Sky Love Me

Sky Love Me
episode 43



Sandra melajukan mobilnya dengan cepat. Dia harusnsegera bertemu dengan Skylova. Tidak lama kemudian Sandra sudah sampai di kediaman Kyle yang sangat sepi. Tommy menyuruh para pengawalnya untuk bersama keluarga. Tommy akan mengubungi pengawalnya jika dia membutuhkan bantuan.


Dari kejahuan, Sandra melihat Skylova yang sedang bermain ayunan. Ada yang beda darinya. Wajahnya semakin tirus. Apa jangan-jangan Skylova rindu dengan tuannya? Ini kesempatan bagus untuk Sandra membujuk Skylova.


Sandra menghampiri Skylova dengan perlahan karena tidak mau mengagetkan Skylova.


"Selamat sore, Nona," sapa Sandra.


Skylova berhenti mengayun dan menoleh ke sumber suara. Skylova kaget karena Sandra berada di hadapannya.


"Bagaimana kau bisa tahu Sky ada di sini?" tanya Skylova. "Bang Arlo yang kasih tahu?"


Sandra mengangguk karena tidak ingin menyembunyikan kenyataan itu.


"Kumohon Nona kembali. Tuan sangat menyesal. Tuan sekarang terpuruk, Nona," bujuk Sandra.


Skylova menoleh kesamping. Dia enggan menatap Sandra. Kalau dia menatapnya pasti dia ingin bertemu Baitu. Seminggu menahan rindu yang mendalam membuat Skylova frustasi. Dia tak bisa melakukan aktivitas nya seperti biasa. Game online, meretas, boxing, dan kegiatan lainnya. Raymon sudah membujuk Skylova berulang kali untuk main game dengannya. Tapi Skylova menolaknya. Dia memilih untuk berdiam diri menikmati indahnya pemandangan luar.


"Saya mohon Nona kembali." Sandra memegang tangan Skylova.


"Dia tak akan kembali," sela Tommy.


Sandra dan Skylova menoleh ke arah sumber suara. Tommy berjalan mendekati kedua gadis yang sedang berbicara itu.


"Bilang pada tuanmu, kalau Skylova tak akan kembali," ucap Tommy.


"Tom, ini urusan Sky dengan Sandra. Jangan ikut campur."


"Apa kau lupa? dia telah menyakitimu, Lova."


Skylova menunduk. Apa yang di katakan Tommy benar adanya?


Sandra menatap Tommy tajam. Tak seharusnya, Tommy mengingatkan kejadian itu pada Skylova.


Skylova masih kalut dalam pikirannya. Dia bingung antara kembali dan tinggal. Meski hati dan fisiknya berkata lain. Dia tetap tidak bisa berbohong. Rindunya tidak bisa di bendung lagi. Skylova tak bisa menunda lagi. Lagi pula membohongi hatinya bukan tipe darinya. Sesakit apa pun nanti, dia harus menghadapinya. Bukannya lari seperti sekarang.


"Baiklah, Sky akan ikut Sandra."


Tommy kaget mendengar perkataan Skylova. Dia berencana mencegahnya agar tidak pergi.


"Apa kau tidak memikirkan kembali keputusanmu itu, Lova?" tanya Tommy.


"Tom, terimakasih atas semua kebaikanmu. Sky harus menyelesaikan ini semua. Apa pun hasilnya nanti? Sky akan terima." Skylova memeluk Tommy dengan erat.


Tommy seperti tersihir. Baru kali ini dia di peluk oleh Skylova. Aroma tubuh seperti bayi menusuk hidungnya. Sejenak dia tenang dan menghirupnya dalam-dalam. Pantas saja Baitu Maheswari begitu mencintai gadis yang memeluknya ini. Ternyata, ini jawabannya.


Skylova membawa ketenangan dan kenyaman dalam hidup Baitu, begitu juga hidup Tommy. Aroma tubuh Skylova mampu menghipnotis segala pikiran-pikiran buruk dan juga emosi yang tidak stabil.


Tommy hanya diam menikmati pelukan hangat Skylova. Dia tidak sadar pelukan itu terlepas. Jiwanya masih melalang buana menikmati aroma yang tersisa.


Brum


Suara mobil Sandra membangunkan Tommy dari keterpakuannya.


"Astaga..., Apa yang ku lakukan? Kenapa aku membiarkannya pergi? Dasar kau tidak berguna, Tom!" Tommy mengacak rambutnya.


-------


Vila Maheswari


Baitu masih minum-minuman keras. Dia melempar botol yang sedang dia pegang.


Prang


Baitu bangkit dan berjalan menuju ranjangnya tanpa alas kaki, sehingga kakinya terkena pecahan botol itu dan berdarah. Tidak ada rasa sakit sama sekali. Padahal darah yang keluar sampai membekas seperti telapak kaki.


Baitu menatap foto Skylova. Dia sangat merindukan Skylova. Terutama aroma tubuh yang mampu membuatnya tenang.


Baitu tahu kalau kesalahannya sangat fatal. Apakah Skylova mau memaafkannya? Apa dia masih bisa bersama Skylova? Apakah cinta Skylova masih ada untuknya? Banyak pertanyaan yang bersarang di otak Baitu.


Cklik


Vino Lee membuka pintu kamar Baitu. Dia baru saja tugas ke luar kota. Dan baru pulang. Vino kaget melihat kondisi Baitu dan langsung mendekat ke arah Baitu.


"Kenapa kau jadi seperti ini?" Vino mengeluarkan kotak obat.


Baitu menoleh ke arah suara itu dan hanya menatap Vino dengan tatapan kosong.


"Apa kau akan seperti ini terus? Dan kenapa kau tak pernah memberi tahu masalahmu kepadaku?" tanya Vino.


"Jangan sentuh luka itu, biarkan saja," ucap Baitu dingin.


Vino berdiri dan memegang kepala Baitu yang sangat panas. Dia yakin Baitu tak makan dengan baik. Bahkan dia mungkin hanya minum-minum saja.


"Apa kau tak ingin melihat gadis itu lagi? Luka mu harus di balut. Dan juga kau demam," bujuk Vino.


Tiba-tiba, pintu di buka dengan kasar.


Brak


"Paman!" teriak Skylova.


Baitu menoleh ke sumber suara dan menatao gadis yang memanggilnya paman. Apa dia sedang bermimpi? Apa benar gadis itu Skylova?


Skylova menatap kondisi ruangan kamar Baitu. Banyak botol minuman berserakan. Dan juga ada bekas jejak kaki berwarna merah.


Skylova menatap Baitu dengan tatapan nanar. Penampilan Paman tampan sangat memperhatikan. Wajah kusut, banyak bulu di sekitar rahangnya. Dan juga badan yang semakin kurus.


Skylova mendekat ke arah paman Baitu dan seorang yang tidak dia kenal.


"Sepertinya, tugasku harus kau selesaikan." Vino memberikan kotak obat kepada Skylova.


Skylova paham maksud pria asing itu. Dia kemudian duduk jongkok di depan Baitu untuk mengobatinya.


Skylova mencabuti pecahan botol yang masih menancap di telapak kaki Baitu. Dia dengan telaten membersihkan luka itu dan membalutnya. Baitu menatap tak percaya. dan mengira hanya mimpi.


Tak lama kemudian, pekerjaan mengobati luka selesai. Skylova kemudian beralih membersihkan botol yang berserakan. Setelah semua bersih, dia membuka tirai jendela kamar Baitu.


Baitu tidak bicara sama sekali. Dia masih menatap Skylova yang sedang bergerak ke sana kemari. Dia yakin, ini semua tidak nyata Walaupun hanya mimpi, hatinya sangat senang.


Skylova menghampiri Baitu dan mendekat. Dia memegang tangan kekar itu. Skylova kaget saat tahu kalau suhu tubuh Paman tampan panas.


"Paman demam. Sky ambilkan air sama kompresnya." Skylova langsung pergi mengambil air.


"Suara itu, apa benar dia Skylova? Apa aku tidak mimpi? Aku tak akan tidur malam ini untuk memastikannya," gumam Baitu.


Tidak lama kemudian, Skylova datang. Dia menghampiri Baitu dan memberinya obat agar Paman tampan bisa beristirahat.


Skylova menghela nafas lembut. Dia menatap Baitu yang sedang tertidur karena efek obat. Dia masih terjaga mengompres kening Baitu.


Malam semakin larut, Skylova tidak bisa menahan rasa kantuk yang menyerang dirinya. Akhirnya, dia tertidur di samping kanan Baitu sambil duduk memegang lengan kekar itu.


Baitu membuka matanya perlahan. Dia kaget melihat Skylova masih berada di sampingnya. Dengan sigap dia memindahkan tubuh Skylova.


"Jadi, aku tidak bermimpi. Ini benar Skylova." Baitu mencubit lengannya sendiri.


Baitu meringis kesakitan dan turun dari ranjang. Dia senyum-senyum tidak jelas menatap Skylova yang tengah tertidur.


"Kau kembali, Lova. Akhirnya...." Baitu kembali ke ranjang dan memeluk Skylova posesif.


"Terimakasih, Sayang. Baitu mencium pipi kanan Skylova.


Baitu bersyukur Skylova masih mau kembali kepadanya. Dia berharap, besok Skylova masih disampingnya. Dia menghirup aroma tubuh yang di sangat di rindukannya. Hatinya nyaman dan tenang sampai Baitu tertidur lagi dan melalang buana ke alam mimpi.