Sky Love Me

Sky Love Me
Prolog



Skylova Mahendra adalah gadis berusia 18 tahun. Semua orang memanggilnya dengan Lova. Tapi dia memilih di panggil Sky. Katannya biar otaknya tinggi seperti langit. Benar saja. Di usia yang ke 18 tahun dia sudah menyandang gelar sarjana IT. Dia anak kedua dari keluarga Mahendra.


Setiap hari berkutat dengan komputer dan anak pinaknya. Sky berperawakan bongsor. Rambutnya panjang, wajahnya cantik dan kulitnya bersih, putih, serta sehalus kapas. Pokoknya bak model-model terkenal dah. Tapi sayang seribu sayang. Anaknya tomboi, tak pernah mengutamakan penampilan. Selalu memakai rambut palsu laki-laki. Et... tapi jangan salah dia cewek tulen.


Starlo Mahendra adalah anak pertama keluarga Mahendra. Tampan, gagah, mempesona. Body tak kalah oke. Umur 25 tahun. Salah satu direktur di perusahaan Mahendra.


Starlo adalah salah satu kandidat calon menantu idaman emak-emak Indonesia. Starlo mempunyai karismatik sendiri yang dapat melelehkan kaum hawa. Bayangkan saja cuma karena gerakan sedikit saja, kaum hawa pada teriak histeris. Kaya dapat emas dadakan aja.


Tapi ada satu kelemahan Starlo yang tidak di ketahui semua orang. Anggap aja aib. Dia adalah otak ku. Sayang ganteng-ganteng otak ku.


Setiap ada iven festival custum starlo selalu menyempatkan dirinya untuk melihatnya. Di berbagai negara dia datangi. Bahkan banyak koleksi di ruang rahasianya. Tak hanya itu. Ada beberapa koleksi khusus yang berharga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Buang-buang duit aja bang.


Segala poster tokoh yang dia sukai di tempel di dinding kamar rahasiannya. Hanya dia dan Starlova yang tahu mengenai kamar itu.


Orang tua mereka bernama J****ulio Mahendra dan Monica Mahendra.


Julio Mahendra adalah keturunan asli Indonesia. Keluarganya merepakan salah satu ningrat keturunan Solo. Julio sangat tampan. Ketampanannya membuat Monica Balwin luluh.


Monica Balwin adalah keturunan Jerman dan Indonesia. Dia sangatlah cantik. Profesi Monica dulu adalah seorang Desainer terkenal di Jerman. Namun setelah menikah dia mengundurkan diri dari desainer. Tak hanya jadi desainer. Monica juga menggeluti bidang penelitian luar angkasa. Dia sangat jenius. Kejeniusannya di acungi jempol oleh negaranya.


Namun dia memutuskan berhenti setelah menikah dengan Julio dan menyandang nama keluarga Mahendra. Monica Mahendra berhenti atas keinginannya sendiri. Dia ingin fokus kepada anak-anaknya setelah menikah. Monica tak mau hidup anaknya terlantar karena kurang kasih sayang.


--------


Hari ini keluarga Mahendra semua pindah ke Bali. Mereka mengalihkan perusahaan pusat di sana.


"Ayah berangkat duluan saja dengan mama." Ujar Starlo.


"Modus lo bang." Sambil menyenggol bahu Starlo.


"Lova jangan gitu dong sayang."


"abang nggak rela tuh, ninggalin kamar tercintanya." Ledek Lova.


"Hus... ngomong apa-apaan."


"Bener yah, saking cintanya sama tu kamar, dia rela buat enggak keluar selama seminggu." Sambil menjulurkan lidah.


"Abang cuma mengenang kamar abang yang udah lama abang tempati dek." Sanggah Starlo.


"Udah-udah, ayah sama mama berangkat duluan, dan kamu lova, kamu juga harus berangkat bareng kami." Titah Monica.


"Hais... iya..iya.." Sambil berjalan ke arah kamar.


"Mama tunggu di mobil sayang." teriak Monica.


Tak ada jawaban dari Skylova. Dia langsung masuk kamar begitu saja. Tiba-tiba abang nya yang tengil datang. Sungguh merusak suasana hati.


"Ogah bang."


"Please dek." dengan wajah memelas Starlo memohon kepada Skylova.


"Abang sih... ganteng-ganteng cacat."


"Apa lo bilang, cacat... mana nya yang cacat."


"Ha...ha masak cakep-cakep otakku."


"Kalau ngomong di saring kek."


"Sky nggak janji tuh, kan belum lihat rumahnya. Tar kalau dah lihat rumahnya bakal Sky kasih tahu abang."


"Kamu bohong, itu gambar rumah siapa."


"Sial... lupa menyimpan."


"Tuhkan...! cepat buka laptop nya dek."


"Ogah...!"


"Abang janji, kalau sewaktu-waktu adek dihukum, abang bakal pinjemin semua fasilitas milik abang."


"Yang bener nih...awas kalau bohong, Sky akan taruh muka abang di internet dan juga semua koleksi abang."


"Oke... deal."


"Jangan nyesel ya bang."


Mereka pun duduk di sofa kamar milik Skylova. Dengan keahliannya, tak sampai 1 menit Skylova berhasil masuk ke dalam rumah barunya.


"Nih bang... ada kamar besar yang ada ruang rahasiannya, cocok tu sama angan-angan abang."


"Adek abang emang jenius." Sambil mencubit hidung Skylova.


Namun tiba-tiba Monica datang menghampiri mereka.


"Astaga ... apa yang kalian lakukan?"


"Eh.. mama." sapa keduannya.


"Lova ayo berangkat, lama amat. Dan itu laptop sini in.! sambil merebut laptop Skylova.


Sebelum berangkat mereka berdua mendapat ceramah habis-habisan. Starlo hanya diam dan Skylova acuh saja. Malah dirinya menggunakan kapas untuk menutupi telinganya. Memang dasar anak bandel.