Sky Love Me

Sky Love Me
episode 13



Pagi telah tiba. Dua orang beda jenis kelamin itu saling berpelukan. Skylova merasa ada tangan kekar di perutnya. Dia berinisiatif untuk menyingkirkan tangan itu. Namun, tangan itu malah kembali memeluknya. Dengan perlahan dia membuka matanya.


"Dimana ini?" Suara Skylova yang parau dan seksi kas orang tidur.


Skylova menggosok matanya, dia mengedarkan pandangan nya ke penjuru ruangan. Skylova kaget. Baitu tidur nyenyak di sampingnya. Dia berteriak.


"Apa yang Paman lakukan di sini?" teriak Skylova.


Baitu berjingkat kaget. Dia menoleh kesana kemari. Bukankah tadi malam dia tidur di sofa. Kenapa bisa tidur seranjang dengan setan pengganggu? Baitu memijat pelipisnya untuk mengingat sesuatu.


Akhirnya, dirinya ingat. Baitu merasa tidak nyaman tidur di sofa. Dia memilih tidur di ranjang bersama Skylova.


"Stttt... diamlah! Kau buatku pusing."


"Tapi Paman, Kenapa paman tidur...."


Baitu menutup mulut Skylova dengan tangan nya. Skylova langsung diam seketika.


"Sudah, Diamlah!" titah Baitu.


Skylova hanya mengangguk. Baitu pun melepaskan tangannya dari mulut Skylova. Baitu segera mengambil ponsel pribadinya. Dia ingin menghubungi Sandra.


"Halo, Sandra. Hubungi Liza Dwoni sekarang. Bilang aku ingin makan siang dengannya."


Tut


Skylova diam mematung. Dia mencerna kalimat Baitu tadi. Baitu akan berkencan dengan Liza Dwoni. Siapa Liza Dwoni itu? Pokoknya, Skylova harus tahu.


Baitu pergi ke kamar mandi untuk melakukan aktivitas mandinya. Dia bersiap akan pergi ke kantor. Ini kesempatan bagus buat Skylova. Dia akan meretas ponsel Baitu. Dengan penuh hati-hati, Skylova melakukan kegiatan nya.


"Yes... berhasil. Sky tak akan membiarkan Paman Tampan menjadi milik orang lain," gumam Skylova penuh keyakinan.


Skylova pergi keluar kamar. Dirinya juga harus bersiap-siap. Tunggu dulu, kenapa rambutnya jadi berantakan? Bukannya tadi malam dia masih memakai wig. Mana wig nya? Wignya tidak ada. Dia harus pulang untuk mengambil wignya. Ketika ingin keluar kamar, dia di cegah oleh Baitu.


"Mau kemana?"


"Eh... Paman. Mau ambil wig lah...Paman buang wigku, ya...."


"Wig itu merusak pemandangan. Jadi aku membuangnya."


"Itu wig mahal. Sky beli di Jerman dengan Ray."


Baitu yang mendengar nama Raymon mengepalkan tangannya.


"Kau tak usah memakai wig. Pakai baju yang ada di almari. Temani aku ke kantor. Mulai hari ini, kau jadi asistenku."


"Eittt... tidak bisa gitu dong! Main jadi in Sky asisten segala. Sky nggak mau."


"Dengar... setan pengganggu. Tak ada penolakan," titah Baitu.


"Paman menyebalkan." Skylova menuju kamar mandi dan menutup pintu dengan sangat keras.


Baitu tersenyum penuh kemenangan. Dia pergi menuju ruang makan.


Di ruang makan sudah ada Liza Dwoni. Baitu sangat kaget. Bukankah seharusnya janji dengannya dilakukan siang hari.


"Kenapa pagi sekali kau sudah di sini?"


Liza pun menoleh dan tersenyum. Sebenarnya, dia sangat senang mendapat telpon dari Sandra. Karena sangat senang, dia langsung datang untuk berangkat bersama Baitu.


"Emmm... aku ingin berangkat bersamamu," ucap Liza malu-malu.


Liza sangatlah cantik dan seksi. Bodynya seperti model-model kelas atas. Bajunya pun bermerk. Dari atas sampai bawah dapat di lihat berapa ratus juta yang melekat di tubuhnya. Dres merah berdada rendah membuat kaum adam menatap lapar dirinya.


"Janjian kita siang hari, Liz. Sekarang aku sibuk."


"Tak apa. Aku cuma ingin berdua bersamamu, Baitu." Liza menatap Baitu dengan sedikit menggoda.


Sebenarnya Baitu risih. Ingin rasanya dia menendang wanita itu keluar dari kediaman nya.


Tidak lama kemudian, Skylova turun. Dia menggunakan setelan baju kerja. Hem lengan panjang polos berwarna biru muda dan rok span selutut menambah kesan dewasa padanya. Rambut panjangnya tergerai sangat indah. Kaki jenjangnya melangkah dengan penuh hati-hati.


Semua pengawal yang ada di sana menatap kagum Skylova. Mereka sangat terpesona melihat kecantikan alami Skylova.


Baitu menatap Skylova tanpa berkedip. Liza pun jengkel dibuatnya. Siapa gadis itu? Kenapa ada di sini? Berbeda dengan Skylova. Dia malah tersenyum manis menatap kedua nya.


Tidak ada jawaban.


"Paman." Skylova menyenggol bahu Baitu.


Baitu langsung sadar seketika. Dia menetralkan ekspresinya langsung.


"Ehem... Ayo sarapan."


Skylova langsung duduk disamping Baitu. Dia menatap Liza Dwoni penuh selidik.


Ya ampun... Tante badut kedua. Lihatlah baju nya, seperti mau tumpah saja. Sungguh baju yang kurang bahan, batin Skylova.


Sepertinya, aku harus menyingkirkan gadis ini dari sisi Baitu, batin Liza sambil menatap tajam Skylova.


"Aku akan mengantar Liza ke kantornya. Kau pergilah bersama Sandra."


Liza sangat senang mendengar hal itu. Tapi tidak dengan Skylova.


"Terimakasih. Tapi Sky bisa berangkat sendiri," jawab Skylova singkat.


"Baitu... biarkan dia pergi bersama kita." sela Liza.


Liza berpura-pura bersikap baik dengan Skylova. Dia ingin meraih hati Baitu. Dengan cara ini, pasti Baitu akan luluh padanya.


"Apa yang di katakan Liza benar? Lagi pula kau asistenku."


"Dengan senang hati Sky menolaknya, Paman. Lagi pula, Sky tak mau jadi obat nyamuk antara Paman dan juga Tante Rombeng itu." Skylova melirik Liza.


Apa tante rombeng? Dia Liza Dwoni. Desainer terkenal.


"Kau menghinaku."


"Itu kenyataan. Lagi pula lihat dandanan tante, bajunya kurang kain. Tante mau menggoda siapa? Paman Tampan, jangan harap! Paman tampan tak suka gaya Tante," papar Skylova.


"Kau pikir siapa bisa menghinaku. Dasar gadis kecil tak beradab. Orang tuamu pasti tak punya banyak kesopanan. Sehingga tak bisa mendidik anaknya.


Jeder


Bagai di sambar petir di siang bolong. Skylova sangat sakit hati mendengarnya. Dia marah karena kedua orang tuanya di sangkut pautkan. Tanpa sadar dia mengusap air matanya. Liza tersenyum penuh kemenangan. Beda dengan Baitu. Dia yang melihat Skylova menangis hatinya ikut tersayat.


"Cukup," teriak Baitu.


"Tapi Baitu, dia...." Liza menunjuk Skylova.


"Diam Liza! Atau aku menendangmu keluar."


Liza sangat jengkel mendengar hal itu. Dia mengepalkan tangannya.


"Kau tak apa-apa."


"Paman tak usah peduli. BukannyaPpaman senang melihat Sky menderita. Dan kau, Tante Rombeng. Penghinaan ini akan membawa petaka dalam hidupmu. Sky pastikan dalam waktu kurang dari setengah jam. Karir yang kau rintis akan hancur tak tersisa. Kau akan menangis memohon kepada Sky. Skylova Mahendra keluarga Mahendra, mulai hari ini menyatakan perang dengan Liza Dwoni," ucap Sky panjang lebar.


Liza hanya senyum meremehkan. Sedangkan Baitu menatap sendu Skylova. Dia tahu Skylova tidak main-main.


"Halo Ray, jemput Sky sekarang." Skylova mengusap matanya lalu pergi.


Baitu menatap punggung Skylova sampai menghilang. Jujur, dia merasa bersalah juga. Dia menyesal menghubungi Liza Dwoni.


"Liza... aku harap setelah ini kita tak bertemu lagi."


"Kenapa Baitu? Apa karena gadis kurang sopan tadi?"


"Kau tak menyadari kesalahanmu. Kau menggali lubang nerakamu sendiri, Liza."


"Gadis seperti dia, Apa yang bisa dia lakukan?"


"Akanku beritahu siapa dia sebenarnya. Dia keturunan Monica Balwin. Kau tahu sendiri kan.... siapa Monica Balwin?"


"Omong kosong! Kau bercanda, Baitu."


"Terserah, Tunggu saja nasibmu. Aku tak mau ikut campur." Baitu pergi meninggalkan Liza.


Liza sangat khawatir. Dia sungguh menyesal telah mengolok gadis itu. Semua tinggal menunggu waktu. Sebisa mungkin, Liza harus mencari cara untuk mencegah hal itu terjadi.