Sky Love Me

Sky Love Me
episode 42



Skylova menunggu kedatangan Starlo dengan cemas di teras. Karena hari sudah malam, Starlo belum datang juga. Raymon melihat Skylova mondar mandir tak jelas pun bingung.


"Masuk lah! Sudah malam, Sky," perintah Raymon.


"Aku masih menunggu Bang Arlo, Ray," jawab Skylova sambil meremas hemnya.


Kakak Sky yang garang itu. Oh tidak...!


Tidak berapa lama kemudian, mobil spot hitam tiba. Skylova langsung menghampiri mobil tersebut. Dia yakin mobil itu milik kakaknya. Orang yang berada di dalam mobil itu pun keluar. Benar saja, ternyata kakak Skylova.


"Bang, lama bener. Sky jamuran tau." Skylova menghampiri Starlo.


Starlo menatap adiknya dari atas sampai bawah untuk memeriksa kondisi Skylova.


"Abang harus nunggu aman dulu, Dek. Brama dan Sandra selalu ngawasin Abang." Starlo mengacak rambut Skylova.


kakak beradik itu masuk ke dalam rumah. Starlo di sambut hangat oleh Tommy dan Raymon.


"Selamat datang di kediaman saya, Tuan," ucap Tommy sambil mengulurkan tangan.


Cih... dasar playboy cari muka.


Starlo menjabat tangan Tommy di sertai dengan senyuman


"Saya Tommy Kyle. Kakak Raymon," tambah Tommy.


"Saya Starlo Mahendra. Kakak dari Skylova." Starlo menyambut uluran tangan Tommy.


"Silahkan duduk!"


Ke empat orang yang ada di ruang tamu itu duduk bersamaan. Starlo memandang interior ruangan itu. Banyak foto keluarga yang di pasang. Hal itu menandakan bahwa Keluarga Kyle adalah Keluarga yang hangat.


"Terimakasih sudah mau membantu adik saya, Tuan Kyle," ucap Starlo.


"Jangan panggil saya tuan. Panggil Tommy saja biar akrab."


"Maafkan saya, Kalau begitu kita tidak usah formal," sambung Starlo.


Raymon menatap jengah Tommy. Bisa-bisanya dia mengambil hati kakak Skylova dengan mulut manis perayu. Memang dasar buaya. Mulutnya seperti madu.


"Bang, Sky sementara akan tinggal di sini dulu. Abang tetep aja tinggal di Vila kita," sela Skylova.


Starlo sebenarnya kurang setuju kalau adiknya tinggal di sini. Apa lagi ada Raymon, Raymon bisa melakukan apa pun pada adiknya. Dan juga Tommy, dia tak semudah itu percaya dengannya. Starlo tahu Tommy orang seperti apa.


"Dek, Kita tinggal di hotel aja. Sambil nunggu Ayah dan Mama ke Bali. Abang kabarin Mama kalau kita tidak tinggal dengan Maheswari.


"Jangan bang...!" cegah Skylova.


"Kenapa? Ayah dan Mama harus tahu, Dek," ucap Starlo.


"Bang, kita bicara di luar." Skylova berdiri dan keluar rumah.


Starlo hanya mengangguk pasrah mengikuti langkah Skylova dari belakang. Tommy dan Raymon saling memandang satu sama lain. Mungkin kakak beradik itu butuh privasi.


Merek sudah berada di teras duduk berdampingan. Starlo melirik Skylova. Dia merasa ada yang berbeda dengan adiknya. Kebiasaan Skylova kalau memakai hem lengan panjang pasti bagian lengan di gulung.


Starlo tiba-tiba menyentuh kedua pergelangan adiknya memekik kaget karena Skylova meringis kesalitan. Starlo membuka kancing lengan milik adiknya dan melotot kaget. Pergelangan tangan adiknya tampak kemerahan.


"Adek menyembunyikan ini dari Abang. Dia benar-benar bertindak kasar padamu, Dek. Abang kira adek baik-baik saja. Tapi kenyataannya?" Starlo mengusap pergelangan Skylova dengan perlahan.


Skylova meringis kesakitan dan menatap kakaknya sendu.


"Bang, Sky nggak papa kok. Paman tampan nggak sengaja."


Sialan kau Baitu! Beraninya membuat adikku luka seperti ini.


Starlo sangat emosi melihat pergelangan tangan Skylova memerah.


"Abang bentak Sky. Hiks Hiks." Skylova menangis.


Starlo tidak bermaksud membentak Skylova. Dia terbawa emosi karena Maheswari bertindak kasar pada adiknya.


"Jangan nangis, Dek. Abang cuma terbawa emosi. Hati Abang sakit kalau Adek nangis," bujuk Starlo sambil memeluk Skylova.


Skylova segera menghapus air matanya karena tak mau membuat Starlo khawatir.


"Dek, Abang bilang sama Mama. Kalau Adek di kasari Maheswari."


"Bang, jangan...! Tambah masalah nanti. Sky bisa urus sendiri kok."


"Dek, Abang nggak rela kalau Adek kaya gini. Belum nikah aja dia udah berani nyakitin fisik adek. Please dek, Jangan keras kepala," bujuk Starlo sambil melepas pelukannya.


Skylova hanya diam dan tak mau menjawab pertanyaan Starlo. Pergelangan tangan sakit adalah hal biasa. Yang jadi masalah adalah Baity ternyata tidak menyukainya sama sekali. Skylova sadar, dia hanya perusak kehidupan Paman tampan.


Sky harus bertahan di sini. Sky harus cari tahu masa lalu Sky. Seandainya Paman tampan tak menyukai Sky. Sky pun tak masalah. Masih ada Bang Arlo, Ray, dan juga Tommy yang sangat baik dengan Sky, pikir Skylova menyemangati dirinya.


Starlo menatap adiknya yang sedang diam. Dia menghela nafas kasar karena harus menuruti keinginan Skylova.


Akhirnya, semua keinginan Skylova di turuti Starlo selalu mengawasi Skylova. Setiap hari dia berkunjung ke kediaman Kyle. Skylova dan Tommy semakin dekat. Raymon cemburu di buatnya. Tapi hati Skylova masih tetap berada di Baity. Walaupun dia tertawa bahagia, namun hatinya menangis menahan rindu.


Seminggu semenjak kejadian itu.l, Baitu tanpa henti mencari Skylova. Dia mengarahkan seluruh anak buahnya untuk mencarinya Baitu juga memohon kepada Starlo untuk memberi tahu keberadaan Skylova. Namun Starlo hanya diam tak menjawab.


Penampilan Baitu sungguh memperhatinkan. Di dalam kamarnya yang gelap banyak bekas botol minuman berserakan. Baru kali ini, dia minum-minuman keras. Tubuhnya kurus, wajahnya pucat dan penampilan lnya acak-acakan.


Keadaan Baitu lebih parah dari pada saat mendengar berita kematian Skylova.


Sandra bingung, dia harus berbuat sesuatu. agar Baitu kembali. Satu-satunya cara adalah dengan memohon kepada Starlo. Tanpa pikir panjang lagi, Sandra pergi ke Vila Mahendra.


Sandra melihat Starlo keluar dari mobil Dia langsung menghampirinya.


"Aku mohon padamu, beritahu aku dimana Nona Skylova."


Starlo menoleh. Dia tahu itu adalah suara sandra.


"Maaf, aku tidak bisa memberi tahumu, San, jawab Starlo.


"Jika tuanku tiada, bagaimana denganku, Arlo? Tuan adalah penolongku. Aku mohon padamu. Aku akan lakukan apa pun yang kau perintahkan. Asal kau beri tahu dimana Nona Skylova." Sandra meneteskan air mata.


Starlo memegang dadanya yang berdenyut nyeri. Rasa sakit yang dia rasakan sama ketika adiknya menangis. Namun ini lebih sakit lagi.


"Aku tak tahu sihir apa yang kau berikan kepadaku, Sandra." Starlo mengusap air mata Sandra. "Aku tak ingin tersihir olehmu, tapi aku tak bisa." Starlo memegang tangan Sandra.


Deg


Deg


Suara jantung Starlo menggema. Dia tak mengerti kenapa jantungnya berdetak kencang saat ini.


"Dengar, datanglah ke Kediaman Kyle. Bawa adikku pergi menemui perjaka tua itu," ucap Starlo sambil melepaskan tangannya.


"Terimakasih, Arlo." Sandra mencium pipi kiri Starlo lalu pergi meninggalkan lnya.


"Astaga... jantungku. AKu pastikan wajah ini tak akan ku cuci malam ini. Sandra..., kau benar-benar penyihir hebat, batin Starlo sambil memegang pipi kirinya.


Sandra berlari menuju mobil. Dia harus ke Kediaman Kyle. Sandra tahu di mana rumah Kyle. Pantas saja pencariannya selama seminggu tidak membuahkan hasil. Ternyata Nona Skylova di lindungi oleh Kyle. Dan Sandra yakin orang itu adalah Tommy Kyle.


"Tunggulah sebentar lagi, Tuan! Saya akan membawa Nona Skylova untuk anda," gumam Sandra.