Sky Love Me

Sky Love Me
episode 10



Hari ini adalah hari yang indah untuk menikmati hidup. Skylova sudah menghubungi Raymon pagi tadi untuk mengajaknya ke Pantai. Raymon dengan senang hati menerima ajakan Skylova.


Starlo sudah bersiap untuk pergi ke Pantai. Di depan Starlo ada Raymon. Raymon hanya diam mematung. Dia sangat tidak enak melihat Starlo. Pasalnya, Starlo menatap dengan tatapan garang yang siap menerkam.


"Jangan menatap Ray seperti itu, Bang. Lihat! Mata Abang mau keluar tuh...."


Akhirnya dewi penolongku datang juga, batin Raymon.


"Cuma lihat saja," jawab Starlo dingin.


Skylova memutar bola mata nya jengah. Dia benar-benar tidak tahan melihat kakaknya seperti itu.


Plak


"Sakit Dek." Starlo mengelus kepalanya."


"Salah sendiri. Kaya CEO dingin aja. Ini bukan kantor Bang..."


"Iya, Abang tahu."


"Udah ah... ayo berangkat. Keburu panas nih..." ajak Skylova.


Tanpa aba-aba, kedua pria itu berdiri. Starlo masih saja menatap Raymon dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Abang... udahlah... batal nanti."


"Jangan Dek!" Starlo bergelayut manja di tangan Skylova.


"Lepas Bang."


"Nggak mau. Abang mau gini."


"Yuk Ray." Skylova menarik tangan Ray dan melepaskan pegangan Starlo.


Starlo sangat kesal. Skylova lebih memilih Raymon dari pada dirinya. Starlo tahu, bahwa Raymon suka dengan Skylova. Di lihat dari gelagatnya sudah kelihatan.


"Loh... Abang kok duduk di belakang."


"Biar Ray yang nyetir mobilnya."


"Maaf ya Ray."


Raymon yang semula duduk di belakang dengan Skylova, kini pindah duduk di bagian kemudi.


"Hais... kayaknya, kakaknya Sky tidak suka denganku," gumam Raymon lirih.


Tanpa pikir panjang, Raymon bergegas menyalakan mobilnya. Mereka kemudian berangkat menuju Pantai.


"Ray, kok berhenti di sini sih!"


"Nanti kalau capek, kita bisa istirahat di resort ini."


"Nggak ada tempat lain apa?"


"Ini paling bagus. Ayo keluar!"


Skylova dan Starlo keluar mobil. Sedangkan Skylova mendengus tidak suka. Bukannya ini resort semalam? Masa bodoh. Yang jelas, dia bersenang-senang hari ini.


"Ayo kita cari ruang ganti!" ajak Raymon


Keduanya langsung setuju menuju ke ruang ganti.


Raymon dan Starlo sudah siap dengan baju pantainya. Sedangkan Skylova hanya memakai kaos putih dan celana pendek saja. Dia tidak mau memakai pakaian renang.


Starlo sudah membawa papan selancar. Kali ini, dia akan berselancar bebas di Pantai. Sedangkan Raymon hanya duduk si tepi pantai menikmati indahnya lautan bersama Skylova.


"Indah bukan?" tanya Raymon.


"Iya benar."


"Masih ingat ketika kita bermain layangan di Pantai."


"Masih. Waktu itu kau menangis karena layangan mu putus. Sky jadi ingat itu."


"Hei, aku tidak menangis."


"Pembohong."


Mereka tertawa ria. Menikmati suasana Pantai dan bernostalgia mengingat masa lalu.


------


Sementara itu, Baitu sedang berada di resort miliknya. Dari tadi malam, dia tidak pulang. Dia menginap di sana. Untuk mengusir kebosanan, Baitu memilih jalan-jalan. Namun, tidak terasa dia sampai di Pantai.


Baitu melihat dua sejoli yang dia kenal. Hatinya memanas. Wajahnya berubah menjadi merah padam. Tangannya mengepal. Tanda emosinya sedang naik. Baitu tahu Sandra sedang ada di sekitar pantai. Dia berteriak keras.


"SANDRA." Teriak Baitu


Sandra lari tergopoh-gopoh.


"Kau tidak memberitahukan ku tentang hal ini."


Ya ampun... baru saja aku berinisiatif memberitahu nya. Ternyata, sudah datang. Peka sekali sih Tuan."


"Maaf Tuan, saya tadi akan menghubungi anda."


"Kita pergi sekarang. Suruh anak buahmu merekam dan mengawasinya."


Dengan langkah cepat, Baitu meninggalkan Pantai tersebut. Sandra pun mengikutinya dari belakang.


"Hais... pasti ngamuk lagi. Sungguh sial. Pantas saja jadi perjaka tua."


Semua orang yang melihat Baitu di resort tidak berani menyapa. Karena melihat Baitu yang sedang marah.


Brak


Pintu di buka secara kasar oleh Baitu.


Prang


Prang


Ya tuhan... Tuan. Kenapa emosinya tidak terkendali sih? Katanya, Nona Skylova setan penganggu. Sepertinya, Tuan tak menyadari perasaanya.


Semua benda di lempari sampai pecah. Kini kamar pribadi Baitu sangat berantakan.


Baitu memegang dadanya yang sakit. Dia terduduk lemah. Sandra sangat kaget. Dia memberanikan diri untuk mendekatinya.


"Tuan baik-baik saja."


"Sakit San...sangat sakit. Aku tak tahan." Biatu Sampai meremas dadanya.


"Apa perlu saya panggilkan dokter?"


"Aku tidak butuh dokter."


"Tuan, istirahatlah. Biar saya yang membersihkannya."


dia melihat gelas yang berisi air. Kemudian dia berikan kepada Baitu yang sedang duduk melamun di sofa.


"Tuan minum dulu. Biar tenang."


Bukannya tenang malah semakin menjadi. Mengingat air sama hal nya mengingat kebersamaan Skylova dan Raymon di Pantai. Tanpa sadar Baitu meremas kuat gelas di tangannya. Sehingga, gelas itu pecah. Tangan nya mengeluarkan banyak darah.


"Astaga Tuan... saya akan panggil dokter."


"Panggil dia kesini."


"Maksud Tuan, Nona Skylova."


"Cepat!" teriak Baitu


Sandra langsung saja lari menuju Pantai. Dia menemui Skylova yang sedang bercanda ria dengan Raymon dan Stralo.


"Nona Skylova," teriak Sandra


Skylova menoleh. Dia heran melihat Sandra yang berlari tergesa-gesa ke arahnya.


"Saya mohon Nona ikut saya."


"Memangnya kenapa? Sky lagi sibuk nih...."


"Nona, saya mohon. Tuan sedang membutuhkan anda."


Mendengar hal itu, Skylova langsung berdiri. Dia ingin melihat apa yang terjadi sebenarnya.


"Mau kesana, Dek? Abang temani ya?"


"Maaf Tuan Starlo. Hanya Nona Skylova.


Aku mohon cepat Nona. Iyakan ajakanku . Kasihanilah aku. Jika tidak, pasti aku yang akan jadi kambing hitam. Tadi saja sudah kena bentakan.


Skylova berjalan keluar pantai. Tanpa pikir panjang, Sandra mengikutinya. Starlo ingin menemaninya. Namun, di cegah oleh Sandra. Raymon hanya diam. Dirinya yakin, ini pasti ada hubungan nya dengan Baitu Maheswari. Mengingat tadi pengawal setia Baitu yang memanggil Skylova secara pribadi.


Kini Skylova sudah berada di depan pintu kamar Baitu. Dia sebenarnya enggan untuk masuk. Namun, dia urungkan. Lagi pula dia penasaran. Tanpa pikir panjang lagi, dia langsung membuka pintu kamar itu.


Skylova sangat terkejut melihat darah Baitu menetes banyak. Baitu cuma menutup mata saja. Skylova juga melihat pecahan kaca yang berada dilantai.


"Astaga Paman! Kenapa bisa seperti ini?" Skylova berteriak sambil berlari mendekat.


"Kau...." Baitu membuka matanya


Baitu sebenarnya lega. Karena Skylova mau bertemu dengannya. Rasa sakit yang begitu sakit kini hilanglah sudah.


"Ini harus dibalut. Untung tak dalam." Skylova memegang tangan Baitu.


Baitu merasa sangat senang mendapat perhatian dari Skylova. Skylova pun berdiri mencari kotak P3K. Karena Baitu tahu apa yang di cari oleh Skylova, dia pun memberitahunya.


"Di almari sebelah kanan."


Mendengar instruksi dari Baitu, tanpa pikir panjang Skylova langsung menuju almari yang disebut. Benar saja. Ternyata, kotaknya ada di sana.


Skylova menghampiri Baitu. Dia mulai aktivitasnya mengobati tangan Baitu.


"Apa terasa sakit?" Skylova meniup tangan Baitu.


"Sedikit." Baitu tersenyum


"Sudah selesai. Tinggal di balut. Jangan sampai kena air."


"Terimakasih."


"Kalau begitu, Sky pamit Paman." Skylova berdiri namun di cegah oleh Baitu.


"Jangan pergi! Tetaplah bersamaku." Baitu memegang tangan Skylova.


"Tapi Paman, Bang Arlo dan Ray pasti mengkhawatirkan Sky."


"Kau harus tanggung jawab atas apa yang menimpaku."


"Apa? Sky salah apa? Kenapa harus Sky yang tanggung jawab?"


"Dengar... ini perintah. Selama tanganku tak bisa di buat aktivitas. Kau harus merawatku."


"Astaga... itu cuma luka ringan, Paman."


Skylova heran kepada Baitu. Luka kecil seperti itu Skylova di minta untuk merawatnya. Sungguh orang yang sulit di pahami. Tidak ada waktu buat Sky untuk merawat Baitu. Karena selama beberapa hari semenjak kenal Baitu, Skylova jadi kurang fokus memantau kegiatan perusahaan ayahnya.


Sky selalu bekerja di balik layar. Ketika ada hal yang tidak beres, Sky langsung lapor kepada ayah atau kakaknya.


"Maaf Paman. Sky tidak bisa."


"Jika kau menolak. Kerja samaku dengan ayahmu akan ku batalkan."


Sialan. Kenapa paman tampan jadi suka mengancam gini sih! Kalau kerja sama batal pasti perusahaan ayah bakal rugi besar, batin Skylova.


"Paman mengancam Sky. Ini tak adil. Oke, Sky akan rawat paman sampai sembuh." Skylova cemberut.


Ha Ha Ha. Aku sungguh senang bisa melakukan ini padanya. Dengan cara ini, aku bisa membatasi pertemuan dia dengan Ray, batin Baitu.


Baitu tersenyum puas mendengar persetujuan Skylova.


"Mulai hari ini, kau akan tinggal di Vilaku."


Skylova melotot kaget. Kenapa harus tinggal di Vila Maheswari?Sedangkan mereka bertetangga.


"Tidak bisa paman. Ini nama nya pemaksaan."


Baitu geram mendengar penolakan Skylova. Dengan gerakan kasar. Baitu menarik tangan Skylova. Sehingga Skylova jatuh di pangkuan Baitu.


"Apa yang paman lakukan?


Benar, apa yang aku lakukan? Kenapa aku melakukan ini? Astaga... ini bukan diriku. Harum sekali rambut setan pengganggu ini. Harum badan nya juga seperti bayi. Sungguh nyaman.


"Paman lepaskan."Sambil meronta


Baitu memeluk erat Skylova yang sedang memberontak di pangkuannya. Dia membuang wig Skylova sembarangan.


"Paman, jangan di lepas," teriak Skylova.


Rambut panjang Skylova sangat halus dan lembut. Membuat Baitu tanpa sadar mengelus rambutnya. Baitu menyibak kan rambut Skylova. Dia melihat leher jenjang dan putih milik Skylova.


Baitu meneguk kasar salivanya. Dia sangat berhasrat ingin mencium leher itu.


Cup


Skylova yang mendapat perlakuan seperti itu langsung berdiri kaget dan menghadap ke arah Baitu.


"Paman, Kenapa mencium leherku." Skylova berkacak pinggang dan menatap Baitu tajam.


Baitu hanya diam. Dia juga bingung kenapa dirinya melakukan itu?


Ada apa dengan diriku?Kenapa aku melakukannya? Bahkan, yang dibawah sana bereaksi. Setan pengganggu ini benar-benar lihai melakukan tipu muslihatnya, batin Baitu.