
“Saya dimana?”
Sarla terjaga setelah hampir 54 jam ia tidak sadarkan diri, ia lihat sekelilingnya tempat ini begitu asing dengan tangannya tertancap sebuah jarum infus dan beberapa bagian tubuhnya diperban.
Sepertinya ini bukan sebuah rumah sakit, lebih tepatnya sebuah kamar dirumah, segala barang didalamnya menjelaskan dia ada didalam sebuah kamar dengan kasur kingsize, sebuah lemari besar dan beberapa nakas juga meja rias.
Pintu dikamar itu terbuka sebagian, suara nyaring televisi terdengar disana.
“Seseorang disana?” Sarla bersuara dengan suara seraknya.
Seorang wanita yang sedang menonton televisi pun bangkit cepat ia segera masuk kedalam kamar yang ditempat Sarla.
“Hey, akhirnya kau bangun cantik....” Ia sangat berseru, berjalan ke arah Sarla yang tampak perlahan bangkit duduk.
Tangan wanita itu terangkat naik, “Hay, jangan duduk, ayo berbaringlah! Kau di anjurkan untuk bedrest sayang, jangan takut, aku seorang dokter panggil aku Mom Lily, suami dan anakku menemukanmu dihutan dan kau mengalami pendarahan, bersyukur janin mu kuat, dia selamat dan sudah lebih baik saat ini.”
Hikss hiksss.
“Anakku.... Maafkan mama nak,” Sarla pun meremasih pakaiannya,” Menatap wanita itu, “Terimkasih sudah menyelamatkanku—“
“Mom, Lily...”
“Ya...terimakasih Mom Lily.”
Wanita itu berangsur duduk diranjang yang Sarla tempati, “Siapa namamu, Nak?”
“Sa-sarla....”
“Kau ingin menghubungi keluargamu? Mungkin suamimu, nak?”
Sarla menggelengkan kepalanya, “Bolehkah aku menginap disini sampai aku bisa berjalan dan bisa pergi.”
“Ya tentu, kenapa tidak! Mom tidak tahu apa yang terjadi padamu tapi kau akan aman disini Sarla, lain kali kau juga bisa bercerita kepadaku kenapa bisa kau ada di tengah hutan Delmiforest dan mengalami pendarahan.”
Sarla diam sejenak mengatur kata-kata untuk ia utarakan, “Seseorang mengincarku dan bayiku, aku pergi dari suamiku, kami semua dalam bahaya semua mengincark kematian kami.”
Wanita itu terkesiap, “Wow, mengerikan sekali!”
“Kau tidak takut mengizinkanku tinggal?”
“Takut?” Wanita itu pun tertawa, “Tidak ada yang tahu kau disini lagi pula tempat tinggalku tepat berada didepan kantor kepolisian, suamiku mantan pemimpin kota ini sampai sekarang dia masih aktif dipemerintahan dan kami masih dikelilingi pengawal juga ajudan.”
“Ohya sungguh, artinya aku mengenal suamimu Mom, orang yang menyelmatkan ku....”
“Haha, tidak perlu kenal, dia sangat menyebalkan sungguh dia senang menolongmu, kami kehilangan putri kami karena sakit kronis 10tahun lalu, mungkin saat ini jika dia tumbuh dewasa dia seusiamu.”
“Ouh, Maaf aku tidak bermaksud mengingatkannya...”
“Ahh tidak Sarla, cepat pulih sayang....Moms akan kerumah sakit dulu, aku masih aktif bekerja, sampai ketemu malam nanti, jika kau perlu sesuatu ada Bibi Miten yang akan membantumu...”
Wanita setengah abad yang masih sangat amat cantik itupun bangkit, ia mengusap kaki Sarla yang berselonjor.
“Hati-hati, Mom Lily...”
...***...
Morean bangun dari tidurnya, sudah beberapa hari kemarin ia tidak tidur, makan apa lagi beristirahat, lelaki itu merenung menundukkan kepala dengan kedua kaki menjuntai kebawah, kedua tangannya mengusap kepalanya.
Tidak ada hasil apapun, entah siapa yang membawa Sarla, wajahnya tidak jelas sebab menggunakan topi dan satunya lagi menggunakan penutup hidung, Morean sudah meminta banyak pihak melacak orang-orang pada foto dari kamera pemantau itu dan kini tengah menunggu hasilnya.
Ia berharap siapapun yang membawa Sarla adalah orang baik dan bisa menjaganya dengan baik, “Kuat Nak....Kuatlah...”
Morean memijati pangkal hidungnya, pendarahan yang tidak terlihat jelas pada Sarla membuatnya sangat takut, ia bahkan tidur selalu terbangun dan terkejut tiba-tiba, seperti di hantui terus oleh bayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi.
“Dimana Morean!” Summer datang ke Rodriguez House.
“Anda dilarang masuk, Nona!” jawab para pengawal.
“Mana dia! Dia tidak akan melarangku jika aku membawa kabar yang membuatnya senang.” Summer berusaha menerobos.
“Nona! Tunggulah disini kami akan memberitahukan pada tuam Morean.”
“Sial!”Summer menghentak kesal, ia pun mau tidak mau pasrah dilarang masuk kedalam, pasrah menunggu Morean diluar.
Kabar kedatangan Summer ke Rodriguez House membuat Morean mendadak murka, namun saat dikatakan dia membawa kabar baik.
Morean pun memerintahkan anak buahnya untuk dipersilahkan masuk namun terus dikawal hingga sampai ruangan tamu, bagaimanapun harus selalu was-was dengan wanita itu, dia berbahaya sama seperti ayahnya.
***
Morean sengaja memperlama waktunya, ia bahkan menyempatkan mandi hingga sarapan dikamarnya setelah hampir 45 menit dan Summer sudah kesal barulah Morean keluar.
Sedih, saat ia melihat sofa hingga ranjang, selalu saja ingat dia yang pernah memperlakukan Sarla tidak baik kala itu, Morean meremasi cincin pernikahannya, meresapi ke hati, “Tidak bisakah kau pulang....”
Banyak penyesalan dihati Morean, di waktu dia bersama Sarla yang rasanya dia selalu saja bersikap kurang baik, “maafkan aku....” Kecup Morean cincinnya dan ia berlalu keluar dari kamarnya.
Diluar pintu kamar ia berpapasan dengan Juless, Juless tahu Summer yang datang dan akan menuinya juga, ia melewati Juless begitu saja acuh, hubungan mereka kian merenggang saat ini.
.
.
.
.
.
.
Next »
Tahu nggak saya lagi sibukkkkkkkkk banget
😭🤧 didunia nyata maaf yaa.