Sky Love Me

Sky Love Me
episode 24



Baitu sekarang berada di dalam mobil yang di sopiri oleh Sandra. Sesekali Sandra melirik sang tuan lewat kaca di depan nya.


Baitu menatap kosong ke arah jendela sambil berpikir mengenai Angel yang membencinya. Tapi, dia tidak akan marah atau pun benci. Karena Angel adalah satu-satunya keluarga yang tersisa.


"Yang penting kau baik-baik saja, Angel. Aku tak akan memaafkan diriku bila terjadi sesuatu padamu," gumam Baitu lirih.


Kring


Kring


Ponsel Baitu berbunyi dan melihat Angel sedang menghubunginya.


"Halo."


"Halo, Om. Maafkan Angel karena telah menyakiti hati Om. Om jangan marah ya?"


Baitu tersenyum.


"Om... kenapa diam saja? Angel sayang Om. Angel tahu Om melakukan itu semua demi Angel. Angel terlalu bodoh karena tak menyadarinya, Om."


"Kau sudah tak marah padaku," tanya Baitu.


"Iya Om. Om kenapa tak cerita semua lnya kepada Angel?"


Baitu tidak ingin membuat Angel khawatir. Sebab itu dia merahasiakan kesedihannya.


"Om harus kuat. Jangan menyerah. Angel sayang Om."


"Om juga sayang Angel," jawab Baitu sambil meneteskan air mata.


"Jangan menutupi apa pun dari Angel, Om. I love you. Selamat malam."


Tut


Baitu sangat lega karena Angel sudah tidak marah lagi padanya.


"Kita langsung ke Solo, Sandra. Suruh pilot itu terbang ke lapangan dekat sini."


"Baik, Tuan."


Mobil mereka berhenti di lapangan. Tak lama kemudian, Jet pribadi milik Maheswari datang. Baitu langsung naik ke dalam jet tersebut dan pergi ke Solo. Dimana tempat Skylova lahir dan besar di sana?.


--------


Pagi sudah tiba. Gadis itu sedang duduk di ayunan. Dia memainkan ponselnya untuk mengusir kebosanan.


"Sial, Kenapa musuhnya banyak banget sih...? gumam gadis itu.


Julio dan Monica melihat putrinya dari teras rumahnya. Mereka berdua duduk berdekatan sambil menikmati pagi hari.


"Aku tak menyangka dia masih di depanku," ujar Monica.


"Kau masih belum memaafkanku, Sayang," tanya Julio.


"Sebenarnya, aku sangat marah ketika kau membohongiku."


"Ini adalah keputusan yang harus aku pilih demi putri kita."


Flashback.


Julio masuk keruang operasi. Dia melihat tubuh Skylova yang pucat dan langsung datang menghampirinya


"Lova, kau gadis yang kuat. Bangunlah, Sayang." Julio meneteskan air mata dan memegang tangan dingin Skylova.


"Anda harus tabah, Tuan," ucap Dokter Stevano.


"Tidak dokter! Skylova masih hidup." teriak Julio kepada Dokter Stevano. "Dengar, Lova sayang. Jika kau kembali. Ayah akan menuruti semua keinginan mu. Dan juga merestuimu dengan Tuan Maheswari. Kebahagianmu, kebahagian Ayah juga. Ayah menyesal memaksa kehendak Ayah padamu. Maafkan Ayah. Dan tolong kembalilah," ucap Julio lagi.


Tiba-tiba, tangan Skylova bergerak. Julio pun kaget dan memanggil dokter.


"Dokter. Lihat...! Tangan putriku bergerak."


Dokter Stevano bergegas memeriksa keadaan Skylova.


"Keinginan putri anda untuk hidup sangat tinggi, Tuan. Selamat! Putri anda telah kembali. Tapi karena benturan yang keras di kepalanya membuat putri anda melupakan sebagian ingatannya," tutur dokter Stevano


Julio tersenyum bahagia. Dia mencium kening Skylova tanpa henti dan mengucap syukur.


"Tolong Dokter rahasiakan ini. Biarkan kabar kematian putri saya tersebar."


"Tapi, ini menyalahi prosedur rumah sakit."


"Saya mohon, Dok. Saya akan menjamin hidup Dokter dan keluarga. Saya akan menjadikan Dokter sebagai Dokter pribadi keluarga saya," bujuk Julio.


"Tuan, maaf saya tidak bisa."


"Sekali lagi saya mohon Dokter. Nyawa putri saya terancam. Hanya Dokter yang bisa membantu saya." Julio bersujud di depan Dokter Julio.


"Jangan seperti ini, Tuan."


"Tolonglah, Dokter."


"Baiklah, saya akan membantu anda," ucap Dokter Stevano.


"Terimakasih."


"Saya kagum dengan putri anda. Jelas-jelas dia sudah meninggalkan raganya. Ini mungkin keajaiban tuhan. Bisa di bilang putri anda mengalami mati suri. Semoga sebentar lagi putri anda bangun," papar dokter Stevano.


"Sebaiknya kita keluar untuk memindahkan putri anda ke ruangan lain."


Dokter Stevano meminta para perawat tersebut menutup tubuh Skylova dengan kain putih. Mereka keluar dari ruang operasi.


Julio melihat Baitu yang sedang menghampiri Skylova. Namun di cegah oleh Starlo.


"Tolong ijinkan saya melihatnya untuk terakhir kali." Baitu meronta-ronta.


"Gua nggak akan biarin lu deketin adek gua. Lu liat adek gua. Semua gara-gara lu. Seharusnya adek gua masih bersama gua dan Ayah. Denger Maheswari, gua nggak akan maafin lu."


Julio merasa iba. Akhirnya, dia mengijinkan Tuan Maheswari menemui Skylova


"Arlo, lepaskan Tuan Maheswari. Biarkan dia melihat Lova untuk terakhir kalinya."


"Tapi Ayah!"


"Arlo, Ini perintah!"


Julio terus memperhatikan Baitu yang membuka kain penutup Skylova Tiba-tiba saja, Baitu merosot kebawah.


Julio berpikir, sepertinya Tuan Maheswari sangat kehilangan Skylova. Tiba-tiba, seorang laki-laki yang tadi berteriak datang menghampiri Skylova.


"Sky, Jangan seperti ini. Kau harus bangun. Jika kau bangun. Akanku pastikan dia yang mencelakai membayar semuanya"


Banyak sekali orang yang menyanyangi Skylova. Tuhan memang sangat adil.


"Saya akan mengurus jenazahnya. Saya harap kalian menyingkir. Ayo Arlo!" ucap Julio.


Julio dan Starlo meninggalkan mereka semua yang masih diam membeku di depan ruang operasi.


"Maafkan saya Tuan Maheswari. Ini yang terbaik." Julio menoleh kearah Baitu dan menatap sendu.


Tak lama kemudian, mereka berhenti di depan ruangan dan langsung masuk. Para perawat segera mengambil tindakan untuk memasang infus pada Skylova. Starlo hanya menatap aktivitas mereka.


"Ayah, Adek masih hidup."


Julio tersenyum ke arah Starlo.


"Lova anak yang kuat, Starlo. Dia sempat meninggal. Tapi dia hidup lagi," ucap Julio.


Starlo langsung memeluk Skylova erat.


"Dek, Abang bangga pada Adek. Abang sayang Adek. Terimakasih sudah kembali." Julio meneteskan air mata.


"Besok, kita urus pemakaman untuk Lova."


"Maksud ayah, Jangan bilang Ayah berencana untuk tetap menyembunyikan kenyataan ini."


"Ini demi kebaikan Lova. Arlo, besok kita mengubur peti kosong."


Starlo hanya mengangguk.


"Bagaimana dengan Mama?"


"Mamamu akan Ayah beritahu setelah pemakaman."


Mereka merencanakan semua dengan matang. Termasuk pemakaman Skylova. Monica yang melihat pemakaman anaknya hanya bisa menangis tersedu-sedu. Bahkan dia juga menyalahkan Julio. Sebenarnya, Starlo tak tahan melihat Monica menangis seperti itu. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Semua demi kebaikan bersama.


Sampai di Vila Mahendra, Monica di beri tahu oleh Julio. Bahwa Skylova masih hidup. Dia merasa sangat senang dan akan lebih menyanyanginya. Sehari setelah pemakaman mereka memutuskan pindah ke Solo untuk merawat Skylova.


Selama sebulan, Skylova masih belum sadar. Tidak henti-henti nya Monica berdoa untuk kesembuhan putrinya agar di kabulkan. Skylova bangun setelah tidur selama sebulan. Akan tetapi, ingatan mengenai Baitu dan Bali hilang.


Flashback End


Gadis itu tersenyum menatap kedua orang tuanya. Kemudia menghampiri mereka.


"Ma, Sky menang lagi," ucap Skylova.


Gadis yang duduk di ayunan itu adalah Skylova. Penampilannya tak berubah sama sekali. Memakai kaos oblong, celana jins, sepatu sneaker dan tak lupa wig yang selalu dia pakai.


"Game mulu. Nggak bosen napa, Dek?" sela Starlo.


"Yah, Bang Arlo tuh...." Skylova merengek kepada Julio.


"Sudahlah Arlo, jangan jahili Adikmu."


"Ha Ha Ha. Habis gemes banget." Starlo mencubit pipi tembem milik Skylova."


"Sakit, Bang. Awas aja kalau Abang cubit pipi Sky lagi. Rahasia Abang akan Sky sebarin," ancam Skylova.


"Memangnya, Starlo punya rahasia apa, Lova sayang?" tanya Monica penasaran.


"Nggak ada, Ma. Lova mengada-ada." Starlo menatap tajam Skylova.


Skylova hanya mengangkat alis seperti menantang Starlo


"Abang bikin mood Sky hancur aja. Sky mau jalan-jalan aja kalau gitu."


"Abang anter ya..." tawar Starlo.


"Ogah, Bang. Kerja sana! Udah jam sembilan tuh...!"


"Astaga... Abang telat, Dek!" Starlo berlari menuju kamarnya.


Skylova tertawa terbahak-bahak. Julio dan Monica ikut tersenyum melihat interaksi kedua anaknya.