
Disebuah markas milik Watson laki-laki dengan semua alat yang terpasang ditubuhnya itu perlahan melepaskan alat bantu pernafasannya, sudah jarang bahkan tidak pernah sama sekali Summer menjenguknya yang mengalami cedera parah setelah mendapatkan hantaman bertubi-tubi Morean dan bahkan hampir mati kala itu.
“Mateo bagaimana Summer masih belum bisa dihubungi?” Tegur Watson pada anak buahnya yang baru datang.
“Selamat pagi bos, aku sudah datang kerumah Nona Summy kemarin berturut-turut tapi tidak ada dia disana bahkan di tempatnya bekerja dia juga tidak ada disana tuan.”
“Apakah dia pindah rumah? Cari dia Mateo! Bagaimana bisa dia tidak mengkhawatirkan ayah-nya yang hampir mati ini.”
“Baik Bos, oh ya.... Istri Lindon menghubungi anda setengah jam lalu, dia meminta anda menghubunginya lagi.”
Watson tersulut, “Persetan dengan dia, cari Summer sekarang! Katakan pada wanita itu aku sudah tidak ingin ikut campur lagi, dia tidak berguna, Apa yang di rencanakannya selalu gagal, omong kosong tentang dia mantan perampok kelas internasional dia hanya beruntung saja saat itu, dia memanfaatkanku dan orang-orangku, nyawa ku bahkan sudah hampir melayang berhari-hari aku koma bahkan putriku tidak memperdulikanku.”
“Dia mengatakan ini penting tuan, dia akan datang sebentar lagi....”
“Terserah aku tidak peduli lagi Mateo! urusi saja putriku— dan gudangku pastikan bahan baku tetap berjalan dan keluar masuk, gudangku harus tetap berjalan aku butuh uang besar untuk membayar orang-orang yang masih setia padaku juga pengobatanku, Morean Sanden sialan! dia membuat punggung dan seluruh tubuhku remuk! Pergilah sekarang!”
“Baik Tuan!”
...***...
Di kediaman Summer setelah pulang dari rumah sakit sampai pagi ini Juless masih berada disana, lelaki itu tidak kunjung pergi dan bahkan ia memesan banyak sekali makanan pagi-pagi buta untuk Summer makan kini tengah menghidanginya dimeja makan.
Summer yang baru saja bangun tidur terkesiap saat ia masih melihat Juless disana, langkahnya kedapur melihat Juless segera mundur lagi, namun Juless melihatnya.
“Selamat pagi....ibu dari anakku, bagaimana tidurmu?”
Summer memutar bola matanya jengah dia mengacuhkan Juless dan berjalan kerungan tamu tempat dimana ia tadi tidur. “Pulanglah! apa lagi yang kau mau.”
“Meluluhkan karang.” Juless tertawa mengejek mengikuti langkah Summer yang pergi.
“Omong kosong! pergilah dari rumahku! Kau membuatku tidak nyaman.”
Tidak mengindahkan ucapan Summer, Juless menjatuhkan dirinya disofa, “Kata tetangga rumahmu, ada dua orang laki-laki kemarin pagi dan kemarinnya lagi datang mencarimu, ku fikir itu adalah suruhan ayahmu.”
Summer berhenti, “Apa yang mereka katakan?”
“Hanya menanyakan kau dimana?”
Summer mendengkus kesal, “Pergilah Juless! Jangan sampai mereka datang lagi lalu melihatmu disini, kau hanya akan menambah masalahku.”
“Kita adalah sepaket, masalahmu— masalahku, kita hadapi ini.”
Summer menatap kesal Juless, rasanya ia Ingin menghujami laki-laki bodoh ini, “JULESS! Masalahku sudah cukup banyak! Pergilah, aku juga harus kerumah sakit sekarang—“ Howeeekkkkkkkk....
Summer seketika berlari, seperti biasa dipagi hari saat ini adalah hal yang sangat memuakkan untuknya, ia memuntahkan semua makanannya semalam tidak berhenti di wastfle dapurnya.
Juless mengukuti Summer, membantu mengusap pada tengkuknya, menatap khawatir Summer. “Kau yakin bisa kerumah sakit jika seperti ini?”
Summer mengusap mulutnya ia pun tidak yakin, semakin hari muntahnya semakin parah apalagi jika mencium bau-bau obat.
Summer mulai lemas setelah muntah, Juless pun memeganginya membantunya berjalan kemeja makan untuk menyantap hidangan yang sudah ia siapkan.
Summer menopang dahinya rasanya mual sekali saat ini, tidak tahu dia akan bagaimana jika bekerja, “Aku mau air putih hangat, jauhkan susu itu dariku, dia membuatku semakin mual.”
Juless bergegas mengambilkan segelas air putih hangat dengan cepat memberikannya pada Summer dimeja dan segera mengambil susu hangat yang ia buat tadi, “Sayang sekali dibuang, bukankah ini mengandung berbagai macam zat gizi.”
“Kau minum saja jika kau fikir baik.”
“Jika aku yang hamil maka aku minum.”
“Tidak karena hamil mungkin kau butuh gizi itu untuk memperbaiki otakmu...”
Juless tertawa, “Baiklah aku akan minum—“ Slurrrpppppp... Dengan sekali tenggak Juless mensesap segela susu hamil yang ia buat untuk Summer itu.
Howeekkkk...
Summer yang melihatnya, langsung menelan ludah mendadak ia mual lagi dan muntah disana tanpa sempat bangkit.
Howekkkk......
...***...
Setelah banyak muntah Juless memaksa Summer untuk makan, dengan menggerutu Summer pasrah disuapi Juless, sesuap demi suap masuk kedalam mulut Summer hingga bubur itu habis.
“Sudahlah, aku ingin tidur.”
“Makanlah buahnya, kau juga harus minum obat lagi.”
“Hemm....” Summer pasrah, sungguh memang dia rasa tidak bisa sendirian, segala bantuan Juless sangat meringankan dia, “Aku tidak sanggup bekerja....”
“Berhentilah sementara, jangan fikirkan apapun, aku yang akan memikirkanmu....tentang ayahmu, kau yakin akan tetap disini? Aku tidak masalah jika ini diketahuinya, jika tidak maka ikutlah denganku kita tingga ditempat kakek sampai kau lebih baik.”
Summer membola, Juless sungguh tidak ingin menutupi ini, membawanya ke Rodriguez House artinya akan membuat Morean tahu ini.
“Tidak, aku tidak ingin itu!” Sanggah Summer.
“Morean? Kau takut dia tahu....” Tuding Juless dengan tertawa,” Summy... percayalah, dia tidak akan peduli itu, dia sudah bahagia dengan hidupnya, jika alasanmu karena kau ingin tenang dan jauh dari semua aku bisa bawa kau ke tempat baru yang jauh dari keluargaku juga ayahmu.”
“Entahlah, aku ingin tidur dulu....”
Juless menggeleng, “Katakan pilihanmu, kita tidak bisa menunggu, ayahmu bisa datang kapan saja, kita harus pergi sekarang.”
Summer sejenak diam dan berfikir membenarkam ucapan Juless, hingga akhirnya ia pun menatap Juless, “Bawa aku ketempat yang jauh dari orang tuaku juga keluargamu, aku butuh tempat yang tenang.”
Seulas senyuman terbit dari bibir Juless, “Kita berangkat sekarang.” Juless mendeka pada Summer saking senangnya lalu ia kecup dipuncak kepala wanita itu, “Kita siapkan barang-barangmu Summy!”
Summer mengusap sebal rambutnya. aneh sekali bukan, seorang Juless laki-laki muda itu, menjadi seseorang yang masuk kedalam dunianya saat ini.