sandra, batin Starlo.


Suasana yang romantis mendukung keduanya terbawa dalam alam cinta. Bunga yang bermekaran udara yang sejuk sangat membuatnya hanyut dalam keromantisan.


Namun, suasana yang indah itu tidak berjalan dengan lama. Ada perusak yang datang tanpa di undang.


"Ehem...." Tommy sengaja mengeluarkan suara yang sangat keras agar dua sejoli itu sadar.


Sandra langsung mundur seketika. Sedangkan Starlo mendengus kesal dan menatap sumber suara. Dasar perusak suasana. Batin Starlo berteriak dan menahan amarahnya.


Kau membangunkan singa tidur kak. Nikmatilah. Raymon menatap kakaknya dengan penuh senyuman.


Skylova dan Baitu menuju taman untuk mengajak Starlo dan Sandra pergi ke pantai. Dengan berbagai bujukan dari Baitu. Akhirnya Skylova setuju karena bisa bersenang-senang sembari mendapat hadiah.


Skylova masih kalut dengan pikirannya. Dia tidak menyadari kalau Tommy dan Raymon berada di sana. Dia terus berjalan mendekati kakaknya. Sedangkan Baitu yang berada di belakang Skylova langsung berlari menghadang Skylova agar tidak melihat Tommy dan Raymon.


"Paman minggir! Kenapa menghalangi jalan Sky." Skylova mendorong kuat tubuh Baitu sampai tergeser.


Baitu tidak menyerah dan menarik tangan Skylova serta memeluknya.


"Paman, kenapa tiba-tiba memeluk Skylova? Jangan-jangan Paman menyembunyikan sesuatu." Skylova meronta-ronta ingin lepas dari pelukan Baitu.


"Sayang..., jangan bergerak." Baitu berbisik dengan suara serak seperti menahan sesuatu.


Sial...Aku menyalakan api, dan tak bisa memadamkannya. Aku sangat tersiksa, batin Baitu.


Sandra melihat tuanya sedang memeluk Skylova. Ini kesempatan dirinya menjahui Starlo. Sandra yakin dengan perasaannya kalau dirinya tak menyukai Starlo. Sedikit rasa suka itu hanyalah sebatas kagum saja.


Starlo melihat arah tatapan Sandra. Dia melihat Skylova sedang di peluk oleh Baitu. Tommy dan Raymon pun ikut menoleh.


Tommy melotot kaget. Tangannya mengepal. Dia langsung lari ke arah dua sejoli yang saling berpelukan itu.


Raymon menepuk jidatnya. Inilah yang tidak di sukai dari Tommy. Dia tak bisa menahan emosi.


Dengan kasar, Tommy menggeret tangan Skylova agar terlepas dari pelukan Baitu. Dia kaget dan menatap tajam ke arah Tommy.


"Berani sekali kau menyentuhnya." Baitu meraih tangan Skylova.


"Dia tak pantas untukmu. Dasar perjaka tua."


Skylova menoleh ke kanan dan ke kiri. Dia sangat bingung. Apa mereka berdua saling kenal?


"Kau hanya membuatnya jadi pelampiasan. Bukankah kau sangat mencintai Diana?" Tommy menatap Baitu dengan tajam.


Skylova kaget mendengar perkataan Tommy. Siapa Diana? Apa hubungannya dengan paman tampan?


Tommy yakin kalau Skylova belum tahu mengenai Diana karena ekspresi kebingunan yang terletak jelas.


"Kau dulu begitu memuja Diana. Bahkan kau merebutnya dariku. Cih! Kau sungguh serakah."


"Tutup mulutmu, Tom!" Baitu berteriak dengan keras sehingga semua pengawalnya keluar. Sedangkan Sandra langsung menghampiri tuannya. Begitu juga Starlo dan Raymon.


"Tunggu deh...! Kalian saling kenal?" Skylova bertanya dengan wajah polos.


Krik


Krik


Bubar sudah acara tegang mereka. Kedua pria yang bersitegang menatap Skylova.


"Diana siapa sih? Kok Skylova baru denger ya....!"


"Aku akan menjelaskannya nanti, Sayang." Baitu menatap Skylova dengan tersenyum.


"Kalau kau butuh penjelasan, aku bisa menjelaskannya sekarang, Lova." Tommy membujuk Skylova agar mau bersama dengan dirinya.


Skylova melipat kedua tangannya. Dia melambaikan tangannya agar keduannya mendekat.


"Kalian berdua, kesini deh!"


Mereka berdua mendekat. Tiba-tiba Skylova menjewer telinga kedua pria itu. Mereka mengaduh kesakitan.


"Sky tak habis pikir. Baru bertemu kalian berdua sudah bertengkar."


"Ampun sayang. Sakit sekali." Baitu memegang telinga yang di jewer oleh Skylova.


"Dia yang mulai duluan." Tommy membela diri.


Skylova melepas telinga mereka dengan kasar. Dia melihat Brama sedang turun dari mobil. Skylova langsung lari menghampiri Brama.


Baitu dan Tommy heran melihat Skylova yang tengah berlari. Mereka ingin menyusulnya tapi tidak jadi.


"Kenapa Brama kembali cepat sekali?" Baitu bergumam lirih.


"Bukankah dia pengawal setiamu?" sambung Tommy.


Baitu mengangguk dan hanya diam tak menjawab apa pun. Dia menatap tajam Brama. Brama yang merasa di tatap pun menoleh ke arah sang penatap.


Brama kaget melihat tuannya marah. Dan yang lebih kaget lagi Skylova sedang menghampirinya.


"Hais, aku tak mau jika harus berurusan dengan Nona Skylova." Brama bergumam dan masuk lagi ke dalam mobil.