
“Summy!! SUMMY!!” Juless memekik ia berlari masuk kedalam gudang, pabrik sekaligus tempat tinggal Watson tersebut. Ia begitu murka mendorong apa saja di hadapannya, termasuk orang-orang yang berjaga disana.
“Anda tidak boleh masuk Tuan!” Larang orang-orang yang berjaga.
“Menyingkirlah dimana Summy? Lepaskan dia, Mr. Watson le[askan Summy, lepaskan dia bersikaplah menjadi seorang ayah dari anak manusia bukan anak hewan!” Juless yang di tarik-tarik terus berteriak.
Hingga seseorang mengabari Watson bahwa Juless datang mengamuk disana, laki-laki yang masih sakit itu pun memutuskan untuk langsung menemuinya sebab dikatakan dia mencari Summer disana. Menggunakan sebuah tongkat dan pertolongan anak buahnya Wason pun turun dari pembaringan dan berjalan tertatih-tatih keluar.
Melihat Watson yang keluar keluar Juless pun semakin berteriak. “Dimana Summer? Dimana kau menyembunyukan dia?”
“Apa maksudmu? Untuk apa aku menyembunyikan anakku sendiri?’
“OMONG KOSONG! Lepaskan Summer, berhenti memegang kendali atas hidup Summy dia sudah cukup banyak kehilangan kehidupan normalnya karena ayah sepertimu.”
Watson memegang dadanya yang memang sesak, dia terheran-heran kenapa Juless mencari Summer dan menguapkan hal-hal yang seolah dia sangat peduli akan kehidupan Simmer, “Tutup mulutmu? Apa urusan kau dengan putriku! Summer sudah lama tidak menjengukku bahkan tidak memperdulikan aku yang hampir mati atas perbuatan paman sombong mu itu!”
“Berhenti berbohong Watson, semua orang tahu seperti apa liciknya kau! Kau tidak pantas jadi ayah, kau selalu mengkambing hitamkan anakmu untuk keuntunganmu sendiri, tapi tidak denganku aku tidak akan membiarkan anaku mengalami yang sama dengan yang ibunya alami.”
Watson terkesiap, “Apa maksudmu? Anak siapa, ibu siapa?”
“SUMMER!!” Juless berusaha mendorong untuk masuk lagi.
“Juless! Apa maksudmu, katakan dengan jelas! Summer tidak ada disini>”
Mata Juless menatap penuh kebencian terhadap Watson dia masih tidak percaya akan laki-laki itu, sudah sering sekali Watson membohongi semua orang, “Kau ingin tahu? Kau ingin tahu semuanya? Summer sedang mengandung, Summer mengandung anak kami, aku dan dia,” ucap Juless lantang.
Sontak saja dada Watson semakin sesak dia begitu terperangah, “Mengandung? Summy mengandung?”
“Dimana Summer katakana dengan jelas, jangan sampai sedikitpun kau membuatnya dalam bahaya aku tidak akan membiarkan wanitaku keturunanku kenapa\=kenapa.”
“Demi Tuhan Summer tidak berada disini, aku tidak berbohong! Summer anakku,,,dia mengandung? Dia hamil? Tuhan apa ini, apa ini yang membuat dia tidak kunjung kembali? Tidak, ini tidak benar katamu dia mengandung anakmu itu mustahil, kau dan Sumer tidak ada hubungan apapun, Summer jauh di atas usiamu dia adalah kekasih Morean, oh tidak Summe kau hamil nak— Nyonya Lindon, cepat cari Summer bersama nyonya Lindon!”
“Ny. Lindon? Dimana dia, dimana aku bisa menemuinya!” Pekik Juless.
“Bawa anak buahku! Cepat ikuti mereka…”
Bersamaan yang tepat Luke dan ornag-orang bersenjatanya juga datang mereka mengarahkan senjata pada Watson, membuat disana saling angkat senjata dan menatap awas.
“Summer tidak ada disini Luke! Dia bersama nyonya Lindon, kita segera kesana!” Juless atass perintah Watson pun mengikuti anak buah Watson, namun kini dia tidak sendiri Luke dan orang-orangnya ikut bersamanya.
Beberapa mobil pergi dan melaju kenang dari sana untuk menyelamatkan Summer. Juless beratanya kepada anak buah Watson kenapa bisa mereka menduga istri Lindon yang menculik Summer, bukankah Ny.Lindon dan Watson berteman. Hingga terungkaplah masalah anatara Watson dan Ny.Lindon yang meminta uangnya seperti apa yang Watson janjikan jika mau bekerja sama dengannya.
Setelah perjalanan yang lumayan memakan waktu mereka pun sampai sebuah gedung kosong yang dikatakan adalah tempat dimana ny. Lindon tinggal. Luke yang lebih dulu sampai dia langsung memeriksa dan masuk dengan baik-baik bertanya pada penjaga di gedung kosong itu.
“Bos kalian membawa Summer kesini?”
“Tidak ada! Nyonya Lindon tidak ada kesini.”
Juless yang turun dari mobil pun berlari-lari ia mengeluarkan senjata dalam sakunya dan membidik para penjaga, “Dimana Summer?” Pekik laki-laki itu dengan sangat meledakknya, wajah lembutnya merah padam.
Kedua penjaga dikediaman Ny. Lindon pun membalas bidikan Juless tersebut, “Tidk ada siapapun disini, mungkin yang dibawa diatas bukit sana salah satu tawanan Ny.Lindon sebab tidak bisa membayarkan hutang dia akan dimasukan dalam gudang.
“Bukit mana?” Luke memekik, dia pernah dengar nyonya Lindon seorang mucikari disebuah tempat dan membawa gadis-gadis dari desan untuk dipekerjakan dan diperjuala belikan, walau Summer cukup kuat dan hebat dia hanyalah seorang wanita yang kodratnya bukan bertempur atau melawan dengan keras.
Juless yang tahu itu juga seketika menarik kerah lelaki itu, “’Ada banyak bukit di sini , katakan dengan Jelas!”
Lelaki yang tercekik itu segera menunjuk ke atas, “Di sa-sana dekat kebun labu sebelah kiri.”
Tidak menunggu Juless pun segera berlari bersama Luke juga yang lainnya, segala ketakutan berputar dikepala Juless, Summer sangat lemah dia bahkan baru keluar dari rumah sakit bagaimana jika dia jatuh atau kandunganya kenapa-kenapa.
Luke meminta Juless mundur sebab Ny,Lindon memiliki anak buah yang banyak juga senjata yang lengkap. Juless seakan enggan berterung dia tidak ingin mengambil resiko.
“Luke bantu aku bernegosiasi berapa berapa jumlah uang yang mereka mau, aku tidak ingin mengambil resiko bahaya untuk Summer atau siapapun.”
Luke membenarkan itu segera ia naik kesana dia meminta para orang-orang ditempat mempertemukan dia dengan nyonya Lindon, Dari jauh tiba-tiba Summer diperlihatkan dijendela gudang diatas bukit itu, sepertinya mereka tahu kedatangan Juless dan Luke.
Summer diikat disana, mulutnya tersumpal kain. “Summy!” dalam gelap dan hanya gudang itu yang berlalmpu semuanya terlihat b ebgitu jelas, suara Summer menangispun begitu jelas walau tertutup kain.
Juless ketakutan ia begitu tidak tega melihat Summer duperlakukan buruk seperti itu,” Ny. Lindon lepaskan Summy. Keluarlah apa yang kau mau!” Rencana negosiasioun gagal, Jjuless terlanjur tidak kuat.
Dengan santainya wanita tua itu muncul disana tepat disebuah jendela besar ia tertawa, “Pangeran kau datang? Aku tidak suka berbasa-basi, aku butuh uang dan berikan aku itu.
“Itu bukan masalahku, lepaskan Summy aku akan berikan yang kau mau!” Juless menatap nanar Summer duperlakukan seperti itu.
“Kita punya banyak orang, kita bisa menyerang mereka Juless, kau jangan mau dikelabui, orang seperti dia akan meminta sesuatu diluar dugaanmu.”
“Terserah Luke jika hanya uang aku kakek dan Morean akan memberikan itu, bagianku sangat banyak, tidak masalah lenyap asal anakku dan ibunya selamat.”