Sky Love Me

Sky Love Me
episode 35



Starlo membuka semua penutup kain semua perabotan Vila Mahendra. Sedangkan Skylova hanya duduk di sofa. Dia mengamati seluruh penjuru dalam vila tersebut untuk mengingat sesuatu. Namun tidak ingat sedikit pun.


"Dek, malam ini kita tidur disini. Besok kita nginap di hotel aja ya..." ajak Starlo.


"Iya Bang. Tapi kalau di hotel pasti mahal Bang. Emang amAbang punya uang."


"Adek lupa siapa Abang. kan Abang pemilik SS Game." Starlo berucap dengan bangga.


"Busyet... sombong amat, Bang," sahut Skylova.


Starlo tersenyum puas ke arah Skylova. Dia sangat bangga pada dirinya. Tiba-tiba, Baitu datang dengan tergesa-gesa dan langsung menuju ke arah Skylova.


"Kenapa kau berada di sini?" tanya Baitu. "Ayo kembali." Baitu menggeret tangan Skylova yang tak beranjak sedikit pun.


Starlo menghampiri keduanya dan melepaskan pegangan Baitu pada Skylova.


"Maaf, tapi adikku tak akan kembali ke Vila Maheswari," ucap Starlo.


"Bukankah kau sudah merestui kami, Arlo? kenapa kau berubah pikiran?" ucap Baitu.


Skylova menatap Baitu dengan sendu. Dia tak tahu harus menjawab apa. Diam adalah satunya cara saat ini. Tiba-tiba Baitu bersujud di depan Skylova. Dia merendahkan dirinya.


"Aku mohon kembalilah. Jangan tinggalkan aku, Lova. Aku tak bisa jauh darimu. Aku ingin kau menjadi istriku. Aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anak ku." Baitu meneteskan air mata.


Brama dan Sandra melihat tuannya dari jauh. Mereka tak berani menghampirinya.


"Kau lihat, kenapa kau tega merusak hubungan mereka?" tanya Sandra.


"Aku merasa Lova tak pantas menjadi istri tuan, Sandra."


"Pantas tidaknya tergantung tuan yang menilai. Kau harus tahu, Nona Skylova lebih bermartabat. Kita dan tuan tak sebanding dengannya. Dia keturunan ningrat, Brama," jelas Sandra.


Batin Brama berteriak. Skylova Mahendra tak mungkin keturunan ningrat. Pasti semua hanya omong kosong.


"Nona Skylova adalah gadis yang sangat jenius. Tuan pernah memberitahuku. Bahwa Nona Skylova jenius di bidang IT. Aku kurang tahu kepastiannya. Tapi, bisaku tebak kalau Nona Skylova seorang Hacker. Sebelum kecelakaan, dia pernah membantu tuan. Bukankah kau tahu itu?" jelas Sandra.


Brama hanya menatap kearah Baitu dan Skylova secara bergantian. Jika di lihat Skylova tidak menunjukkan bahwa dia keturunan ningrat. Apa dirinya harus minta maaf pada Skylova dan kakaknya?


Batin Brama bergejolak. Dia belum siap untuk minta maaf kepada kakak beradik itu. Brama memilih pergi meninggalkan Sandra sendirian.


"Dasar pembuat masalah," gumam Sandra sambil menatap Brama pergi.


Sementara itu, Baitu masih bersujud memohon kepada Skylova.


"Paman, kumohon jangan seperti ini. Paman lebih tua dari Sky. Tolong jangan merendahkan diri." ucap Skylova. "Berdirilah!" perintah Skylova.


Baitu hanya menggeleng. Dia tetap kukuh di posisinya. Sebelum Skylova mau ikut bersamanya. Dia tak akan berdiri.


"Sebaiknya, kau pulang saja. Jangan mempersulit keadaan," sambung Starlo.


Baitu menatap ke arah Starlo. Dia melihat genangan air mata Maheswari. Ternyata, Sandra tak bohong.


Starlo menghela nafas halus. Dia tak mengira Maheswari akan melakukan hal ini. Merendah kan diri dengan bersujud di depan kaki adiknya. Apa cinta membuat orang secerdas Baitu buta? Sungguh cinta memang aneh.


Starlo memberi kesempatan mereka untuk bicara. Masalah ini harus di selesaikan. Starlo memilih untuk keluar. Namun sebelum keluar dia akan memberitahu Maheswari apa yang telah terjadi tadi.


"Jujur, aku tak menyangka bawahanmu telah menghina adikku. Adikku bukan gadis murahan. Dia gadis terhormat. Dia bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan perasaan nya. Kau ajarkan bawahan yang bernama Brama itu untuk menghargai adikku," jelas Starlo.


Baitu melotot kaget karena Brama mengatakan hal itu pada Starlo. Setelah ini bagaimana nasibnya? Sepertinya dia harus menghukum Brama.


Sedangkan Skylova meneteskan air mata. Kakaknya selalu memikirkannya. Tapi dia hanya merepotkan Starlo. Apa sebaiknya dia berhenti untuk mencintai Baitu Maheswari? Pikiran Skylova masih bergejolak. Dia sungguh dilema.


"Aku akan memberi kalian ruang untuk bicara." Starlo pergi menuju keluar pintu.


Sekarang, hanya ada Baitu dan Skylova saja di ruangan itu. Keheningan terjadi diantara mereka. Baitu tidak tahan dengan kehingan itu. Dia memulai pembicaraannya.


"Tolong jangan tinggalkan aku, Lova." Baitu menatap Lova.


"Kau pantas bersamaku. Jangan seperti ini. Dengar Skylova Mahendra, aku mencintaimu. Maafkan aku yang tak pernah mengatakan hal itu."


Skylova kaget dan sangat senang. Batinnya berteriak penuh kegirangan. Tapi semua itu sirna. Mengingat bahwa Brama merendahkan dirinya.


Skylova memegang bahu Baitu dan membantunya berdiri.


Skylova menatap lekat Baitu. Dia sebenarnya sangat mencintai pria di depan nya. Tapi mungkin dulu kesannya dia seperti memaksa. Begitu pun juga sekarang.


"Paman pulanglah. Ini sudah malam. Tidurlah! Besok paman harus kerja."


Baitu menggeleng dan memeluk erat tubuh Skylova.


"Paman, mungkin apa yang dikatakan Brama mengenai Sky itu semuanya benar. Sepertinya, Sky terlalu mengejar Paman. Paman sekarang bebas. Paman bisa memilih siapa pun untuk menikah dengan Paman. Bukan gadis ingusan seperti Sky. Sky...."


Tiba-tiba saja, kalimat Skylova terpotong karena Baitu mencium bibirnya sekilas.


"Jangan bicara seperti itu. Hem... kau segalanya bagiku. Apa ini tidak cukup untuk membuktikan semuanya? Atau kita langsung saja menikah besok."


Skylova melotot mendengar ajakan Baitu. Dia senang karena itu adalah keinginan terbesar dalam hidupnya. Sungguh gila. Skylova ingin berteriak sekeras-kerasnya.


Sepertinya paman tampan sangat mencintai Sky. Siapa sih si Brama itu. Mulutnya pedas sekali. Beraninya dia menyakiti Bang Arlo. Awas saja, besok kalau ketemu pasti Sky pukuli sampai habis.


"Kenapa dia hanya diam saja. Lova, kau harus kembali padaku malam ini. Maaf aku melakukan ini. Besok kau boleh marah padaku, batin Baitu sambil menyemprotkan obat bius kepada Skylova.


Skylova seketika tak sadarkan diri. Baitu menggendong Skylova ala bridal Style dan keluar menuju pintu keluar. Tiba-tiba saja Starlo masuk dan kaget melihat Skylova pingsan.


"Apa yang terjadi?" tanya Starlo.


"Maaf Arlo, aku akan membawanya ke Vila ku," jawab singkat Baitu.


"Tunggu, kenapa kau membawanya ke sana? Di sini juga ada kamar."


"SANDRA!" teriak Baitu.


Sandra langsung bergegas menuju sumber suara.


"Bawa Arlo ke Vila!" titah Baitu.


Sandra langsung menghampiri Starlo yang mencoba menghadang Baitu.


"Ikutlah!" perintah Sandra.


"Kau memerintahku. Aku tidak mau," elak Starlo. "Hei Maheswari, jangan bawa adikku." Starlo berteriak tapi Baitu pura-pura tak mendengarnya.


Sandra tak punya pilihan lain. Dia menarik kasar tangan Starlo sampai tubuhnya tak seimbang. Dia menabrak tubuh Sandra dari belakang. Kesempatan itu tidak di sia-siakannya untukmemeluk pinggang Sandra dari belakang.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Sandra. "Lepaskan!" Sandra meronta.


Starlo malah menaruh wajahnya di bahu kiri Sandra. Deru napas Starlo berhembus di telinga Sandra. Rasa geli, aneh dan merinding jadi satu.


Sedangkan Starlo malah menikmati aroma tubuh Sandra. Tanpa sadar dia mengecup leher Sandra.


"Kau... kenapa? Kau, apa yang kau lakukan?" ucap Sandra dengan bibir bergetar.


Starlo melotot karena hasratnya keluar tanpa bisa di kontrol. Sandra benar-benar membuatnya bertidak di luar kendali. Dia seperti tersihir dan melakukannya tanpa sadar.


"Sandra, sepertinya kau harus bertanggung jawab," ucap Starlo sambil berbisik ke telinga Sandra.


Sial, aku tak mau berurusan dengannya lebih lama lagi.


"Dengar, Sandra. Suruh tuanmu untuk melepaskan adikku," titah Starlo.


Sandra hanya diam. Dia sedang berpikir untuk melepaskan diri dari Starlo. Akhirnya dia menginjak kaki sehingga Pegangan kepada Sandra melonggar. Dengan sigap, dia memukul leher Starlo sampai pingsan.


"Hais... merepotkan! Kau sendiri yang meminta aku bersikap kasar." Sandra memapah Starlo menuju Vila Maheswari.