Rodriguez Affair

Rodriguez Affair
Bab 88 (TAMAT)



Di sebuah tempat pemakaman umum, Kaviar menggandeng Kendrick anaknya bersama Molina berjalan menuju kesebuah pusara. Raut haru juga senyuman terpancar dari wajah laki-laki itu.


Untuk pertama kalinya ia membawa serta seorang wanita bersamanya mengunjungi pemakaman mendiang istrinya itu. Kaviar tidak suka berbasa basi atau berkencan seperti yang ibunya minta.


Baginya dia tidak lagi muda juga sudah cukup lelah untuk berkencan lalu gagal, kini dia diperkenalkan oleh Sarla anak angkat ibunya kepada seorang gadis yang ia lihat sudah cukup dewasa dan begitu dekat dengan Lily Ibunya juga Kaviar anaknya.


Belum ada hubungan yang special antara keduanya namun sudah cukup dekat namun ia melihat sosok Molina adalah wanita yang baik mungkin bisa menjadi teman hidup dan ibu pengganti untuk Kendrick jika Molina mau, dan pagi-pagi sekali tadi Kaviar meminta Molina ikut bersamanya.


Molina yang tidak tahu jika akan dibawa ke tempat ini pun terperangah hingga Kaviar meletakkan sebuah buket bunga di pusara yang mereka singgahi itu, sebuah nama besar tampil jelas disana.


‘Selena Guiro magda’ meninggal di tahun 2018, Molina terenyuh saat Kendrick menyandar disana betapa malangnya Kendrick ia sudah kehilangan ibunya diusia yang sangat kecil. Molina pun ikut merendahkan dirinya menggapai Kendrick dan memeluknya. Nasib mereka sama kehilangan ibu bahkan dia kehilangan ayahnya, Molina tahu bagaimana rasanya jadi Kendrick.


“Hi Sel, aku dan Kendrick datang, namun kali ini kami tidak berdua melainkan bersama dia— Molina, kau ingat perkataanmu yang terakhir kalo Sel, jangan berlama-lama sendirian meratapi kepergianmu dan segeralah menikah saat kau meninggal.” Kaviar menarik nafasnya ia berkaca-kaca, “Tapi permintaanmu itu tidak mudah, aku terlalu sulit menggantikanmu apalagi yang bisa menerima Kendrick tapi beberapa waktu ini aku menemukan seseorang dia berbeda denganmu namun aku merasakan dia selalu membuat Kendrick merasakan tangan lembut seorang ibu, didepanmu izinkan aku meminta cinta seseorang untuk mencintai Kendrick juga aku tapi jika dia bersedia.”


Seketika Kaviar mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi sebuah cincin lalu menatap pada Molina yang mendekap Kendrick.


“Nona Molina Orion Wilamo sudikah kau jika aku memintamu menjadi teman hidupku juga menjadi ibu dari anakku?” Tatapan Kaviar berkaca-kaca kepada Molina, sontak saja membuatnya terkesiap dan shock.


“Kaviar—“


...***...


 


Di tempat lain kelahiran anak dari Morean Sanden itu memberi udara yang lebih segar untuk keluarga Rodriguez Sanden. Sudah beberapa minggu usia baby Mirabelle kemeriahan dan sambutan juga sudah usai mulai dari pesta kembang api, perayaan pesta rakyat di area besar Rodriguez House. Segala perayaaan yang berisik dan cukup meriah sudah diadakan Juless, Summer Luke dan juga seluruh anggota keluarga,


Morean kerap kali membawa anaknya jauh dirumah sang ayah dan pulang ke rumah bawah tanah mereka sebab setiap hari ada saja hal-hal yang membuat dia shock atas sambutan orang-orang untuk anaknya itu. Seperti pesta kembang api rasanya itu begitu tidak masuk akal seorang bayi harus disambut dengan ledakan indah dilangit tidakkah itu akan membuat terkena serangan jantung mendadak, namun itulah Juless dia selalu saja memberi hal-hal konyol untuk anak pamannya itu.


Bahkan Juleaa dan Summer memberikan hadiah anti mainstream dan tidak masuk akal yaitu sepasang kudanil yang langsung ia terbangkan dari Tanzania san diletakkan dibelakang taman Rodriguez House berharap suatu hari anak More menjadi seorang yang mencintai alam dan menjadi penyelamat dunia fauna.


Sungguh sebuah harapan yang membuat kesal Morean, saat semua orang mendoakan yang baik lain bagaimana bisa Juless melakukan hal itu, beberapa hari setelah hadiah dari Juless tiba, datang pula hadiah pemberian Luke, mereka seakan bekerja sama ingin menjadikan baby Mirabell pawang atau penjinak hewan.


Luke memberikan sepasang gajah yang ia datangkan langsung dari India. Sungguh ingin marah namun ia tidak bisa mereka malah membuatnya tertawa saat melihat hadiah-hadiah itu datang dan kini menjadi pemandangan baru ditaman keluarga Rodriguez house


Pagi yang indah hari ini di kota itu, Sarla terlihat tengah memompa ASInya yang cukup melimpah itu sembari melihat pada Morean yang tengah menggendong bayinya di balkon kamar mereka dikediaman Rodriguez House.


Dan Morean menjadi seperti mentari pagi yang selalu memberi kehangatan dia menjadi ayah yang super siaga, possessive dan sangat peka pada istri dan anaknya.


Mirabelle nama itu Morean sematkan, sebuah nama yang konok katanya adalah nama yang mendiang ibu Morean berikan sudah lama sekali saat dulu ibunya ingin memiliki anak lagi tapi semesta belum memberikannya, sebuah nama yang diambil dari sebuah bahasa latin yang artinya mengagumkan dan dari berbagai bahasa lain artinya adalah keindahan


Tidak terlalu menjadi perseolan untuk Sarla tentang sebuah nama asal anaknya sehat dan baik-baik saja sudah teramat cukup baginya.


“Dad sudah ayo masuk, berangkatlah bekerja sekarang!” Sarla menyudahi aktivitasnya, segera berjalan mendekati sang suami.


“Dia tidur Mom, aku mengusap-usap dahinya....”Morean tertawa mendekap putri kecilnya itu.


“Aku tidak tega mengusiknya agar tidak tidur....kau membuatku malas kemana pun Mirabelle.” Morean menggerakkan tubuhnya mengayun sungguh aroma baby menjadi favorite Morean saat ini.


“Daddy kau harus berangkat bekerja sekarang, ayo segera bersiap Luke menunggumu dibawah.”


“Luke?” Morean pun tertawa membawa putrinya masuk, “Luke cuti panjang, Willy menggantikannya beberapa saat kedepan dia mungkin akan istirahat sejenak.”


“Oh ya? Kau membiarkan itu dad, yang aku tahu walaupun kau mengatakan Luke menyebalkan kalian berdua selalu berasama, kau tidak pernah jauh darinya.”


Morean tertawa meletakkan putrinya ke ranjang bayi sedikit tersenyum memandang pada wajah cantiknya, “Paman Luke butuh waktu untuk hidupnya sendiri kan Mirabelle? Hampir 16 thn mungkin kami bersama dia tidak pernah ada waktu untuk dirinya sendiri, tentunya dia tidak ingin sendirian saat tua, biarkan dia beristirahat pergi kemana pun yang dia mau, ku fikir tabungan hingga investasinya lebih dari cukup jika dia libur beberapa waktu kedepan.”


“Hemmm kau benar dad, baiklah semoga segala kebaikan selalu bersama Luke...”


“Baiklah aku ingin tidur lagi....”Morean menjatuhkan dirinya di ranjang.


“More! KERJA!” Sarla pun kemudian ikut berbaring keduanya tertawa menjadi dua orang manusia yang sangat aneh, suka sekali memperhatikan anak mereka saat tidur dengan mengambil satu tangan bayi itu membiarkannya menggengam jemari mereka.


“Jika aku tahu sedari lama seperti ini rasanya punya anak mungkin aku sudah memilikinya darilama.”


Sarla berkerut dahi, “Memiliknya dari lama? Artinya bukan aku yang menjadi istrimu.”


“Bisa jadi kau juga namun dengan versi yang berbeda tidak terjadi pertemuan dimalam buruk itu.”


“Lalu pertemuan dimana? Toilet sekolah dasar? Ingat usia sayang, kita dipertemukan sekarang sebab aku sudah dewasa dan bisa menikah. Kau lupa kita jauh sekali perbedaan usianya, ketika aku masih mencari jalan lahir kau sudah mencari jalan keluar rumah membohongi kakakmu untuk berkencan.”


Morean tertawa seketika, “Kau tahu itu?”


“Tentu kakek dan Bibi yang menceritakannya kau mengencani banyak sekali kakak kelasmu, kau sangat nakal dulu walau kau sangat pintar dan giat bekerja.”


Morean mengulas senyumannya, “Daddy harap kau tidak bertemu dengan orang seperti ayahmu nak namun bertemu dengan orang yang lebih baik suatu hari nanti.” Usap lembut Morean pipi putrinya itu.


“Ibarat ayam dia baru menetas sayang bagaimana bisa kau sudah memikirkan jodohnya.”


“Ya aku hanya mengingatkannya saja,” Morean memeluk putrinya lagi membuat Sarla pun memiringkam tubuhnya memeluk keduanya.


“Hi permatanya Mommy kau tahu begitu banyak air mata dan  ketakutan yang mom lewati sebelumnya dan kaulah air mata kebahagiaan di akhir perjalanan menyakitkan dan langkah perih mom, Nak...mom love you....”


 


 


 


Extra Part.....