Sky Love Me

Sky Love Me
episode 25



Skylova sangat bosan hanya menonton acara telivisi di ruang keluarga. Monica yang melihat Skylova menggelengkan kepala.


"Kenapa kau manyun gitu?" tanya Monica.


"Bosen, Ma. Sky ingin pergi ke Mall. Boleh nggak?" tanya Skylova.


"Gimana kalau pergi dengan Mama?" tawar Monica.


"Nggak ah, Ma. Please deh, Sky ingin jalan-jalan sendiri. Kalau sama Mama, pasti selalu ngajak Sky pulang. Kan belum puas, Ma!" ucap Skylova.


Monica menghela napas kasar. Apa ini waktu yang tepat memberi kebebasan kepada Skylova? Dia tidak tega melihat putrinya selalu mengeluh bosan.


"Iya udah, Tapi jangan lama-lama. Nanti kalau sudah puas, cepat pulang!"


"Makasih, Ma." Skylova memcium pipi kanan Monica dan langsung pergi.


Monica tersenyum melihat tingkah Skylova. Dia akan menuruti semua keinginan putrinya. Karena mengingat kecelakaan tragis yang menimpa Skylova membuat monica semakin sayang kepadanya.


Skylova mengelus moge miliknya.


"Rocky sayang, kita berangkat yuk...!" Skylova memakai helem dan jaket berwarna hitam.


Brum


Skylova dengan lihai menaiki kendaraan untuk membelah jalan raya yang begitu ramai.


Sementara itu, Baitu ingin mencari berbagai bahan makanan di Mall. Semenjak kepergian Skylova. Dia mulai menyibukkan diri dengan memasak.


"Apakah Tuan mau pergi belanja?" tanya Sandra.


"Iya," jawab Baitu dingin.


"Bagaimana kalau saya mengantar, Tuan," tawar Sandra.


Baitu hanya diam dan langsung melenggang pergi. Sandra mengikutinya dari belakang. Selama perjalanan, hanya kekosongan yang mengisi mereka


Sungguh seperti kehilangan jiwa nya saja. Tuan benar-benar berubah sangat dingin dan juga kejam.


Tak lama kemudian, mereka sampai di Mall. Baitu keluar dari mobil dan masuk ke Mall begitu saja. Namun, tiba-tiba dia di tabrak seseorang dari depan.


Bruk


"Hais, kalah kan jadinya...." Skylova menunduk memegang ponsel.


Baitu kaget karena telah mengenal suara ini. Dia menatap seseorang yang masih menunduk itu. Tiba-tiba, seseorang itu menatap wajah sang penabrak.


Deg


"Astaga... Paman sangat tampan. Sky terpesona." Skylova menatap Baitu penuh dengan wajah ceria.


Apa dia bilang? Bagaimana bisa? Bukankah Skylova sudah tiada. Baitu terbengong menatap gadis yang ada di depannya.


"Halo, Paman tampan. Jangan diam aja dong... fiks paman aneh. Tapi tak apalah. Sky suka. Gimana kalau Paman jadi pacar Sky?" Skylova mengedipkan mata menarik perhatian Baitu.


Sandra melihat Baitu berhenti karena berbicara kepada seseorang. Sandra kaget saat tahu siapa orang itu.


"Nona Skylova," gumam Skylova lirih.


Tiba-tiba saja, Baitu berteriak, "Sandra!"


Sandra langsung menghampiri Baitu.


"Paman tampan jangan teriak dong..., telinga Sky sakit nih....! Skylova menutup telinga dengan tangan.


"Kau harus mencubit tanganku, Sandra."


"Tapi Tuan."


"Lakukan!" perintah Baitu sambil menatap tajam kearah Sandra.


Sandra mencubit tangan Baitu sampai meringis kesakitan. Kalau sakit tanda nya bukan mimpi. Hatinya sangat bahagia. Sekarang, dia tinggal memastikan sesuatu. Apakah benar gadis itu adalah Skylova?


"Paman tampan, kenapa melihat Sky seperti itu? Dengar, jangan menatap Sky. Hati Sky luluh lantah nih....! ucap Skylova.


"Skylova Mahendra," ucap Baitu.


"Ya Lord.... Paman tampan peramal ya? Kok tahu nama Sky."


Baitu merasa dejavu. Begitu juga dengan Sandra.


"Apakah ini benar Nona Skylova," tanya Sandra memastikan nya.


"Tunggu, Sky bingung nih..., dari mana kalian tahu nama Sky? Perasaan Sky baru kenal dengan kalian. Nama kalian aja, Sky tak tahu."


"Kau tak berubah sedikit pun. Baumu, gaya pakaianmu dan cara bicaramu, Lova." Baitu menahan hasrat rindunya kepada Skylova.


Deg


Deg


Jantung keduanya berpacu. Tiba-tiba, Baitu mencium pipi kanan Skylova.


Cup


Skylova kaget dan berbunga-bunga karena Baitu menciumnya. Tak lama kemudian, dia sadar dan mendorongnya.


"Paman sangat mesum." Skylova menunjuk ke arah Baitu dengan tangan yang bergetar.


Baitu sudah tidak bisa menahn rasa rindu yang terus meronta-ronta ingin keluar. Dia langsung memeluk Skylova dan mencium aroma tubuh yang tak bisa dilupakannya.


"Paman tampan. Apa yang Paman lakukan? Ganteng-ganteng aneh."


"Dengar, aku tak akan melepaskanmu lagi, Lova."


Tanpa pikir panjang Baitu menggendong Skylova dengan ala bridal Style.


Skylova memekik kaget dan berteriak, "Paman tampan lepas." Skylova meronta-ronta. "Tolong... Sky di culik nih....!"


Semua orang hanya diam dan acuh. Mereka tidak melihat Skylova yang sedang berteriak. Orang-orang yang ada disana tahu bahwa seseorang yang diteriaki oleh gadis itu adalah Baitu Maheswari.


"Kok pada diam semua. Nggak lihat Sky susah. Tolongin dong...!"


"Tak akan ada yang menolongmu. Berhentilah bergerak."


Skylova langsung diam karena malu. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Baitu.


Baitu menuju mobilnya. Sandra dengan gerakan cepat membuka pintu mobil itu. Baitu butuh waktu berdua bersama Skylova Sandra pergi meninggalkan mereka berdua.


"Akhirnya, Tuan kembali lagi. Aku tak menyangka Nona Skylova masih hidup. Sepertinya, aku harus mencari tahu kebenarannya." gumam Sandra.


Sandra mengeluarkan ponsel untuk mengirim pesan kepada seseorang.


Sementara itu, Baitu tidak berhenti memandang wajah Skylova. Kenyataan di depannya membuat dia sangat bahagia. Dunia yang berwarna warni akan kembali kalau Skylova berada di sana.


"Paman tampan, keluarkan Sky dari sini!"


"Aku tak akan melepaskanmu."


"Paman tampan aneh. Menatap Sky dari tadi. Jangan bilang paman suka dengan Sky." Skylova tersenyum bangga ke arah Baitu.


Jantung Baitu bermaraton seperti mau keluar dari tempatnya. Rasa bahagia ini pasti bukan mimpi. Terbukti Skylova berada tepat di hadapannya.


"Aku merindukanmu." gumam Baitu.


Skylova mengernyitkan dahi tanda keheranan. Dia mendengar jelas suara Baitu.


"Apakah Paman demam? Paman aneh." Skylova memegang dahi Baitu dengan telapak tangannya.


Tubuh Baitu seketika kaku. Jarak dia dan Skylova terlalu dekat. Dia tanpa sadar menatap bibir pink milik Skylova. Jakunnya naik turun menelan ludahnya. Bau harum seperti bayi menyeruak masuk ke dalam rongga hidungnya. Seketika di bawah sana bereaksi.


Baitu sudah tak tahan lagi menahan hasrat dan kerinduanya. Tanpa aba-aba, dia ******* bibir itu. Skylova hanya diam tidak merespon. Namun, lama kelamaan dia terbuai.


Hanya bunyi ciuman yang menggema di dalam mobil. Baitu tak henti-hentinya mengabsen bibir manis milik Skylova.


Karena terlalu lama berciuman, Skylova memukul dada bidang milik Baitu. Dia kehabisan nafasnya.


"Hos Hos. Sky tak bisa bernapas nih...." Skylova menghirup udara sebanyaknya. "Ciuman pertama Sky diambil oleh paman tampan. Paman tampan harus menikah dengan Sky," ucap Skylova dengan spontan.


Baitu tersenyum penuh senang. Skylova berarti masih murni. Jantungnya yang sekarang masih berdetak kencang harus segera dia netral kan.


"Jadi, ini ciuman pertamamu?"


Skylova mengangguk tanda membenarkan.


"Dengar, Lova. Setelah ini, aku pastikan kau tak bisa lari dariku." Baitu membuka wig Skylova.


Skylova kaget karena rambut lurus dan lembutnya terlihat oleh Baitu.


"Bagaimana Paman tampan bisa tau? Astaga... Paman benar-benar peramal. Sky sangat suka."


Baitu mencium puncak rambut Skylova. Dia menikmati momen itu. Skylova hanya menurut karena Baitu tidak terlihat jahat sedikit pun.


Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena kau masih hidup. Dan kembali kepadaku. Cinta ini tak akan aku sia-siakan seperti dulu. Kita akan membuat dunia bersama. Dunia yang berisi aku dan kau. Dunia kita berdua, Lova. I love you Skylova Mahendra.