Sky Love Me

Sky Love Me
episode 5



Vila Mahendra.


Skylova langsung bersiap-siap. Dia akan menuju kantor Baitu. Dengan memakai celana Jin dan kaos polos berwarna putih. Serta tak lupa, wig dan juga sepatu sneaker nya. Dia berlari menuruni tangga. Skylova melirik jamnya sekilas. Sial sudah jam delapan. Artinya, berita itu sudah dua jam. Dia melihat kakanya duduk di sofa.


"Bang... ayo antar Sky."


"Abang nggak bisa dek, mau bantu ayah kerja."


Starlo memang sudah rapi dengan setelan jasnya. Dia terlihat sangat tampan. Lebih tampan lagi, kalau dia memakai baju santainya. Dan sandal jepit yang selalu menghiasi kakinya. Starlo memang aneh kalau terlewat santai. Masak ke mall pakai sandal jepit.


"Ih... abang... Sky nggak punya waktu nih.. Kan bisa berangkat sambil anterin. Kalau enggak..." ancam Skylova.


"Iya-iya. Abang anter," ucap Starlo mengambil kunci mobilnya.


Skylova mengomel tak jelas. Andai kemarin fasilitasnya tidak di cabut, pasti tak susah seperti ini.


"Huh... dasar ayah nyebelin," gumam Skylova lirih.


"Udah, ayo masuk. Cepetan!"


Skylova pun masuk ke dalam mobil. Dia duduk manis. Tidak lama kemudian, mobil mereka berjalan.


"Bang berhenti. Laper nih...."


"Abang udah telat, dek." Strlo menghentikan mobilnya.


"Kan... abang bos nya. Bos bebas bang."


"Abang kan jadi karyawan ayah. Malu dek, sama karyawan lain."


"Udah ah ayuk... laper nih. Mau soto itu bang..." Skylova menunjuk pedagang soto


Starlo mengangguk tanda mengiyakan. Mereka berdua segera turun mobil. Semua pandangan mata para kaum hawa mengarah pada Starlo. Siapa coba yang tidak terpesona kepada Starlo? Ganteng tidak ada duannya. Mereka berdua pun duduk di bangku. Tidak ada rasa jijik bagi keduannya, walaupun makan di pinggir jalan.


Suara biik-bisik mereka terdengar jelas oleh keduannya. Namun, mereka tetap cuek. Tujuan mereka hanya makan.


"Mas sotonya satu."


"Iya, Non."


"Abang nggak usah ya...pasti udah makan tadi."


"Iya. Tadi udah makan kok."


Tidak lama kemudian, pesannya datang. Dengan lahap, Skylova makan soto itu. Rasa soto itu benar-benar makyus.


"Pelan-pelan, dek."


"Enak bang."


"Kaya nggak makan setahun." Starlo mengeluarkan ponselnya."


"Biarin."


"Astaga dek... saham Maheswari turun."


"Uhuk Uhuk." Skylova sampai terbatuk. Dia segera mengambl air dan meminumny


"Dek, gimana nih? Kalau gini, Tuan Maheswari bisa bangkrut."


"Ya udah. Ayo cepetan! Abang bawa laptop kan... udah bayarin sana. Sky mau ke mobil dulu."


Buru-buru dia masuk mobil dan membuka laptop milik Starlo.


Setelah Starlo membayar. Starlo masuk mobil.


"Jalanin mobilnya, bang," perintah Skylova.


"Abang bukan sopir, dek?"


"Udah cepet. Nanti, kalau ini semua beres. Kita mantai."


"Bener lo ya...."


"Iya."


Starlo mulai melajukan kendaraannya dengan kecepatan maximal. Dia tidak mau gagal ke pantai.


-----


Kantor Maheswari


Selama di kantor, Baitu sangat uring-uringan. Dia menyewa hacker untuk menghapus semua foto itu. Tapi, hasilnya nihil.


"Maaf tuan. Saya tak bisa menghapus berita ini. Dan juga fotonya sudah menyebar. Kalau di lihat, memang foto ini bukan asli tuan. Tapi, saya tak bisa membuktikannya."


"Bagaimana bisa?bukankah kau orang yang handal." Baitu melempari semua kertas yang ada.


"Maafkan saya, tuan. Berita ini sudah di kunci oleh hacker profesional. Dan sepertinya, dia sangat jenius."


"Apakah orang itu adalah K?" tebak Baitu.


"Bukan tuan. Kalau K tak pernah bertindak seperti ini. Dia hampir sama jeniusnya dengan K. Jika tuan kenal dengan K. Lebih baik meminta tolong padannya."


"Kau boleh keluar," perintah Baitu


Meminta tolong dengan setan pengganggu itu. Apakah dirinya bisa? Lagi pula, pasti sekarang setan pengganggu itu di hukum oleh ayahnya.


Tok


Tok


"Masuk!"


"Tuan, gawat." Sandra berlari.


"Jangan buat ku pusing, Sandra. Cepat katakan."


"Saham kita menurun drastis. Banyak para investor yang menarik investasinya.


"Sialan," teriak Baitu.


"Kau sudah mencari Maura."


"Saat ini, Maura mendapat kawalan dari wali kota. Sepertinya, dia meminta pertolongan wali kota."


"Wanita jalan* itu benar-benar memikirkan ini semua. Aku yakin, pasti dia akan kesini dan memintaku untuk menikahinya."


Baitu terus saja memaki-maki Maura Lowie. Maura Lowie adalah salah satu model terkenal di Bali. Dia sangat menyukai Baitu. Berbagai cara dia lakukan supaya Baitu tunduk padanya. Namun, tetap gagal. Puncaknya adalah hari ini. Maura tahu kalau Baitu pasti akan mencarinya dan di masukkan ke ruang isolasi milik Maheswari. Untuk itu, dia meminta pertolongan wali kota guna membantunya.


--------


Skylova sudah tiba di kantor megah milik Baitu.


"Mbak, bisa ketemu sama Tuan Maheswari.


Resepsionis itu hanya menatap sinis Skylova.


"Maaf. Tuan lagi sibuk. Tak bisa di ganggu."


"Penting mbak."


"Hei bocah, pergi sana! Ini bukan tempat untuk bocah kecil sepertimu."


Skylova mendengus tak suka. Dia duduk di ruang lobi. Jujur, dirinya tak bisa menunggu lama. Karena walaupun dia menghentikan harga saham di pasar, pemberhentian itu tak akan berlangsung lama. Mana laptop kakaknya tidak boleh di pinjam.


"Hais, gara-gara abang. Cepat berpikir Sky."


Ting


Pintu lif terbuka. Jarak antara tempat duduk dan lift cukup dekat. Resepsionis itu sibuk menunduk memakai ponsel


"Kesempatan," gumam Skylova.


Wus


Skylova lari tanpa suara. Langkahnya ringan seperti kapas. Tidak ada yang menyadarinya.


"Akhirnya berhasil. Ayo cepat jalan ke lantai lima puluh. Pasti paman tampan ada di sana."


Skylova menunggu nomer lift tersebut. Pergerakkan nomer itu sangatlah lama membuat dia gelisah. Skylova mondar mandir tidak jelas.


Ting


Akhirnya sampai juga. Tunggu, Kenapa sepi sekali? Dia membuka pintu ruangan tanpa permisi.


"Astaga... ruangan apa ini? Banyak kertas berserekan." Skylovabmengambil semua kertas tersebut.


Sandra dan juga Baitu hanya bengong. Bagaimana bisa setan pengganggu itu ada di sini saat di butuhkan?


Para pengawal yang melihat Skylova membereskan kertas-kertas yang berserakan itu, ikut juga membereskannya.


"Apa yang kalian lakukan? Buang semua kertas itu?" teriak Baitu.


"Paman... jangan teriak-teriak. Telingaku sakit." Skylova menutup telinganya.


"Kau..." Sambil menunjuk ke arah Skylova.


Sebenarnya, Baitu tak percaya jika gadis di depannya ini adalah setan pengganggu itu. Makannya, dia sengaja berteriak.


"Aku datang menawarkan bantuan. Tapi, ada syaratnya."


Sial... dia mengancam ku, batin Baitu.


"Katakan."


"Jika Sky berhasil. Paman harus kencan dengan Sky. Gimana?" Skylova mengangkat alis


"Hanya itu."


"Ehem."


Baitu sedikit lega. Dia kira Skylova akan mengajaknya menikah. Namun, ada rasa kecewa juga. Entah apa itu Baitu belum tahu.


"Kalian semua lanjutkan bereskan kertas itu. Dan setelah itu keluarlah."


Para pengawal pun bergegas melakukan perintah tuannya termasuk Sandra.


"Hai, Sandra. Sudah sembuh. Maaf ya."


Sandra hanya mengangguk. Walaupun masih terasa sakit. Dia masih tetap bersikeras untuk bekerja. Skylova mendekati Sandra dan memberikan sebuah pil. Dia berbisik.


"Pil ini sangat berkasiat. Sky jamin kau akan sembuh dalam hitungan jam. Lebam mu akan cepat menghilang. Minumlah... ini bukan racun. Jadi tenang saja." SKylov memberikan pil tesebut.


Baitu yang melihat interaksi antara Skylova dan Sandra bingung. Sebenarnya, ada rasa penasaran tentang apa yang mereka obrolkan.


"Cepat kemarilah! Dan kalian keluar!" titah Baitu.


Dengan gerakan cepat, mereka keluar ruangan itu. Tinggal Baitu dan Skylova di rungan itu.


Skylova duduk di sofa milik Baitu. Dia tak mau repot-repot datang padanya. Lagi pula, dia sangatlah capek.


"Paman tampan bawa laptopnya kemari."


"Kau menyuruhku. Seharusnya, kau yang kemari."


"Sky lelah. Kita tak punya waktu lagi. Tadi, Sky sudah menghentikan pasar saham sejenak. sepuluh menit lagi, pasar itu akan beroperasi."


Dia sudah menyelamatkan ku dengan menghentikan pasar saham, batin Baitu.


Karena mendengar hal itu, Baitu menghampiri Skylova dan duduk disampingnya. Bau harum kas bayi yang di keluarkan oleh Skylova tercium sampai hidungnya. Sejenak dia menikmatinya.


"Paman... Mana laptopnya?"


"Eh... ini," ucap Baitu sambil menyerahkan laptopnya.


Skylova membuka laptop milik Baitu. Dia harus mengulur waktu lagi untuk operasi pasar saham. Setelah itu, dia akan menghapus berita itu. Dan melihat siapa wanita yang berani-beraninya mau merebut paman tampannya.


Dengan gerakkan lihai, dia mengetikkan setiap sandi-sandi yang muncul. Pasar saham sudah dapat di hentikannya. Tinggal foto itu.


Skylova mencari kebenaran foto itu melalui CCTV di kelab itu. CCTV itu sempat di hapus oleh seseorang. Namun, dia dapat membukanya dengan mudah. Ternyata benar dugaannya, paman tampannya di jebak. Walaupun dua foto itu berada di kelab yang sama. Namun, ruangannya berbeda. Foto satu menunjukkan pertemuannya di kelab. Foto kedua menunjukkan kamar VIP. Foto kedua ini foto bugi*.


Skylova menatap Baitu penuh selidik.


"Paman, kalau tadi malam tidak pergi ke kelab, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini."


"Aku hanya... em.. memantau kelab tersebut. Karena itu adalah salah satu kelab ku."


Memang benar, Baitu hanya memantau kelab nya. Dia di sana tak sengaja bertemu dengan Maura Lowie.


"Sialan Ray, kau dalang di balik semua ini. Awas saja kalau ketemu. Sky buat babak belur." Skylova berucap sambil mengotak-atik komputernya.


Baitu hanya mengerutkan keningnya. Sejujurnya, dia sangat lega. Bahwa gadis ini mau membantunya.


Namun tiba-tiba, ada suara pintu di buka kasar.


"Maaf tuan. Saya tak bisa menghalanginya."


"Hai sayang..." Sapa Maura


Baitu dan Skylova menoleh. Tidak lama kemudian, terdengar gelak tawa dari seseorang.


Ha Ha Ha


Tawa Skylova menggema. Semua keheranan. Skylova memang aneh.


"Aku sangat terhibur," ucap Skylova sambil memegang perutnya.


"Siapa kau?" Maura bertanya sambil melipat kedua tangannya.


"Sky kekasih paman tampan," jawab Skylova lantang.


Dong


Ding


Dung


"Ha Ha Ha. Jangan bermimpi kau gadis kecil. Kau tidak pantas."


"Lalu siapa yang pantas?"


"Tentu saja aku," jawab Maura percaya diri.


Baitu hanya diam mengamati keduanya. sejujurnya, dia malas mendengar keduannya berdebat. Seperti quen drama saja.


"Tante badut. Angan-Angan mu terlalu tinggi."


Semua orang melongo dan menatap Skylova


Apa Sky salah ucap? Kan memang benar. Dia tante badut, batin Skylova.