
Tommy berhasil membujuk Skylova dan membawanya pergi. Kepercayaannya pada Tommy karena dia membawa nama Raymon. Mendengar nama itu membuat Skylova ingin memeluk Raymon. Sekarang Skylova dan Tommy sudah berada di Kediaman Kyle Skylova ada di ruang tamu. Dia berdiri di depan foto Keluarga Kyle. Di sana, dia melihat kedekatan antara Tommy dan juga Raymond. Skylova tersenyum melihat foto itu.
Brak
Raymon membuka pintu dengan kasar. Dia seperti kebakaran jenggot ketika Tommy memberi tahu bahwa Skylova masih hidup. Raymond segera menghubungi kakaknya setelah mendapatkan pesan itu tapi sang kakak tidak mengangkatnya.
"Kak, jika kau bohong, aku akan membunuhmu dan menguliti- " Perkataan Raymon berhenti ketika melihat Skylova berdiri di depan foto Kelurga Kyle.
"Sky," gumam Raymon lirih. "Skylova!" teriak Raymon kepada Skylova karena tak percaya apa yang di lihatnya.
"Kebiasaanmu selalu saja tidak berubah, Ray, sela Tommy.
Raymon menoleh ke arah sumber suara. Dia kemudian menatap Skylova dan menghampirinya. Apa ini nyata?Apa Skylova benar-benar masih hidup. Dia akan membuktikannya sendiri.
"Jika kau Sky, pukul kepalaku," perintah Raymon sambil mendekati Skylova.
Raymon berdiri didepan Skylova dan menatap gadis itu dengan tajam. Gadis itu pasti adalah seseorang yang berpura-pura menjadi Skylova.
Skylova terkejut melihat tatapan tajam Raymon. Dia kemudian memukul kepala Raymon dengan keras.
Plak
"Kau menatap Sky sangat tajam, Ray. Matamu seperti mau keluar dari tempatnya. Kalau kau seperti itu lagi, Sky yakin kedua matamu itu akan lepas dari tempatnya," ujar Skylova sambil berkacak pinggang.
Rasa sakit yang dirasakan Raymon itu nyata. Dan perkataan Skylova serta suaranya menandakan kalau dia memang Skylova. Dia langsung memeluknya erat.
Greb
"Kau bodoh, ku pikir kau benar-benar meninggalkanku. Aku bahkan melihatmu di makamkan," uap Raymon sambil meneteskan air mata.
"Maafkan keluarga Sky ya, Ray. Kata Ayah, ini keputusan yang terbaik. Sky hilang ingatan. Sky ke sini dengan Paman tampan untuk menggali ingatan Sky," jawab Skylova.
Tommy tersenyum melihat tingkah Raymon yang bandel itu sedang menagis di depan Skylova.
"Kau masih bersama perjaka tua itu?" tanya Raymon sambil melepaskan pelukannya.
"Siapa perjaka tua?" tanya Tommy sambil duduk. "Apa kalian tidak capek berdiri terus. Lebih baik duduk," perintah Tommy.
Skylova langsung menuju sofa dan Raymon mengikutinya.
"Siapa lagi kalau bukan rivalmu, Kak, Maheswari," ucap Raymon.
Tommy menatap Skylova menunggu jawaban yang keluar dari mulut Skylova.
"Tadinya iya. Tapi sekarang tidak. Ray, Ijinin Sky tinggal di sini. Sky nggak bawa ponsel nanti pinjam buat hubungin Bang Arlo. Kasian, dia pasti khawatir."
Ada rasa bahagia di hati Tommy mendengar perkataan Skylova. Itu artinya dia punya kesempatan untuk mendekatinya lagi. Raymon menatap tajam kakaknya karena tahu jalan pikiran Tommy
"Masih ada aku. Jangan harap kau punya kesempatan," ucap Raymon kepada Tommy.
Tommy hanya mengangkat bahunya acuh. Walaupun Raymon berkata demikian. Dia bertekad untuk mendapatkan hati Skylova.
Skylova heran mendengar perkataan Raymon. Kenapa jawaban Raymon tidak nyambung sama sekali?
"Ray, Kok nggak nyambung sih..., di ijinin nggak tinggal disini?" tanya Skylova.
"Sorry, Sky. Tadi aku bicara sama Kak Tommy. Pasti aku setuju. Jika kau tinggal di sini, aku juga akan tinggal di sini."
Raymon tak pernah mau tinggal bersama Tommy. Dia memilih tinggal di perumahan sederhana yang dia beli dari keringatnya sendiri.
"Makasih, Ray." Skylova tersenyum manis.
Sial, Kakak sepertinya sangat menyukai Skylova. Aku tak akan membiarkan itu terjadi. Awas saja.
"Ray, pinjam ponsel dong...! Sky mau hubungin Bang Arlo." Skylova mengulurkan tangan dan menghadap ke arah Raymon
Raymon langsung memberikan ponsel kepada Skylova. Skylova menulis pesan di ponsel tersebut dan mengirimnya ke Starll
"Makasih, Ray," ucap Skylova sambil menyerahkan ponselnya.
Kruyuk
Doeng
Bunyi perut Skylova terdengar sampai keluar. Kedua pria itu menatapnya.
"Dasar perut perusak suasana," gumam lirih Skylova sambil memukul perutnya.
Tommy dan Raymon tertawa melihat tingkah Skylova. Suara tawa mereka menggema di seluruh ruangan. Sedangkan Skylova menunduk malu sampai wajahnya merah.
Ya ampun...Imutnya! Seperti boneka, batin Tommy.
"Ehem...." Tommy berdehem menetralkan suasana. "Sebaiknya kita makan terlebih dahulu," ucap Tommy.
Sejak pagi, Skylova memang belum makan sama sekali. Dan sekarang sudah menjelang sore. Skylova tak merasa kelaparan saat mode marah.
Mereka bertiga menuju ke ruang makan. Skylova sangat senang dan makan dengan lahap. Tommy dan Raymon heran melihatnya.
------
Vila Maheswari
Sementara itu, Baitu masih melakukan pencarian. Dia baru saja pulang untuk beristirahat sebentar. Dia sangat menyesal bertindak kasar kepada Skylova. Sebenarnya, Baitu tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja rasa cemburu mengalahkan egonya.
"Lova, kau di mana? Maafkan aku. Aku berjanji tidak akan menyakitimu. Kembalilah!" gumam Baitu lirih.
Tiba-tiba Starlo masuk ke ruangan Baitu.
"Aku tak menyangka, kau membuatnya pergi darimu, Baitu.
Baitu menatap Starlo sendu. Dia sungguh menyesal.
"Arlo, kau datang. Kau tahu di mana dia?" tanya Baitu.
"Kalaupun aku tahu, aku tak akan memberitahumu."
Baitu menghampiri Starlo untuk embujuk Starlo supaya mau membantunya.
"Berarti kau tahu di mana dia? Katakan Arlo! Aku sangat menyesal sekali."
Starlo menghela nafas kasar. Dia tak tahu apa yang terjadi antara Baitu dan Skylova. Jadi dia tak mau ambil kesimpulan dengan cara gegabah.
"Aku tak tahu apa permasalahan kalian. Jika Skylova mengambil keputusan ini, berarti masalah kalian tidak sederhana. Sebenarnya, apa yang kau lakukan?" tanya Starlo.
Baitu menjelaskan semua yang terjadi. Starlo mengepalkan tangan tanda emosinya memuncak. Bisa-bisanya Maheswari menyakiti adiknya. Lalu sekarang bagaimana keadaan adiknya? Apa dia terluka? Banyak pertanyaan yang bersarang di kepala Starlo.
"Aku tak menyangka kau bisa sekasar itu pada adikku. Aku jadi ragu, apakah kau pantas bersanding dengannya? Intropeksi dirilah, Bai," ucap Starlo sambil pergi meninggalkan Baitu.
Baitu langsung merosot tak berdaya. Dia tahu kesalahannya sangat fatal. Tapi dia akan berusaha agar Skylova mau memaafkannya.
Starlo pergi keluar dari Vila Maheswari. Malam ini, dia akan pergi melihat keadaan Skylova di kediaman Kyle. Sekarang, dia harus menuju Vila Mahendra. Jika dia langsung pergi, para pengawal Baitu akan mengikutinya. Apa lagi Sandra? gadis itu sangat pintar dalam menganalisis suatu hal.