
Baitu dan Skylova memasuki aula reoni SMA Harapan. Semua mata tertuju ke arahnya. Para alumni sangat heran melihat Tuan Maheswari datang ke acara mereka.
Semua orang yang ada di sana melongo. Mereka semua menatap Skylova. Skylova sangatlah cantik. Tidak heran terutama para kaum adam menatapnya. Skylova hanya diam. Dia cuek saja. Sedangkan Baitu merasa kesal karena perubahan penampilan Skylova. Ada rasa penyesalan dalam hati Baitu. Dia tak terima miliknya di tatap sedemikian rupa oleh pria lain.
Skylova duduk di bangku merah. Sedangkan Baitu ijin ke toilet. Tiba-tiba Skylova di hampiri oleh Lintang.
"Ada Itik berubah jadi angsa," ucap Lintang sinis.
Skylova hanya menoleh dan tidak mau menanggapi mulut pedas Lintang.
"Wah... ternyata kau mengacuhkanku. Aku tak menyangka kalau kau berani mengajak Tuan Maheswari kesini. Jangan-jangan kau sudah tidur dengannya." Lintang berbicara sambil melipat kedua tangannya.
Perkataan Lintang membuat hati Skylova sakit. Dia tak pernah melakukan hal yang di tuduhkan Lintang. Skylova berdiri berdiri menyiramkan satu gelas minuman kearah Lintang dan melempar gelas itu.
Prang
Semua orang menoleh pada ke arah keduanya. Randi datang menghampiri mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Randi.
"Kak Randi. Skylova secara sengaja menyiramku dengan air minum," ucap Lintang sambil mengusap wajahnya.
Mereka semua yang mendengar perkataan Lintang kaget. Jadi, gadis yang bersama Tuan Maheswari adalah Skylova.
Lintang tersenyum tipis karena bisa mempermalukan Skylova. Darah Skylova samakin mendidih sebab tidak tahan menahan amarah yang kian memuncak.Tiba-tiba, Baitu datang dan kaget melihat semua orang menatap gadis kesayangannya dengan berbisik-bisik serta mengolok. Baitu segera menghampiri Skylova.
"Apa yang terjadi?" ucap Baitu.
"Akhirnya, Tuan Maheswari datang. Skylova menyiramku dengan air minum yang dia pegang. Dan melempar gelas itu kedepanku," ucap Lintang dengan nada memelas.
"Sky melakukannya karena kau menghina Sky. Dengar Lintang, Sky bukan jalan* pemuas nafsu yang menjual tubuh kepada semua orang. Termasuk Tuan Maheswari." Skylova menatap Lintang tajam dan menoleh ke arah Baitu.
Baitu kaget mendengar perkataan Skylova yang ternyata di hina oleh Lintang.
"Nona... Sepertinya, kau masuk dalam lubang buaya. Jika kau ingin selamat. Berhenti menghinanya," ancam Baitu. "Dengar semua! Mulai hari ini yang berurusan dengan Skylova Mahendra maka akan berurusan dengan Baitu Maheswari," ucap Baitu dengan lantang.
Semua orang yang ada di sana langsung diam. Mereka tak berani membantah atau pun bicara. Tubuh Lintang bergetar. Dia ingin meminta bantuan kepada Randi yang membuang muka saja.
"Lebih baik kita pergi, Sayang." Baitu memegang tangan Skylova dengan mesra
Jeder
Para alumni SMA Harapan kaget mendengar perkataan Baitu Maheswari. Apa mereka sudah memiliki hubungan? Kenapa Tuan Maheswari memanggil Skylova dengan sebutan sayang? Atau jangan-jangan Tuan Maheswari adalah dady sugarnya Skylova?. Berbagai pertanyaan berada di benak mereka semua.
Mereka semua penasaran. Tapi tak berani bertanya atau pun berbisik. Baitu menatap mereka semua. Dia tahu pasti mereka berpikiran negatif terhadap Skylova.
"Buang pikiran kotor kalian mengenai calon istriku. Dia gadis terhormat. Lebih terhormat dari pada kalian," ucap Baitu.
Skylova menatap Baitu penuh kesenangan. Amarahnya mendadak hilang, sebab dia mendengar kata calon istri. Hatinya berbunga-bunga mendengar hal itu.
Astaga... Sky tak percaya ini. Tuhan... jangan bangunkan Sky dari mimpi ini.
Randi tidak percaya dengan perkataan Tuan Maheswari. Jujur, Randi suka dengan Skylova. Apa lagi sekarang penampilannya berubah. Rasa ingin memiliki timbul begitu saja.
"Tuan, maafkan perjamuan kami yang kurang berkenan di hati anda. Mengenai Skylova, Jujur saya tak percaya jika Skylova mau menikah dengan anda. Jangan-jangan kalian di jodohkan?" ucap Randi penuh curiga.
Batin Skylova berteriak karena tidak di jodohkan. Malah dia yang mengejar-ngejar Baitu. Dasar Randi, pikirannya terlalu sempit.
Baitu memicingkan mata dan menatap tajam Rendi yang ingin melahapnya hidup-hidup. Randi jadi salah tingkah karena Baitu menepis jarak antara mereka.
"Kau salah sangka. Aku murni akan menikahinya. Karena aku mencintainya. Buang pikiranmu itu untuk memiliki gadisku. Dia hanya untukku. Skylova Mahendra hanya untuk Baitu Maheswari." Skylova berbisik di telinga Randi dengan nada penuh ancaman.
Mata Randi melotot karena pengakuan Baitu.
"Sayang, ayo kita pergi dari sini! Sebelum aku membuat teman-temanmu kehilangan pekerjaan mereka," ucap Baitu lembut.
Para wanita yang ada di sana teriak histeris. Momen ini sungguh langka. Banyak yang mengabadikan momen mereka.
"Kalian boleh memfoto, tapi jangan menyebarkannya!" ucap Baitu.
Para alumni SMA Harapan mengangguk. Mereka tak berani membantah. Lagi pula mereka tak mau berurusan dengan seorang konglomerat seperti Baitu Maheswari. Lintang dan Randi hanya menatap kedua sejoli itu sampai menghilang.
--------
Baitu dan Skylova berada di kedai Sate. Skylova sangat kelaparan karena tadi di tempat reoni hanya sempat minum. Dengan lahap, dia makan semua sate yang di hidangkan.
"Pelan-pelan! Apa kau sangat lapar?" tanya Baitu.
Skylova hanya mengangguk sambil acara makannya. Baitu tersenyum melihat tingkah Skylova. Meski hilang ingatan sikap dan sifatnya tidak berubah sama sekali.
"Paman, Sky kenyang." Skylova mengambil air dan minum.
"Kau makan begitu banyak. Tapi kenapa tubuhmu tak bisa gemuk?"
"Sky tak mungkin gemuk. Karena selalu boxing," ucap Skylova tanpa sadar.
"Kau Boxing?" tanya Baitu sambil melotot.
"Hais... salah ngomong." Skylova menutup mulutnya.
Skylova tersenyum canggung kepada Baitu. Kenapa dia selalu saja membocorkan rahasia tanpa sadar?
"Paman, jangan beritahu Ayah ya...." Skylova memohon kepada Baitu.
Baitu mengangkat alis kanannya. Dia akan menggunakan cara ini untuk menggali informasi mengenai Starlo.
"Baiklah. Tapi kau harus jawab pertanyaanku dengan jujur," ucap Baitu.
"Oke, Apa yang ingin paman tanyakan? Pasti Sky jawab."
Baitu senang mendengar perkataan Skylova.
"Apa kakakmu adalah pemilik SS game?" tanya Baitu.
Skylova langsung membeku mendengar pertanyaan Baitu. Dia menyesal karena harus berkhianat dengan Starlo
"Sky akan kasih tahu. Tapi Paman jangan bilang sama Ayah dan Mama. Kasian nanti Bang Arlo di hukum, Oke." Skylova berbisik. "Jawabannya iya. Bang Arlo pemilik SS Game." Skylova mendekati wajah Baitu.
Baitu puas dengan jawaban Skylova. Sekarang tinggal pertanyaan inti.
"Pertanyaan terakhir," ucap Baitu.
"Kok ada lagi," se Skylova.
"Setelah ini, aku tak akan bertanya, apa rahasia kakakmu?" tanya Baitu.
Pertanyaan itu membuat Skylova mati kutu. Batinnya bergejolak. Dia tak mungkin memberitahu kelemahan Starlo.
"Pertanyaan itu, Sky tak bisa jawab." Skylova membuang muka ke arah lain.
Baitu menghela napas kasar dan langsung berdiri meninggalkan Skylova. Dia akan pura-pura marah agar Skylova memberitahu rahasia itu.
"Oke, Paman menang. Sky akan kasih tau. Kalau sebenarnya Bang Arlo itu seorang Otakku," ucap Skylova.
Baitu langsung tertawa mendengar perkataan Skylova. Seorang Starlo Mahendra adalah otakku. Rahasia ini sangat besar sekali. Sampai-sampai semua orang menatap ke arahnya keheranan.
"Paman, berhentlah tertawa. Semua orang melihat kita." Skylova menyeret tangan Baitu menuju mobil dengan perasaan malu.