
Baitu membuka kamar dan kaget saat tidak melihat Skylova di ranjang. Dia lari ke arah Balkon dan melihat tali yang bergelantung di sampai ke tanah.
Baitu langsung lari menuju Vila Mahendra. Dia yakin Skylova pergi kesana.
Baitu sengaja meninggalkannya karena dia masih berbicara dengan Sandra mengenai Damian. Dia tak menyangka kalau Skylova akan pergi diam-diam.
Mobil Damian sudah tak ada di tempat. Tapi Dia masih berada di bawah pohon. Dia melihat Baitu yang tengah berlari menuju vila.
"Sial, Apa yang aku takutkan terjadi? Dia kemari. Aku harus sembunyi."
Damian memanjat pohon itu dan mengamati Baitu dari jauh. Baitu menggedor pintu yang di kunci. Karena tak sabar, dia mendobraknya.
Brak
Damian hanya menggelengkan kepala.
"Dasar perusak. Dia tak berubah sama sekali," ucap Damian sambil berjalan menjauh.
Starlo yang baru tidur tersentak kaget. Dia langsung keluar kamar dan bergegas menuruni tangga.
"Kau merusak pintu."
"Kau ternyata sudah pulang. Mana Lova? Dia di sini kan...?" tanya Baitu sambil menerobos masuk ke kamar Skylova.
Baitu membuka pintu perlahan. Dia sangat lega melihat Skylova yang tidur pulas di atas ranjang.
"Kau membuatku takut, Sayang." Baitu mendekati tubuh Skylova.
Baitu lega karena Skylova baik-baik saja. Dia menggendong Skylova untuk di bawa ke vilanya. Dia menuruni tangga dengan hati-hati.
"Apa kau sehari saja tidak bisa berpisah dengan adikku?"
"Aku tak mau berpisah dengannya."
Baitu berjalan keluar vila. Starlo pun mengikutinya dari belakang.
"Loh..., kemana mobil itu pergi?"
Baitu berhenti seketika dan berbalik arah menatap Starlo yang keheranan.
"Mobil siapa? Tadi sewaktu aku kesini tak ada mobil."
"Ada, mobil hitam. Aku yakin ada di sini. Aku pikir itu mobilnya Lova."
Deg
Jantung Baitu seakan berhenti dan langsung berbalik dan menuju vila. Dia harus memeriksa CCTV. Starlo meneriaki Baitu yang sudah menghilang.
"Percuma saja aku memanggilnya. Dia saja sudah hilang," ucap Starlo sambil pergi menuju kamar.
Baitu langsung menaruh Skylova ke ranjangnya dengan lembut. Dia bergegas menuju ruang kontrol CCTV. Sampai di sana, dia mengeceknya satu persatu. Ada beberapa durasi yang hilang. Baitu yakin ini ulah Damian.
Baitu mengepalkan tangannya kuat. Damian sudah berani mendekati Skylova. Dia yakin, Damian sudah bertemu dengan Skylova. Besok dia harus menanyakan hal ini pada gadisnya.
Baitu mengacak rambut tanda frustasi. Dia keluar ruangan dengan langkah gontai dan masuk ke kamar. Dia menuju ranjang untuk memeluk tubuh Skylova dan tidur dengan nyaman.
Hari ini, Baitu sangat lelah. Tindakan Damian yang di luar dugaan membuatnya semakin khawatir.
"Aku benar-benar takut kehilanganmu, Sayang," gumam Baitu.
Baitu memeluk Skylova dan menghirup aroma tubuh itu dengan kuat sampai tertidur pulas.
---------
Pagi sudah tiba. Ada rasa sesak di dada Skylova. Dia membuka matanya perlahan dan melihat tangan kekar yang sedang memeluknya. Dengan perlahan, Skylova memindahkan tangan itu. Namun tangan itu malah semakin erat memeluknya.
"Kita tidur lagi, Sayang. Aku masih mengantuk," ucap Baitu serak.
Skylova melotot kaget dan langsung membeku. Matanya menatap seluruh ruangan. Ternyata dia berada di kamar Baitu. Berarti tadi malam Baitu datang ke Vila Mahendra.
"Dasar kau kebo, Sky. Kenapa di angkat nggak kerasa sih?" gumam Skylova lirih.
Baitu tersenyum mendengar celoteh Skylova. Dia semakin memeluk erat Skylova.
"Paman, sesak sekali."
Skylova langsung diam tak berkutik. Dia memang salah karena tidak memberi tahu Baitu. Dia melakukanya karena takut melihat Baitu marah
"Maafkan Sky. Sky salah, Paman."
Baitu melepas pelukannya, dan berkata, "Hadap kesini dan tatap aku."
Skylova menuruti perkataan Baitu. Mereka kini saling bertatap muka.
"Kemarin, apa kau bertemu dengan seseorang?"
Skylova tambah menunduk. Pertemuannya dengan Damian adalah tanpa sengaja. Dia tak tahu kalau Damian seorang mafia.
"Aku tahu kau pasti bertemu dengannya, Lova. Dan kau harus menjahuinya."
Skylova mengangguk tanda dia setuju. Lagi pula, dia tak mau terlibat dengan Damian. Semoga saja setelah ini dia tak bertemu dengannya. Skylova memejamkan mata sambil berkomat kamit tak jelas. Dia berharap kepada sang pencipta untuk tidak di pertemukan lagi dengan Damian.
Baitu tersenyum melihat Skylova seperti itu. Dia jadi tambah gemas kepadanya dan menciumi wajah Skylova tanpa henti.
"Paman nakal," ucap Skylova menahan malu.
"Mandi sana? aku yakin Arlo sudah berada di bawah."
Skylova langsung beranjak dari ranjang dan lari ke arah kamar mandi. Sedangkan Baitu memilih mandi di kamar sebelah.
Sementara itu, Damian berada di ruang kerjanya. Dia menatap foto Skylova lagi dan lagi. Setelah tadi malam, Damian tak bisa tidur. Karena rindu dengan aroma tubuh gadis itu.
Haiden masuk ke ruangan tuannya. Dia berjalan cepat menuju ke arah sang tuan.
"Tuan, Ada berita mengejutkan."
"Katakan padaku."
"Saya sudah berhasil melacak hacker yang berinisial K. Lokasi yang ada saat ini adalah di Vila Mahendra. Kemungkinan hacker itu adalah Nona Skylova, Tuan."
Damian langsung berdiri karena tak percaya perkataan Haiden.
"Kau jangan berbohong."
"Saya menyewa hacker dari Belanda, Tuan. Hacker yang saya sewa kenal dengan Nona. Mereka pernah satu kampus. Nona adalah salah satu hacker jenius di kampusnya."
Damian langsung duduk. Jika itu benar, berarti Skylova mengetahui segalanya. Dia merasa lega, karena Skylova tak mungkin mengancam dirinya.
"Satu lagi, Tuan. Nona Skylova bukan orang biasa. Dia anak Monica Balwin."
Deg
Damian melotot mendengar perkataan Haiden. Skylova anak Monica Balwin. Di berkasnya hanya tertulis Monica Mahendra.
"Saya yakin sekali Nona Skylova dan Tuan Starlo menuruni bakat dari ibunya."
Damian mengangguk tanda setuju. Pemuda bernama Starlo itu memang sedikit aneh menurutnya. Dia sudah menjadi pelanggan Damian sejak umurnya 20 tahun. Starlo tak pernah memberitahu perihal pribadinya. Mereka hanya melakukan jual beli biasa saja.
"Kau boleh pergi, Haiden."
Haiden pergi meninggalkan sang tuan. Dia keluar pintu dan bersandar di dinding samping pintu.
"Semoga tuan tak terjerat dengan Nona Skylova. Aku tak tahu sejenius apa dia. Tapi aku takut pesona Nona Skylova bisa menerobos hati tuan. Mengingat Nona Skylova adalah gadis yang berbeda.
Haiden bisa merasakan kalau Skylova gadis yang berbeda. Skylova memang bukan ancaman. Tapi dia bisa menjadi bumerang bagi Damian.
Damian masih kalut dengan pikirannya. Gadis seperti Skylova sangatlah berharga. Dia ingin memiliki seutuhnya. Tapi sangat sulit karena status keluarga Skylova. Pasti keluarga Skylova adalah keluarga yang berpengaruh.
"Starlo, bakat apa yang dia miliki sebenarnya? Apa dia berbahaya?"
Starlo bersin secara tiba-tiba. Dia mengusap kasar hidungnya yang tidak gatal. Ini pasti ada orang yang sedang memikirkannya. Starlo menebak orang itu adalah Sandra. Dia buru-buru pergi ke Vila Maheswari. Sampai di vila, Starlo melihat Sandra yang tengah berbicara pada seorang pengawal. Starlo langsung saja memeluk tubuh Sandra dari belakang.
Grep
Sandra seketika membeku. Dia tahu aroma parfum ini adalah milik Starlo. Sandra menatap tajam pengawalnya agar pergi meninggalkannya.
"Aku sangat merindukanmu," ucap Starlo sambil mencium leher Sandra dan menghirup aroma tubuhnya.
Sandra sangat harum. Bau tubuhnya mampu membuat Starlo melayang ke angkasa. Sandra yang mendapatkan perlakuan seperti itu, terlena sejenak. Namun, dia langsung sadar ketika otaknya mulai bekerja. Dengan sigap Sandra melepaskan diri dari pelukan Starlo.