Sky Love Me

Sky Love Me
episode 51



Skylova keluar kamar pribadi Baitu dengan perubahan yang sempurna. Semua orang yang ada di sana melongo melihat perubahannya. Vino sampai meneteskan air liurnya. Sedangkan Baitu menatap Skylova penuh kagum.


Sandra tersenyum melihat perubahan Skylova. Dia bertepuk tangan agar kedua pria yang ada di ruangan itu sadar.


Vino langsung terperanjat kaget. Dia sangat malu sekali. Vino langsung menoleh ke arah lain. Baitu masih saja menatap Skylova tanpa berkedip sedikitpun.


Skylova menghampiri Baitu dan memegang pipi Baitu lembut agar sadar dan tersenyum ke arah Skylova.


"Sayang, Kau sangat cantik dan mempesona. Bukankah begitu, Vino," ucap Baitu sambil melirik Vino.


Vino hanya mengangguk. Dia malu mengakui kecantikan Skylova.


"So..., kita kemana, Sandra?"


"Tuan Brivan menunggu di loby. Mari kita ke loby."


Sandra berjalan keluar ruangan. Sedangkan Baitu dan Skylova mengikutinya dari Belakang.


Vino mengangkat menoleh ke arah Skylova. Dia menatap kagum Skylova. Skylova pun berhenti dan menoleh.


"Dasar pria cantik." Skylova menjulurkan lidahnya tanda mengejek Vino.


Vino melotot kearah Skylova. Gadis di depannya sungguh menjengkelkan.


"Akan kuralat. Dia tidak cantik dan juga tidak seksi. Dasar gadis menyebalkan," gumam Vino.


Jony dan Tiara duduk menunggu dengan perasaan gelisah. Ini ketiga kalinya dia menjodohkan putrinya dengan Baitu Maheswari. Sebenarnya, Tiara tidak mau dijodohkan oleh Baitu Maheswari. Karena dia sudah punya kekasih. Lagi pula, Tiara takut dengan tatapan menusuk Maheswari.


Tidak lama kemudian, Baitu dan Skylova datang. Baitu memeluk erat pinggang Skylova. Dia ingin menunjukkan bahwa Skylova adalah miliknya. Para karyawan menatap kagum kearah Skylova. Dia sangat cantik. Rambutnya bebas terurai. Make up tipis menghiasi wajahnya yang cantik. Kecantikannya bertambah sedemikian rupa.


"Maaf atas keterlambatan tuan saya. Saya harap anda memakluminya," ucap Sandra


Jony dan Tiara menoleh. Mereka kaget melihat Baitu bersama seorang gadis. Dan gadis itu adalah Anjeng Skylova.


Jony dan Tiara langsung berdiri menyambut Skylova.


"Saya tak menyangka bisa bertemu dengan anda disini Raden Ayu Ajeng." Jony dan Tiara sedikit membungkuk.


Skylova ingin berteriak keras karena tidak mau di hormati seperti ini.


"Berhentilah membungkuk. Dan duduklah dengan tenang!" perintah Skylova sambil duduk.


Baitu hanya mengikuti Skylova saja. Dia sedikit terkejut karena Tuan Brivan kenal dengan Skylova.


"Hai, Tiara. Bagaimana kabarmu dengan Satrio?" tanya Skylova secara mendadak.


Jony kaget mendengar pertanyaan Skylova. Dia menatap tajam Tiara yang langsung menunduk.


Skylova menghela nafas kasar. Jony tak berubah sama sekali. Dia sepertinya harus di beri pengarahan.


"Sepertinya, anda masih menghalangi hubungan putri anda dengan pengawal setia romo."


Jony menatap Skylova. Dia kemudian mengeluarkan pendapatnya. Agar Skylova bisa paham.


"Pengawal itu tidak pantas dengan putriku Raden Ayu. Statusnya, tak lebih dari pengawal."


"Jadi ,anda berusaha menjodohkan putri anda dengan Baitu Maheswari. Anda harus tahu. Bahwa Baitu Maheswari adalah kekasih saya."


Jony dan Tiara kaget mendengar perkataan Skylova. Orang yang di cintai Baitu selama ini adalah Skylova.


"Satrio sudah masuk ke dalam keluarga Diningrat. Anda harus sadar kalau Tiara hanya mencintai Satrio."


Jony menatap Tiara yang masih menunduk. Dia menghela nafas kasar. Pantas saja Baitu selalu menolak di jodohkan olehnya. Karena ini alasannya. Sepertinya tak ada pilihan lain untuk Jony menerima Satrio. Lagi pula, Satrio sudah menjadi bagian keluarga Diningrat.


"Baiklah, saya akan mencoba untuk merestui mereka." Jony berdiri dan membungkuk. "Saya permisi, Raden Ayu."


Tiara terkejut mendengar keputusan ayahnya. Dia langsung menatap ke arah Skylova.


"Sky...Terimakasih. Berkat dirimu ayahku mau merestui hubunganku dengan Satrio. Aku pergi dulu," ucap Tiara sambil pergi mengikuti ayahnya.


Skylova tersenyum dan kemudian mengeluarkan ponsel untuk bermain game.


"Jadi... kau kenal dengan mereka."


Skylova mengangguk. Dia masih konsentrasi dengan ponselnya.


"Kau bilang aku adalah kekasihmu kepada mereka. Apakah semua itu benar?"


"Tentu saja itu benar. Pamankan memang kekasih Sky," ucap Skylova tanpa sadar.


"Aku senang kau jujur mengenai perasaanmu."


"Maksud Paman apa? Sky nggak paham tuh...."


Baitu kesal mendengar perkataan Skylova. Jadi dari tadi dia hanya di acuhkan saja. Baitu merebut ponsel Skylova.


"Oh No! Ponsel Sky, Paman... berikan!" ucap Skylova sambil meraih ponselnya yang diangkat tinggi oleh Baitu.


Baitu langsung berdiri. Skylova juga ikut berdiri dan berusaha meraih ponsel itu, Namun tak bisa karena Baitu mengangkatnya sangat tinggi.


"Hais... capek banget."


"Ponselmu aku sita."


Skylova mendengus kesal. Ponselnya di sita. Dia tak bisa bermain game sewaktu-waktu.


"Sky kangen Banng Arlo," ucap Sky sambil melirik Baitu.


Baitu mengangkat alisnya. Dia kemudian menyerahkan ponselnya kembali kepada Skylova.


Skylova bersorak senang di dalam hatinya. Ponselnya tak lagi di sita. Dia kemudian pergi begitu saja meninggalkan Baitu.


Brug


Skylova menabrak seseorang. Dia adalah seorang cleaning servis


"Maaf, Nona. Saya tidak sengaja," ucap cleaning servis sambil melirik Skylova yang sangat cantik.


Skylova hanya tersenyum. Dia membantu cleaning servis itu berdiri. Setelah itu dia pergi menuju ruangan Baitu.


Dia harus jadi milikku, batin cleaning servis tersebut.


Cleaning Servis itu membuka rambut pasangan itu dan berjalan keluar kantor Baitu. Dia menuju mobil mewahnya.


"Apakah Tuan sudah selesai?" tanya sang sopir.


"Berhenti bertanya, Haiden. Kau merusak hariku yang indah."


"Maafkan saya, Tuan Corner."


Orang yang menyamar menjadi cleaning servis itu adalah Damian Corner. Damian Corner adalah salah satu rival Baitu Maheswari. Damian sangat kejam dan bengis. Dia bisa melakukan cara apa pun untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan. Kecuali rivalnya Baitu Maheswari. Damian tak pernah menggunakan cara licik untuk bersaing dengan Baitu. Karena Damian tahu, Baitu bukanlah orang yang berani membunuh seseorang.


Haiden Cho adalah pengawal setia Damian. Kemana pun Damian pergi, Haiden selalu menemaninya.


"Kita pergi sekarang. Nanti kalau waktunya sudah tiba, aku akan menemuinya langsung. Lagi pula, hari ini aku harus pulang ke Belanda.


Haiden mengangguk. Dia kemudian menyalakan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan perusahan milik Baitu.


Sementara itu, Baitu masih diam di tempat. Dia masih memikirkan percakapan Tuan Brivan dan Skylova.


Tuan Brivan sangat menghormati Skylova. Bahkan dia juga menyebut Skylova dengan sebutan Raden Ayu. Itu artinya Tuan Brivan kenal betul dengan keluarga Diningrat.


Baitu kemdian berdiri. Dia menuju ruangannya. Sedangkan Sandra mngikutinya dari belakang.


Baitu membuka pintu ruangan kebesarannya. Dia melihat Skylova yang tengah tidur di sofa. Skylova sudah mengganti pakaiannya kembali. Skylova tak mau memakai pakaiannya yang membuat dirinya tak nyaman. Maka dari itu Skylova mengganti pakaiannya.


Baitu tersenyum melihat Skylova yang tengah tidur. Dia menghampiri Skylova dan mendekat ke arahnya.


"Kau penuh kejutan, Lova. Sepertinya aku harus mempercepat misiku. Aku punya firasat yang tidak enak mengenai dirimu. Semoga saja firasat ini tak benar," gumam Baitu sambil mengelus surai hitam milik Skylova.