Sky Love Me

Sky Love Me
episode 11



Sky masih bingung dengan perlakuan Baitu. Apa Baitu sudah ada perasaan padanya? Karena penasaran, akhirnya dia bertanya.


"Apa Paman Tampan mulai menyukai Sky," tanya Skylova.


Baitu kaget mendengar pertanyaan Skylova yang mendadak. Dirinya suka dengan setan pengganggu. Itu jelas tidak mungkin.


"Jangan mimpi. Aku tak mungkin menyukai setan pengganggu sepertimu," jawab Baitu.


"Hei Paman. Sky bukan setan pengganggu. Kalau Sky setan pengganggu, Kenapa paman mau Sky merawat paman?" ucap Skylova sambil berkacak pinggang.


Doeng


Doeng


Baitu tidak bisa menjawab pertanyaan Skylova. Dia memikirkan cara untuk mengalihkan pembicaraan.


Baitu berdiri mendekati Skylova. Dia membisikkan sesuatu.


"Karena setan pengganggu sepertimu harus di manfaatkan sepuasnya." Bisik Baitu kepada Skylova.


Skylova sampai menutup mulutnya kaget. Apa segitu buruknya dirinya di depan paman tampan itu? Kalau saja tidak cinta, dia buat babak belur. Untung cinta, sabar Skylova.


"Paman, sebaiknya Sky pergi. Mendengar mulut pedas Paman membuat Sky mual," tutur Skylova sambil menuju pintu keluar.


Baitu hanya diam. Masak iya mulutnya pedas. Perasaan tidak.


Sebelum pergi Sky menoleh


"Paman, Sky sakit hati. Tapi tak apa. Akan Sky buang ke laut bersama Bang Arlo dan Ray," ucap Skylova jujur.


Skylova tidak pernah menyembunyikan perasaannya. Dia selalu jujur kepada semua orang yang dia kenal. Baitu tidak menyangka kalau Skylova akan pergi begitu saja. Tanpa persetujuan kesepakatan tadi.


Baitu menarik kasar rambutnya. Ada yang salah dengan dirinya. Dia terus menatap luka yang sudah di balut Skylova. Rasa bersalah mengalir dalam hatinya. Seharusnya, dia tidak berkata demikian.


Kini Skylova sudah berada di Pantai. Dia berjalan dengan langkah gontai. Starlo dan Raymon pun menghampirinya. Mereka penasaran apa yang terjadi.


"Dek, Kok lemas gitu. Nggak papa kan?" tanya Starlo.


"Bang! Apa Sky cuma pengganggu doang ya?" ucap Skylova dengan wajah murung.


"Siapa yang bilang gitu? Adek itu terbaik di dunia. Ya kan... Rey?" jawab Starlo penuh antusias.


"Iya, Kak," sahut Raymon.


"Yuk pulang! Sky udah males nih... lagian, apa Abang nggak risih? Cewek-cewek pada lihatin Abang. Hari juga udah sore."


Jujur saja. Sky jengah melihat para kaum hawa menatap lapar Starlo dan juga Raymon yang sedang telanjang dada. Perut kotak-kotak mereka terpampang sangat jelas. Starlo dan Raymon hanya acuh tidak menanggapi mereka.


Karena melihat Skylova yang terlihat lesu, Starlo memutuskan untuk mengakhiri acara Pantainya. Hal itu juga di setujui oleh Raymon.


Selama perjalanan pulang, Skylova hanya diam mematung. Dia masih memikirkan kata-kata Baitu yang kelewat pedas untuknya. Ingin rasanya dia memaki Baitu. Tapi dia urungkan.


Starlo yang melihat Skylova diam. Sebenarnya, dia penasaran. Sungguh dia ingin bertanya, tapi dia urungkan.


Sampai di Vila Mahendra, Raymon langsung pamit pulang. Dia tahu bahwa Skylova butuh waktu untuk menyendiri. Sedangkan Skylova langsung pergi ke kamar nya. Dia butuh istirahat untuk menjernihkan pikirannya.


Sama halnya dengan Starlo, dia juga butuh istirahat. Namun, sebelum istirahat dia makan terlebih dahulu. Karena sedari tadi dia belum makan. Sebelum itu dia berinisiatif mengajak Skylova untuk makan.


Tok


Tok


"Abang masuk ya, Dek."


Ceklik


"Adek nggak makan dulu? Dari tadi belum di isi perutnya," tanya Starlo.


"Bang Arlo aja dulu. Sky belum lapar, Bang." Skylova tengkurap di atas ranjang.


"Abang suapi ya...," tawar Starlo.


"Sky bukan anak kecil, Bang." Skylova duduk di tepi ranjang.


"Dek, tadi di apain sama Tuan Maheswari," tanya Starlo penasaran.


"Udah Bang, males Sky bahasnya. Pokoknya yang jelas, Sky nanti akan di minta buat rawat Paman Tampan," tutur Skylova.


"Merawat! Memangnya Tuan Maheswari sakit apa?"


"Modus tuh kali dek. Cuma luka gitu aja minta di rawat. Mungkin Tuan Maheswari ingin dekat dengan adek."


Penjelasan Starlo membuat senyum Skylova mengembang. Kenapa pikirannya tidak sampai ke sana ya? Pasti paman tampan nya ingin dekat dengan nya. Ah... buang lah kata-kata pedas itu. Gantilah dengan pemikiran indah barusan. Sontak Skylova langsung berdiri.


"Ayo Bang makan, suapi ya....! Dengan penuh semangat. Skylova menuju ruang makan.


Starlo hanya geleng-geleng kepala. Kini Skylova sudah kembali ceria lagi. Memang mudah membujuk nya.


Kedua adik dan kakak itu saling berbagi makanan. Kebersamaan mereka sangat di acungi jempol oleh para maid di sana. Kalau saja orang lain yang melihat semua kejadian itu. Pasti orang itu mengira mereka adalah pasangan kekasih.


-------


Vila Maheswari


Baitu termenung di ruangannya yang megah. Dia tidak habis pikir. Kenapa dia melakukan hal itu pada Skylova? Sandra yhanya berdiri menahan kakinya yang sudah kesemutan. Sungguh dia tidak tahan lagi. Ingin rasanya dia lari dari tempat ini untuk mengistirahatkan tubuhnya. Bayangkan saja, sudah hampir tiga Jam Sandra berdiri seperti prajurit.


Sial banget aku. Kaki ku sudah mati rasa. Kapan sih di suruh perginya? Sumpah udah nggak tahan. Aku ingin pekerjaan ku di ganti dengan Brama. Oh... Nona Angel. Aku merindukan mu, batin Sandra


Baitu menoleh kearah Sandra. Dahinya berkerut.


"San... bawa setan pengganggu kemari," titah Baitu.


Akhirnya.... hilang juga penderitaanku, batin Sandra.


Sandra bernapas lega. Dia mengangguk tanda mengiyakan perintah mutlak tuannya. Sandra bergegas menuju Vila Mahendra.


Sampai disana, Sandra melihat Tuan Mahendra dan kedua anak nya sedang bercengkrama bersama. Sungguh pemandangan yang indah bagi Sandra. Sudah lama dia tidak melihat hal harmonis seperti ini.


Julio yang melihat Sandra dari jauh pun menatapnya. Dia heran. Kenapa pengawal Tuan Maheswari datang ke Vilanya. Kesalahan apa lagi yang putrinya buat.


Satrio pun datang, dia memberitahu kedatangan Sandra.


"Tuan, pengawal Tuan Maheswari ingin bertemu dengan Nona Skylova."


Julio mengangguk, dia kemudian meminta Satrio untuk mempersilahkan dia masuk. Sandra yang mendapat lampu hijau langsung saja masuk ke dalam untuk menemui Skylova.


"Selamat malam, Tuan Mahendra," sapa Sandra.


"Selamat malam. Silahkan duduk." tawar Julio


"Terimakasih atas tawarannya. Tapi, saya berdiri saja," tolak Sandra.


"Nak, tidak baik kalau bertamu itu berdiri. Duduklah! Lagi pula, kau bukan pengawalku. Kau tamuku di sini," papar Julio.


Mendengar penjelasan itu membuat hati Sandra tersentuh. Sungguh Tuan Mahendra sangat baik sekali. Dia memuliakan tamunya.


Julio menatap kedua anak nya yang duduk berdampingan. Dia ingin menatap mereka bergantian. Terutama Skylova. Skylova Merasa sang ayah menatapnya. Skylova hanya tersenyum saja.


"Langsung saja Tuan Mahendra. Saya kesini untuk menjemput putri Anda. Tuan ingin putri Anda tinggal beberapa hari di Vila Maheswari," tutur Sandra.


Julio mengernyitkan dahinya. Dia sungguh tidak paham arah pembicaraan Sandra. Kenapa Tuan Maheswari ingin anaknya tinggal di Vila kebesarannya?


Skylova merasa harus menjelaskan ini kepada Julio. Agar Julio tahu keinginan paman tampan nya. Lagi pula ini kesempatan emas untuk dekat dengan paman tampan


"Sky di minta merawat Paman Tampan, Yah," ucap Skylova.


Julio menatap Skylova. Merawat Tuan Maheswari, memangnya Tuan Maheswari sakit apa? Berbagai pertanyaan muncul di benak Julio.


"Tangannya sakit, Yah," ucap Skylova lagi.


"Luka, jangan bilang kalau Lova yang melukai Tuan Maheswari."


"Oh... tidak, Tuan Mahendra. Nona Skylova tidak melukai Tuan Maheswari. Ini murni permintaan Tuan Maheswari. Ijinkan Nona Skylova tinggal dan merawat Tuan Maheswari," jelas Sandra.


Julio hanya mengangguk. Dia tidak bisa menolak permintaan Tuan Maheswari. Sejujurnya, Julio tidak ingin putrinya berada di kediaman Tuan Maheswari. Tapi, dia juga tidak berani bertidak lebih. Karena kerja samanya dengan Tuan Maheswari. Selagi Skylova aman, tidak masalah baginya.


"Saya akan mengijinkan. Tapi keselamatan putriku harus terjamin," ucap Julio


"Tentu saja, Tuan Mahendra. Saya dan Tuan Maheswari akan menjaganya."


Karena mendapat persetujuan, tanpa pikir panjang Skylova langsung pergi ke kamar membawa beberapa barang miliknya. Termasuk laptop dan ponsel.


Dia bergegas menuju ruang tamu, untuk segera pergi ke Vila Maheswari.


Paman Tampan. Tunggu Sky datang. He He, batin Skylova.