Sky Love Me

Sky Love Me
episode 32



Starlo dan Sandra menunggu kedatangan Baitu dan Skylova di teras. Hanya ada keheningan yang ada diantara mereka. Starlo sesekali melirik Sandra. Dia diam-diam mengamati Sandra sambil memainkan ponselnya.


Sandra bergerak gelisah memikirkan Baitu Rasanya ingin kabur dari tempat ini karena dia tak mau berlama-lama dengan Starlo.


Tidak lama kemudian, mobil mereka datang. Baitu dan Skylova turun dari mobil itu. Baitu melihat Starlo dari jauh dan tertawa karena mengingat perkataan Skylova.


"Paman, sudah. Jangan tertawa terus. Entar Bang Arlo curiga. Sky nggak mau di hukum." Skylova menunduk karena takut di hukum.


Baitu langsung bungkam karena tidak membuat Skylova bersedih. Mereka langsung menuju Starlo dan Sandra.


Starlo melihat kedua orang itu dengan penuh keheranan. Kenapa Maheswari tiba-tiba tertawa?


"Dasar aneh," gumam Starlo lirih.


Sandra menoleh menatap tajam Starlo karena tidak terima Baitu di ejek.


"Kau yang aneh," sahut Sandra.


Starlo menatap Sandra dengan tatapan tajam yang menusuk. Namun dia tak bergeming sedikit pun tanpa rasa takut.


"Wah... aampai kapan kalian akan menatap satu sama lain. Bang Arlo sampai tak berkedip. Lagi bucin ya, Bang?" ucap polos Skylova.


Doeng


Keduanya kaget dan menoleh ke arah sumber suara. Senyum canggung terletak jelas di wajah mereka.


"Sandra, kau penakluk hati Bang Arlo. Astaga... so sweet sekali! Sky mau kalau Sandra jadi kakak ipar Sky."


Mereka berdua melongo mendengar Perkataan Skylova membuat keduanya salah tingkah.


"Nona, Ini tidak seperti yang anda bayangkan," ucap Sandra.


"Bener, Dek," sambung Starlo.


"Udahlah... jujur aja," Skylova menatap keduanya. " Paman tampan pasti merestui." Skylova menyenggol bahu Baitu.


"Ehem... jika berjodoh, tentu iya."


Gocha


Sandra kaget mendengar perkataan Baitu. Batinnya berteriak. Ibarat suara mungkin sudah 7 oktaf. Dia berpikir untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Tuan, kenapa anda lama sekali?" tanya Sandra.


Baitu mengangkat alisnya. Dia tahu maksud Sandra yang berusaha mengalihan topik pembicaraan mereka.


"Tuan, saya ada kabar untuk anda. Pasti anda sangat senang. Kabar bagusnya kakak Nona Skylova memberi...."


Starlo langsung membungkam mulut Sandra yang akan membicarakan tentang dia merestui Skylova dengan Baitu.


"Bang, lepasin tangan abang dari mulut Sandra. Kasihan dia tak bisa bernafas," ucap Skylova.


"Dengar, jangan beritahu dia. Biar aku sendiri yang memberitahunya. Sekarang masuklah dengan adikku." Bisik Starlo kepada Sandra sambil melepaskan tangannya.


"Abang nggak mau Sandra memberitahu sesuatu hal yang seharusnya Abang beritahu, Dek," jawab Starlo. "Mending, Adek masuk sana sama Sandra. Abang mau ngomong sebentar sama dia." Starlo melirik Baitu.


Skylova hanya menurut saja karena sangat lelah. Namun sebelum pergi, dia mendengar suara Starlo.


"Ngomong-ngomong, hari ini Adek sangat cantik." Starlo mengacungkan jempol ke arah Skylova.


Skylova menoleh dan tersenyum. Kemudian di pergi dan menggeret lengan Sandra.


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Baitu.


"To the point saja. Saya akan memberi lampu hijau mengenai hubungan kalian. Dan saya juga minta maaf atas kejadian di rumah sakit waktu itu," ucap singkat Starlo.


Baitu melotot kaget karena menyangka kalau Starlo memberikan lampu hijau secepat itu.


"Aku sangat lega. Hampir saja aku akan membocorkan rahasiamu, jika kau tak memberi kami restu," jawab Baitu


"Rahasia," ucap Starlo heran.


"Benar... rahasia bahwa kau adalah pemimpin Perusahaan SS Game."


"Apa?" teriak Starlo. "Bagaimana anda bisa mengetahuinya?" tanya Starlo.


"Aku bisa mengenalimu walau kau memakai topeng, Starlo," jawab Baitu.


Starlo tak menyangka kalau Maheswari mengetahui identitasnya sebagai pemimpin SS Game.


"Dan satu lagi. Aku sungguh tak menyangka kalau kau adalah OTAKKU." Baitu berbisik ke telinga Starlo.


Jeder


Bagai petir menyambar di siang bolong. Starlo kaget mendengar perkataan Baitu.


"Aku tak akan memberitahu siapapun. Aku janji. Asal kau merestui hubungan kami," ancam Baitu sambil meninggalkan Starlo. "Satu hal lagi, jangan formal kepadaku. Kau akan menjadi kakak iparku."


Starlo sangat kesal sekali rahasianya bocor dengan mudah.


"Skylova," gumam Starlo.


"Dek... Sini deh! Abang mau ngomong," ucap Starlo.


"Disini aja Bang ngomongnya," jawab Skylova.


Starlo menghampiri Skylova dan menggeret tangan adiknya ke dalam ruang keluarga. Baitu dan Sandra hanya diam menyaksikan mereka sampai masuk ke dalam ruangan itu.


"Dek, jawab jujur! Adekkan yang kasih tau Maheswari tentang Abang." Starlo menatap Skylova dengan penuh selidik.


Skylova langsung menunduk. Starlo hanya menghela nafas kasar.


"Lain kali di rem dong Dek mulutnya. kan Abang malu. Lagian Adek kok bisa sih ngebocorin semuanya."


"Maaf, Bang. Sky nggak sengaja. Setelah ini, Sky janji akan mengontrol omongan Sky. Jangan marah ya Bang...."


Starlo mengangguk tanda mengiyakan. Lagi pula semua sudah terlanjur. Yang terpenting Skylova mau mengakui semuanya.


Starlo akhirnya memeluk Skylova dan berkata, "Abang setuju Adek nikah sama Baitu Maheswari."


Skylova melepas pelukan Starlo yang telah merestui hubungan mereka.


"Abang serius." Skylova menatap Starlo untuk memastikan perkataan yang baru saja di ucapkan.


"Iya, demi Adek Abang tersayang." Skylova mengelus surai hitam milik Skylova.


"Makasih, Bang. Abang memang yang terbaik." Skylova memeluk kembali Starlo.


Mereka saling menyanyangi satu sama lain. Dunia dan hati mereka saling berhubungan. Persaudaraan yang erat serta kasih sayang yang melimpah membuat ikatan batin mereka sangat kuat. Sebagai saudara Starlo selalu merasakan firasat yang buruk sebelum adiknya dalam bahaya. Begitu juga Skylova, dia akan merasakan hal sama.


Baitu menatap ke arah ruangan dimana Starlo mengajak Skylova berbicara. Dia tahu, pasti Starlo membicarakan hal tadi.


Tidak lama kemudian kedua adik tersebut keluar. Starlo tersenyum cerah. Secerah mentari. Sedangkan Skylova memasang wajah masam.


Skylova sangat kesal dengan Baitu. Kenapa memberitahu Starlo kalau dia yang membocorkan rahasia itu?


"Dasar menyebalkan," gumam Skylova sambil berjalan kearah tangga.


Skylova menoleh ke arah Baitu dan menatapnya sangat tajam.


Pasti dia marah padaku, baru saja tadi baik-baik saja," pikir Baitu sambil melirik ke arah Starlo.


Starlo yang merasa di tatap hanya mengangkat bahunya acuh. Lagi pula itu bukan urusannya.


"Bang, Sky lelah mau tidur," ucap Skylova.


"Apakah kau tidak pamit padaku, Lova?" tanya Baitu.


"Enggak!" jawab Skylova dingin sambil pergi ke kamar.


Starlo ingin tertawa keras. Di dalam hatinya dia bersorak senang.


Sandra menghampiri Baitu untuk mengajaknya kembali ke apartemen.


"Tuan, sebaiknya kita kembali," ucap Sandra.


Julio dan Monica datang. Monica baru saja menjemput Julio karena tidak membawa mobil.


"Selamat malam, Tuan Maheswari," sapa Monica sambil duduk.


Baitu menoleh dan tersenyum. Julio duduk di sofa. Julio ingin berbicara dengan Baitu


"Tuan, Apa rencana anda mengenai putri saya?" tanya Julio.


Starlo dan Sandra manatap kedua orang yang sedang membicarakan Skylova secara bergantian.


"Besok, saya akan membawanya ke Bali. Saya meminta ijin langsung kepada anda," ucap Baitu.


Starlo melotot karena Skylova akan di bawa ke Bali. Penabrak itu belum diketahui keberadaannya. Selama enam bulan, keluarga Mahendra masih mencari orang yang menabrak Skylova. Tapi hasilnya tetap nihil


"Tapi, saya tak mau putri saya celaka lagi. Apakah anda bisa menjamin itu?" sambung Monica.


"Apa yang dikatakan istri saya benar, Tuan? Kami tak ingin putri kami celaka," sambung Julio.


Baitu mengerti. Sebagai orang tua, tentunya mereka mengkhawatirkan keselamatan putrinya. Mengingat kecelakaan yang menimpa Skylova yang hampir merenggut nyawanya.


"Kalian tenang saja, saya akan memastikan keselamatan putri kalian. Lagi pula ,saya tak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya," ucap Baitu penuh keykinan.


Kedua orang tua Skylova merasa lega. Mungkin, Baitu orang yang tepat untuk menjaga Skylova.


"Tapi, bagaimana dengan sang penabrak? Kami sudah mencarinya, tapi tak ketemu," sambung Starlo.


Baitu menyuruh Sandra duduk. Dia memberi isyarat kepada Sandra untuk memberitahu keluarga Mahendra. Sandra mengangguk mengikuti perintah tuan nya.


"Kami telah menangkap penabrak itu. Tuan sudah memenjarakannya. Bisa di pastikan penabrak itu tidak dapat keluar dari penjara. Nama penabrak itu adalah Liza Dwoni," jelas Sandra.


Kedua orang tua Skylova melotot kaget. Apa yang mereka khawatirkan terjadi juga? Julio sudah memperingati Skylova. Ada sedikit penyesalan di hati Monica karena dulu lebih percaya perkataan Liza dari pada putrinya sendiri.


Starlo sangat marah. Dia ingin menghancurkan wanita jalan* itu sampai akar nya. Tapi, karena Baitu sudah bertindak. Ada rasa lega dalam hatinya.